Risale-i NurAl-Maktubat

Surat Ketiga

Al-Maktubat · hlm. 563

Ia menafsirkan dua nuktah kemukjizatan penting dengan menggambarkan: suatu cahaya kemukjizatan luhur dalam sumpah pada فَلآَ اُقْسِمُ بِالْخُنَّسِ ❊ اَلْجَوَارِ الْكُنَّسِ, suatu kilau kemukjizatan cemerlang dalam tasybih (perumpamaan) ayat وَالْقَمَرَ قَدَّرْنَاهُ مَنَازِلَ حَتّٰى عَادَ كَالْعُرْجُونِ الْقَد۪يمِ, dan suatu hakikat cemerlang dalam ayat هُوَ الَّذ۪ى جَعَلَ لَكُمُ اْلاَرْضَ ذَلُولاً فَامْشُوا ف۪ى مَنَاكِبِهَا yang menunjukkan bahwa Bola Bumi adalah suatu kapal Rabbani yang mengapung di angkasa alam semesta — (menggambarkan) perjalanan ahli kesesatan untuk berpindah dari Bola Bumi ke neraka; dan bahwa jika seluruh benda disandarkan pada satu Zat, ada kemudahan sampai derajat wajib (mudah pasti); sedangkan jika pengadaan benda disandarkan pada sebab-sebab yang beragam, ada kesukaran dan kesulitan sampai derajat mustahil — dengan cara yang amat indah, meyakinkan, dan ringkas.