--
ﺑِﺴْﻢِ ﺍﻟﻠّٰﻪِ ﺍﻟﺮَّﺣْﻤٰﻦِ ﺍﻟﺮَّﺣ۪ﻴﻢِ ﻳَﺎ ﺍَﻟﻠّٰﻪُ ﻳَﺎ ﺭَﺣْﻤٰﻦُ ﻳَﺎ ﺭَﺣ۪ﻴﻢُ ﻳَﺎ ﻓَﺮْﺩُ ﻳَﺎ ﺣَﻰُّ ﻳَﺎ ﻗَﻴُّﻮﻡُ ﻳَﺎ ﺣَﻜَﻢُ ﻳَﺎ ﻋَﺪْﻝُ ﻳَﺎ ﻗُﺪُّﻭﺱُ ~Demi hak Ismul A'zham, kehormatan Al-Qur’an yang ungkapannya bermukjizat, dan kemuliaan Rasul Yang Mahamulia ﷺ, anugerahkanlah bahagia abadi dalam Surga Firdaus kepada mereka yang mencetak kumpulan ini dan para pembantu mereka yang diberkahi, amin! ~Jadikanlah mereka selalu berhasil dalam pelayanan iman dan Al-Qur’an, amin! Perintahkanlah agar dicatat dalam buku amal baik mereka seribu kebaikan bagi setiap huruf kumpulan Sözler, amin! ~Anugerahkanlah keteguhan, terus melayani, dan ikhlas dalam menerbitkan karya-karya Nur, amin! ~Yâ Arhamar-Râhimîn! Bahagiakanlah seluruh pelajar Risale-i Nur di dua dunia, amin! ~Jagalah dari kejahatan setan manusia dan jin, amin! Ampunilah kekurangan Bedîüzzaman Said Nursî yang tak berdaya dan malang ini, amin!
Atas nama seluruh pelajar Nur
Bedîüzzaman Said Nursî
--
Daftar Isi
Inilah daftar isi ringkas kumpulan ‘Sözler’, salah satu bagian Risale-i Nur yang merupakan suatu jenis tafsir ayat-ayat Al-Qur’an.
KALIMAT PERTAMA: 5
Menafsirkan satu rahasia dari sekian banyak rahasia penting ﺑِﺴْﻢِ ﺍﻟﻠّٰﻪِ ﺍﻟﺮَّﺣْﻤٰﻦِ ﺍﻟﺮَّﺣ۪ﻴﻢِ dengan perumpamaan yang indah. Menunjukkan betapa ‘Bismillah’ merupakan syiar Islam yang berharga.
MAQAM KEDUA KILAUAN KEEMPAT BELAS: 8
Menafsirkan lima atau enam rahasia terpenting ﺑِﺴْﻢِ ﺍﻟﻠّٰﻪِ ﺍﻟﺮَّﺣْﻤٰﻦِ ﺍﻟﺮَّﺣ۪ﻴﻢِ. Menunjukkan bahwa ﺑِﺴْﻢِ ﺍﻟﻠّٰﻪِ ﺍﻟﺮَّﺣْﻤٰﻦِ ﺍﻟﺮَّﺣ۪ﻴﻢِ merupakan ringkasan, daftar isi, dan kunci Al-Qur’an. Menjelaskan pula bahwa ia suatu garis suci bercahaya yang terulur dari Arasy hingga bumi, sekaligus kunci yang membuka pintu bahagia abadi dan sumber cahaya yang memberi limpahan serta berkah kepada setiap hal yang diberkahi. Maqam Kedua ini mengarah kepada risalah paling awal, Kalimat Pertama. Seolah bagian-bagian Risale-i Nur merupakan lingkaran, ujungnya mencapai ittihad dengan awalnya melalui garis yang diberkahi, ﺑِﺴْﻢِ ﺍﻟﻠّٰﻪِ ﺍﻟﺮَّﺣْﻤٰﻦِ ﺍﻟﺮَّﺣ۪ﻴﻢِ. Dalam maqam ini akan ditulis tiga puluh rahasia sebagai ganti enam. Untuk sementara tetap enam. Ia pendek, tetapi memuat hakikat-hakikat yang amat besar. Pembaca yang saksama memahami betapa ﺑِﺴْﻢِ ﺍﻟﻠّٰﻪِ ﺍﻟﺮَّﺣْﻤٰﻦِ ﺍﻟﺮَّﺣ۪ﻴﻢِ merupakan khazanah suci yang berharga.
KALIMAT KEDUA: 17
Dalam makna ﺍَﻟَّﺬ۪ﻳﻦَ ﻳُﺆْﻣِﻨُﻮﻥَ ﺑِﺎﻟْﻐَﻴْﺐِ dan ayat-ayat mengenai iman, menafsirkan suatu rahasia penting dengan perumpamaan yang amat masuk akal.
KALIMAT KETIGA: 19
Dalam makna ayat ﻳَٓﺎ ﺍَﻳُّﻬَﺎ ﺍﻟﻨَّﺎﺱُ ﺍﻋْﺒُﺪُﻭﺍ dan ayat-ayat mengenai ubudiyah, menafsirkan suatu hakikat penting dengan perumpamaan yang logis.
KALIMAT KEEMPAT: 22
Dalam makna ayat ﺍِﻥَّ ﺍﻟﺼَّﻠٰﻮﺓَ ﻛَﺎﻧَﺖْ ﻋَﻠَﻰ ﺍﻟْﻤُﺆْﻣِﻨ۪ﻴﻦَ ﻛِﺘَﺎﺑًﺎ ﻣَﻮْﻗُﻮﺗًﺎ dan ayat-ayat mengenai salat, menafsirkan suatu rahasia penting dengan perumpamaan yang amat masuk akal dan logis. Membuat orang yang memiliki keadilan hati sebesar zarah pun mengakui.
KALIMAT KELIMA: 24
Dalam makna ayat ﺍِﻥَّ ﺍﻟﻠّٰﻪَ ﻣَﻊَ ﺍﻟَّﺬ۪ﻳﻦَ ﺍﺗَّﻘَﻮْﺍ ﻭَﺍﻟَّﺬ۪ﻳﻦَ ﻫُﻢْ ﻣُﺤْﺴِﻨُﻮﻥَ, ayat-ayat mengenai takwa dan ubudiyah, serta tugas ubudiyah dan takwa, menafsirkan suatu rahasia penting dengan perumpamaan yang amat indah. Tafsir itu meyakinkan setiap orang.
KALIMAT KEENAM: 27
Dalam makna ayat ﺍِﻥَّ ﺍﻟﻠّٰﻪَ ﺍﺷْﺘَﺮٰﻯ ﻣِﻦَ ﺍﻟْﻤُﺆْﻣِﻨ۪ﻴﻦَ ﺍَﻧْﻔُﺴَﻬُﻢْ ﻭَﺍَﻣْﻮَﺍﻟَﻬُﻢْ ﺑِﺎَﻥَّ ﻟَﻬُﻢُ ﺍﻟْﺠَﻨَّﺔَ dan ayat-ayat mengenai menjual nafsu serta harta kepada Allah subhânahu, menafsirkan suatu rahasia yang amat penting. Melalui perumpamaan yang sangat meyakinkan, ia pun menafsirkan bahwa mereka yang menjual nafsu dan harta kepada Allah subhânahu memperoleh lima tingkat keuntungan di dalam keuntungan, sedangkan yang tidak menjual memperoleh lima tingkat kerugian di dalam kerugian. Membuka pintu penting menuju hakikat.KALIMAT KETUJUH: 32
Dalam makna ayat ﻳُﺆْﻣِﻨُﻮﻥَ ﺑِﺎﻟﻠّٰﻪِ ﻭَ ﺍﻟْﻴَﻮْﻡِ الْاٰخِرِ ٭ ﺍِﻥَّ ﻭَﻋْﺪَ ﺍﻟﻠّٰﻪِ ﺣَﻖٌّ فَلَا ﺗَﻐُﺮَّﻧَّﻜُﻢُ ﺍﻟْﺤَﻴٰﻮﺓُ ﺍﻟﺪُّﻧْﻴَﺎ وَلَا ﻳَﻐُﺮَّﻧَّﻜُﻢْ ﺑِﺎﻟﻠّٰﻪِ ﺍﻟْﻐَﺮُﻭﺭُ dan ayat-ayat mengenai ‘iman kepada Allah subhânahu dan hari akhir’ serta hidup dunia, menafsirkan suatu rahasia penting dengan perumpamaan yang amat masuk akal. Membuktikan dengan cara yang amat pasti betapa dunia mengerikan, maut dan ajal dahsyat, keadaan tak berdaya dan serba kurang menyakitkan bagi orang yang lalai; betapa sisi dalam hidup dunia indah bagi orang yang mendapat petunjuk, serta bagaimana kubur, ajal, keadaan tak berdaya, dan keadaan serba kurang masing-masing merupakan sarana bahagia. Menunjukkan jalan menuju bahagia di dua negeri.
KALIMAT KEDELAPAN: 36
Dalam makna ayat-ayat ﺍَﻟﻠّٰﻪُ لَٓا ﺍِﻟٰﻪَ اِلَّا ﻫُﻮَ ﺍﻟْﺤَﻰُّ ﺍﻟْﻘَﻴُّﻮﻡُ dan ﺍِﻥَّ ﺍﻟﺪّ۪ﻳﻦَ ﻋِﻨْﺪَ ﺍﻟﻠّٰﻪِ الْاِسْلَامُ, menafsirkan rahasia penting ayat-ayat mengenai hakikat dunia, hakikat manusia di dunia, dan hakikat agama dalam manusia melalui perumpamaan indah serta cemerlang (yang asalnya terdapat dalam Suhuf Ibrahim). Menunjukkan hakikat dunia, ruh manusia di dunia, dan nilai agama dalam manusia; membuktikan bahwa manusia tanpa agama merupakan makhluk paling malang; menunjukkan jalan membuka rahasia alam ini dan menyelamatkan ruh manusia dari gelap. Melalui perbandingan yang amat lembut dan indah, ia pun menunjukkan keadaan mengerikan orang fasik yang malang dan keadaan bahagia orang saleh yang beruntung.
KALIMAT KESEMBILAN: 43
Dalam makna ayat ﻓَﺴُﺒْﺤَﺎﻥَ ﺍﻟﻠّٰﻪِ ﺣ۪ﻴﻦَ ﺗُﻤْﺴُﻮﻥَ ﻭَﺣ۪ﻴﻦَ ﺗُﺼْﺒِﺤُﻮﻥَ ٭ ﻭَﻟَﻪُ ﺍﻟْﺤَﻤْﺪُ ﻓِﻰ ﺍﻟﺴَّﻤٰﻮَﺍﺕِ وَالْاَرْضِ ﻭَﻋَﺸِﻴًّﺎ ﻭَﺣ۪ﻴﻦَ ﺗُﻈْﻬِﺮُﻭﻥَ dan ayat-ayat mengenai salat lima waktu, menafsirkan suatu rahasia yang amat penting melalui lima butir. Ia menjelaskan hikmah dikhususkannya salat lima waktu yang dikenal pada waktu-waktu itu dengan cara begitu indah dan manis sehingga manusia yang memiliki kesadaran sebesar zarah pun mesti mengakui hikmah yang menarik dan hakikat yang cemerlang ini. Ia menjelaskan dengan amat pasti bahwa sebagaimana tubuh manusia memerlukan udara, air, dan makanan, ruh manusia pun memerlukan salat.
KALIMAT KESEPULUH: 52
Dalam makna ayat ﻓَﺎﻧْﻈُﺮْ ﺍِﻟٰٓﻰ ﺍٰﺛَﺎﺭِ ﺭَﺣْﻤَﺖِ ﺍﻟﻠّٰﻪِ ﻛَﻴْﻒَ ﻳُﺤْﻴِﻰ الْاَرْضَ ﺑَﻌْﺪَ ﻣَﻮْﺗِﻬَﺎ ﺍِﻥَّ ﺫٰﻟِﻚَ ﻟَﻤُﺤْﻴِﻰ ﺍﻟْﻤَﻮْﺗٰﻰ ﻭَﻫُﻮَ ﻋَﻠٰﻰ ﻛُﻞِّ ﺷَﻰْﺀٍ ﻗَﺪ۪ﻳﺮٌ dan ayat-ayat mengenai hasyr serta akhirat, menafsirkan suatu hakikat penting melalui dua belas bentuk perumpamaan yang logis dan masuk akal, serta dua belas hakikat yang tegas dan nyata. Ia membuktikan iman kepada akhirat begitu kuat sehingga manusia yang hatinya belum sepenuhnya mati dan akalnya belum sepenuhnya padam mengakui bukti itu.Dengan Izin Ilahi ia beriman. Sekalipun tidak beriman, ia mesti meninggalkan penyangkalan.
KALIMAT KESEBELAS: 131
Menafsirkan hakikat tinggi dan luas dari ayat-ayat ﻭَﺍﻟﺸَّﻤْﺲِ ﻭَﺿُﺤٰﻴﻬَﺎ ٭ ﻭَﺍﻟْﻘَﻤَﺮِ ﺍِﺫَﺍ ﺗَﻠٰﻴﻬَﺎ ٭ ﻭَﺍﻟﻨَّﻬَﺎﺭِ ﺍِﺫَﺍ ﺟَﻠّٰﻴﻬَﺎ ٭ ﻭَ ﺍﻟَّﻴْﻞِ ﺍِﺫَﺍ ﻳَﻐْﺸٰﻴﻬَﺎ ٭ ﻭَ ﺍﻟﺴَّﻤَٓﺎﺀِ ﻭَﻣَﺎ ﺑَﻨٰﻴﻬَﺎ ٭ ﻭَ الْاَرْضِ ﻭَﻣَﺎ ﻃَﺤٰﻴﻬَﺎ ٭ ﻭَ ﻧَﻔْﺲٍ ﻭَﻣَﺎ ﺳَﻮّٰﻳﻬَﺎ ٭ ﻓَﺎَﻟْﻬَﻤَﻬَﺎ ﻓُﺠُﻮﺭَﻫَﺎ ﻭَ ﺗَﻘْﻮٰﻳﻬَﺎ ٭ ﻗَﺪْ ﺍَﻓْﻠَﺢَ ﻣَﻦْ ﺯَﻛّٰﻴﻬَﺎ ٭ ﻭَ ﻗَﺪْ ﺧَﺎﺏَ ﻣَﻦْ ﺩَﺳّٰﻴﻬَﺎ ٭ﻭَﻣَﺎ ﺧَﻠَﻘْﺖُ ﺍﻟْﺠِﻦَّ وَالْاِنْسَ اِلَّا ﻟِﻴَﻌْﺒُﺪُﻭﻥِ melalui perumpamaan luhur serta luas yang diisyaratkan Surah Asy-Syams secara bermukjizat dan menampilkan alam sebagai istana yang teratur. Membuktikan tugas-tugas ubudiyah dalam hakikat manusia, perlengkapan manusia, dan jawaban ubudiyah manusia terhadap beragam Tajalli Rububiyah Ilahi dengan cara begitu indah sehingga isyarat bermukjizat Surah Wa asy-Syams secara luar biasa menghadapkan Rububiyah terbesar dalam lingkup terbesar kepada ubudiyah yang paling sempurna.
KALIMAT KEDUA BELAS: 142
Dalam makna ayat-ayat ﻭَﻣَﻦْ ﻳُﺆْﺕَ ﺍﻟْﺤِﻜْﻤَﺔَ ﻓَﻘَﺪْ ﺍُﻭﺗِﻰَ ﺧَﻴْﺮًﺍ ﻛَﺜ۪ﻴﺮًﺍ ٭ ﻭَ ﺑِﺎﻟْﺤَﻖِّ ﺍَﻧْﺰَﻟْﻨَﺎﻩُ ﻭَ ﺑِﺎﻟْﺤَﻖِّ ﻧَﺰَﻝَ dan ratusan ayat mengenai keutamaan hikmah Al-Qur’an, menafsirkan suatu hakikat penting melalui perumpamaan yang amat cemerlang, dalam bentuk perbandingan hikmah filsafat dan hikmah Al-Qur’an. Ia membuktikan secara luar biasa suatu mukjizat dan i'jaz Al-Qur’an, serta tak berdayanya serta runtuhnya hikmah filsafat di hadapannya; bahkan menunjukkannya kepada yang buta. Kalimat ini amat penting seperti Kalimat Kesebelas. Semua orang memerlukan keduanya.
KALIMAT KETIGA BELAS: 150
Terdiri atas dua maqam.
Maqam Pertama: Dalam makna ayat ﻭَﻧُﻨَﺰِّﻝُ ﻣِﻦَ ﺍﻟْﻘُﺮْﺍٰﻥِ ﻣَﺎ ﻫُﻮَ ﺷِﻔَٓﺎﺀٌ ﻭَﺭَﺣْﻤَﺔٌ ﻟِﻠْﻤُﺆْﻣِﻨ۪ﻴﻦَ serta ayat ﻭَﻣَﺎ ﻋَﻠَّﻤْﻨَﺎﻩُ ﺍﻟﺸِّﻌْﺮَ ﻭَﻣَﺎ ﻳَﻨْﺒَﻐ۪ﻰ ﻟَﻪُ dan ayat-ayat mengenai suci serta luasnya hikmah Al-Qur’an dan tidak bergantungnya kepada puisi, menafsirkan suatu rahasia penting. Ia juga membandingkan hikmah tinggi yang bermukjizat dari Al-Qur’an yang ungkapannya bermukjizat dengan hikmah filsafat yang rendah dan sempit. Dengan menguraikan secara ringkas banyak dan luasnya hikmah Al-Qur’an serta serba kurang dan bangkrutnya filsafat, ia menunjukkan bahwa sebab Al-Qur’an tidak bergantung pada puisi dan tidak turun kepadanya ialah tinggi serta cemerlangnya hakikat-hakikat Al-Qur’an. Melalui perumpamaan penting, ia menjelaskan suatu jenis i'jaz Al-Qur’an.
Maqam Kedua: 155
Pelajaran yang menyelamatkan pemuda dari jatuh ke jurang kesesatan dan hidup yang rusak; dengan contoh-contoh menjelaskan dan membuktikan bahwa dalam iman terdapat nikmat surga sejati bahkan di dunia ini, sedangkan dalam kesesatan terdapat siksa dan sesak neraka.
CATATAN MAQAM KEDUA: 161
Empat surat untuk menghibur orang yang dipenjara.
LAMPIRAN MAQAM KEDUA: 168
Masalah penting yang diperingatkan pada Lailatulqadar.MASALAH KEENAM DARI MEYVE RİSALESİ: 170
BUTIR HUWA: 174
KALIMAT KEEMPAT BELAS: 178
Mendekatkan kepada pemahaman sebagian hakikat Al-Qur’an yang tinggi dan luas, yang tidak tertampung akal sempit, melalui contoh dan padanan yang terlihat mata. Misalnya, ia menguraikan hakikat amat tinggi dan luas dari ayat-ayat ﺧَﻠَﻖَ ﺍﻟﺴَّﻤٰﻮَﺍﺕِ وَالْاَرْضَ ﻓ۪ﻰ ﺳِﺘَّﺔِ ﺍَﻳَّﺎﻡٍ ٭ وَلَا ﺭَﻃْﺐٍ وَلَا ﻳَﺎﺑِﺲٍ اِلَّا ﻓ۪ﻰ ﻛِﺘَﺎﺏٍ ﻣُﺒ۪ﻴﻦٍ ٭ ﻭَ ﺍﻟﺴَّﻤٰﻮَﺍﺕُ ﻣَﻄْﻮِﻳَّﺎﺕٌ ﺑِﻴَﻤ۪ﻴﻨِﻪ۪ ٭ ﺍِﻧَّﻤَٓﺎ ﺍَﻣْﺮُﻩُٓ ﺍِﺫَٓﺍ ﺍَﺭَﺍﺩَ ﺷَﻴْﺌًﺎ ﺍَﻥْ ﻳَﻘُﻮﻝَ ﻟَﻪُ ﻛُﻦْ ﻓَﻴَﻜُﻮﻥُ ٭ ﻭَﻣَٓﺎ ﺍَﻣْﺮُ ﺍﻟﺴَّﺎﻋَﺔِ اِلَّا ﻛَﻠَﻤْﺢِ ﺍﻟْﺒَﺼَﺮِ dengan perumpamaan serta perbandingan, dengan cara yang diterima akal dan meyakinkan hati. Pada akhirnya ada tamparan peringatan yang berpengaruh bagi nafsu ammarah. Orang yang diperbudak nafsu, jika membaca dan menerimanya, selamat dari perbudakan.
PENUTUP KALIMAT KEEMPAT BELAS: 184
Palu dan pelajaran bagi kepala yang lalai.
LAMPIRAN KALIMAT KEEMPAT BELAS: 186
Jawaban atas enam pertanyaan penting mengenai gempa.
KALIMAT KELIMA BELAS: 192
Dalam makna ayat ﻭَﻟَﻘَﺪْ ﺯَﻳَّﻨَّﺎ ﺍﻟﺴَّﻤَٓﺎﺀَ ﺍﻟﺪُّﻧْﻴَﺎ ﺑِﻤَﺼَﺎﺑ۪ﻴﺢَ ﻭَﺟَﻌَﻠْﻨَﺎﻫَﺎ ﺭُﺟُﻮﻣًﺎ ﻟِﻠﺸَّﻴَﺎﻃ۪ﻴﻦِ dan ayat-ayat mengenai pertarungan malaikat serta setan, menafsirkan rahasia penting yang tidak tertampung akal sempit para ahli kosmografi melalui tujuh hujah kukuh bernama Tujuh Anak Tangga dan pendahuluan yang kuat. Ia merajam dan mengusir angan-angan setan dari langit ayat ini.
LAMPIRAN KALIMAT KELIMA BELAS: 200
Risalah fasih yang ditulis dalam bentuk debat, membuktikan dengan dalil-dalil meyakinkan bahwa Al-Qur’an adalah Kalam Allah subhânahu dan Muhammad yang mulia ﷺ adalah Rasul Allah subhânahu ﷺ.
KALIMAT KEENAM BELAS: 211
Melalui nama Empat Sinar, menafsirkan rahasia amat penting hakikat-hakikat luhur Al-Qur’an yang diungkapkan banyak ayat dalam makna ayat-ayat ﺍِﻧَّﻤَٓﺎ ﺍَﻣْﺮُﻩُٓ ﺍِﺫَٓﺍ ﺍَﺭَﺍﺩَ ﺷَﻴْﺌًﺎ ﺍَﻥْ ﻳَﻘُﻮﻝَ ﻟَﻪُ ﻛُﻦْ ﻓَﻴَﻜُﻮﻥُ ٭ ﻓَﺴُﺒْﺤَﺎﻥَ ﺍﻟَّﺬ۪ﻯ ﺑِﻴَﺪِﻩ۪ ﻣَﻠَﻜُﻮﺕُ ﻛُﻞِّ ﺷَﻰْﺀٍ ﻭَﺍِﻟَﻴْﻪِ ﺗُﺮْﺟَﻌُﻮﻥَ: ‘Dengan Ahadiyah Zat-Nya, Perbuatan-Nya meliputi semua; karena Pribadi-Nya Tunggal, Rububiyah-Nya berlaku umum tanpa penolong; karena Dia Satu-Satunya, Tasarruf-Nya meliputi semua tanpa sekutu; karena Dia Suci dari tempat, Dia hadir di mana-mana; dengan Sifat Luhur-Nya yang tanpa batas, Dia dekat kepada segala sesuatu; sebagai satu Zat Ahad, Dia sendiri memegang segala sesuatu dalam Tangan-Nya.’ Membuat akal lurus dan hati sehat menerima hakikat-hakikat itu.
KALIMAT KETUJUH BELAS: 221
Dalam makna ayat-ayat ﺍِﻧَّﺎ ﺟَﻌَﻠْﻨَﺎ ﻣَﺎ ﻋَﻠَﻰ الْاَرْضِ ﺯ۪ﻳﻨَﺔً ﻟَﻬَﺎ ﻟِﻨَﺒْﻠُﻮَﻫُﻢْ ﺍَﻳُّﻬُﻢْ ﺍَﺣْﺴَﻦُ عَمَلًا ٭ ﻭَﺍِﻧَّﺎ ﻟَﺠَﺎﻋِﻠُﻮﻥَ ﻣَﺎ ﻋَﻠَﻴْﻬَﺎ ﺻَﻌ۪ﻴﺪًﺍ ﺟُﺮُﺯًﺍ ٭ ﻭَﻣَﺎ ﺍﻟْﺤَﻴٰﻮﺓُ ﺍﻟﺪُّﻧْﻴَٓﺎ اِلَّا ﻟَﻌِﺐٌ ﻭَﻟَﻬْﻮٌ, menampilkan dan menafsirkan dengan amat indah suatu rahasia penting ayat-ayat mengenai derita maut di dalam nikmat hidup, derita lenyap di dalam kegembiraan wishâl, serta tampilan Nama Rahmân di hadapan Nama Qahhâr.Bagi orang beriman, ia menunjukkan hakikat dunia sebagai tempat perdagangan yang bergerak, penginapan sementara, tempat pameran beberapa hari, tempat kerja yang berjalan sebentar, serta pasar yang didirikan di tepi jalan untuk mengambil dan memberi. Ia membuat perjalanan manusia dari dunia menuju barzakh dan akhirat dicintai, menghapus kengeriannya. Pada akhir kalimat ini, dalam sebagian salinan terdapat beberapa hakikat berharga dan menarik yang mengenakan pakaian puisi, bernama ‘Buah Murbei Hitam’.
MUNAJAT YANG TERINGAT DALAM HATI DALAM BAHASA PERSIA: 228
LEMBAR PERTAMA YANG MENGGAMBARKAN HAKIKAT DUNIA ORANG YANG LALAI: 240
LEMBAR KEDUA YANG MENUNJUK KEPADA HAKIKAT DUNIA ORANG YANG MENDAPAT PETUNJUK DAN MENYADARI HADIRAT Allah subhânahu: 241
BUAH DATARAN TINGGI BARLA, PINUS, SEDAR, JUNIPER, DAN POHON POPLAR HITAM: 244
KISAH BINTANG YANG MEMBUAT BINTANG-BINTANG BERBICARA: 251
KALIMAT KEDELAPAN BELAS: 253
Kalimat ini terdiri atas dua maqam. Maqam Kedua belum ditulis. Maqam Pertama memuat tiga nokta. Pertama: menafsirkan rahasia ayat لَا ﺗَﺤْﺴَﺒَﻦَّ ﺍﻟَّﺬ۪ﻳﻦَ ﻳَﻔْﺮَﺣُﻮﻥَ ﺑِﻤَٓﺎ ﺍَﺗَﻮْﺍ ﻭَﻳُﺤِﺒُّﻮﻥَ ﺍَﻥْ ﻳُﺤْﻤَﺪُﻭﺍ ﺑِﻤَﺎ ﻟَﻢْ ﻳَﻔْﻌَﻠُﻮﺍ yang memberi tamparan didikan kepada kepala nafsu ammarah yang terpikat membanggakan diri, dilanda kemasyhuran, gemar pujian, dan hanya memandang diri. Kedua: rahasia ﺍَﺣْﺴَﻦَ ﻛُﻞَّ ﺷَﻰْﺀٍ ﺧَﻠَﻘَﻪُ yang menunjukkan sisi indah perkara-perkara yang terlihat buruk dan tidak sopan untuk dibahas. Ketiga: rahasia ayat ﺍِﻥْ ﻛُﻨْﺘُﻢْ ﺗُﺤِﺒُّﻮﻥَ ﺍﻟﻠّٰﻪَ ﻓَﺎﺗَّﺒِﻌُﻮﻧ۪ﻰ ﻳُﺤْﺒِﺒْﻜُﻢُ ﺍﻟﻠّٰﻪُ yang menunjukkan dalil halus tetapi kuat mengenai kerasulan Ahmad ﷺ.
KALIMAT KESEMBILAN BELAS: 258
Menafsirkan dan membuktikan kerasulan Ahmad ﷺ, hakikat terpenting ratusan ayat dalam makna ayat ﻳٰﺲٓ ٭ ﻭَﺍﻟْﻘُﺮْﺍٰﻥِ ﺍﻟْﺤَﻜ۪ﻴﻢِ ٭ ﺍِﻧَّﻚَ ﻟَﻤِﻦَ ﺍﻟْﻤُﺮْﺳَﻠ۪ﻴﻦَ, melalui empat belas bukti tegas, cemerlang, dan kukuh bernama Empat Belas Tetes. Bahkan membungkam lawan yang paling keras kepala. Menampakkan kerasulan Ahmad ﷺ seperti matahari.
KALIMAT KEDUA PULUH: 270
Terdiri atas dua maqam. Maqam Pertama: menolak dan menghancurkan tiga syubhat setan yang amat mengerikan terhadap tiga ayat penting di awal Surah Al-Baqarah, tentang sujud malaikat kepada Adam yang mulia, menyembelih seekor sapi, dan air keluar dari batu, dengan cara yang membuat setan serta manusia serupa setan terserak dan meninggalkan tipu daya semacam itu. Sebab dengan kritik dan keberatan mereka, mereka membuat pintu kilatan-kilatan i'jaz terbuka. Dari ketiga ayat itu tampak tiga kilatan i'jaz. Maqam Kedua: menunjukkan suatu mukjizat Al-Qur’an yang bersinar pada wajah mukjizat para nabi alaihimussalam, sekaligus menunjukkan betapa ayat-ayat Al-Qur’an mengenai mukjizat para nabi penuh makna dan menjadi sarana hikmah.Ia memperingatkan pula bahwa dalam Al-Qur’an terdapat banyak harta terpendam yang masih tertutup.
KALIMAT KEDUA PULUH SATU: 296
Terdiri atas dua maqam. Maqam Pertama: menunjukkan nilai dan manfaat salat dengan cara begitu indah sehingga memberi kerinduan terhadap salat serta membangkitkan usaha bahkan pada orang paling malas dan paling fasik. Maqam Kedua: membatalkan tipu daya penting yang banyak dipakai setan. Menjelaskan salep-salep indah bagi lima luka yang dibuka setan dalam hati orang beriman melalui waswas.
KALIMAT KEDUA PULUH DUA: 308
Dalam makna ﻓَﺎﻋْﻠَﻢْ ﺍَﻧَّﻪُ لَٓا ﺍِﻟٰﻪَ اِلَّا ﺍﻟﻠّٰﻪُ ٭ ﺍَﻟﻠّٰﻪُ ﺧَﺎﻟِﻖُ ﻛُﻞِّ ﺷَﻰْﺀٍ dan ratusan ayat mengenai tauhid sejati, menafsirkan suatu hakikat penting melalui dua maqam. Maqam Pertama: melalui kisah perumpamaan yang amat indah, cemerlang, dan kukuh, dengan dua belas bukti seperti dua belas anak tangga, membuktikan Keesaan Ilahi begitu pasti sehingga membuat orang musyrik yang paling membangkang pun mengakui tauhid. Dengan cara yang mudah tetapi kuat, sederhana tetapi cemerlang, ia membuktikan Wujud, Keesaan, dan Ahadiyah Sang Wâjibul Wujûd beserta seluruh Sifat dan Nama-Nya. Maqam Kedua: dengan nama Dua Belas Kilatan, melalui dua belas bukti nyata di balik tirai kisah perumpamaan, membuktikan hakikat tauhid, tauhid sejati, serta Keesaan Ilahi. Ia pun membuktikan Sifat-sifat-Nya yang agung, indah, dan sempurna dalam Keesaan. Dalil-dalil dalam kilatan itu begitu pasti hingga tidak tersisa tempat bagi syubhat. Begitu menyeluruh hingga membuka jendela menuju makrifatullah sebanyak makhluk, bahkan sebanyak zarah. Dengannya ia membuktikan Wujud Sang Wâjibul Wujûd beserta seluruh Sifat dan Nama-Nya di hadapan orang yang paling keras kepala.
KALIMAT KEDUA PULUH TIGA: 344
Melalui lima nokta dan dalam lima butir, dengan sepuluh pembahasan yang berhubungan dengan setiap orang dan diperlukan setiap orang, menafsirkan rahasia agung hakikat-hakikat mengenai iman yang menjadi sarana naik dan turunnya manusia, dalam banyak ayat pada makna ayat-ayat ﻟَﻘَﺪْ ﺧَﻠَﻘْﻨَﺎ الْاِنْسَانَ ﻓ۪ٓﻰ ﺍَﺣْﺴَﻦِ ﺗَﻘْﻮ۪ﻳﻢٍ ٭ ﺛُﻢَّ ﺭَﺩَﺩْﻧَﺎﻩُ ﺍَﺳْﻔَﻞَ ﺳَﺎﻓِﻠ۪ﻴﻦَ ٭ اِلَّا ﺍﻟَّﺬ۪ﻳﻦَ ﺍٰﻣَﻨُﻮﺍ ﻭَ ﻋَﻤِﻠُﻮﺍ ﺍﻟﺼَّﺎﻟِﺤَﺎﺕِ. Ia menguraikan bakat-bakat serta tugas-tugas manusia dengan cara yang amat masuk akal dan diterima. Sebagaimana hingga kini kalimat ini telah menyelamatkan ribuan orang dari tidur lalai, ia pun membuat banyak orang beriman. Meski amat berharga dan tinggi, pemahamannya dimudahkan melalui perumpamaan; setiap orang memahami bahasanya.KALIMAT KEDUA PULUH EMPAT: 367
Dalam makna ayat ﺍَﻟﻠّٰﻪُ لَٓا ﺍِﻟٰﻪَ اِلَّا ﻫُﻮَ ﻟَﻪُ الْاَسْمَٓاءُ ﺍﻟْﺤُﺴْﻨٰﻰ dan banyak ayat mengenai tampilan Asmaulhusna, menafsirkan suatu hakikat agung melalui pembahasan-pembahasan besar bernama Lima Cabang. Cabang Pertama dan Kedua adalah khazanah ringkas rahasia-rahasia penting. Cabang Ketiga menolak angan-angan terhadap hadis melalui dua belas kaidah, memutus dasar-dasar angan-angan itu. Cabang Keempat menguraikan dengan cara yang menarik rahasia ditugasinya golongan tumbuhan, hewan, manusia, dan malaikat dalam istana alam, tugas ubudiyah serta tasbih mereka yang indah, dan Keagungan Rububiyah Ilahi. Cabang Kelima menunjukkan lima buah dari buah-buah tanpa batas pohon bercahaya ayat ﺍَﻟﻠّٰﻪُ لَٓا ﺍِﻟٰﻪَ اِلَّا ﻫُﻮَ ﻟَﻪُ الْاَسْمَٓاءُ ﺍﻟْﺤُﺴْﻨٰﻰ dengan amat cemerlang dan indah. Kelima buah ini dan lima buah pada akhir Kalimat Ketiga Puluh Satu sangat manis. Siapa yang menginginkan ilmu yang manis, hendaklah mengambil dan membacanya.
KALIMAT KEDUA PULUH LIMA: 403
Menafsirkan i'jaz Al-Qur’an, salah satu hakikat terpenting ratusan ayat yang menguatkan hakikat ayat ﻗُﻞْ ﻟَﺌِﻦِ ﺍﺟْﺘَﻤَﻌَﺖِ الْاِنْسُ ﻭَﺍﻟْﺠِﻦُّ ﻋَﻠٰٓﻰ ﺍَﻥْ ﻳَﺎْﺗُﻮﺍ ﺑِﻤِﺜْﻞِ ﻫٰﺬَﺍ ﺍﻟْﻘُﺮْﺍٰﻥِ لَا ﻳَﺎْﺗُﻮﻥَ ﺑِﻤِﺜْﻠِﻪ۪ ﻭَﻟَﻮْ ﻛَﺎﻥَ ﺑَﻌْﻀُﻬُﻢْ ﻟِﺒَﻌْﺾٍ ﻇَﻬ۪ﻴﺮًﺍ. Dalam tiga sinar, ia menjelaskan dan menafsirkan empat puluh sisi i'jaz, yang menunjukkan serta membuktikan bahwa Al-Qur’an adalah Kalam Allah subhânahu sebagaimana terang pada siang hari menunjukkan adanya matahari. Meski separuh pertama ditulis dengan cepat, ia memuat penjelasan karena ditulis dengan hati yang tenang. Separuh terakhir, karena beberapa sebab penting, tetap singkat dan ringkas. Namun demikian, menurut setiap golongan (dan apa pun pikirannya), Kalimat yang diberkahi ini menunjukkan serta membuktikan i'jaz Al-Qur’an kepadanya. Hingga kini kalimat ini membuat banyak orang keras kepala menunduk dan bersujud di hadapan i'jaz Al-Qur’an.
KALIMAT KEDUA PULUH ENAM: 515
Melalui empat pembahasan, menafsirkan hakikat penting ayat-ayat dalam makna ﻭَ ﺍِﻥْ ﻣِﻦْ ﺷَﻰْﺀٍ اِلَّا ﻋِﻨْﺪَﻧَﺎ ﺧَﺰَٓﺍﺋِﻨُﻪُ ﻭَﻣَﺎ ﻧُﻨَﺰِّﻟُﻪُٓ اِلَّا ﺑِﻘَﺪَﺭٍ ﻣَﻌْﻠُﻮﻡٍ ٭ ﻭَ ﻛُﻞَّ ﺷَﻰْﺀٍ ﺍَﺣْﺼَﻴْﻨَﺎﻩُ ﻓ۪ٓﻰ ﺍِﻣَﺎﻡٍ ﻣُﺒ۪ﻴﻦٍ, yang berhubungan dengan rahasia Takdir dan menjadi dasar membuktikan ‘iman kepada Takdir, baik dan buruknya dari Allah subhânahu Ta'âlâ’, dengan cara yang mendekatkan serta menjelaskan kepada pikiran orang awam sederhana rahasia-rahasia Takdir yang tidak tercapai pikiran orang khusus. Dalam penutupnya, dengan nama Empat Langkah, ia memberikan empat pelajaran penting yang menjadi dasar menyucikan nafsu dan menyempurnakan ruh, landasan suatu jalan paling pendek, paling aman, dan paling lurus. Pada penutup dari penutupnya terdapat enam masalah yang beragam; salah satunya membuka rahasia i'jaz suatu ayat pada akhir Surah Al-Fath.KALIMAT KEDUA PULUH TUJUH: 534
Menafsirkan hakikat penting mengenai ijtihad dari ayat-ayat dalam makna ayat ﻭَﻟَﻮْ ﺭَﺩُّﻭﻩُ ﺍِﻟَﻰ ﺍﻟﺮَّﺳُﻮﻝِ ﻭَ ﺍِﻟٰٓﻰ ﺍُﻭﻟِﻰ الْاَمْرِ ﻣِﻨْﻬُﻢْ ﻟَﻌَﻠِﻤَﻪُ ﺍﻟَّﺬ۪ﻳﻦَ ﻳَﺴْﺘَﻨْﺒِﻄُﻮﻧَﻪُ ﻣِﻨْﻬُﻢْ ﻭَ لَوْلَا ﻓَﻀْﻞُ ﺍﻟﻠّٰﻪِ ﻋَﻠَﻴْﻜُﻢْ ﻭَ ﺭَﺣْﻤَﺘُﻪُ لَاتَّبَعْتُمُ ﺍﻟﺸَّﻴْﻄَﺎﻥَ اِلَّا قَل۪يلًا. Ia menunjukkan batas bagi mereka yang pada zaman ini melampaui batasnya dan membicarakan ijtihad, serta menjelaskan dengan indah rahasia perbedaan mazhab. Ia membuktikan betapa salah dan kelirunya mereka yang berkata, ‘Pada zaman ini kita dapat berijtihad seperti dahulu.’ Dalam lampiran kalimat ini, ia membuktikan dengan amat cemerlang dan pasti derajat para sahabat pilihan yang lebih tinggi daripada para wali. Ia pun membuktikan dengan pasti bahwa para sahabat merupakan pribadi-pribadi paling istimewa dalam umat manusia setelah para nabi dan tidak dapat disamai.
KALIMAT KEDUA PULUH DELAPAN: 554
Dalam dua maqam, menafsirkan hakikat penting ratusan ayat yang menguatkan hakikat ayat ﻭَﺑَﺸِّﺮِ ﺍﻟَّﺬ۪ﻳﻦَ ﺍٰﻣَﻨُﻮﺍ ﻭَﻋَﻤِﻠُﻮﺍ ﺍﻟﺼَّﺎﻟِﺤَﺎﺕِ ﺍَﻥَّ ﻟَﻬُﻢْ ﺟَﻨَّﺎﺕٍ ﺗَﺠْﺮ۪ﻯ ﻣِﻦْ ﺗَﺤْﺘِﻬَﺎ الْاَنْهَارُ ﻛُﻠَّﻤَﺎ ﺭُﺯِﻗُﻮﺍ ﻣِﻨْﻬَﺎ ﻣِﻦْ ﺛَﻤَﺮَﺓٍ ﺭِﺯْﻗًﺎ ﻗَﺎﻟُﻮﺍ ﻫٰﺬَﺍ ﺍﻟَّﺬ۪ﻯ ﺭُﺯِﻗْﻨَﺎ ﻣِﻦْ ﻗَﺒْﻞُ ﻭَ ﺍُﺗُﻮﺍ ﺑِﻪ۪ ﻣُﺘَﺸَﺎﺑِﻬًﺎ ﻭَ ﻟَﻬُﻢْ ﻓ۪ﻴﻬَٓﺎ ﺍَﺯْﻭَﺍﺝٌ ﻣُﻄَﻬَّﺮَﺓٌ ﻭَﻫُﻢْ ﻓ۪ﻴﻬَﺎ ﺧَﺎﻟِﺪُﻭﻥَ mengenai surga dan bahagia abadi. Maqam Pertama: dengan nama Lima Pertanyaan dan Jawaban, menjelaskan masalah nikmat jasmani surga serta bidadari yang menjadi bahan kritik dengan cara begitu indah sehingga meyakinkan setiap orang. Maqam Kedua: ditulis dalam bahasa Arab, dimulai dengan dua belas kata lâsiyyama. Ia merupakan bukti nyata mengenai hasyr, amat kuat, pasti, dan tidak terguncang dari sisi mana pun, yang memuat ribuan bukti bagi benarnya surga dan neraka. Bukti itu adalah asal, dasar, serta ringkasan Kalimat Kesepuluh.
KALIMAT KEDUA PULUH SEMBILAN: 562
Menafsirkan tiga hakikat penting mengenai hasyr, baqa ruh, dan malaikat, dari ratusan ayat dalam makna ayat-ayat ﻗُﻞِ ﺍﻟﺮُّﻭﺡُ ﻣِﻦْ ﺍَﻣْﺮِ ﺭَﺑّ۪ﻰ ٭ ﻭَ ﺍﻟْﻤُﺆْﻣِﻨُﻮﻥَ ﻳُﺆْﻣِﻨُﻮﻥَ ﺑِﺎﻟﻠّٰﻪِ ﻭَ ﻣَﻠٰٓﺌِﻜَﺘِﻪ۪ ٭ ﻭَ ﻣَٓﺎ ﺍَﻣْﺮُ ﺍﻟﺴَّﺎﻋَﺔِ اِلَّا ﻛَﻠَﻤْﺢِ ﺍﻟْﺒَﺼَﺮِ ﺍَﻭْ ﻫُﻮَ ﺍَﻗْﺮَﺏُ ٭ ﻣَﺎ ﺧَﻠْﻘُﻜُﻢْ وَلَا ﺑَﻌْﺜُﻜُﻢْ اِلَّا ﻛَﻨَﻔْﺲٍ ﻭَﺍﺣِﺪَﺓٍ. Ia membuktikan baqa ruh begitu indah hingga memperlihatkan baqa ruh seperti adanya tubuh. Ia membuktikan adanya malaikat seperti adanya manusia di Amerika. Ia membuktikan adanya dan terwujudnya hasyr serta kiamat begitu logis dan masuk akal sehingga tidak satu filsuf atau penyangkal pun menemukan ruang untuk membantah. Sekalipun tidak menerima, ia terbantahkan. Terutama pada akhirnya, dengan nama Rahasia Butir Berisyarat, ia menguraikan sebab-sebab yang menuntut dan hikmah-hikmah hasyr terbesar dengan cara yang memecahkan satu dari tiga teka-teki rahasia alam secara amat cemerlang. {(Catatan): Kalimat Kedua Puluh Sembilan memiliki karamah yang terlihat mata. Di antaranya, pada enam belas halamannya, tanpa disengaja dan tanpa dibuat-buat, terdapat enam belas alif pada awal baris-baris setiap halaman.Siapa yang ingin melihat kesesuaian ini hendaklah merujuk salinan tulisan tangan.}
KALIMAT KETIGA PULUH: 598
Dalam dua maksud, menguraikan dua rahasia penting ayat-ayat yang datang mengenai hakikat keakuan manusia dan perubahan zarah-zarah, dalam ayat-ayat ﻗَﺪْ ﺍَﻓْﻠَﺢَ ﻣَﻦْ ﺯَﻛّٰﻴﻬَﺎ ٭ ﻭَ ﻗَﺪْ ﺧَﺎﺏَ ﻣَﻦْ ﺩَﺳّٰﻴﻬَﺎ ٭ ﻋَﺎﻟِﻢِ ﺍﻟْﻐَﻴْﺐِ لَا ﻳَﻌْﺰُﺏُ ﻋَﻨْﻪُ ﻣِﺜْﻘَﺎﻝُ ﺫَﺭَّﺓٍ ﻓِﻰ ﺍﻟﺴَّﻤٰﻮَﺍﺕِ وَلَا ﻓِﻰ الْاَرْضِ وَلَٓا ﺍَﺻْﻐَﺮُ ﻣِﻦْ ﺫٰﻟِﻚَ وَلَا ﺍَﻛْﺒَﺮُ اِلَّا ﻓ۪ﻰ ﻛِﺘَﺎﺏٍ ﻣُﺒ۪ﻴﻦٍ. Maksud Pertama memecahkan teka-teki ajaib keakuan manusia, menunjukkan asal rangkaian agama dan rangkaian filsafat dengan amat cemerlang. Maksud Kedua menyingkap rahasia perubahan zarah-zarah. Ia menunjukkan gerak zarah begitu penuh hikmah dan teratur sehingga membuktikan dengan dalil-dalil pasti bahwa seluruh zarah itu merupakan tentara yang megah dan agung dari Sang Sultan Azali, serta petugas-petugas-Nya yang patuh dan tunduk. Sebagaimana Kalimat Kedua Puluh Sembilan menyingkap satu dari tiga teka-teki rahasia alam, Kalimat Ketiga Puluh ini memecahkan teka-teki kedua dari ketiga teka-teki rahasia itu, yang membuat akal takjub dan filsuf kebingungan. Terutama dalam penutupnya, melalui tujuh hikmah dan tujuh hukum agung, ia menunjukkan Tajalli suatu Ismul A'zham. Sebagaimana ia menunjukkan hikmah perubahan zarah dengan amat pasti dan cemerlang, ia juga menunjukkan serta membuktikan bahwa tubuh makhluk hidup merupakan penginapan, barak, dan sekolah bagi perjalanan zarah-zarah itu.
KALIMAT KETIGA PULUH SATU: 624
Risalah yang menafsirkan serta membuktikan dengan dalil-dalil pasti mikraj Ahmad ﷺ, hakikat terpenting ayat-ayat yang menguatkan hakikat ayat-ayat ﺳُﺒْﺤَﺎﻥَ ﺍﻟَّﺬ۪ٓﻯ ﺍَﺳْﺮٰٓﻯ ﺑِﻌَﺒْﺪِﻩ۪ لَيْلًا ﻣِﻦَ ﺍﻟْﻤَﺴْﺠِﺪِ ﺍﻟْﺤَﺮَﺍﻡِ ﺍِﻟَﻰ ﺍﻟْﻤَﺴْﺠِﺪِ الْاَقْصَى ﺍﻟَّﺬ۪ﻯ ٭ ﻭَ ﺍﻟﻨَّﺠْﻢِ ﺍِﺫَﺍ ﻫَﻮٰﻯ; dalam mikraj itu, kesempurnaan Muhammad ﷺ; dalam kesempurnaan itu, kerasulan Ahmad ﷺ; dan dalam kerasulan itu, banyak rahasia Rububiyah. Siapa pun dari berbagai lapisan manusia yang melihat risalah ini menjadi takjub di hadapannya, menerima bahwa ia menampilkan masalah mikraj yang jauh dari akal dengan cara yang paling nyata, mesti, dan perlu. Terutama pada akhir pohon mikraj yang bercahaya itu, ia menggambarkan lima dari lima ratus buah begitu indah sehingga orang yang memiliki rasa dan kesadaran sebesar zarah pun terpikat olehnya.
LAMPIRAN: 653
Dengan lima nokta, menolak secara amat pasti keberatan para filsuf zaman ini terhadap mukjizat terbelahnya bulan, menunjukkan bahwa tidak ada penghalang bagi terjadinya bulan terbelah. Pada akhirnya, melalui lima ijmak, ia membuktikan terjadinya bulan terbelah dengan amat ringkas. Ia menampilkan mukjizat Ahmad ﷺ berupa bulan terbelah seperti matahari.KALIMAT KETIGA PULUH DUA: 658
Terdiri atas tiga mauqif. Mauqif Pertama: membuktikan hakikat terpenting mengenai Keesaan dari ratusan ayat dalam makna ayat ﻟَﻮْ ﻛَﺎﻥَ ﻓ۪ﻴﻬِﻤَٓﺎ ﺍٰﻟِﻬَﺔٌ اِلَّا ﺍﻟﻠّٰﻪُ ﻟَﻔَﺴَﺪَﺗَﺎ dengan cara yang menunjukkan jalan syirik dan kufur mustahil serta tidak mungkin. Ia mengusir kufur dan syirik dari sekeliling alam. Menjelaskan bahwa terdapat dalil-dalil Keesaan sebanyak zarah. Dalam bentuk percakapan perumpamaan yang amat lembut, tinggi, dan logis, ia memasukkan serta menampilkan masalah-masalah yang luas tanpa batas dalam perumpamaan itu. Dalam lampirannya terdapat beberapa masalah yang amat halus; meski berupa hakikat, masalah-masalah itu lebih cemerlang dan luas daripada khayalan puisi yang paling cemerlang dan luas. Mauqif Kedua: menghapus keraguan dan angan-angan mengenai rahasia Ahadiyah serta Keesaan dalam hakikat ﻗُﻞْ ﻫُﻮَ ﺍﻟﻠّٰﻪُ ﺍَﺣَﺪٌ ٭ ﺍَﻟﻠّٰﻪُ ﺍﻟﺼَّﻤَﺪُ. Ia menolak secara pasti keberatan orang sesat terhadap ahli tauhid. Lebih kuat daripada Mauqif Pertama, ia menunjukkan bukti-bukti bermukjizat ayat-ayat Al-Qur’an mengenai Keesaan. Ia membuktikan hakikat agung Al-Qur’an, yakni mengatur dan memelihara segala sesuatu sekaligus dalam satu saat dengan Ahadiyah Zat-Nya, melalui perumpamaan yang amat indah dan jelas. Ia meyakinkan akal dan membuat hati mesti menerima. Terutama sebelum penutup Mauqif Kedua ini, pada hasil perumpamaan kedua, ia membuktikan dengan amat indah bahwa tidak satu pun tersembunyi dari Zat Ilahi Yang Mahasuci, tidak satu pun dapat disembunyikan dari-Nya, tidak satu individu jauh dari-Nya, tidak satu pribadi dapat mendekat kepada-Nya tanpa meraih cakupan yang suci; dalam Rububiyah dan Tasarruf-Nya, satu pekerjaan tidak menghalangi pekerjaan lain; tidak satu tempat kosong dari Hadirat-Nya; dalam segala sesuatu terdapat tampilan Pendengaran dan Penglihatan-Nya yang melihat serta mendengar; rangkaian benda menjadi seperti kawat dan urat bagi cepatnya mengalir Perintah-Nya; sebab dan sarana semata-mata tirai lahir; meski tidak berada di suatu tempat pun, Dia berada di mana-mana dengan Ilmu dan Kudrat-Nya; Dia tidak perlu menempati ruang atau menetap di tempat; jarak, sulit, dan tirai tingkat-tingkat wujud tidak menghalangi Kedekatan, Tasarruf, dan Penglihatan-Nya; sifat-sifat benda materi, yang mungkin ada, yang padat, yang banyak, dan yang terbatas tidak dapat mendekati tepi Kemuliaan-Nya; Dia Bebas, Suci, Bersih, dan Kudus dari perkara-perkara seperti berubah, berganti, mengambil ruang, dan terbagi.Dalam penutup Mauqif Kedua ini, suatu bagian amat penting berbahasa Arab mengenai rahasia Ahadiyah, bersama terjemahannya, mengungkapkan banyak masalah penting dengan amat cemerlang. Terutama ia menjelaskan rahasia menghimpun dan menyebarkan manusia dalam hasyr demi menghitung amal mereka, serta mengubah, mengganti, meruntuhkan, dan membangun kembali alam yang besar. Mauqif Ketiga: melalui perbandingan yang amat penting, menjelaskan suatu hakikat penting ratusan ayat dalam makna ayat-ayat ﻭَﻣَﺎ ﺍﻟْﺤَﻴٰﻮﺓُ ﺍﻟﺪُّﻧْﻴَٓﺎ اِلَّا ﻣَﺘَﺎﻉُ ﺍﻟْﻐُﺮُﻭﺭِ ٭ ﻭَ ﺍِﻥَّ ﺍﻟﺪَّﺍﺭَ الْاٰخِرَةَ ﻟَﻬِﻰَ ﺍﻟْﺤَﻴَﻮَﺍﻥُ. Ia menunjukkan betapa mengerikan hasil hidup dunia bagi orang sesat, betapa indah hasil dan tujuannya bagi orang yang mendapat petunjuk. Terutama ia menunjukkan betapa buah dunia dan akhirat mengenai cinta menyakitkan bagi orang sesat dan menyenangkan bagi orang yang mendapat petunjuk. Tentang Mauqif Ketiga ini, sebagian saudara kita yang teliti berkata, ‘Jika risalah-risalah lain adalah bintang, ini matahari.’ Yang lain menjawab, ‘Setiap risalah adalah matahari dalam alamnya sendiri dan langit hakikat yang khusus baginya. Bagi yang jauh mereka bintang, bagi yang dekat mereka matahari.’
KALIMAT KETIGA PULUH TIGA: 726
ﺳَﻨُﺮ۪ﻳﻬِﻢْ ﺍٰﻳَﺎﺗِﻨَﺎ ﻓِﻰ الْاٰفَاقِ ﻭَﻓ۪ٓﻰ ﺍَﻧْﻔُﺴِﻬِﻢْ ﺣَﺘّٰﻰ ﻳَﺘَﺒَﻴَّﻦَ ﻟَﻬُﻢْ ﺍَﻧَّﻪُ ﺍﻟْﺤَﻖُّ ﺍَﻭَﻟَﻢْ ﻳَﻜْﻒِ ﺑِﺮَﺑِّﻚَ ﺍَﻧَّﻪُ ﻋَﻠٰﻰ ﻛُﻞِّ ﺷَﻰْﺀٍ ﺷَﻬ۪ﻴﺪٌ
Tiga puluh tiga jendela yang menafsirkan masing-masing satu hakikat dari tiga puluh tiga ayat. Meski layak menjadi tiga puluh tiga risalah, karena ditulis pada waktu yang amat mendesak, jendela-jendela satu atau setengah halaman menunjukkan bahwa masing-masing memiliki kekuatan risalah dan sifat yang memuat suatu risalah. Namun sayangnya, jendela-jendela awal tetap amat singkat dan ringkas; semakin lama uraiannya meluas sehingga jendela-jendela pada separuh akhir menjadi jelas.
LEMAAT: 767
Mesnevi kecil dan diwan iman bagi para pelajar Risale-i Nur.
CERAMAH: 829
DAFTAR ISI: 856