Risale-i NurAl-Maktubat

Yang Pertama

Al-Maktubat · hlm. 74

Ahli dunia berkata kepadaku: Mengapa engkau tidak menerapkan pada dirimu tata cara peradaban kami, gaya hidup kami, dan cara berpakaian kami? Berarti engkau menentang kami?

Aku pun berkata:

Wahai tuan-tuan! Dengan hak apa kalian menawarkan tata cara peradaban kalian kepadaku? Padahal kalian, seolah-olah telah menggugurkan aku dari hak-hak peradaban, secara zalim telah memaksaku bermukim selama lima tahun di sebuah desa dalam keadaan dilarang bersurat-menyurat dan bergaul. Setiap orang buangan kalian biarkan tinggal di kota-kota bersama sahabat dan kerabatnya, dan kemudian sekalipun kalian telah memberi mereka surat keterangan, aku kalian asingkan tanpa alasan, dan — kecuali satu dua orang — tak seorang pun sesama warga kalian izinkan untuk menemuiku. Berarti kalian tidak menghitungku sebagai bagian dari rakyat dan warga negara. Bagaimana mungkin kalian menawarkan penerapan undang-undang peradaban kalian kepadaku? Kalian telah menjadikan dunia ini penjara bagiku. Kepada orang yang berada di dalam penjara, hal-hal semacam itu tidak ditawarkan. Kalian telah menutup pintu dunia bagiku; maka aku pun mengetuk pintu akhirat; lalu rahmat Ilahi membukanya. Kepada orang yang berada di ambang pintu akhirat, bagaimana mungkin ditawarkan tata cara dan adat dunia yang kalut ini? Kapan saja kalian membebaskan aku, mengembalikan aku ke negeriku, dan memberikan hak-hakku, saat itulah kalian boleh meminta penerapan tata cara kalian.