Risale-i NurAl-Maktubat

Sebab dan Hikmah Kedua

Al-Maktubat · hlm. 94

Sebagaimana aktivitas pada makhluk timbul dari suatu selera, suatu kerinduan, dan suatu kelezatan — bahkan pada tiap-tiap aktivitas pasti terdapat kelezatan, malahan tiap-tiap aktivitas itu sendiri adalah semacam kelezatan — demikian pula, dengan cara yang layak bagi Wâjib al-Wujûd, selaras dengan kemahakayaan Zat-Nya dan kekayaan mutlak-Nya, serta sesuai dengan kesempurnaan mutlak-Nya, terdapatlah kasih sayang yang suci tak terhingga dan kecintaan yang suci tak terhingga. Dan dari kasih sayang yang suci serta kecintaan yang suci itu, timbullah suatu kegairahan yang suci tak terhingga. Dan dari kegairahan yang suci itu, timbullah suatu suka cita yang suci tak terhingga. Dan dari suka cita yang suci itu, timbullah — jika ungkapan ini diperbolehkan — suatu kelezatan yang suci tak terhingga. Kemudian, dari belas kasih tak terhingga yang timbul dari kelezatan yang suci itu — yakni dari kepuasan dan kesempurnaan makhluk yang lahir tatkala mereka berada di dalam aktivitas kudrat, dan tatkala potensi-potensi mereka keluar dari daya menjadi perbuatan serta menuju kesempurnaan — terdapatlah, milik Zat Sang Rahmân Yang Rahîm, suatu — jika ungkapan ini diperbolehkan — keridhaan yang suci tak terhingga dan kebanggaan yang suci tak terhingga, yang menuntut secara tak terhingga adanya aktivitas yang tak terhingga pula.

Demikianlah, justru karena filsafat, sains, dan hikmah tidak mengetahui hikmah yang halus ini, mereka mencampuradukkan tabiat yang tak berkesadaran, kebetulan yang buta, dan sebab-sebab yang mati ke dalam aktivitas yang teramat berilmu, bijaksana, dan berpandangan tajam ini; lalu mereka terjerumus ke dalam kegelapan kesesatan dan tidak menemukan cahaya hakikat. قُلِ اللّٰهُ ثُمَّ ذَرْهُمْ ف۪ى خَوْضِهِمْ يَلْعَبُونَ رَبَّنَا لاَ تُزِغْ قُلُوبَنَا بَعْدَ اِذْ هَدَيْتَنَا وَهَبْ لَنَا مِنْ لَدُنْكَ رَحْمَةً اِنَّكَ اَنْتَ الْوَهَّابُاَللّٰهُمَّ صَلِّ وَ سَلِّمْ عَلٰى كَاشِفِ طِلْسِمِ كَائِنَاتِكَ بِعَدَدِ ذَرَّاتِ الْمَوْجُودَاتِ وَ عَلٰٓى اٰلِه۪ وَ صَحْبِه۪ مَا دَامَ اْلاَرْضُ وَ السَّمٰوَاتُاَلْبَاق۪ى هُوَ الْبَاق۪ى

Said Nursî

--