Risale-i NurAl-Maktubat

Titik Keempat

Al-Maktubat · hlm. 413

Karena tokoh-tokoh pemilik wilayah agung bermartabat tertinggi dari kalangan Sahabat, Tabiin, dan Tabi'ut-Tabiin mengambil bagian seluruh latifah mereka dari nafs Al-Qur'an, dan Al-Qur'an bagi mereka adalah mursyid hakiki lagi mencukupi; ini menunjukkan bahwa Al-Qur'an al-Hakîm setiap waktu, sebagaimana mengungkapkan hakikat, melimpahkan pula limpahan wilayah agung kepada mereka yang ahli.

Ya, berpindah dari zahir ke hakikat itu dua bentuk:

Salah satunya: masuk ke barzah tarekat, dan melintasi martabat dengan perjalanan suluk, lalu berpindah ke hakikat.

Bentuk Kedua: secara langsung, tanpa singgah ke barzah tarekat, berpindah ke hakikat dengan kurnia Ilahi; inilah jalan khusus, tinggi, dan singkat bagi Sahabat dan Tabiin. Artinya, Cahaya yang menetes dari hakikat Qur'ani dan Kalimat yang menjadi penerjemah Cahaya itu dapat memiliki dan memang memiliki kekhususan itu.