Yang Kedua
Al-Maktubat · hlm. 211
Pada para musuhnya, perasaan mengecam dan menandingi; yakni perasaan untuk mematahkan dakwaan kemukjizatan dengan menandingi uslub Al-Qur'an...
Maka, dengan dua perasaan yang dahsyat ini telah ditulis jutaan kitab berbahasa Arab, dan itu nyata terpampang. Kini, tatkala kitab-kitab yang paling balîgh dan paling fasih di antara semuanya dibaca bersama Al-Qur'an, siapa pun yang mendengarnya pasti akan berkata; Al-Qur'an tiada menyerupai satu pun dari kitab-kitab itu. Berarti Al-Qur'an tiada berada pada tingkat segenap kitab tersebut. Kalau begitu, tentu salah satu: entah Al-Qur'an berada di bawah semuanya — namun ini, di samping mustahil seratus derajat, tiada seorang pun, bahkan sekiranya setan sekalipun, dapat mengatakannya.{(Catatan Kaki): Mabhas Pertama yang penting dari Surat Kedua Puluh Enam adalah catatan kaki dan penjelasan bagi kalimat ini.}Kalau begitu, Al-Qur'an Mu'jizul Bayân berada di atas segenap kitab yang ditulis.
Bahkan terhadap lapisan awam jahil yang tiada memahami maknanya pun, Al-Qur'an al-Hakîm memperlihatkan kemukjizatannya dengan cara tiada membosankan. Ya, orang awam yang jahil itu berkata: "Sebait syair yang paling indah lagi paling masyhur, jika kudengar dua-tiga kali, memberiku kebosanan. Namun Al-Qur'an ini sama sekali tiada membosankan; semakin lama justru semakin menyenangkan hatiku untuk mendengarnya. Kalau begitu, ini bukanlah perkataan manusia."
Dan lagi, terhadap lapisan anak-anak yang berusaha menghafal pun, Al-Qur'an al-Hakîm memperlihatkan kemukjizatannya kepada mereka dalam rupa: bahwa Al-Qur'an yang besar itu — beserta keserupaan ayat-ayat dan kalimat-kalimatnya yang mirip satu sama lain, yang di banyak tempat menjadi sebab kekeliruan dan kekacauan — dengan kemudahan yang sempurna tertanam dengan gampang di dalam benak kecil anak-anak yang lembut, lemah, dan bersahaja itu, yang tiada mampu menghafal kitab satu halaman pun.
Bahkan terhadap orang-orang sakit yang terganggu oleh sedikit perkataan dan kegaduhan, serta orang-orang yang berada dalam sakaratul maut; alunan dan gema Al-Qur'an, dari sisi bahwa ia terasa nikmat lagi manis bagi mereka bagai air zamzam, membuat mereka pun merasakan satu jenis kemukjizatannya.