Risale-i NurAl-Maktubat

Yang Keempat

Al-Maktubat · hlm. 254

Sebagaimana ijmak para nabi merupakan dalil yang amat kuat atas wujud dan wahdâniyah Ilâhiyah, demikian pula ia merupakan kesaksian yang amat kukuh atas kebenaran dan kerasulan Zat ini. Sebab, betapa banyak sifat-sifat suci, mukjizat, dan tugas yang menjadi sandaran bagi kebenaran dan kenabian para nabi Alaihimussalâm, sejarah membenarkan bahwa Zat ini berada di barisan paling depan dalam semua itu. Maka, sebagaimana dengan lisan ucapan (lisân al-qâl) mereka telah mengabarkan kedatangan Zat ini di dalam Taurat, Injil, Zabur, dan Suhuf mereka, seraya menyampaikan kabar gembira kepada umat manusia — sehingga lebih dari dua puluh isyarat kabar gembira dari Kitab-Kitab Suci itu, yang sebagiannya amat jelas, telah dipaparkan dan dibuktikan dengan indah di dalam Surat Kesembilan Belas — demikian pula dengan lisan keadaan (lisân al-hâl) mereka, yakni dengan kenabian dan mukjizat mereka, mereka membenarkan Zat ini, yang paling depan lagi paling sempurna dalam jalan dan tugas mereka, serta mengesahkan dakwahnya. Dan sebagaimana dengan lisan ucapan dan ijmak mereka menunjukkan kepada wahdâniyah, demikian pula dengan lisan keadaan dan kesepakatan mereka bersaksi atas kejujuran Zat ini — demikianlah ia memahami.