Yang Keempat
Al-Maktubat · hlm. 71
Mantel yang kukenakan ini, tujuh tahun yang silam, kubeli dalam keadaan bekas. Selama lima tahun, untuk pakaian, cucian, sepatu, dan kaus kaki, aku mencukupkan diri dengan empat setengah lira. Keberkahan sikap hemat dan rahmat Ilahi telah mencukupiku.
Nah, masih banyak hal seperti contoh-contoh ini, dan keberkahan Ilahi memiliki banyak sisi. Penduduk desa ini mengetahui sebagian besarnya. Akan tetapi, janganlah sekali-kali kalian menyangka bahwa aku menyebutkan hal-hal ini untuk berbangga diri; sesungguhnya aku terpaksa. Jangan pula kalian mengira bahwa hal itu menjadi sumber kebaikan bagi diriku. Keberkahan-keberkahan ini, kalau bukan karunia bagi sahabat-sahabatku yang tulus yang datang kepadaku, maka ia adalah kemuliaan bagi khidmat Qur'ani, atau manfaat yang penuh berkah dari sikap hemat, ataupun rezeki empat ekor kucing yang berada di sisiku, yang berzikir dengan "Yâ Rahîm, Yâ Rahîm" — yang datang dalam bentuk keberkahan, lalu aku pun turut mengambil manfaat darinya. Ya, jika engkau menyimak rintihan mereka yang syahdu dengan saksama, engkau akan memahami bahwa mereka melantunkan "Yâ Rahîm, Yâ Rahîm".
Pembahasan kucing tadi mengingatkan kepada ayam. Aku memiliki seekor ayam. Pada musim dingin ini, laksana mesin telur, dengan jeda yang sangat sedikit, setiap hari ia membawakanku sebutir telur dari perbendaharaan rahmat. Bahkan suatu hari ia membawa dua butir telur; aku pun tercengang. Aku bertanya kepada sahabat-sahabatku: "Apakah hal seperti ini bisa terjadi?" kataku. Mereka menjawab: "Barangkali itu suatu karunia Ilahi." Lagi pula, ayam ini memiliki seekor anak kecil yang menetas pada musim panas. Pada awal Ramadan yang mulia, ia mulai bertelur, dan berlangsung hingga empat puluh hari. Bahwa keadaan yang mubarak ini — dari seekor anak yang masih kecil, di musim dingin, lagi pula di bulan Ramadan — merupakan suatu kemuliaan Rabbani, tak tersisa lagi keraguan, baik pada diriku maupun pada orang-orang yang berkhidmat kepadaku. Dan begitu induknya berhenti, seketika itu ia memulai.. ia tidak membiarkanku tanpa telur.