Sisi Kedua
Al-Maktubat · hlm. 181
Yaitu, dengan kemuliaan Rasul Termulia صلى الله عليه وسلم, sebagai jejak mukjizatnya, para individu umatnya melihat dan berbicara dengan mereka. Nah, mula-mula Bukhari dan Imam Muslim, para imam hadis, secara sepakat mengabarkan bahwa: pada suatu ketika seorang malaikat, yaitu Jibril, datang dalam rupa manusia berpakaian putih. Saat Rasul Termulia صلى الله عليه وسلم duduk di antara para sahabatnya, ia menghampiri beliau dan berkata: مَا اْلاِسْلاَمُ وَمَا اْلا۪يمَانُ وَمَا اْلاِحْسَانُ Yakni: "Apakah iman, Islam, dan ihsan itu? Jelaskanlah." Rasul Termulia صلى الله عليه وسلم menjelaskannya. Jemaah sahabat di sana sekaligus menerima pelajaran dan menyaksikan sosok itu dengan baik. Padahal sosok itu tampak laksana musafir, tetapi pada dirinya sama sekali tak ada tanda perjalanan. Ia berdiri, tiba-tiba lenyap. Ketika itu Rasul Termulia صلى الله عليه وسلم berfirman: "Jibril berbuat demikian untuk memberi pelajaran kepada kalian." Dan dengan kabar sahih, kabar pasti, dan sederajat tawatur maknawi, para imam hadis mengabarkan bahwa: "Para sahabat sering melihat Jibril dalam rupa Dihyah yang tampan lagi rupawan, di sisi Rasul Termulia صلى الله عليه وسلم." Di antaranya Umar, Ibnu Abbas, Usamah bin Zaid, Harits, Aisyah ash-Shiddiqah, dan Ummu Salamah — telah pasti bahwa mereka mengabarkan dengan pasti: "Kami sering melihat Jibril dalam rupa Dihyah di sisi Rasul Termulia صلى الله عليه وسلم." Gerangan, mungkinkah sosok-sosok ini berkata "kami melihat" tanpa melihat?
Dan dengan riwayat sahih lagi pasti, dari Asyarah Mubasyarah, penakluk Iran Sa'd bin Abi Waqqash mengabarkan bahwa: "Pada Perang Uhud, kami melihat di kedua sisi Rasul Termulia صلى الله عليه وسلم dua sosok berpakaian putih, laksana pengawal yang berjaga baginya. Keduanya diketahui adalah malaikat. Dan kami mengerti bahwa keduanya adalah Jibril dan Mikail." Gerangan, jika seorang pahlawan Islam berkata "kami melihat", mungkinkah ia tak melihat?
Dan Abu Sufyan bin Harits bin Abdul Muththalib (sepupu Nabi) dengan riwayat sahih mengabarkan bahwa: "Pada Perang Badar, kami melihat sosok-sosok penunggang kuda berpakaian putih antara langit dan bumi."
Dan Hamzah memohon kepada Rasul Termulia صلى الله عليه وسلم: "Aku ingin melihat Jibril." Beliau menunjukkannya kepadanya di Ka'bah. Ia tak sanggup menahannya, pingsan, dan jatuh ke tanah. Peristiwa melihat malaikat semacam ini banyak. Seluruh peristiwa ini menunjukkan semacam mukjizat Ahmadiyah صلى الله عليه وسلم dan menandakan bahwa: para malaikat pun menjadi laron bagi pelita kenabiannya.
Adapun jin: berjumpa dan melihat mereka — bukan hanya para sahabat, bahkan banyak dari kalangan awam umat pun — sering terjadi. Namun dengan kabar yang paling pasti lagi paling sahih, para imam hadis berkata kepada kita: Ibnu Mas'ud berkata "Pada malam masuk Islamnya jin di Bathn Nakhl, aku melihat para jin, dan kuserupakan mereka dengan golongan bertubuh tinggi dari kabilah Sudan yang disebut Zuth; mereka menyerupai mereka."
Dan masyhur, serta ditakhrij dan diterima oleh para imam hadis, peristiwa Khalid bin Walid: saat mereka menghancurkan berhala bernama Uzza, seorang jin perempuan keluar dari dalam berhala itu dalam rupa perempuan hitam. Khalid membelah jin perempuan itu menjadi dua bagian dengan pedang. Rasul Termulia صلى الله عليه وسلم berfirman tentang peristiwa itu: "Di dalam berhala Uzza ia disembah, kini ia tak akan disembah lagi."
Dan dari Umar, sebuah kabar masyhur, katanya: "Saat kami berada di sisi Rasul Termulia صلى الله عليه وسلم, datang seorang jin bernama 'Hamah' dalam rupa orang tua dengan tongkat di tangannya, lalu beriman. Rasul Termulia صلى الله عليه وسلم mengajarkan kepadanya beberapa surah pendek. Ia menerima pelajarannya, lalu pergi." Peristiwa terakhir ini memang disinggung sebagian imam hadis; tetapi para imam penting menghukuminya sahih. Bagaimanapun, pada jenis ini tak perlu berpanjang-panjang; contohnya banyak.
Dan kami berkata: dengan cahaya, didikan, dan mengikuti Rasul Termulia صلى الله عليه وسلم, ribuan quthub dan asfiya seperti Syaikh Gaylani telah berjumpa dan berbicara dengan malaikat dan jin; dan peristiwa ini sederajat ratusan tawatur lagi teramat banyak. Ya, perjumpaan dan percakapan umat Muhammad صلى الله عليه وسلم dengan malaikat dan jin adalah jejak didikan dan bimbingan Rasul Termulia صلى الله عليه وسلم yang menampakkan mukjizat.