DARI TIMBANGAN-TIMBANGAN RISALE-I NUR: CATATAN KAKI MAQAM KEDUA KALIMAT KETIGA BELAS
ﺑِﺎﺳْﻤِﻪ۪ ﺳُﺒْﺤَﺎﻧَﻪُ Para tahanan sangat membutuhkan penghiburan sejati dalam Risale-i Nur. Khususnya mereka yang terkena pukulan masa muda dan menghabiskan umur yang segar serta manis dalam penjara membutuhkan Nur seperti membutuhkan roti. Ya, naluri masa muda lebih mendengarkan perasaan daripada akal. Perasaan serta keinginan itu buta, tidak melihat akibat. Ia memilih kenikmatan saat ini yang sedikit, sebesar satu dirhem, daripada kenikmatan masa depan yang berlimpah, sebesar satu batman. Demi satu menit kenikmatan membalas dendam, ia membunuh dan menderita delapan puluh ribu jam derita penjara. Demi satu jam menikmati kesenangan terlarang, dalam suatu persoalan kehormatan, kebahagiaan hidupnya hancur karena kesusahan selama ribuan hari akibat penjara serta kecemasan terhadap musuh. Dibandingkan dengan contoh-contoh ini, pemuda-pemuda malang memiliki banyak bahaya yang mengubah hidupnya yang paling manis menjadi hidup yang paling pahit dan menyedihkan. Khususnya, suatu negara besar di utara memanfaatkan keinginan masa muda dan mengguncangkan abad ini dengan badai-badainya. Sebab, bagi pemuda-pemuda yang bertindak dengan perasaan buta tanpa melihat akibat, negara itu membolehkan mereka berhubungan dengan gadis-gadis cantik serta istri-istri orang-orang yang menjaga kehormatan. Bahkan, ia mendorong perbuatan keji ini dengan mengizinkan pria dan wanita masuk bersama dalam keadaan telanjang ke tempat-tempat mandinya. Ia juga membolehkan harta orang kaya bagi gelandangan serta orang miskin, sehingga seluruh umat manusia gemetar di hadapan musibah ini. Pada abad ini, para pemuda Islam dan Turki sangat perlu bertindak gagah berani dan menghadapi bahaya yang menyerang dari dua arah ini dengan pedang-pedang tajam Risale-i Nur seperti Risalah Buah (Meyve) dan Panduan Pemuda (Gençlik Rehberi). Jika tidak, pemuda malang itu menghancurkan masa depan dunianya, kehidupan bahagianya, serta kebahagiaan akhirat dan hidupnya yang kekal dengan mengubahnya menjadi azab serta derita. Ia jatuh ke rumah sakit karena penyalahgunaan dan sikap mengejar kesenangan terlarang, serta ke penjara karena perasaan yang melampaui batas. Pada masa tua, ia akan banyak menangis dengan keluhan serta penyesalan. Jika ia menjaga dirinya dengan pendidikan Al-Qur'an serta hakikat-hakikat Nur, ia menjadi pemuda yang sungguh gagah berani, manusia yang sempurna, Muslim yang bahagia, serta semacam penguasa bagi makhluk hidup lain dan hewan-hewan. Ya, jika seorang pemuda di penjara memakai hanya satu jam dari dua puluh empat jam hidupnya setiap hari untuk lima salat wajibnya, bertobat pula dari kesalahan yang menyebabkan musibah itu, serta menjauhi dosa-dosa lain yang merugikan dan menyakitkan, sementara penjara telah menghalangi kebanyakan dosa, hal itu memberi manfaat besar bagi kehidupannya, masa depannya, tanah airnya, bangsanya, serta kerabatnya. Dengan sepuluh atau lima belas tahun masa muda yang fana itu, ia juga akan memperoleh masa muda yang cemerlang dan abadi. Terutama Al-Qur'an yang ungkapannya bermukjizat, seluruh kitab serta lembaran samawi dengan pasti memberitakan dan menyampaikan kabar gembira ini. Jika ia bersyukur atas nikmat masa muda yang manis dan indah itu dengan tetap lurus dan taat, masa muda tersebut bertambah, tetap kekal, serta menjadi nikmat. Jika tidak, ia menjadi penuh bencana, derita, duka, serta mimpi buruk, lalu berlalu. Hal itu juga membuatnya menjadi gelandangan yang merugikan kerabat, tanah air, serta bangsanya. Jika seorang tahanan dihukum secara zalim, dengan syarat ia menunaikan salat wajib, setiap jamnya menjadi satu hari ibadah. Penjara baginya menjadi tempat menyendiri untuk melatih diri, dan ia dapat termasuk orang-orang saleh yang menyendiri serta masuk ke gua-gua untuk beribadah pada zaman dahulu. Jika ia miskin, lanjut usia, sakit, serta merindukan hakikat-hakikat iman, dengan syarat menunaikan kewajiban dan bertobat, setiap jamnya menjadi dua puluh jam ibadah. Penjara menjadi tempat istirahat baginya, serta tempat kasih sayang, pendidikan, dan pelajaran bagi sahabat-sahabat yang merawatnya dengan belas kasih. Ia dapat lebih menyukai tinggal di penjara itu daripada kebebasan di luar yang kacau dan terkena serangan dosa dari segala penjuru. Ia mendapat pendidikan yang penuh dari penjara. Saat keluar, ia keluar sebagai orang yang bertobat, berpengalaman, terdidik, serta bermanfaat bagi bangsanya, bukan sebagai pembunuh atau orang yang membalas dendam. Bahkan, beberapa orang yang berkaitan dengan urusan itu, yang melihat orang-orang dalam penjara Denizli menerima pelajaran akhlak yang luar biasa indah dari Nur dalam waktu singkat, mengatakan, "Daripada memenjarakan mereka selama lima belas tahun untuk mendidik, menerima pelajaran Risale-i Nur selama lima belas minggu akan lebih memperbaiki mereka." Karena kematian tidak mati dan ajal tersembunyi serta dapat datang setiap saat; dan karena kubur tidak tertutup, rombongan demi rombongan memasukinya serta menghilang, dan karena hakikat Al-Qur'an memperlihatkan bahwa bagi ahli iman, kematian telah diubah dari pemusnahan abadi menjadi surat pembebasan dari tugas, sedangkan bagi orang-orang sesat dan yang mengejar kesenangan terlarang, seperti yang tampak oleh mata, kematian merupakan pemusnahan abadi serta perpisahan yang tidak pernah berakhir dari seluruh yang dicintai dan seluruh yang ada, tentu, tentu tidak tersisa syubhat bahwa orang paling beruntung ialah orang yang bersyukur dalam kesabaran, mengambil manfaat penuh dari masa penjara dan menerima pelajaran Nur, serta berusaha berkhidmah bagi imannya dan Al-Qur'an dalam lingkup jalan yang lurus. Wahai manusia yang kecanduan kesenangan dan kenikmatan! Pada usia tujuh puluh lima tahun, melalui ribuan pengalaman, bukti, serta kejadian, saya mengetahui dengan keyakinan dari melihat langsung bahwa kesenangan sejati, kenikmatan tanpa derita, kegembiraan tanpa duka, serta kebahagiaan dalam hidup hanya terdapat dalam iman dan dalam lingkup hakikat-hakikat iman. Jika tidak, dalam satu kenikmatan dunia terdapat banyak derita. Seperti membuat orang memakan sebutir anggur lalu memukulnya sepuluh kali, hal itu menghilangkan kenikmatan hidup. Wahai orang-orang malang yang jatuh dalam musibah penjara! Karena dunia kalian menangis dan kehidupan kalian telah menjadi pahit, berusahalah agar akhirat kalian tidak pula menangis, serta agar kehidupan kalian yang kekal tersenyum dan menjadi manis. Ambillah manfaat dari penjara. Sebagaimana kadang-kadang satu jam berjaga menghadapi musuh dalam keadaan berat dapat menjadi satu tahun ibadah, demikian pula dalam keadaan berat kalian ini, kesulitan satu jam ibadah menjadi banyak jam dan mengubah kesulitan-kesulitan itu menjadi rahmat.
ﺑِﺎﺳْﻤِﻪ۪ ﺳُﺒْﺤَﺎﻧَﻪُ اَلسَّلَامُ ﻋَﻠَﻴْﻜُﻢْ ﻭَ ﺭَﺣْﻤَﺔُ ﺍﻟﻠّٰﻪِ ﻭَ ﺑَﺮَﻛَﺎﺗُﻪُ Saudara-saudaraku yang mulia dan teguh dalam kebenaran! Saya akan menjelaskan penghiburan yang kuat dalam tiga pokok kepada mereka yang jatuh dalam musibah penjara, serta kepada orang-orang yang dengan belas kasih dan setia mengawasi serta membantu mengurus bekal yang datang dari luar untuk mereka. Pokok Pertama: Hari-hari hidup yang berlalu dalam penjara dapat menghasilkan ibadah sebanyak sepuluh hari untuk setiap hari. Dari segi buahnya, jam-jam yang fana dapat diubah menjadi jam-jam yang tetap ada secara maknawi. Hukuman selama lima atau sepuluh tahun dapat menjadi sarana terbebas dari jutaan tahun penjara abadi. Syarat keuntungan yang sangat besar dan berharga ini bagi ahli iman ialah menunaikan salat wajib, bertobat dari dosa-dosa yang menyebabkan penjara, serta bersyukur dalam kesabaran. Penjara memang menghalangi banyak dosa dan tidak memberi kesempatan baginya. Pokok Kedua: Sebagaimana hilangnya kenikmatan merupakan derita, hilangnya derita juga merupakan kenikmatan. Ya, jika setiap orang memikirkan hari-harinya yang dahulu nikmat dan menyenangkan, ia merasakan derita batin berupa penyesalan serta kerinduan, lalu mengatakan, "Aduh!" Jika ia mengingat hari-harinya yang dahulu penuh musibah dan derita, ia merasakan kenikmatan batin karena semuanya telah berlalu. Ia mengatakan, "Alhamdulillah, syukur, bencana itu meninggalkan pahalanya dan telah pergi." Ia bernapas dengan gembira. Jadi, satu jam derita yang sementara meninggalkan kenikmatan batin dalam ruh, sedangkan satu jam kenikmatan justru meninggalkan derita. Karena demikianlah hakikatnya; dan karena jam-jam musibah yang telah berlalu, bersama deritanya, tidak ada serta telah lenyap, sedangkan hari-hari bencana mendatang saat ini tidak ada dan tiada, serta tidak ada derita dari yang tidak ada dan tidak datang derita dari sesuatu yang tidak ada, perhatikanlah perumpamaan ini: Jika seseorang, karena kemungkinan lapar dan haus beberapa hari mendatang, terus-menerus memakan roti dan meminum air hari ini dengan maksud itu, betapa gilanya hal tersebut! Demikian pula, memikirkan sekarang jam-jam pedih masa lampau serta masa depan, yang tiada, tidak ada, dan telah lenyap, lalu menunjukkan sikap tidak sabar, serta mengeluh, "Aduh, aduh!" seperti mengadukan Allah subhânahu dan mengabaikan nafsunya sendiri yang penuh kesalahan, merupakan tindakan gila. Jika ia tidak menyebarkan kekuatan kesabarannya ke kanan dan kiri, yakni ke masa lampau serta masa depan, tetapi menghadapkannya kepada jam dan hari saat ini, kekuatan itu sepenuhnya cukup. Kesusahan turun dari sepuluh menjadi satu. Bahkan, agar ini tidak menjadi keluhan, dalam Madrasah Yusufiyah ketiga ini saya mengalami musibah penuh sakit serta kesusahan jasmani dan maknawi yang tidak pernah saya alami selama hidup, dalam waktu beberapa hari. Khususnya, ketika putus asa karena terhalang dari khidmah Nur, serta kesusahan hati dan ruh menekan saya, Perhatian Allah subhânahu memperlihatkan hakikat yang disebutkan ini. Saya pun menerima dengan rida penyakit yang menyusahkan serta penjara saya. Sebab, saya bersyukur bahwa bagi orang malang seperti saya yang berada di pintu kubur, menjadikan satu jam yang mungkin berlalu dalam kelalaian menjadi sepuluh jam ibadah merupakan keuntungan besar. Pokok Ketiga: Membantu tahanan dengan khidmah penuh kasih sayang, menyerahkan rezeki yang mereka butuhkan ke tangan mereka, serta mengoleskan penghiburan sebagai obat pada luka-luka maknawinya memberi keuntungan besar melalui sedikit amal. Memberikan makanan yang datang dari luar kepada mereka dicatat dalam buku amal baik penjaga serta orang-orang yang bekerja bersamanya, di dalam dan di luar, sebanyak makanan itu, sebagai sedekah. Khususnya jika penerimanya tertimpa musibah, lanjut usia, sakit, miskin, atau terasing, pahala sedekah maknawi itu bertambah sangat banyak. Syarat keuntungan berharga ini ialah menunaikan salat wajib, agar khidmah tersebut dilakukan demi Allah subhânahu. Syarat lainnya ialah bergegas membantu mereka dengan kesetiaan, kasih sayang, serta kegembiraan, tanpa mengungkit pemberian.
ﺑِﺎﺳْﻤِﻪ۪ ﺳُﺒْﺤَﺎﻧَﻪُ ﻭَ ﺍِﻥْ ﻣِﻦْ ﺷَﻰْﺀٍ اِلَّا ﻳُﺴَﺒِّﺢُ ﺑِﺤَﻤْﺪِﻩ۪ اَلسَّلَامُ ﻋَﻠَﻴْﻜُﻢْ ﻭَ ﺭَﺣْﻤَﺔُ ﺍﻟﻠّٰﻪِ ﻭَ ﺑَﺮَﻛَﺎﺗُﻪُ ﺍَﺑَﺪًﺍ ﺩَﺍﺋِﻤًﺎ Wahai kawan-kawanku di penjara dan saudara-saudaraku seagama! Hatiku diingatkan untuk menjelaskan kepada kalian suatu hakikat yang akan menyelamatkan kalian dari azab dunia serta azab akhirat. Hakikat itu ialah: Misalnya, seseorang membunuh saudara atau kerabat orang lain. Satu pembunuhan demi satu menit kenikmatan membalas dendam membuatnya menderita jutaan menit kesusahan hati serta azab penjara. Kerabat korban pun kehilangan kenikmatan hidup serta kesenangan umurnya karena memikirkan balas dendam dan musuh di hadapannya. Ia menderita azab rasa takut serta amarah. Hanya ada satu cara mengatasinya, yakni berdamai dan melakukan perdamaian, sebagaimana diperintahkan Al-Qur'an serta dituntut dan didorong oleh haq, hakikat, kebaikan, kemanusiaan, dan Islam. Ya, hakikat serta kebaikan ialah perdamaian. Sebab, ajal itu satu dan tidak berubah. Korban yang terbunuh itu bagaimanapun tidak akan hidup lebih lama, karena ajal telah datang. Pembunuhnya menjadi perantara Ketetapan Allah subhânahu itu. Jika tidak berdamai, kedua pihak terus menderita azab rasa takut serta balas dendam. Karena itulah Islam memerintahkan, "Seorang mukmin tidak boleh mendiamkan mukmin lain lebih dari tiga hari." Jika pembunuhan itu tidak berasal dari permusuhan dan niat penuh kebencian, serta seorang munafik menjadi sebab pertikaian tersebut, segera berdamai sangatlah perlu. Jika tidak, musibah juz'i itu menjadi besar dan terus berlangsung. Jika mereka berdamai, orang yang membunuh bertobat serta setiap saat berdoa bagi korban, kedua pihak mendapat keuntungan besar dan menjadi seperti saudara. Sebagai ganti satu saudara yang telah pergi, ia mendapat beberapa saudara yang taat beragama. Ia berserah kepada Ketetapan serta Takdir Allah subhânahu dan memaafkan musuhnya. Khususnya, karena mereka telah mendengar pelajaran Risale-i Nur, tentu kebaikan serta kenyamanan pribadi dan bersama, serta ukhuwah dalam lingkup Nur, menuntut mereka meninggalkan seluruh sikap saling mendiamkan. Seperti di penjara Denizli, seluruh tahanan yang saling bermusuhan menjadi saudara melalui pelajaran Nur. Mereka menjadi salah satu sebab kami dibebaskan, bahkan membuat orang-orang yang tanpa agama serta gelandangan mengatakan mengenai para tahanan itu, "Masyaallah, barakallah!" Para tahanan itu pun dapat bernapas lega sepenuhnya. Saya melihat di sini bahwa karena satu orang, seratus orang menderita kesusahan dan tidak keluar bersama untuk menghirup udara. Hal itu merupakan kezaliman terhadap mereka. Seorang mukmin yang gagah dan memiliki hati nurani tidak memberi ratusan kerugian kepada ahli iman melalui suatu kesalahan atau keuntungan yang kecil dan juz'i. Jika ia berbuat salah dan menimbulkan kerugian, ia harus segera bertobat.
ﺑِﺎﺳْﻤِﻪ۪ ﺳُﺒْﺤَﺎﻧَﻪُ ﻭَ ﺍِﻥْ ﻣِﻦْ ﺷَﻰْﺀٍ اِلَّا ﻳُﺴَﺒِّﺢُ ﺑِﺤَﻤْﺪِﻩ۪ Saudara-saudaraku yang baru dan mulia, serta para tahanan lama! Saya telah mendapat keyakinan pasti bahwa, dari segi Perhatian Allah subhânahu, kalian merupakan salah satu sebab penting kami masuk ke sini. Yakni, dengan penghiburan Nur serta hakikat-hakikat iman, menyelamatkan kalian dari kesusahan musibah penjara ini serta banyak kerugian dunia; menyelamatkan kehidupan kalian yang berlalu dengan duka dan kesedihan yang sia-sia dari keadaan tidak bermanfaat serta terbuang percuma; dan menyelamatkan akhirat kalian dari menangis seperti dunia kalian, lalu memberi kalian penghiburan yang penuh. Karena demikianlah hakikatnya, tentu kalian pun harus menjadi saudara satu sama lain seperti para tahanan Denizli dan murid-murid Nur. Kalian melihat bahwa mereka mengaduk seluruh barang, makanan, roti, serta sup kalian yang datang dari luar, agar tidak masuk sebilah pisau ke tengah kalian dan agar kalian tidak saling menyerang. Para penjaga yang berkhidmah kepada kalian dengan setia mengalami banyak kesulitan. Kalian pun tidak keluar bersama untuk menghirup udara, seakan-akan akan saling menyerang seperti binatang buas dan liar. Sekarang, kawan-kawan baru yang memiliki naluri gagah berani secara fitrah seperti kalian, dengan keberanian maknawi yang besar pada zaman ini, katakanlah kepada para pengurus, "Sekalipun yang diberikan ke tangan kami adalah senapan Mauser dan revolver, bukan pisau, bahkan sekalipun kami diperintahkan, kami tidak akan menyentuh kawan-kawan malang yang tertimpa musibah seperti kami ini. Sekalipun dahulu kami memiliki seratus permusuhan serta rasa benci, dengan perintah dan petunjuk Al-Qur'an, iman, ukhuwah Islam, serta kebaikan kami, kami telah memutuskan untuk memaafkan semuanya dan berusaha tidak melukai perasaan mereka." Dengan mengatakan hal ini, ubahlah penjara ini menjadi ruang pelajaran yang diberkahi.
--
Suatu Persoalan Penting yang Diingatkan pada Lailatul Qadar
LAMPIRAN MAQAM KEDUA KALIMAT KETIGA BELAS
Kita akan memberi isyarat yang sangat singkat kepada suatu hakikat yang sangat luas dan panjang, yang datang ke hati pada Lailatul Qadar. Hakikat itu ialah: Umat manusia telah mengalami kezaliman paling keras, penindasan paling keras, serta penghancuran tanpa belas kasih dalam Perang Dunia yang terakhir ini. Karena satu musuh, ratusan orang tidak bersalah dibuat sengsara. Pihak yang kalah mengalami putus asa yang mengerikan. Pihak yang menang mengalami kegelisahan yang mengerikan serta azab hati nurani yang mengerikan karena tidak mampu menjaga kekuasaannya dan memperbaiki kehancuran besar yang dibuatnya. Semua orang telah melihat bahwa kehidupan dunia sepenuhnya fana dan sementara, serta bahwa kemewahan peradaban menipu dan menidurkan. Kemampuan tinggi dalam fitrah manusia serta hakikat kemanusiaannya telah terluka secara mengerikan dan menyeluruh. Kelalaian dan kesesatan, serta alam yang keras dan tuli, telah hancur di bawah pedang intan Al-Qur'an. Wajah sejati politik muka bumi, yang merupakan tirai kelalaian serta kesesatan yang paling mencekik, menipu, dan luas, telah terlihat begitu buruk dan kejam. Karena itu, tentu, tentu tanpa syubhat sedikit pun, berdasarkan tanda-tandanya yang terlihat di Utara, Barat, serta Amerika, umat manusia akan mencari dengan seluruh kekuatannya kehidupan yang kekal, yang sungguh dicintai dan dicari oleh fitrah manusia, sebab kehidupan dunia, yang merupakan kekasih kiasan umat manusia, begitu buruk dan sementara. Tentu, tidak ada syubhat sedikit pun: selama seribu tiga ratus enam puluh tahun, Al-Qur'an yang ungkapannya bermukjizat memiliki tiga ratus lima puluh juta murid pada setiap abad. Jutaan orang yang mengenal hakikat membenarkan serta membubuhkan pengesahan pada setiap ketetapan dan pernyataannya. Setiap menit ia berada dengan suci dalam hati jutaan penghafalnya dan mengajar umat manusia melalui lidah mereka. Dengan cara yang tidak ada bandingnya dalam kitab mana pun, ia menyampaikan kabar gembira tentang kehidupan yang kekal serta kebahagiaan abadi bagi manusia dan mengobati luka-luka seluruh umat manusia. Dengan ribuan ayat yang tegas, kuat, serta berulang, bahkan dengan menyatakan dan memberitakannya puluhan ribu kali secara terang serta tersirat, Al-Qur'an menyampaikan dengan pasti kabar gembira kehidupan yang kekal dan mengajarkan kebahagiaan abadi melalui bukti-bukti pasti yang tidak tergoyahkan serta alasan-alasan tak terbatas yang tidak memberi ruang bagi syubhat. Karena itu, jika umat manusia tidak sepenuhnya kehilangan akal dan suatu kiamat fisik atau maknawi tidak menimpa mereka, benua-benua luas serta pemerintahan-pemerintahan besar di muka bumi akan mencari Al-Qur'an yang ungkapannya bermukjizat. Seperti para pembicara terkenal di Swedia, Norwegia, Finlandia, serta Inggris yang berusaha menerima Al-Qur'an, dan perkumpulan penting di Amerika yang mencari agama yang haq, setelah memahami hakikat-hakikatnya mereka akan memegangnya dengan seluruh ruh dan jiwa. Sebab, dalam hal hakikat ini, dengan pasti tidak ada dan tidak mungkin ada yang seperti Al-Qur'an. Tidak ada sesuatu pun yang dapat menggantikan mukjizat terbesar ini. Kedua: Karena Risale-i Nur telah memperlihatkan khidmahnya seperti pedang intan di tangan mukjizat besar ini dan memaksa musuh-musuhnya yang keras kepala untuk menyerah, Risale-i Nur juga menyerukan khazanah Al-Qur'an dengan cara yang sepenuhnya menerangi hati, ruh, serta perasaan dan memberikan obatnya. Ia tidak memiliki sumber atau tempat rujukan selain Al-Qur'an dan merupakan suatu mukjizat maknawinya. Risale-i Nur menjalankan tugas itu sepenuhnya, sepenuhnya mengalahkan propaganda mengerikan yang menentangnya serta orang-orang yang sangat keras kepala dalam menolak agama, dan menghancurkan pandangan yang menyandarkan segala sesuatu kepada alam, yang merupakan benteng kesesatan paling keras serta kuat, melalui Tabiat Risalesi (Risalah Alam). Dalam lingkup dunia luar yang paling tebal, mencekik, serta luas dari kelalaian, dan dalam tirai-tirai ilmu pengetahuan yang paling luas, ia mengusir kelalaian serta memperlihatkan cahaya tauhid dengan sangat cemerlang melalui Persoalan Keenam Meyve dan Bukti Pertama, Kedua, Ketiga, serta Kedelapan dalam Asa-yı Musa (Tongkat Musa).
--
PERSOALAN KEENAM DARI MEYVE RİSALESİ
Suatu isyarat singkat kepada satu bukti dari ribuan bukti menyeluruh mengenai rukun iman kepada Allah subhânahu, yang penjelasannya serta bukti-bukti pastinya yang tanpa batas terdapat di banyak tempat dalam Risale-i Nur.
Beberapa murid SMA di Kastamonu datang kepada saya dan mengatakan, "Perkenalkanlah Khâliq kami kepada kami; guru-guru kami tidak membicarakan Allah subhânahu." Saya mengatakan: Setiap bidang ilmu yang kalian pelajari terus-menerus membicarakan Allah subhânahu serta memperkenalkan Sang Khâliq melalui bahasanya sendiri. Dengarkanlah ilmu-ilmu itu, bukan para guru. Misalnya, suatu apotek yang sempurna, dalam setiap stoplesnya terdapat ramuan kental serta obat penawar yang hidup, yang diambil dengan timbangan luar biasa dan teliti, tanpa keraguan menunjukkan seorang apoteker yang sangat terampil, ahli kimia, serta bijaksana. Demikian pula, dari segi ramuan serta penawar yang hidup dalam stoples empat ratus ribu jenis tumbuhan dan hewan pada apotek bumi, sebesar tingkat apotek ini lebih sempurna serta lebih besar daripada apotek di pasar ini, sebesar itu pula ilmu kedokteran yang kalian pelajari menunjukkan dan memperkenalkan Sang Hakîm Dzul-Jalâl, Apoteker apotek besar bumi, bahkan kepada mata yang buta. Misalnya pula, suatu pabrik luar biasa yang menenun ribuan jenis kain dari bahan sederhana, tanpa keraguan memperkenalkan pemilik pabrik serta ahli mesin yang terampil. Demikian pula, mesin Rabbani yang bergerak ini, yang disebut bumi, memiliki ratusan ribu kepala, dan pada setiap kepala terdapat ratusan ribu pabrik yang sempurna. Sebesar tingkat mesin ini lebih besar serta lebih sempurna daripada pabrik manusia itu, sebesar itu pula ilmu mesin yang kalian pelajari memberitahukan serta memperkenalkan Pembuat dan Pemilik bumi. Misalnya pula, suatu gudang, lumbung bekal, serta toko yang sangat sempurna, dengan seribu satu jenis bekal yang dikumpulkan dari sekelilingnya, ditumpuk serta disiapkan dengan teratur di dalamnya, tanpa keraguan memberitahukan penguasa, pemilik, serta petugas bekal yang luar biasa. Demikian pula, gudang bekal Ar-Rahmân ini, yang disebut bumi, serta kapal Allah subhânahu Yang Mahasuci, gudang dan toko Rabbani yang mengangkut seribu satu jenis perangkat, barang, serta paket makanan awetan, berkeliling secara teratur dalam satu tahun pada lingkaran sepanjang dua puluh empat ribu tahun perjalanan. Ia memuat ratusan ribu golongan yang masing-masing memerlukan bekal berbeda. Dalam perjalanannya ia mengunjungi musim-musim, mengisi musim semi seperti gerbong besar dengan ribuan makanan berbeda, dan membawanya kepada makhluk-makhluk hidup malang yang bekalnya habis pada musim dingin. Sebesar tingkat semuanya lebih besar serta lebih sempurna daripada pabrik itu, dengan ukuran ilmu pemenuhan kebutuhan makan yang kalian pelajari dan akan pelajari, dengan kepastian itu serta pada tingkat itu pula ia memberitahukan, memperkenalkan, serta membuat orang mencintai Pemilik, Pengelola, dan Pengatur gudang bumi. Misalnya pula, suatu pasukan terdiri atas empat ratus ribu bangsa. Bekal yang diminta setiap bangsa berbeda, senjata yang dipakai berbeda, pakaian yang dikenakan berbeda, latihan berbeda, serta pembebasan dari tugas berbeda. Panglimanya yang membuat mukjizat, seorang diri, memberi seluruh bekal, beragam senjata, pakaian, serta perlengkapan kepada semua bangsa yang berbeda itu, tanpa melupakan atau tertukar satu pun. Pasukan serta perkemahan yang menakjubkan itu tanpa keraguan dengan jelas menunjukkan panglima yang luar biasa tersebut dan membuat orang mencintainya dengan penuh penghargaan. Demikian pula, dalam perkemahan di muka bumi dan pasukan baru Allah subhânahu Yang Mahasuci yang kembali dipanggil untuk bertugas setiap musim semi, empat ratus ribu jenis bangsa tumbuhan serta hewan menerima berbagai pakaian, bekal, senjata, latihan, serta pembebasan dari tugas dari satu Panglima Teragung. Semuanya diberikan dengan sangat sempurna dan teratur, tanpa melupakan atau tertukar satu pun. Sebesar tingkat perkemahan musim semi bumi ini lebih besar serta lebih sempurna daripada pasukan dan perkemahan manusia yang disebutkan tadi, dengan ukuran ilmu militer yang akan kalian pelajari, sebesar itu pula ia memberitahukan Penguasa, Rabb, Pengatur, serta Sang Panglima Yang Mahasuci dari bumi kepada orang-orang yang memperhatikan dan berakal sehat, dengan ketakjuban serta pengakuan akan Kesucian-Nya. Dengan pujian dan tasbih, ia membuat mereka mencintai-Nya. Misalnya pula, dalam suatu kota luar biasa, jutaan lampu listrik bergerak dan berkeliling ke segala tempat tanpa kehabisan bahan untuk menyala. Lampu-lampu serta pabriknya tanpa keraguan dengan jelas memperkenalkan seorang pembuat mukjizat dan ahli listrik yang sangat kuat, yang mengelola listrik, membuat lampu-lampu bergerak itu, mendirikan pabrik, serta mendatangkan bahan untuk menyala. Semua itu membuat orang takjub, memberi ucapan selamat, serta mencintainya dengan seruan, "Hidup!" Demikian pula, dalam kota alam ini, lampu-lampu bintang pada atap istana dunia, sebagian, menurut kosmografi (astronomi), seribu kali lebih besar daripada bumi dan bergerak tujuh puluh kali lebih cepat daripada peluru meriam. Namun, semuanya tidak merusak keteraturannya, tidak saling berbenturan, tidak padam, dan tidak kehabisan bahan untuk menyala. Menurut kosmografi yang kalian pelajari, matahari kita lebih dari satu juta kali lebih besar daripada bumi dan hidup lebih dari satu juta tahun. Ia merupakan lampu serta pemanas dalam rumah tamu Ar-Rahmân. Agar terus menyala dan tidak padam, setiap hari diperlukan minyak tanah sebanyak laut-laut bumi dan batu bara sebanyak gunung-gunungnya, atau tumpukan kayu sebanyak seribu bumi. Lampu-lampu listrik istana dunia dalam kota kainat yang megah ini, beserta pengelolaannya, menunjukkan dengan jari-jari cahaya Kudrat serta Kekuasaan yang tidak terbatas, yang membuat matahari dan bintang-bintang luhur sepertinya menyala tanpa minyak tanah, kayu, serta batu bara; tidak membiarkannya padam; menggerakkannya bersama-sama dengan cepat; serta tidak membiarkannya saling berbenturan. Sebesar tingkat semua ini lebih besar serta lebih sempurna daripada contoh tadi, sebesar itu pula ilmu listrik yang kalian pelajari atau akan pelajari memperkenalkan Sultan, Pemberi Cahaya, Pengatur, serta Sang Pembuat pameran terbesar kainat ini dengan menunjukkan bintang-bintang bercahaya itu sebagai saksi. Dengan tasbih serta pengakuan akan Kesucian-Nya, semuanya membuat orang mencintai-Nya dan menyembah-Nya. Misalnya pula, terdapat suatu kitab yang pada satu barisnya tertulis sebuah kitab dengan tulisan halus, dan pada setiap katanya tertulis satu surah Al-Qur'an dengan pena halus. Kumpulan tulisan yang menakjubkan ini sangat bermakna; seluruh persoalannya saling mendukung serta memperlihatkan bahwa penulis dan penyusunnya sangat terampil dan mampu. Tanpa keraguan, seperti siang, kitab itu memberitahukan serta memperkenalkan penulis dan penyusunnya dengan kesempurnaan serta keahliannya, dan membuat orang menghargainya dengan ucapan, "Masyaallah, barakallah!" Demikian pula, dalam kitab besar kainat ini, pada muka bumi yang merupakan satu halamannya serta musim semi yang merupakan satu lembar susunannya, suatu Pena menulis tiga ratus ribu golongan tumbuhan dan hewan, yang bernilai sebagai tiga ratus ribu kitab berbeda. Semuanya ditulis bersama-sama, satu di dalam yang lain, tanpa salah, tanpa keliru, tanpa tercampur, serta tanpa tertukar, dengan sempurna dan teratur. Kadang-kadang, dalam satu kata seperti pohon, Pena itu menulis suatu syair; dan dalam suatu titik seperti biji, ia menulis seluruh daftar isi sebuah kitab. Kita melihat dengan mata sendiri bahwa Pena itu bekerja. Kumpulan tulisan kainat yang bermakna tanpa batas dan yang pada setiap katanya terdapat banyak hikmah, serta Al-Qur'an Terbesar Alam yang berwujud ini, sebesar tingkatnya lebih besar, lebih sempurna, serta lebih bermakna daripada kitab dalam contoh tadi, sebesar itu pula ilmu tentang hikmah segala sesuatu yang kalian pelajari, serta ilmu membaca dan menulis yang kalian langsung lakukan di sekolah, dengan ukuran-ukurannya yang luas serta mata teropongnya memperkenalkan Pengukir serta Penulis kitab kainat ini dengan Kesempurnaan-Nya yang tidak terbatas. Ilmu-ilmu itu memberitahukan-Nya melalui ucapan "Allahu akbar", menjelaskan-Nya dengan pengakuan akan Kesucian-Nya melalui "Subhanallah", serta membuat orang mencintai-Nya dengan pujian "Alhamdulillah". Dibandingkan dengan ilmu-ilmu ini, setiap bidang dari ratusan ilmu, dengan ukurannya yang luas, cerminnya yang khusus, mata teropongnya, serta pandangannya yang mengandung pelajaran, memberitahukan Sang Khâliq Dzul-Jalâl dari kainat ini melalui Asma-Nya, serta memperkenalkan Sifat-Sifat dan Kesempurnaan-Nya. Untuk mengajarkan bukti yang telah disebutkan, yang merupakan bukti Keesaan Allah subhânahu yang megah dan cemerlang inilah, Al-Qur'an Yang Ungkapannya Bermukjizat memperkenalkan Khâliq kita kepada kita dengan sangat sering mengulang terutama ayat-ayat ﺭَﺏُّ ﺍﻟﺴَّﻤٰﻮَﺍﺕِ وَالْاَرْضِ ٭ ﺧَﻠَﻖَ ﺍﻟﺴَّﻤٰﻮَﺍﺕِ وَالْاَرْضَ, demikian saya mengatakan kepada para murid sekolah itu. Mereka pun menerima sepenuhnya dan membenarkannya dengan mengatakan, "Syukur tanpa batas kepada Rabb kami, karena kami telah menerima suatu pelajaran yang sepenuhnya suci dan merupakan hakikat itu sendiri. Semoga Allah subhânahu meridaimu." Saya pun mengatakan, "Manusia merupakan mesin hidup yang dapat merasakan ribuan jenis derita serta menikmati ribuan jenis kenikmatan. Ia juga merupakan makhluk malang yang sangat tidak berdaya, tetapi memiliki musuh jasmani serta maknawi tanpa batas; dengan kekurangan yang tidak terbatas, ia memiliki kebutuhan lahir serta batin yang tak terhitung; dan ia terus-menerus menerima tamparan akibat lenyapnya sesuatu serta perpisahan. Tiba-tiba, dengan iman dan ubudiyah, ia terhubung kepada Sang Penguasa Dzul-Jalâl seperti ini dan menemukan tempat bersandar untuk menghadapi seluruh musuhnya, serta tempat meminta pertolongan bagi seluruh kebutuhannya. Sebagaimana setiap orang berbangga dengan kehormatan serta kedudukan majikan yang diikutinya, jika ia terhubung melalui iman kepada Penguasa Yang Qadîr lagi Rahîm tanpa batas seperti ini, masuk ke dalam khidmah-Nya melalui ubudiyah, serta mengubah pengumuman pemusnahan dari ajal menjadi surat pembebasan dari tugas bagi dirinya, bandingkanlah betapa ia dapat merasa puas, berterima kasih, serta berbangga dengan penuh syukur." Sebagaimana yang saya katakan kepada para murid itu, saya juga berulang kali mengatakan kepada para tahanan yang tertimpa musibah: Orang yang mengenal-Nya dan taat kepada-Nya beruntung, sekalipun berada di penjara. Orang yang melupakan-Nya berada di penjara dan malang, sekalipun di dalam istana. Bahkan, seorang yang dizalimi tetapi beruntung mengatakan kepada orang-orang zalim yang malang saat ia akan dihukum mati, "Aku tidak dimusnahkan. Aku justru pergi menuju kebahagiaan dengan pembebasan dari tugas. Namun, karena aku melihat kalian dijatuhi pemusnahan abadi, aku juga sepenuhnya membalas kalian." Dengan mengatakan لَا ﺍِﻟٰﻪَ اِلَّا ﺍﻟﻠّٰﻪُ, ia menyerahkan ruhnya dengan gembira. ﺳُﺒْﺤَﺎﻧَﻚَ لَا ﻋِﻠْﻢَ ﻟَﻨَٓﺎ اِلَّا ﻣَﺎ ﻋَﻠَّﻤْﺘَﻨَٓﺎ ﺍِﻧَّﻚَ ﺍَﻧْﺖَ ﺍﻟْﻌَﻠ۪ﻴﻢُ ﺍﻟْﺤَﻜ۪ﻴﻢُ
--