Yang Ketujuh
Al-Maktubat · hlm. 532
Sebagian ahli cita rasa dan gairah, dalam sulûknya jatuh ke jurang dengan mengutamakan kebanggaan, kemanjaan, syathahat, perhatian orang, dan kedudukan sebagai rujukan; atas syukur, niaz, permohonan (tadharru'), dan sikap tak membutuhkan orang. Padahal tingkat tertinggi adalah ubudiyah Muhammadiyah صلى الله عليه وسلم yang diistilahkan dengan gelar "Mahbûbiyah (kekasih)". Adapun rahasia asas ubudiyah; ia mencapai kesempurnaan hakikat itu dari sisi niaz, syukur, tadharru', kekhusyukan, ketakberdayaan, kefakiran, dan sikap tak membutuhkan makhluk. Sebagian wali agung telah masuk ke kebanggaan, kemanjaan, dan syathahat secara sementara dan tanpa ikhtiar; tetapi pada titik itu, mereka tak boleh diteladani secara ikhtiar; mereka adalah pemberi petunjuk (hâdî), bukan yang dituntun kepada mereka; mereka tak boleh diikuti dari belakang!