Yang Ketiga
Al-Maktubat · hlm. 95
Pada naskah-naskah yang ditulis oleh seorang yang masih pemula lagi tidak mengetahui perihal tawâfuq, dan yang ditulis pula oleh delapan penyalin lain tanpa saling melihat satu sama lain — bahkan sebelum tawâfuq itu tampak nyata bagi kami — terlihatlah bahwa lafal 'Rasul Termulia صلى الله عليه وسلم' pada seluruh risalah, dan lafal 'Al-Qur'an' pada bagian kelima, saling bersesuaian (bertawâfuq) dengan cara sedemikian rupa sehingga siapa pun yang memiliki setitik keinsafan tidak akan menisbatkannya kepada kebetulan. Barangsiapa telah menyaksikannya, ia memutuskan dengan pasti bahwa: ini adalah suatu rahasia gaib, salah satu karâmah dari mukjizat Ahmadiyah صلى الله عليه وسلم.
Dasar-dasar pada permulaan risalah ini sangatlah penting. Selain itu, hadis-hadis dalam risalah ini — meskipun hampir seluruhnya diterima dan sahih menurut para imam ahli hadis — menjelaskan pula peristiwa-peristiwa kerasulan yang paling pasti. Seandainya keistimewaan-keistimewaan risalah itu hendak diuraikan, niscaya harus ditulis satu karya sebesar risalah itu sendiri; maka mereka yang rindu kepadanya kami serahkan untuk membacanya sekali saja...
Said Nursî