Risale-i NurAl-Maktubat

Surat Keempat

Al-Maktubat · hlm. 564

Ia menerangkan bahwa suatu rahasia ayat وَمَنْ يُؤْتَ الْحِكْمَةَ فَقَدْ اُ۫وتِىَ خَيْرًا كَث۪يرًا bertajalli tentang Risalah Nur.

Dan menghadapi dustur "Dalam Tarekat Naqsyabandi diperlukan empat peninggalan: meninggalkan dunia, meninggalkan akhirat, meninggalkan wujud (diri), meninggalkan peninggalan (itu sendiri)", ia menerangkan suatu dustur yang amat penting dalam jalan ketakberdayaan (acz-mendî).

Lagi pula ia menafsirkan suatu rahasia ayat اَفَلَمْ يَنْظُرُٓوا اِلَى السَّمَٓاءِ فَوْقَهُمْ كَيْفَ بَنَيْنَاهَا dengan suatu "risalah bintang (yıldızname)" yang menyerupai syair namun bukan syair, teratur namun bukan bermetrum, amat cemerlang namun bukan khayal, yang membuat bintang-bintang berbicara.