Titik Pertama
Al-Maktubat · hlm. 241
Padahal kekafiran yang teramat keras kepala dari kaum kafir di masa dan tempat itu telah maklum lagi masyhur secara historis; dan padahal Al-Qur'an Yang Mahabijaksana mengabarkan peristiwa ini kepada seluruh alam dengan firman-Nya وَ انْشَقَّ الْقَمَرُ; namun tak seorang pun dari kaum kafir yang mengingkari Al-Qur'an itu membuka mulut untuk mendustakan ayat ini, yakni mengingkari peristiwa yang dikabarkannya. Seandainya pada masa itu peristiwa tersebut bukan peristiwa yang pasti lagi nyata menurut kaum kafir itu, niscaya mereka akan menjadikan ucapan ini sebagai pegangan, lalu melancarkan pendustaan yang teramat dahsyat dan serangan untuk membatalkan dakwaan Nabi. Padahal sirah dan sejarah tentang peristiwa ini sama sekali tak meriwayatkan apa pun tentang ketidakterjadiannya dari pihak kaum kafir yang terkait dengan peristiwa itu. Hanya saja, sebagaimana diterangkan ayat وَ يَقُولُوا سِحْرٌ مُسْتَمِرٌّ, yang diriwayatkan secara historis ialah: kaum kafir yang menyaksikan peristiwa itu berkata "Ini sihir", dan berkata "Ia menunjukkan sihir kepada kami. Jika kafilah dan rombongan dari arah lain menyaksikannya, berarti ia hakikat. Jika tidak, ia menyihir kami." Kemudian pada pagi harinya, kafilah-kafilah yang datang dari Yaman dan arah lain mengabarkan bahwa "Kami menyaksikan peristiwa semacam ini." Lalu kaum kafir berkata tentang Kebanggaan Alam صلى الله عليه وسلم — mahasuci Allah — "Sihir yatim Abu Thalib telah memengaruhi langit pula."