Risalah Nur — Bahasa Indonesia

HAKIKAT KEDUA BELAS

Kalimat-Kalimat · Bahasa Indonesia

Di bagian ini

HAKIKAT KEDUA BELAS

Pintu risalah dan wahyu. Tajalli "Bismillahirrahmanirrahîm".

Seluruh nabi menguatkan ucapan Rasul Yang Paling Mulia ﷺ, dengan bersandar pada mukjizat mereka; seluruh wali membenarkan pernyataannya dengan bersandar pada penyingkapan dan karamah mereka; serta seluruh orang suci pilihan bersaksi atas kebenarannya dengan bersandar pada penelitian mereka. Rasul itu ﷺ membuka jalan akhirat dan pintu surga dengan seluruh kekuatannya, bersandar pada kekuatan seribu mukjizatnya yang telah nyata. Al-Qur'an Al-Hakîm, yang merupakan mukjizat dalam empat puluh segi, juga membukanya dengan seluruh kepastian, bersandar pada ribuan ayatnya yang pasti. Mungkinkah sangkaan-sangkaan rapuh yang tidak memiliki kekuatan sebesar sayap lalat sekalipun berani menutup jalan dan pintu itu? Dari hakikat-hakikat sebelumnya telah dipahami bahwa masalah hasyr merupakan hakikat yang begitu kukuh, sehingga kekuatan yang dapat mengangkat bola bumi dari tempatnya, memecahkan, dan melemparkannya pun tidak dapat menggoyahkan hakikat itu. Sebab, Allah subhânahu menetapkan hakikat itu dengan tuntutan seluruh Asma serta Sifat-Nya, Rasul-Nya Yang Paling Mulia ﷺ membenarkannya dengan seluruh mukjizat dan bukti, Al-Qur'an Al-Hakîm membuktikannya dengan seluruh hakikat serta ayatnya, dan alam ini bersaksi dengan seluruh ayat penciptaan serta syuunatnya yang penuh hikmah. Mungkinkah Sang Wâjibul Wujûd dan seluruh yang ada, kecuali orang-orang kafir, sepakat dalam masalah hasyr, lalu syubhat dan bisikan setan yang tidak memiliki kekuatan sebesar rambut pun menggoyahkan serta mengangkat dari tempatnya hakikat luhur yang kukuh seperti gunung itu? Sekali-kali tidak, sama sekali tidak! Jangan mengira bukti-bukti hasyr terbatas pada dua belas hakikat yang kita bahas. Tidak, bahkan Al-Qur'an Al-Hakîm sendiri, sebagaimana mengajarkan dua belas hakikat tadi kepada kita, juga menunjukkan ribuan segi lain. Setiap segi merupakan petunjuk kuat bahwa Khâliq kita akan memindahkan kita dari negeri fana ini ke negeri yang kekal. Jangan pula mengira Asma Allah subhânahu yang menuntut hasyr terbatas hanya pada Nama Hakîm, Karîm, Rahîm, 'Âdil, dan Hafîz yang kita bahas. Tidak, seluruh Asma Allah subhânahu yang bertajalli dalam pengaturan alam menuntut akhirat, bahkan mengharuskannya. Jangan pula mengira ayat-ayat penciptaan alam yang menunjukkan hasyr terbatas pada yang telah kita bahas. Tidak, sebagian besar makhluk memiliki sisi dan keadaan seperti tirai yang terbuka ke kanan dan kiri. Sebagaimana satu sisinya bersaksi atas Sang Pembuat, sisi lainnya juga menunjukkan hasyr. Misalnya, keindahan penciptaan manusia dalam ahsani taqwîm menunjukkan Sang Pembuat. Demikian pula, lenyapnya manusia dalam waktu singkat, dengan kemampuan yang mencakup banyak hal dalam ahsani taqwîm itu, menunjukkan hasyr. Kadang-kadang, jika satu sisi dipandang dengan dua cara, sisi itu menunjukkan Sang Pembuat sekaligus hasyr. Misalnya, penataan oleh Hikmah, penghiasan oleh Perhatian, penyeimbangan oleh Keadilan, serta pemberian oleh Rahmat yang tampak pada sebagian besar benda, jika dipandang hakikatnya, menunjukkan bahwa semuanya keluar dari Tangan Kudrat Sang Pembuat Yang Hakîm, Karîm, 'Âdil, dan Rahîm. Demikian pula, jika dipandang betapa kuat dan tidak terbatasnya semuanya itu, sementara makhluk-makhluk fana tempat semuanya tampak tidak penting dan hanya hidup sebentar, akhirat terlihat. Jadi, melalui bahasa keadaan segala sesuatu membaca dan membuat terbaca ﺍٰﻣَﻨْﺖُ ﺑِﺎﻟﻠّٰﻪِ ﻭَ ﺑِﺎﻟْﻴَﻮْﻡِ الْاٰخِرِٔ.

--

PENUTUP

Dua belas hakikat sebelumnya saling menguatkan, saling melengkapi, dan saling memberi kekuatan. Semuanya membentuk ittihad (persatuan) dan bersama-sama memperlihatkan hasilnya. Sangkaan mana yang berani menembus dua belas tembok kukuh seperti besi, bahkan seperti berlian ini, sehingga menggoyahkan iman kepada hasyr yang berada dalam benteng yang kuat? Ayat mulia ﻣَﺎ ﺧَﻠْﻘُﻜُﻢْ وَلَا ﺑَﻌْﺜُﻜُﻢْ اِلَّا ﻛَﻨَﻔْﺲٍ ﻭَﺍﺣِﺪَﺓٍ menyatakan bahwa penciptaan dan kebangkitan seluruh manusia, jika dibandingkan dengan Kudrat Ilahi, semudah penciptaan dan kebangkitan satu manusia. Ya, memang demikian. Dalam pembahasan hasyr pada risalah bernama "Nokta" (Titik), saya telah menulis secara terperinci hakikat yang dinyatakan ayat ini. Di sini kita hanya akan menunjukkan ringkasannya melalui sebagian perumpamaan. Jika engkau ingin, rujuklah "Nokta" itu. Misalnya, ﻭَ ﻟِﻠّٰﻪِ ﺍﻟْﻤَﺜَﻞُ الْاَعْلٰى—tidak ada cela dalam membuat perumpamaan—melalui rahasia "sifat bercahaya", sekalipun tajalli matahari berlangsung atas kehendaknya sendiri, tajalli yang diberikannya dengan mudah kepada satu zarah juga diberikannya dengan kemudahan yang sama kepada benda-benda bening tanpa batas. Melalui rahasia "kebeningan", pupil kecil satu zarah bening juga setara dengan permukaan laut yang luas dalam menerima pantulan matahari. Melalui rahasia "keteraturan", sebagaimana seorang anak memutar mainannya yang berbentuk kapal dengan jarinya, ia juga memutar kapal perang dreadnought yang sangat besar. Melalui rahasia "ketaatan", sebagaimana seorang panglima menggerakkan satu prajurit dengan perintah "Maju!", ia juga menggerakkan pasukan besar dengan kata yang sama. Melalui rahasia "keseimbangan", bayangkan suatu timbangan di angkasa yang begitu peka dan begitu besar, sehingga merasakan dua buah kenari yang diletakkan pada dua piringannya, sekaligus dapat menampung dan menimbang dua matahari. Dengan kekuatan yang sama yang mengangkat satu kenari ke langit dan menurunkan kenari lainnya ke bumi pada kedua piringannya, jika terdapat dua matahari, timbangan itu mengangkat dan menurunkannya, yang satu ke arasy dan yang lain ke bumi. Karena dalam makhluk-makhluk biasa, kurang, dan fana yang mungkin ada ini, melalui rahasia sifat bercahaya, kebeningan, keteraturan, ketaatan, serta keseimbangan, hal yang paling besar menjadi setara dengan hal yang paling kecil, dan hal-hal tanpa batas serta tak terhitung tampak setara dengan satu hal, tentu, melalui rahasia Tajalli bercahaya dari Kudrat Sang Qadîr Mutlak yang melekat pada Zat-Nya, tanpa batas, dan sangat Sempurna; kebeningan sisi batin segala sesuatu; keteraturan Hikmah serta Takdir; ketaatan sempurna segala sesuatu kepada Perintah penciptaan-Nya; dan keseimbangan dalam kemungkinan makhluk, yang berarti setaranya ada serta tiada bagi makhluk yang mungkin ada, sedikit dan banyak, besar dan kecil adalah setara bagi-Nya. Dia dapat membawa seluruh manusia ke tempat hasyr dengan satu seruan, seperti satu manusia. Tingkatan kuat dan lemah suatu hal timbul dari masuknya lawan hal itu ke dalamnya. Misalnya, tingkatan panas timbul dari masuknya dingin, tingkatan keindahan dari masuknya keburukan, dan tingkatan cahaya dari masuknya gelap. Namun, jika suatu hal melekat pada hakikat dirinya, bukan sifat tambahan, lawannya tidak dapat masuk ke dalamnya. Sebab, itu mengharuskan dua hal yang berlawanan berkumpul sekaligus, dan hal ini mustahil. Jadi, dalam sesuatu yang asli dan melekat pada hakikat dirinya tidak terdapat tingkatan. Karena Kudrat Sang Qadîr Mutlak melekat pada Zat-Nya, bukan sifat tambahan seperti pada makhluk yang mungkin ada, serta berada dalam Kesempurnaan Mutlak, mustahil lawannya, yaitu ketidakberdayaan, masuk ke dalamnya. Jadi, menciptakan satu musim semi semudah satu bunga bagi Zat-Nya yang memiliki Keagungan. Jika disandarkan pada sebab-sebab, satu bunga menjadi seberat satu musim semi. Menghidupkan dan membangkitkan seluruh manusia juga semudah menghidupkan satu jiwa. Penjelasan kita tentang gambaran-gambaran perumpamaan serta hakikat-hakikat dari awal masalah hasyr hingga di sini berasal dari limpahan Al-Qur'an Al-Hakîm. Penjelasan ini hanya menyiapkan nafsu untuk berserah diri dan hati untuk menerima. Ucapan yang utama ialah milik Al-Qur'an. Sebab, itulah ucapan, dan ucapan itu miliknya. Mari kita dengarkan: ﻓَﻠِﻠّٰﻪِ ﺍﻟْﺤُﺠَّﺔُ ﺍﻟْﺒَﺎﻟِﻐَﺔُ ٭ ﻓَﺎﻧْﻈُﺮْ ﺍِﻟٰٓﻰ ﺍٰﺛَﺎﺭِ ﺭَﺣْﻤَﺖِ ﺍﻟﻠّٰﻪِ ﻛَﻴْﻒَ ﻳُﺤْﻴِﻰ الْاَرْضَ ﺑَﻌْﺪَ ﻣَﻮْﺗِﻬَﺎ ﺍِﻥَّ ﺫٰﻟِﻚَ ﻟَﻤُﺤْﻴِﻰ ﺍﻟْﻤَﻮْﺗٰﻰ ﻭَﻫُﻮَ ﻋَﻠٰﻰ ﻛُﻞِّ ﺷَﻰْﺀٍ ﻗَﺪ۪ﻳﺮٌ ٭ ﻗَﺎﻝَ ﻣَﻦْ ﻳُﺤْﻴِﻰ ﺍﻟْﻌِﻈَﺎﻡَ ﻭَﻫِﻰَ ﺭَﻣ۪ﻴﻢٌ ٭ ﻗُﻞْ ﻳُﺤْﻴ۪ﻴﻬَﺎ ﺍﻟَّﺬ۪ٓﻯ ﺍَﻧْﺸَﺎَﻫَٓﺎ ﺍَﻭَّﻝَ ﻣَﺮَّﺓٍ ﻭَﻫُﻮَ ﺑِﻜُﻞِّ ﺧَﻠْﻖٍ ﻋَﻠ۪ﻴﻢٌ ٭ ﻳَٓﺎ ﺍَﻳُّﻬَﺎ ﺍﻟﻨَّﺎﺱُ ﺍﺗَّﻘُﻮﺍ ﺭَﺑَّﻜُﻢْ ﺍِﻥَّ ﺯَﻟْﺰَﻟَﺔَ ﺍﻟﺴَّﺎﻋَﺔِ ﺷَﻰْﺀٌ ﻋَﻈ۪ﻴﻢٌ ٭ ﻳَﻮْﻡَ ﺗَﺮَﻭْﻧَﻬَﺎ ﺗَﺬْﻫَﻞُ ﻛُﻞُّ ﻣُﺮْﺿِﻌَﺔٍ ﻋَﻤَّٓﺎ ﺍَﺭْﺿَﻌَﺖْ ﻭَﺗَﻀَﻊُ ﻛُﻞُّ ﺫَﺍﺕِ ﺣَﻤْﻞٍ ﺣَﻤْﻠَﻬَﺎ ﻭَﺗَﺮَﻯ ﺍﻟﻨَّﺎﺱَ ﺳُﻜَﺎﺭٰﻯ ﻭَﻣَﺎ ﻫُﻢْ ﺑِﺴُﻜَﺎﺭٰﻯ ﻭَﻟٰﻜِﻦَّ ﻋَﺬَﺍﺏَ ﺍﻟﻠّٰﻪِ ﺷَﺪ۪ﻳﺪٌ ٭ ﺍَﻟﻠّٰﻪُ لَٓا ﺍِﻟٰﻪَ اِلَّا ﻫُﻮَ ﻟَﻴَﺠْﻤَﻌَﻨَّﻜُﻢْ ﺍِﻟٰﻰ ﻳَﻮْﻡِ ﺍﻟْﻘِﻴَﺎﻣَﺔِ لَا ﺭَﻳْﺐَ ﻓ۪ﻴﻪِ ﻭَﻣَﻦْ ﺍَﺻْﺪَﻕُ ﻣِﻦَ ﺍﻟﻠّٰﻪِ ﺣَﺪ۪ﻳﺜًﺎ ٭ ﺍِﻥَّ الْاَبْرَارَ ﻟَﻔ۪ﻰ ﻧَﻌ۪ﻴﻢٍ ٭ ﻭَﺍِﻥَّ ﺍﻟْﻔُﺠَّﺎﺭَ ﻟَﻔ۪ﻰ ﺟَﺤ۪ﻴﻢٍ ٭ ﺍِﺫَﺍ ﺯُﻟْﺰِﻟَﺖِ الْاَرْضُ ﺯِﻟْﺰَﺍﻟَﻬَﺎ ٭ ﻭَﺍَﺧْﺮَﺟَﺖِ الْاَرْضُ ﺍَﺛْﻘَﺎﻟَﻬَﺎ ٭ ﻭَ ﻗَﺎﻝَ الْاِنْسَانُ ﻣَﺎﻟَﻬَﺎ ٭ ﻳَﻮْﻣَﺌِﺬٍ ﺗُﺤَﺪِّﺙُ ﺍَﺧْﺒَﺎﺭَﻫَﺎ ٭ ﺑِﺎَﻥَّ ﺭَﺑَّﻚَ ﺍَﻭْﺣٰﻰ ﻟَﻬَﺎ ٭ ﻳَﻮْﻣَﺌِﺬٍ ﻳَﺼْﺪُﺭُ ﺍﻟﻨَّﺎﺱُ ﺍَﺷْﺘَﺎﺗًﺎ ﻟِﻴُﺮَﻭْﺍ ﺍَﻋْﻤَﺎﻟَﻬُﻢْ ٭ ﻓَﻤَﻦْ ﻳَﻌْﻤَﻞْ ﻣِﺜْﻘَﺎﻝَ ﺫَﺭَّﺓٍ ﺧَﻴْﺮًﺍ ﻳَﺮَﻩُ ٭ ﻭَﻣَﻦْ ﻳَﻌْﻤَﻞْ ﻣِﺜْﻘَﺎﻝَ ﺫَﺭَّﺓٍ ﺷَﺮًّﺍ ﻳَﺮَﻩُ ٭ ﺍَﻟْﻘَﺎﺭِﻋَﺔُ ٭ ﻣَﺎ ﺍﻟْﻘَﺎﺭِﻋَﺔُ ٭ ﻭَﻣَٓﺎ ﺍَﺩْﺭٰﻳﻚَ ﻣَﺎ ﺍﻟْﻘَﺎﺭِﻋَﺔُ ٭ ﻳَﻮْﻡَ ﻳَﻜُﻮﻥُ ﺍﻟﻨَّﺎﺱُ ﻛَﺎﻟْﻔَﺮَﺍﺵِ ﺍﻟْﻤَﺒْﺜُﻮﺙِ ٭ ﻭَ ﺗَﻜُﻮﻥُ ﺍﻟْﺠِﺒَﺎﻝُ ﻛَﺎﻟْﻌِﻬْﻦِ ﺍﻟْﻤَﻨْﻔُﻮﺵِ ٭ ﻓَﺎَﻣَّﺎ ﻣَﻦْ ﺛَﻘُﻠَﺖْ ﻣَﻮَﺍﺯ۪ﻳﻨُﻪُ ٭ ﻓَﻬُﻮَ ﻓ۪ﻰ ﻋ۪ﻴﺸَﺔٍ ﺭَﺍﺿِﻴَﺔٍ ٭ ﻭَ ﺍَﻣَّﺎ ﻣَﻦْ ﺧَﻔَّﺖْ ﻣَﻮَﺍﺯ۪ﻳﻨُﻪُ ﻓَﺎُﻣُّﻪُ ﻫَﺎﻭِﻳَﺔٌ ٭ ﻭَﻣَٓﺎ ﺍَﺩْﺭٰﻳﻚَ ﻣَﺎﻫِﻴَﻪْ ٭ ﻧَﺎﺭٌ ﺣَﺎﻣِﻴَﺔٌ ٭ ﻭَ ﻟِﻠّٰﻪِ ﻏَﻴْﺐُ ﺍﻟﺴَّﻤٰﻮَﺍﺕِ وَالْاَرْضِ ﻭَﻣَٓﺎ ﺍَﻣْﺮُ ﺍﻟﺴَّﺎﻋَﺔِ اِلَّا ﻛَﻠَﻤْﺢِ ﺍﻟْﺒَﺼَﺮِ ﺍَﻭْ ﻫُﻮَ ﺍَﻗْﺮَﺏُ ﺍِﻥَّ ﺍﻟﻠّٰﻪَ ﻋَﻠٰﻰ ﻛُﻞِّ ﺷَﻰْﺀٍ ﻗَﺪ۪ﻳﺮٌ Mari kita dengarkan pula ayat-ayat Al-Qur'an yang jelas seperti ini dan mengucapkan "Âmannâ wa saddaqnâ". ﺍٰﻣَﻨْﺖُ ﺑِﺎﻟﻠّٰﻪِ ﻭَ ﻣَﻠٰﺌِﻜَﺘِﻪ۪ ﻭَ ﻛُﺘُﺒِﻪ۪ ﻭَ ﺭُﺳُﻠِﻪ۪ ﻭَ ﺍﻟْﻴَﻮْﻡِ الْاٰخِرِ ﻭَ ﺑِﺎﻟْﻘَﺪَﺭِ ﺧَﻴْﺮِﻩ۪ ﻭَ ﺷَﺮِّﻩ۪ ﻣِﻦَ ﺍﻟﻠّٰﻪِ ﺗَﻌَﺎﻟٰﻰ ﻭَ ﺍﻟْﺒَﻌْﺚُ ﺑَﻌْﺪَ ﺍﻟْﻤَﻮْﺕِ ﺣَﻖٌّ ﻭَ ﺍَﻥَّ ﺍﻟْﺠَﻨَّﺔَ ﺣَﻖٌّ ﻭَ ﺍﻟﻨَّﺎﺭَ ﺣَﻖٌّ ﻭَ ﺍَﻥَّ ﺍﻟﺸَّﻔَﺎﻋَﺔَ ﺣَﻖٌّ ﻭَ ﺍَﻥَّ ﻣُﻨْﻜَﺮًﺍ ﻭَ ﻧَﻜ۪ﻴﺮًﺍ ﺣَﻖٌّ ﻭَ ﺍَﻥَّ ﺍﻟﻠّٰﻪَ ﻳَﺒْﻌَﺚُ ﻣَﻦْ ﻓِﻰ ﺍﻟْﻘُﺒُﻮﺭِ ﺍَﺷْﻬَﺪُ ﺍَﻥْ لَا ﺍِﻟٰﻪَ اِلَّا ﺍﻟﻠّٰﻪُ ﻭَ ﺍَﺷْﻬَﺪُ ﺍَﻥَّ ﻣُﺤَﻤَّﺪًﺍ ﺭَﺳُﻮﻝُ ﺍﻟﻠّٰﻪِ ﺍَﻟﻠّٰﻬُﻢَّ ﺻَﻞِّ ﻋَﻠٰﻰ ﺍَﻟْﻄَﻒِ ﻭَ ﺍَﺷْﺮَﻑِ ﻭَ ﺍَﻛْﻤَﻞِ ﻭَ ﺍَﺟْﻤَﻞِ ﺛَﻤَﺮَﺍﺕِ ﻃُﻮﺑَﺎﺀِ ﺭَﺣْﻤَﺘِﻚَ ﺍﻟَّﺬ۪ﻯ ﺍَﺭْﺳَﻠْﺘَﻪُ ﺭَﺣْﻤَﺔً ﻟِﻠْﻌَﺎﻟَﻤ۪ﻴﻦَ ﻭَ ﻭَﺳ۪ﻴﻠَﺔً ﻟِﻮُﺻُﻮﻟِﻨَﺎ ﺍِﻟٰﻰ ﺍَﺯْﻳَﻦِ ﻭَ ﺍَﺣْﺴَﻦِ ﻭَ ﺍَﺟْﻠٰﻰ ﻭَ ﺍَﻋْﻠٰﻰ ﺛَﻤَﺮَﺍﺕِ ﺗِﻠْﻚَ ﺍﻟﻄُّﻮﺑَﺎﺀِ ﺍﻟْﻤُﺘَﺪَﻟِّﻴَﺔِ ﻋَﻠٰﻰ ﺩَﺍﺭِ الْاٰخِرَةِ ﺍَﻯِ ﺍﻟْﺠَﻨَّﺔِ ﺍَﻟﻠّٰﻬُﻢَّ ﺍَﺟِﺮْﻧَﺎ ﻭَ ﺍَﺟِﺮْ ﻭَﺍﻟِﺪَﻳْﻨَﺎ ﻣِﻦَ ﺍﻟﻨَّﺎﺭِ ﻭَ ﺍَﺩْﺧِﻠْﻨَﺎ ﻭَ ﺍَﺩْﺧِﻞْ ﻭَﺍﻟِﺪَﻳْﻨَﺎ ﺍﻟْﺠَﻨَّﺔَ ﻣَﻊَ الْاَبْرَارِ ﺑِﺠَﺎﻩِ ﻧَﺒِﻴِّﻚَ ﺍﻟْﻤُﺨْﺘَﺎﺭِ ﺍٰﻣ۪ﻴﻦَ Wahai saudaraku yang membaca risalah ini dengan adil! Jangan berkata, "Mengapa aku tidak dapat memahami seluruh Kalimat Kesepuluh ini sekaligus?" Jangan pula merasa susah karena belum memahaminya sepenuhnya! Sebab, seorang jenius dalam hikmah seperti Ibnu Sina telah berkata, ﺍَﻟْﺤَﺸْﺮُ ﻟَﻴْﺲَ ﻋَﻠٰﻰ ﻣَﻘَﺎﻳ۪ﻴﺲَ ﻋَﻘْﻠِﻴَّﺔٍ. Ia menetapkan, "Kami beriman, tetapi akal tidak dapat menempuh jalan ini." Seluruh ulama Islam juga sepakat menetapkan, "Hasyr merupakan masalah yang diterima melalui dalil naqli; buktinya adalah dalil naqli, dan tidak dapat dicapai dengan akal." Karena itu, tentu jalan yang begitu dalam dan sangat tinggi secara makna tidak dapat seketika menjadi jalan raya umum bagi akal. Melalui limpahan Al-Qur'an Al-Hakîm dan Rahmat Sang Khâliq Yang Rahîm, pada abad ini ketika sikap mengikuti tanpa penelitian telah pecah dan sikap berserah diri telah rusak, Dia mengaruniakan jalan yang dalam dan tinggi itu hingga tingkat ini. Karena itu, kita harus bersyukur seribu kali. Sebab, hal ini cukup untuk menyelamatkan iman kita. Kita harus merasa senang dengan bagian yang telah kita pahami, serta berusaha menambahnya dengan membaca kembali. Salah satu rahasia mengapa hasyr tidak dapat dicapai dengan akal ialah: hasyr terbesar terjadi melalui Tajalli Ismul A'zham. Karena itu, dengan melihat dan memperlihatkan Tindakan-Tindakan Besar yang tampak melalui Tajalli Ismul A'zham dari Allah subhânahu serta Tajalli setiap Nama pada tingkatnya yang paling tinggi, hasyr terbesar dapat dibuktikan semudah musim semi, dipahami dengan keyakinan pasti, dan diimani berdasarkan penelitian. Dalam Kalimat Kesepuluh ini, melalui limpahan Al-Qur'an, hal itu dilihat serta diperlihatkan demikian. Jika tidak, akal yang dibiarkan sendiri dengan aturan-aturannya yang sempit dan kecil akan tak berdaya dan terpaksa mengikuti tanpa penelitian.

--

TAMBAHAN PENTING PADA KALIMAT KESEPULUH DAN BAGIAN PERTAMA LAMPIRANNYA

ﺑِﺴْﻢِ ﺍﻟﻠّٰﻪِ ﺍﻟﺮَّﺣْﻤٰﻦِ ﺍﻟﺮَّﺣ۪ﻴﻢِ ﻓَﺴُﺒْﺤَﺎﻥَ ﺍﻟﻠّٰﻪِ ﺣ۪ﻴﻦَ ﺗُﻤْﺴُﻮﻥَ ﻭَﺣ۪ﻴﻦَ ﺗُﺼْﺒِﺤُﻮﻥَ ٭ ﻭَﻟَﻪُ ﺍﻟْﺤَﻤْﺪُ ﻓِﻰ ﺍﻟﺴَّﻤٰﻮَﺍﺕِ وَالْاَرْضِ ﻭَﻋَﺸِﻴًّﺎ ﻭَﺣ۪ﻴﻦَ ﺗُﻈْﻬِﺮُﻭﻥَ ٭ ﻳُﺨْﺮِﺝُ ﺍﻟْﺤَﻰَّ ﻣِﻦَ ﺍﻟْﻤَﻴِّﺖِ ﻭَﻳُﺨْﺮِﺝُ ﺍﻟْﻤَﻴِّﺖَ ﻣِﻦَ ﺍﻟْﺤَﻰِّ ﻭَﻳُﺤْﻴِﻰ الْاَرْضَ ﺑَﻌْﺪَ ﻣَﻮْﺗِﻬَﺎ ﻭَﻛَﺬٰﻟِﻚَ ﺗُﺨْﺮَﺟُﻮﻥَ ٭ ﻭَﻣِﻦْ ﺍٰﻳَﺎﺗِﻪ۪ٓ ﺍَﻥْ ﺧَﻠَﻘَﻜُﻢْ ﻣِﻦْ ﺗُﺮَﺍﺏٍ ﺛُﻢَّ ﺍِﺫَٓﺍ ﺍَﻧْﺘُﻢْ ﺑَﺸَﺮٌ ﺗَﻨْﺘَﺸِﺮُﻭﻥَ ٭ ﻭَ ﻣِﻦْ ﺍٰﻳَﺎﺗِﻪ۪ٓ ﺍَﻥْ ﺧَﻠَﻖَ ﻟَﻜُﻢْ ﻣِﻦْ ﺍَﻧْﻔُﺴِﻜُﻢْ ﺍَﺯْﻭَﺍﺟًﺎ ﻟِﺘَﺴْﻜُﻨُٓﻮﺍ ﺍِﻟَﻴْﻬَﺎ ﻭَ ﺟَﻌَﻞَ ﺑَﻴْﻨَﻜُﻢْ ﻣَﻮَﺩَّﺓً ﻭَ ﺭَﺣْﻤَﺔً ﺍِﻥَّ ﻓ۪ﻰ ﺫٰﻟِﻚَ لَاٰيَاتٍ ﻟِﻘَﻮْﻡٍ ﻳَﺘَﻔَﻜَّﺮُﻭﻥَ ٭ ﻭَﻣِﻦْ ﺍٰﻳَﺎﺗِﻪ۪ ﺧَﻠْﻖُ ﺍﻟﺴَّﻤٰﻮَﺍﺕِ وَالْاَرْضِ وَاخْتِلَافُ ﺍَﻟْﺴِﻨَﺘِﻜُﻢْ ﻭَ ﺍَﻟْﻮَﺍﻧِﻜُﻢْ ﺍِﻥَّ ﻓ۪ﻰ ﺫٰﻟِﻚَ لَاٰيَاتٍ ﻟِﻠْﻌَﺎﻟِﻤ۪ﻴﻦَ ٭ ﻭَ ﻣِﻦْ ﺍٰﻳَﺎﺗِﻪ۪ ﻣَﻨَﺎﻣُﻜُﻢْ ﺑِﺎﻟَّﻴْﻞِ ﻭَ ﺍﻟﻨَّﻬَﺎﺭِ ﻭَﺍﺑْﺘِﻐَٓﺎﺅُﻛُﻢْ ﻣِﻦْ ﻓَﻀْﻠِﻪ۪ ﺍِﻥَّ ﻓ۪ﻰ ﺫٰﻟِﻚَ لَاٰيَاتٍ ﻟِﻘَﻮْﻡٍ ﻳَﺴْﻤَﻌُﻮﻥَ ٭ ﻭَ ﻣِﻦْ ﺍٰﻳَﺎﺗِﻪ۪ ﻳُﺮ۪ﻳﻜُﻢُ ﺍﻟْﺒَﺮْﻕَ ﺧَﻮْﻓًﺎ ﻭَ ﻃَﻤَﻌًﺎ ﻭَ ﻳُﻨَﺰِّﻝُ ﻣِﻦَ ﺍﻟﺴَّﻤَٓﺎﺀِ ﻣَٓﺎﺀً ﻓَﻴُﺤْﻴ۪ﻰ ﺑِﻪِ الْاَرْضَ ﺑَﻌْﺪَ ﻣَﻮْﺗِﻬَﺎ ﺍِﻥَّ ﻓ۪ﻰ ﺫٰﻟِﻚَ لَاٰيَاتٍ ﻟِﻘَﻮْﻡٍ ﻳَﻌْﻘِﻠُﻮﻥَ ٭ ﻭَﻣِﻦْ ﺍٰﻳَﺎﺗِﻪ۪ٓ ﺍَﻥْ ﺗَﻘُﻮﻡَ ﺍﻟﺴَّﻤَٓﺎﺀُ وَالْاَرْضُ ﺑِﺎَﻣْﺮِﻩ۪ ﺛُﻢَّ ﺍِﺫَﺍ ﺩَﻋَﺎﻛُﻢْ ﺩَﻋْﻮَﺓً ﻣِﻦَ الْاَرْضِ ﺍِﺫَٓﺍ ﺍَﻧْﺘُﻢْ ﺗَﺨْﺮُﺟُﻮﻥَ ٭ ﻭَ ﻟَﻪُ ﻣَﻦْ ﻓِﻰ ﺍﻟﺴَّﻤٰﻮَﺍﺕِ ﻭَ الْاَرْضِ ﻛُﻞٌّ ﻟَﻪُ ﻗَﺎﻧِﺘُﻮﻥَ ٭ ﻭَ ﻫُﻮَ ﺍﻟَّﺬ۪ﻯ ﻳَﺒْﺪَﺅُﺍ ﺍﻟْﺨَﻠْﻖَ ﺛُﻢَّ ﻳُﻌ۪ﻴﺪُﻩُ ﻭَ ﻫُﻮَ ﺍَﻫْﻮَﻥُ ﻋَﻠَﻴْﻪِ ﻭَﻟَﻪُ ﺍﻟْﻤَﺜَﻞُ الْاَعْلٰى ﻓِﻰ ﺍﻟﺴَّﻤٰﻮَﺍﺕِ وَالْاَرْضِ ﻭَﻫُﻮَ ﺍﻟْﻌَﺰ۪ﻳﺰُ ﺍﻟْﺤَﻜ۪ﻴﻢُ ٭ Suatu butir terbesar dan suatu bukti teragung dari ayat-ayat samawi yang besar ini, yang menunjukkan salah satu poros iman, serta dari bukti-bukti suci yang besar ini, yang membuktikan hasyr, akan dijelaskan dalam Sinar Kesembilan ini. Merupakan Perhatian Rabbani yang Lembut bahwa tiga puluh tahun yang lalu, Said Lama, di akhir karya bernama Muhakemat (Penalaran) yang ditulisnya sebagai pengantar tafsir, berkata, "Maksud Kedua: Dua ayat dalam Al-Qur'an yang menunjukkan hasyr akan ditafsirkan dan dijelaskan. ﻧَﺨُﻮ ﺑِﺴْﻢِ ﺍﻟﻠّٰﻪِ ﺍﻟﺮَّﺣْﻤٰﻦِ ﺍﻟﺮَّﺣ۪ﻴﻢِ," lalu berhenti dan belum dapat menulis lebih lanjut. Syukur dan pujian sebanyak bukti serta petunjuk hasyr bagi Khâliq-ku Yang Rahîm, karena tiga puluh tahun kemudian Dia mengaruniakan taufik. Ya, sembilan atau sepuluh tahun yang lalu, Dia menganugerahkan Kalimat Kesepuluh dan Kalimat Kedua Puluh Sembilan, yang merupakan dua bukti serta tafsir yang cemerlang dan sangat kuat bagi Titah Ilahi ﻓَﺎﻧْﻈُﺮْ ﺍِﻟٰٓﻰ ﺍٰﺛَﺎﺭِ ﺭَﺣْﻤَﺖِ ﺍﻟﻠّٰﻪِ ﻛَﻴْﻒَ ﻳُﺤْﻴِﻰ الْاَرْضَ ﺑَﻌْﺪَ ﻣَﻮْﺗِﻬَﺎ ﺍِﻥَّ ﺫٰﻟِﻚَ ﻟَﻤُﺤْﻴِﻰ ﺍﻟْﻤَﻮْﺗٰﻰ ﻭَﻫُﻮَ ﻋَﻠٰﻰ ﻛُﻞِّ ﺷَﻰْﺀٍ ﻗَﺪ۪ﻳﺮٌ, ayat pertama dari kedua ayat itu, dan membungkam para pengingkar. Sembilan dan sepuluh tahun setelah dua benteng kukuh iman kepada hasyr yang tidak dapat diserang itu, Dia juga mengaruniakan melalui risalah ini tafsir ayat kedua, yakni ayat-ayat besar yang disebutkan pada awal. Sinar Kesembilan ini terdiri atas sembilan maqam (bagian) yang luhur, yang ditunjukkan ayat-ayat tersebut, serta satu pengantar penting.

PENGANTAR

Pembahasan ini terdiri atas dua pokok. Dari begitu banyak manfaat bagi ruh serta hasil bagi kehidupan dari akidah hasyr, kita menjelaskan secara singkat satu hasil yang mencakup banyak hal, serta memperlihatkan betapa akidah itu diperlukan dan sangat penting bagi kehidupan manusia, khususnya kehidupan bersamanya. Dari begitu banyak bukti akidah iman kepada hasyr ini, kita juga memperlihatkan secara ringkas satu bukti yang menyeluruh, serta menyatakan betapa akidah hasyr itu jelas dan tidak diragukan. Pokok Pertama: Dari ratusan bukti bahwa akidah akhirat merupakan dasar utama kehidupan bersama serta kehidupan pribadi manusia, dan dasar kebahagiaan serta kesempurnaannya, kita hanya akan menunjukkan empat sebagai ukuran: Yang Pertama: Anak-anak, yang membentuk hampir separuh umat manusia, hanya melalui pemikiran tentang surga dapat bertahan menghadapi kematian dan wafat yang terlihat mengerikan serta membuat mereka menangis. Mereka dapat menemukan kekuatan batin dalam tubuhnya yang sangat lemah dan rapuh. Dalam keadaan ruhnya yang sangat tidak tahan dan cepat menangis karena apa pun, mereka dapat menemukan harapan melalui surga itu serta hidup dengan gembira. Misalnya, melalui pemikiran tentang surga, seorang anak berkata, "Adik kecilku atau temanku telah meninggal, menjadi burung surga. Ia berjalan-jalan di surga dan hidup lebih indah daripada kita." Jika tidak, kematian anak-anak seperti mereka serta orang dewasa di sekelilingnya setiap saat mengenai pandangan cemas anak-anak yang lemah dan tak berdaya itu. Hal ini akan menghancurkan daya tahan serta kekuatan batin mereka, dan bersama matanya membuat seluruh daya halusnya, seperti ruh, hati, dan akal, menangis sedemikian rupa, sehingga ia akan hancur atau menjadi hewan yang gila dan malang. Bukti Kedua: Orang-orang lanjut usia, yang dari satu segi merupakan separuh umat manusia, hanya melalui kehidupan akhirat dapat bertahan menghadapi kubur yang berada dekat dengan mereka. Mereka dapat menemukan penghiburan ketika kehidupannya yang sangat mereka perhatikan segera padam dan dunianya yang indah tertutup. Dalam ruh dan keadaan dirinya yang cepat terpengaruh serta menjadi seperti anak-anak, mereka hanya dapat menghadapi keputusasaan yang menyakitkan dan mengerikan akibat kematian serta kelenyapan dengan harapan akan kehidupan yang kekal. Jika tidak, orang-orang terhormat yang layak mendapat kasih sayang, para ayah dan ibu yang cemas serta sangat membutuhkan ketenangan dan istirahat hati itu akan merasakan ratapan ruh serta kegelisahan hati sedemikian rupa, sehingga dunia ini menjadi penjara gelap bagi mereka dan kehidupan menjadi azab yang penuh kesedihan.Bukti Ketiga: Para pemuda dan remaja, yang menjadi penopang kehidupan bersama manusia, hanya melalui pemikiran tentang neraka dapat menahan perasaan mereka yang sangat bergolak serta nafsu dan keinginan mereka yang berlebihan dari pelanggaran, kezaliman, serta perusakan, dan menjaga agar kehidupan bersama berlangsung dengan baik. Jika tidak ada kekhawatiran terhadap neraka, dengan kaidah "Yang menang berkuasa", para pemuda yang mabuk itu akan mengikuti keinginan mereka dan mengubah dunia menjadi neraka bagi orang-orang lemah serta tak berdaya yang malang. Mereka akan mengubah kemanusiaan yang luhur menjadi sifat hewan yang sangat rendah. Bukti Keempat: Pusat yang paling banyak menghimpun hubungan dan pegas yang paling mendasar dalam kehidupan dunia umat manusia, serta surga, tempat berlindung, dan benteng bagi kebahagiaan dunia, ialah kehidupan keluarga. Rumah setiap orang merupakan dunia kecilnya. Kehidupan dan kebahagiaan rumah serta keluarga itu hanya dapat terwujud dengan penghormatan yang tulus, sungguh-sungguh, dan setia, serta belas kasih yang sejati, penuh kasih sayang, dan rela berkorban. Penghormatan sejati dan belas kasih tulus ini hanya dapat terwujud dengan pemikiran serta keyakinan tentang persahabatan abadi, pendampingan yang tetap, kebersamaan selamanya, dan hubungan sebagai ayah, anak, saudara, serta teman satu sama lain dalam waktu tanpa batas dan kehidupan tanpa batas. Misalnya, seseorang berkata, "Istriku ini adalah pendamping hidupku yang tetap dalam alam abadi dan kehidupan abadi. Sekalipun sekarang ia telah tua dan buruk rupa, tidak menjadi masalah. Sebab, ia memiliki keindahan abadi yang akan datang. Demi persahabatan yang tetap seperti ini, aku rela melakukan setiap pengorbanan dan memberi belas kasih." Dengan berkata demikian, ia dapat menyambut istrinya yang tua dengan cinta, kasih sayang, serta belas kasih, seperti seorang bidadari yang indah. Jika tidak, persahabatan yang mengalami perpisahan dan keterpisahan abadi setelah kebersamaan lahir yang sangat singkat, satu atau dua jam, tentu hanya dapat memberi rasa iba kepada sesama seperti pada hewan, yang sangat lahiriah, sementara, dan tanpa dasar, serta belas kasih kiasan dan penghormatan buatan. Seperti pada hewan, kepentingan lain serta perasaan lain yang lebih kuat akan mengalahkan penghormatan dan belas kasih itu, lalu mengubah surga dunia tersebut menjadi neraka. Inilah salah satu dari ratusan hasil iman kepada kebangkitan yang berkaitan dengan kehidupan bersama manusia. Jika sisi dan manfaat lain dari ratusan sisi serta manfaat satu hasil ini dibandingkan dengan empat bukti tersebut, dapat dipahami bahwa terwujud dan terjadinya hakikat kebangkitan adalah pasti, sepasti hakikat luhur kemanusiaan serta kebutuhan manusia yang menyeluruh. Bahkan, hal itu lebih jelas dan lebih kuat memberitahukan keterwujudannya daripada kebutuhan dalam perut manusia menunjukkan serta bersaksi atas adanya makanan. Semua itu juga membuktikan bahwa jika hasil-hasil hakikat kebangkitan ini dikeluarkan dari kemanusiaan, hakikat kemanusiaan yang begitu penting, tinggi, dan hidup itu akan jatuh menjadi seperti bangkai kotor yang menjadi sarang kuman. Biarlah telinga para ahli masyarakat, politik, dan akhlak, yang sangat memperhatikan pemerintahan, akhlak, serta kehidupan bersama manusia, berdenging! Biarlah mereka datang: dengan apa mereka dapat mengisi kekosongan ini, dan dengan apa mereka dapat mengobati luka-luka yang dalam ini? Pokok Kedua: Dari bukti-bukti hakikat kebangkitan yang tanpa batas, pokok ini menjelaskan dengan sangat singkat satu bukti yang keluar dari ringkasan kesaksian rukun-rukun iman lainnya, sebagai berikut: Seluruh mukjizat yang menunjukkan risalah Nabi Muhammad ﷺ, seluruh bukti kenabiannya, serta seluruh bukti kebenarannya bersama-sama bersaksi dan membuktikan terwujudnya hakikat kebangkitan. Sebab, dalam seluruh kehidupannya, seluruh pernyataan sosok ini, setelah Keesaan Allah subhânahu, berpusat pada kebangkitan. Seluruh mukjizat dan bukti yang membenarkan seluruh nabi serta membuat mereka dibenarkan juga bersaksi atas hakikat yang sama. Dari kata ﻭَ ﺑِﺮُﺳُﻠِﻪ۪ datang suatu kesaksian; kesaksian ﻭَ ﻛُﺘُﺒِﻪ۪, yang membawa kesaksian itu ke tingkat yang sangat jelas, juga bersaksi atas hakikat yang sama, sebagai berikut: Terutama seluruh mukjizat, bukti, serta hakikat yang membuktikan kebenaran Al-Qur'an yang bahasanya merupakan mukjizat, bersama-sama bersaksi dan membuktikan terwujud serta terjadinya hakikat kebangkitan. Sebab, hampir sepertiga Al-Qur'an membahas kebangkitan, dan pada awal sebagian besar surah pendeknya terdapat ayat-ayat kebangkitan yang sangat kuat. Dengan ribuan ayatnya, secara terang dan melalui isyarat, Al-Qur'an memberitakan, membuktikan, serta memperlihatkan hakikat yang sama. Misalnya, pada awal tiga puluh atau empat puluh surah seperti ﺍِﺫَﺍ ﺍﻟﺸَّﻤْﺲُ ﻛُﻮِّﺭَﺕْ ٭ ﻳَٓﺎ ﺍَﻳُّﻬَﺎ ﺍﻟﻨَّﺎﺱُ ﺍﺗَّﻘُﻮﺍ ﺭَﺑَّﻜُﻢْ ﺍِﻥَّ ﺯَﻟْﺰَﻟَﺔَ ﺍﻟﺴَّﺎﻋَﺔِ ﺷَﻰْﺀٌ ﻋَﻈ۪ﻴﻢٌ ٭ ﺍِﺫَﺍ ﺯُﻟْﺰِﻟَﺖِ الْاَرْضُ ﺯِﻟْﺰَﺍﻟَﻬَﺎ ٭ ﺍِﺫَﺍ ﺍﻟﺴَّﻤَٓﺎﺀُ ﺍﻧْﻔَﻄَﺮَﺕْ ٭ ﺍِﺫَﺍ ﺍﻟﺴَّﻤَٓﺎﺀُ ﺍﻧْﺸَﻘَّﺖْ ٭ ﻋَﻢَّ ﻳَﺘَﺴَٓﺎﺀَﻟُﻮﻥَ ٭ ﻫَﻞْ ﺍَﺗٰﻴﻚَ ﺣَﺪ۪ﻳﺚُ ﺍﻟْﻐَﺎﺷِﻴَﺔِ, Al-Qur'an dengan seluruh kepastian memperlihatkan bahwa hakikat kebangkitan merupakan hakikat kainat yang paling penting dan harus ada. Ayat-ayat lainnya juga menjelaskan berbagai bukti hakikat itu serta meyakinkan. Satu isyarat dari satu ayat Kitab ini menghasilkan banyak kebenaran tentang ilmu dan alam dalam ilmu-ilmu Islam di depan mata kita. Dengan kesaksian serta pernyataan Kitab seperti ini, iman kepada kebangkitan tampak sejelas matahari. Mungkinkah iman itu tidak memiliki hakikat, seperti mengingkari matahari, bahkan seperti menganggap kainat tidak ada? Bukankah hal itu mustahil dan batil seratus kali? Kadang-kadang, agar satu isyarat seorang penguasa tidak menjadi dusta, suatu pasukan bergerak dan bertempur. Mungkinkah ribuan ucapan, janji, serta ancaman penguasa yang begitu sungguh-sungguh dan mulia itu ternyata dusta, atau tidak memiliki hakikat? Selama tiga belas abad tanpa terputus, Penguasa rohani Yang Agung ini memerintah, mendidik, dan mengatur ruh, akal, hati, serta nafsu tanpa batas dalam lingkup kebenaran dan hakikat. Satu isyaratnya saja cukup untuk membuktikan hakikat seperti ini. Setelah memperlihatkan serta membuktikan hakikat kebangkitan ini dengan ribuan pernyataan terang, bukankah azab neraka diperlukan bagi orang bodoh yang sangat tidak tahu dan tidak mengakui hakikat itu? Bukankah hal itu justru keadilan? Seluruh suhuf samawi dan kitab suci, yang masing-masing memerintah suatu zaman dan masa, juga menerima hakikat kebangkitan itu secara pasti. Sesuai abad dan zaman masing-masing, mereka menjelaskannya tanpa perincian, secara terselubung dan singkat, tetapi menyatakan serta membuktikannya dengan kuat. Dengan ribuan tanda tangan, semua itu membenarkan pernyataan Al-Qur'an, yang memerintah seluruh masa depan dan seluruh zaman serta menjelaskan dan membuktikan hakikat kebangkitan dengan perincian, penjelasan, dan pengulangan. Berkaitan dengan pembahasan ini, suatu bukti kebangkitan yang sangat kuat, ringkas, dan menghilangkan seluruh sangkaan, yang disebutkan dalam bentuk munajat pada akhir Risalah Munajat tentang kesaksian rukun-rukun lain, khususnya "rasul" dan "kitab", terhadap rukun "iman kepada hari akhir", masuk di sini secara persis. Dalam Munajat dikatakan demikian: Wahai Rabbku Yang Rahîm!Melalui pengajaran Rasul-Mu Yang Paling Mulia ﷺ serta pelajaran Al-Qur'an Al-Hakîm, aku memahami bahwa seluruh kitab suci dan nabi, terutama Al-Qur'an dan Rasul Yang Paling Mulia ﷺ, dengan ijmak dan kesepakatan bersaksi, menunjukkan, serta memberi isyarat bahwa Tajalli Nama-Nama-Mu yang memiliki Keagungan dan Keindahan, yang contoh-contohnya terlihat di dunia ini dan di segala penjuru, akan terus berlangsung lebih cemerlang selama-lamanya. Karunia-Mu, yang Tajalli-Tajallinya penuh Rahmat serta contoh-contohnya disaksikan dalam alam fana ini, akan terus ada dan kekal dengan cara yang lebih gemilang di negeri kebahagiaan. Para perindu, yang menyaksikannya dengan nikmat dan menemaninya dengan cinta dalam kehidupan dunia yang singkat ini, juga akan terus mendampingi serta berada bersamanya selama-lamanya. Para nabi, pemilik seluruh ruh yang bercahaya; para wali, pemuka seluruh hati yang terang; serta orang-orang yang teguh dalam kebenaran, sumber seluruh akal yang tajam dan bercahaya, terutama Rasul Yang Paling Mulia ﷺ dan Al-Qur'an Al-Hakîm, menyampaikan kabar gembira tentang kebahagiaan abadi kepada manusia. Mereka bersandar pada ratusan mukjizat yang jelas dan ayat yang pasti, serta ribuan Janji dan Ancaman yang Engkau ulangi berkali-kali dalam seluruh suhuf samawi dan kitab suci. Mereka juga percaya kepada Sifat-Sifat dan Syuunat-Mu yang Suci, yang menuntut akhirat, seperti Kudrat, Rahmat, Perhatian, Hikmah, Keagungan, serta Keindahan-Mu, juga kepada Kemuliaan Keagungan-Mu serta Kekuasaan Rububiyah-Mu. Mereka mendasarkan hal itu pada hakikat-hakikat yang tersingkap bagi mereka serta hal-hal yang mereka saksikan, yang semuanya tanpa batas dan memberitahukan jejak serta limpahan akhirat, serta pada keyakinan dan iman mereka yang berada pada tingkat ilmul yaqin dan ainul yaqin. Mereka memberitakan serta mengumumkan bahwa neraka ada bagi orang-orang sesat dan surga ada bagi orang-orang yang mendapat petunjuk. Mereka beriman dengan kuat dan bersaksi. Wahai Sang Qadîr Yang Hakîm! Wahai Ar-Rahmân Yang Rahîm! Wahai Yang Janji-Nya Benar lagi Karîm! Wahai Sang Qahhâr Dzul-Jalâl, Pemilik Kemuliaan, Kebesaran, dan Keagungan! Engkau Mahasuci ratusan ribu derajat serta Bebas dan Luhur pada derajat tanpa batas dari membuat begitu banyak sahabat-Mu yang jujur, begitu banyak Janji-Mu, serta begitu banyak Sifat dan Syuunat-Mu ternyata dusta lalu mendustakannya; dari mendustakan serta tidak melaksanakan tuntutan pasti Kekuasaan Rububiyah-Mu; dari menolak dan tidak mendengar doa serta permohonan tanpa batas tentang akhirat dari hamba-hamba-Mu yang diterima tanpa batas, yang Engkau cintai dan yang membuat diri mereka dicintai oleh-Mu dengan membenarkan serta menaati-Mu; dan dari membenarkan pengingkaran kebangkitan oleh orang-orang sesat serta kafir, yang melalui kekufuran, pembangkangan, dan pendustaan terhadap Janji-Mu menyentuh Kebesaran-Mu yang Agung, menyinggung Kemuliaan Keagungan-Mu, mengganggu Kehormatan Hak-Mu untuk disembah, serta menyakiti Kasih Sayang Rububiyah-Mu. Kami menyucikan Keadilan-Mu yang tanpa batas, Keindahan-Mu yang tanpa batas, serta Rahmat-Mu yang tanpa batas, pada derajat tanpa batas dari kezaliman dan keburukan tanpa batas seperti itu. Dengan seluruh kekuatan, kami beriman bahwa kesaksian para nabi, orang suci pilihan, dan wali, yang merupakan ratusan ribu utusan-Mu yang jujur serta penyeru Kekuasaan-Mu yang benar dan tanpa batas, adalah haq dan hakikat. Dalam bentuk haqqul yaqin, ainul yaqin, serta ilmul yaqin, mereka bersaksi atas khazanah Rahmat-Mu di akhirat, khazanah terpendam karunia-Mu dalam alam yang kekal, serta Tajalli Indah yang Menakjubkan dari Nama-Nama-Mu yang Indah, yang tampak sepenuhnya di negeri kebahagiaan. Isyarat mereka benar dan sesuai; kabar gembira mereka jujur dan terwujud. Mereka beriman bahwa sinar terbesar dari Nama "Al-Haqq", yang merupakan tempat kembali, matahari, dan pelindung seluruh hakikat, adalah hakikat kebangkitan yang terbesar ini. Dengan Perintah-Mu, mereka mengajarkannya kepada hamba-hamba-Mu dalam lingkup haq serta menyampaikannya sebagai hakikat itu sendiri. Wahai Rabb! Demi hak dan kehormatan pelajaran serta pengajaran mereka, berilah kami dan para pelajar Risale-i Nur iman yang paling sempurna serta Husnul Khatimah. Jadikanlah kami menerima syafaat mereka, amin! Sebagaimana seluruh dalil dan bukti yang membuktikan kebenaran Al-Qur'an, bahkan seluruh kitab samawi, serta seluruh mukjizat dan bukti yang membuktikan kenabian Kekasih Allah subhânahu ﷺ, bahkan seluruh nabi, secara tidak langsung menunjukkan terwujudnya akhirat yang merupakan pernyataan terbesar mereka, demikian pula sebagian besar dalil dan bukti yang bersaksi atas adanya Sang Wâjibul Wujûd serta ketauhidan secara tidak langsung bersaksi atas adanya dan dibukanya negeri kebahagiaan serta alam yang kekal, yang merupakan pusat dan tempat Tajalli terbesar Rububiyah serta Hak Allah subhânahu untuk disembah. Sebab, sebagaimana akan dijelaskan dan dibuktikan pada pembahasan-pembahasan berikutnya, keberadaan Zat Yang Wâjibul Wujûd, seluruh Sifat-Nya, sebagian besar Nama-Nya, serta Sifat dan Syuunat-Nya seperti Rububiyah, Hak untuk disembah, Rahmat, Perhatian, Hikmah, serta Keadilan menuntut akhirat pada tingkat keharusan, mengharuskan alam yang kekal pada tingkat kepastian harus adanya, serta menghendaki kebangkitan dan penyebaran untuk pahala serta hukuman sebagai suatu kebutuhan yang pasti. Ya, karena ada Allah subhânahu Yang Azali dan Abadi, tentu ada akhirat yang merupakan pusat abadi Kekuasaan Ilahi-Nya. Karena dalam alam serta makhluk hidup ini terdapat dan terlihat Rububiyah Mutlak yang sangat Megah, penuh Hikmah, dan penuh Kasih Sayang, tentu akan ada dan akan dimasuki negeri kebahagiaan abadi yang menyelamatkan Keagungan Rububiyah itu dari keruntuhan, Hikmah-Nya dari kesia-siaan, serta Kasih Sayang-Nya dari kekejaman. Karena Pemberian Nikmat, Karunia, Kelembutan, Kemurahan, Perhatian, serta Rahmat tanpa batas yang terlihat oleh mata ini menunjukkan kepada akal yang belum padam dan hati yang belum mati bahwa di balik tirai gaib terdapat Zat Yang Rahmân lagi Rahîm, tentu ada dan akan ada kehidupan yang kekal dalam alam yang kekal. Kehidupan itu menyelamatkan Pemberian Nikmat dari ejekan, Karunia dari penipuan, Perhatian dari permusuhan, Rahmat dari azab, serta Kelembutan dan Kemurahan dari pengkhianatan, dan membuat karunia menjadi karunia serta nikmat menjadi nikmat. Karena pada musim semi suatu Pena Kudrat bekerja tanpa lelah di depan mata kita, menulis seratus ribu buku satu di dalam yang lain tanpa salah pada halaman bumi yang sempit, dan Pemilik Pena itu telah berjanji serta berikrar seratus ribu kali, "Di suatu tempat luas, Aku akan menulis sebuah buku yang indah dan tidak akan mati, dengan lebih mudah daripada buku musim semi yang ditulis di tempat sempit ini secara bercampur serta satu di dalam yang lain, dan akan membuat kalian membacanya," lalu membicarakan buku itu dalam seluruh Firman-Nya, tentu dan pasti buku aslinya telah ditulis. Melalui kebangkitan dan penyebaran, catatan kakinya juga akan ditulis dan buku amal semua orang akan dicatat di dalamnya.Karena bumi ini, dari segi kemajemukan makhluk serta kedudukannya sebagai tempat tinggal, asal, pabrik, pameran, dan tempat berkumpul ratusan ribu jenis makhluk hidup serta makhluk berjiwa yang terus berubah, memiliki arti yang begitu besar sebagai hati, pusat, ringkasan, hasil, dan sebab penciptaan kainat ini, sehingga sekalipun kecil, bumi disejajarkan dengan langit yang besar; dalam Firman-Firman samawi selalu disebut ﺭَﺏُّ ﺍﻟﺴَّﻤٰﻮَﺍﺕِ ﻭَ الْاَرْضِ. Karena ada umat manusia yang menguasai seluruh bagian bumi seperti ini, mengelola sebagian besar makhluknya, menundukkan sebagian besar makhluk hidupnya serta membuatnya berkumpul di sekelilingnya, dan menata, memaparkan, serta menghiasi sebagian besar ciptaannya dengan begitu indah menurut ukuran keinginan dan aturan kebutuhannya. Manusia mengumpulkan serta menghias banyak jenisnya yang langka seperti daftar di tempat-tempat tertentu, sehingga menarik perhatian dan penghargaan bukan hanya manusia dan jin, tetapi juga penghuni langit serta kainat, dan menarik Pandangan kagum Pemilik kainat. Dengan demikian, umat manusia memperoleh arti serta nilai yang sangat besar. Melalui ilmu dan seninya, manusia menunjukkan bahwa dirinya merupakan hikmah penciptaan, hasil besar, dan buah berharga kainat ini, serta khalifah bumi. Karena dari segi dunia manusia memaparkan dan menata Seni penuh mukjizat Sang Pembuat alam dengan sangat indah, sekalipun membangkang dan kufur, ia dibiarkan di dunia, azabnya ditangguhkan, dan demi khidmah ini ia diberi waktu serta keberhasilan. Karena umat manusia seperti ini sangat lemah dan tak berdaya menurut keadaan serta penciptaannya, dan bersama ketidakberdayaan serta ketidakmampuannya mencukupi diri, memiliki kebutuhan serta derita tanpa batas; namun jauh di atas seluruh kemampuan dan kehendaknya terdapat Sang Pengelola Yang sangat Kuat, penuh Hikmah, serta penuh Kasih Sayang, yang mengubah bola bumi besar menjadi khazanah segala jenis mineral yang dibutuhkan manusia, lumbung segala jenis makanan, serta toko segala jenis barang yang menyenangkan manusia. Dia memperhatikan dan memberi makan umat manusia seperti ini, serta memberi apa yang dimintanya. Dan karena Rabb Yang demikian mencintai manusia, membuat manusia mencintai-Nya, Kekal, memiliki alam-alam yang kekal, menjalankan setiap pekerjaan dengan Keadilan, serta membuat segala sesuatu dengan Hikmah, sementara kehidupan dunia yang singkat, umur manusia yang sangat singkat, serta bumi yang sementara dan fana ini tidak dapat menampung Keagungan Kekuasaan Sang Penguasa Yang Azali itu serta Pemerintahan-Nya yang kekal selamanya. Kezaliman dan pembangkangan yang sangat besar di antara manusia, yang bertentangan dengan keteraturan, keadilan, keseimbangan, serta keindahan kainat, juga tetap tanpa hukuman di dunia ini. Pengkhianatan, pengingkaran, serta kekufuran terhadap Pemberi Nikmat dan Yang memberi mereka makan dengan Kasih Sayang juga tetap tanpa hukuman. Orang zalim yang kejam menjalani hidup dengan nyaman, sedangkan orang yang dizalimi dan tak berdaya menjalani umur dalam kesulitan. Padahal, hakikat Keadilan Mutlak yang karya-karyanya terlihat pada seluruh kainat ini sepenuhnya bertentangan dengan, tidak dapat menerima, dan tidak mengizinkan kesamaan antara orang zalim yang kejam serta orang yang dizalimi dan putus asa dalam kematian tanpa dibangkitkan kembali! Karena sebagaimana Pemilik kainat memilih bumi dari kainat, lalu umat manusia dari bumi, dan memberi kedudukan serta arti yang sangat besar, Dia juga memilih para nabi, wali, serta orang suci pilihan dari umat manusia. Mereka merupakan manusia sejati yang sesuai dengan tujuan Rububiyah-Nya serta membuat diri mereka dicintai oleh-Nya melalui iman dan penyerahan diri. Dia menjadikan mereka sahabat dan pihak yang Dia ajak berbicara, memuliakan mereka dengan mukjizat serta taufik, dan mengazab musuh-musuh mereka dengan tamparan samawi. Dari sahabat-sahabat yang berharga dan dicintai ini, Dia juga memilih Muhammad ﷺ, yang merupakan imam serta kebanggaan mereka. Selama berabad-abad, Dia menerangi separuh bumi yang penting serta seperlima umat manusia yang penting dengan cahaya beliau. Seakan-akan kainat ini diciptakan untuk beliau, seluruh tujuannya tampak melalui beliau, agama beliau, serta Al-Qur'an beliau. Beliau berhak dan layak menerima, selama waktu tanpa batas, upah atas khidmah-khidmah beliau yang begitu berharga dan tanpa batas, yang sepadan dengan hidup jutaan tahun. Namun, beliau diberi umur sangat singkat seperti enam puluh tiga tahun, dalam kesulitan serta perjuangan yang besar. Adakah kemungkinan, peluang, atau kelayakan sedikit pun bahwa pribadi itu bersama seluruh orang yang sebanding dengannya serta sahabat-sahabatnya tidak dibangkitkan, dan bahkan sekarang tidak hidup dalam ruh? Bahwa mereka musnah melalui pemusnahan abadi? Sekali-kali tidak, seratus ribu kali sekali-kali tidak, sama sekali tidak! Ya, seluruh kainat serta hakikat alam menyatakan kebangkitan beliau dan memohon kehidupan beliau kepada Pemilik kainat. Karena dalam Tanda Terbesar (Âyetü'l-Kübra), Sinar Ketujuh, tiga puluh tiga ijmak besar, yang masing-masing berkekuatan seperti gunung, telah membuktikan bahwa kainat ini keluar dari satu Tangan dan milik satu Zat. Semuanya memperlihatkan dengan jelas ketauhidan serta Ahadiyah-Nya, yang merupakan dasar Kesempurnaan Ilahi. Melalui ketauhidan dan Ahadiyah, seluruh kainat menjadi seperti prajurit penerima perintah serta petugas yang tunduk dari Zat Yang Wâhid itu. Dengan datangnya akhirat, Kesempurnaan-Nya selamat dari keruntuhan, Keadilan Mutlak-Nya dari kezaliman mutlak yang mengejek, Hikmah-Nya yang menyeluruh dari kesia-siaan yang bertindak bodoh, Rahmat-Nya yang luas dari penyiksaan yang bersifat main-main, serta Kemuliaan Kudrat-Nya dari ketidakberdayaan yang hina; semuanya tetap suci. Tentu, tentu, dan pasti, sesuai tuntutan hakikat-hakikat dalam delapan pernyataan "karena" ini, yang merupakan sebagian dari ratusan butir iman kepada Allah subhânahu, kiamat akan terjadi, kebangkitan dan penyebaran akan berlangsung, serta negeri hukuman dan pahala akan dibuka. Agar arti dan kedudukan bumi sebagai pusat, serta arti dan nilai manusia yang telah disebutkan, dapat terwujud. Agar Keadilan, Hikmah, Rahmat, serta Kekuasaan Sang Pengelola Yang Hakîm, Khâliq dan Rabb bumi serta manusia, yang telah disebutkan dapat tetap tegak. Agar sahabat dan perindu sejati Rabb Yang Kekal itu selamat dari pemusnahan abadi. Agar sahabat yang paling agung dan paling berharga di antara mereka menerima pahala atas khidmah sucinya yang membuat seluruh kainat senang serta berterima kasih. Agar Kesempurnaan Sang Penguasa Yang Mahakekal bebas dan suci dari kekurangan serta cacat, Kudrat-Nya dari ketidakberdayaan, Hikmah-Nya dari kebodohan, serta Keadilan-Nya dari kezaliman. Kesimpulannya,

karena Allah subhânahu ada, tentu akhirat ada... Sebagaimana tiga rukun iman tersebut, dengan seluruh dalil yang membuktikannya, bersaksi dan menunjukkan kebangkitan, dua rukun iman berupa ﻭَ ﺑِﻤَﻠٰﺌِﻜَﺘِﻪ۪ ﻭَ ﺑِﺎﻟْﻘَﺪَﺭِ ﺧَﻴْﺮِﻩ۪ ﻭَ ﺷَﺮِّﻩ۪ ﻣِﻦَ ﺍﻟﻠّٰﻪِ ﺗَﻌَﺎﻟٰﻰ juga mengharuskan kebangkitan serta dengan kuat bersaksi dan menunjukkan alam yang kekal, sebagai berikut: Adanya malaikat serta tugas ubudiyah mereka dibuktikan oleh seluruh dalil, juga oleh hal-hal yang disaksikan serta percakapan yang keduanya tanpa batas. Semua itu secara tidak langsung menunjukkan adanya alam ruh, alam gaib, alam yang kekal, alam akhirat, serta negeri kebahagiaan yang kelak diramaikan oleh jin dan manusia, juga surga dan neraka. Sebab, malaikat dapat melihat dan memasuki alam-alam itu dengan Izin Ilahi. Seluruh malaikat yang didekatkan kepada Allah subhânahu, seperti Jibril, yang bertemu dengan manusia, bersama-sama memberitakan adanya alam-alam tersebut serta bahwa mereka berkeliling di dalamnya. Sebagaimana kita mengetahui dengan jelas adanya benua Amerika yang tidak kita lihat melalui kabar orang-orang yang datang dari sana, melalui kabar malaikat yang memiliki kekuatan seratus kabar mutawatir kita juga harus beriman dengan kepastian yang sama kepada adanya alam yang kekal, negeri akhirat, surga, dan neraka. Demikian pula kita beriman. Seluruh dalil yang membuktikan rukun "iman kepada takdir" dalam Risalah Takdir (Risale-i Kader), Kalimat Kedua Puluh Enam, juga secara tidak langsung menunjukkan kebangkitan, pembentangan lembaran-lembaran, serta penimbangan amal dalam timbangan terbesar. Sebab, takdir segala sesuatu dicatat di depan mata kita pada lembaran keteraturan dan timbangan; perjalanan hidup setiap makhluk hidup ditulis dalam daya ingatan, biji, serta lembaran gambaran lainnya; dan buku amal setiap makhluk berjiwa, khususnya manusia, dicatat serta dimasukkan dalam lembaran-lembaran terjaga. Tentu Takdir yang begitu meliputi, penetapan yang penuh Hikmah, pencatatan yang teliti, serta penulisan yang memelihara catatan hanya dapat ditujukan kepada pahala dan hukuman yang tetap sebagai hasil pengadilan menyeluruh dalam pengadilan terbesar. Jika tidak, pencatatan dan penyimpanan yang meliputi serta sangat terperinci itu menjadi sepenuhnya tak bermakna dan tak berguna, bertentangan dengan Hikmah serta hakikat. Jika kebangkitan tidak datang, seluruh makna pasti dari kitab kainat ini, yang ditulis dengan Pena Takdir, akan rusak. Hal itu sama sekali tidak mungkin. Kemungkinan itu menjadi sesuatu yang mustahil, bahkan suatu igauan, seperti mengingkari adanya kainat ini. ~Kesimpulannya:

Lima rukun iman, dengan seluruh dalilnya, menunjukkan dan menghendaki, bersaksi dan menuntut terjadinya serta adanya kebangkitan dan penyebaran, juga adanya serta dibukanya negeri akhirat. Karena terdapat tiang-tiang serta bukti yang begitu besar dan tak tergoyahkan, yang sepenuhnya sesuai dengan besarnya hakikat kebangkitan, hampir sepertiga Al-Qur'an yang bahasanya merupakan mukjizat membahas kebangkitan dan akhirat. Al-Qur'an menjadikannya batu dasar serta landasan utama seluruh hakikatnya dan membangun segala sesuatu di atasnya. (Pengantar telah selesai.)

--