Titik Pertama
Al-Maktubat · hlm. 525
Di antara jalan-jalan wilayah, yang paling indah, paling lurus, paling cemerlang, dan paling kaya adalah; ittiba' pada Sunnah yang Mulia. Yakni: dalam amal dan geraknya memikirkan Sunnah yang Mulia lalu mengikuti dan menirunya, dan dalam muamalat serta perbuatannya memikirkan hukum syar'i lalu menjadikannya pedoman.
Maka melalui ittiba' dan keteladanan ini, selain keadaan biasa, muamalah adat, dan gerak fitri masuk ke bentuk ibadah; dengan memikirkan setiap amalnya dari sisi ittiba' pada sunnah dan syariat, ia memberi suatu ingatan akan hukum syar'i. Ingatan itu membuat orang memikirkan pemilik syariat. Pemikiran itu membawa Allah ke ingatan. Ingatan itu memberi semacam kehadiran (hudûr). Dalam keadaan itu, menit-menit umur secara terus-menerus dapat dijadikan berkedudukan sebagai ibadah dalam kehadiran. Maka jalan raya besar ini adalah jalan para sahabat dan salaf saleh yang merupakan ahli waris kenabian, pemilik wilayah terbesar (velayet-i kübra).