Risalah Nur — Bahasa Indonesia

BAGIAN KEDUA TAMBAHAN

Kalimat-Kalimat · Bahasa Indonesia

Di bagian ini

BAGIAN KEDUA TAMBAHAN

Dari sembilan maqam mengenai sembilan lapisan bukti kebangkitan yang ditunjukkan secara penuh mukjizat oleh ayat pada awal, "Maqam Pertama": ﻓَﺴُﺒْﺤَﺎﻥَ ﺍﻟﻠّٰﻪِ ﺣ۪ﻴﻦَ ﺗُﻤْﺴُﻮﻥَ ﻭَﺣ۪ﻴﻦَ ﺗُﺼْﺒِﺤُﻮﻥَ ٭ ﻭَﻟَﻪُ ﺍﻟْﺤَﻤْﺪُ ﻓِﻰ ﺍﻟﺴَّﻤٰﻮَﺍﺕِ وَالْاَرْضِ ﻭَﻋَﺸِﻴًّﺎ ﻭَﺣ۪ﻴﻦَ ﺗُﻈْﻬِﺮُﻭﻥَ ٭ ﻳُﺨْﺮِﺝُ ﺍﻟْﺤَﻰَّ ﻣِﻦَ ﺍﻟْﻤَﻴِّﺖِ ﻭَﻳُﺨْﺮِﺝُ ﺍﻟْﻤَﻴِّﺖَ ﻣِﻦَ ﺍﻟْﺤَﻰِّ ﻭَﻳُﺤْﻴِﻰ الْاَرْضَ ﺑَﻌْﺪَ ﻣَﻮْﺗِﻬَﺎ ﻭَﻛَﺬٰﻟِﻚَ ﺗُﺨْﺮَﺟُﻮﻥَ ٭. Akan dijelaskan serta diterangkan bukti cemerlang dan dalil pasti yang diperlihatkan di sini mengenai Firman kebangkitan dalam bagian ayat ini, insyaallah. {(Catatan kaki): Maqam itu belum ditulis. Pembahasan kehidupan masuk di sini karena hubungannya dengan kebangkitan. Namun, isyarat kepada rukun takdir pada akhir pembahasan kehidupan sangat halus dan dalam.} Dalam sifat kehidupan yang kedua puluh delapan telah dijelaskan bahwa kehidupan menghadap dan membuktikan enam rukun iman, serta mengisyaratkan bahwa semuanya terwujud. Ya, karena kehidupan merupakan hasil, inti, serta hikmah penciptaan yang paling penting dari kainat ini, tentu hakikat luhur itu tidak terbatas pada kehidupan dunia yang fana, sangat singkat, kurang, dan penuh derita ini. Sebaliknya, tujuan, hasil, serta buah yang layak bagi besarnya pohon kehidupan, yang besarnya hakikatnya dipahami melalui dua puluh sembilan sifat kehidupan, ialah kehidupan abadi, kehidupan akhirat, serta kehidupan dalam negeri kebahagiaan yang batu, pohon, dan tanahnya hidup. Jika tidak, pohon kehidupan yang diperlengkapi perangkat penting tanpa batas ini harus menjadi tanpa buah, tanpa manfaat, dan tanpa hakikat bagi makhluk berkesadaran, khususnya manusia. Manusia, yang dari segi modal serta perangkat, misalnya, dua puluh tingkat melebihi burung pipit, dan merupakan makhluk kainat serta makhluk hidup yang paling penting, tinggi, dan bernilai, akan jatuh dua puluh tingkat di bawah burung pipit dari segi kebahagiaan hidup, menjadi yang paling malang, paling hina, dan tak berdaya. Akal, yang merupakan nikmat paling berharga, juga terus melukai hati manusia dengan memikirkan kesedihan masa lampau serta ketakutan masa depan. Karena mencampurkan sembilan derita ke dalam satu kenikmatan, akal menjadi musibah yang paling menyakitkan. Hal ini batil seratus kali. Jadi, kehidupan dunia ini membuktikan rukun iman kepada akhirat secara pasti dan memperlihatkan lebih dari tiga ratus ribu contoh kebangkitan kepada mata kita pada setiap musim semi. Sang Pengelola Yang Qadîr menyiapkan serta mengirim pada waktunya seluruh kebutuhan dan perangkat yang diperlukan serta sesuai bagi kehidupanmu dalam tubuhmu, kebunmu, dan tanah airmu, dengan Hikmah, Perhatian, serta Rahmat. Bahkan, Dia mengetahui dan mendengar doa rezeki yang khusus serta juz'i dari perutmu, yang disampaikan dengan keinginan untuk tetap ada dan hidup. Dengan makanan lezat tanpa batas, Dia memperlihatkan pengabulan doa itu serta memuaskan perutmu. Mungkinkah Dia tidak mengetahui dan melihatmu serta tidak menyiapkan sebab-sebab yang diperlukan untuk kehidupan abadi, tujuan terbesar umat manusia? Mungkinkah Dia tidak mengabulkan doa untuk hidup kekal, yang paling besar, paling penting, paling layak, dan menyeluruh bagi umat manusia, dengan membangun kehidupan akhirat serta menciptakan surga? Mungkinkah Dia tidak mendengar doa bersama yang sangat kuat, yang menggema di arasy dan bumi, dari umat manusia yang merupakan makhluk terpenting kainat, bahkan penguasa serta hasil bumi; tidak memperhatikannya seperti Dia memperhatikan perut kecil, dan tidak membuatnya puas? Membuat Kesempurnaan Hikmah serta Rahmat-Nya yang tanpa batas diingkari? Sekali-kali tidak, seratus ribu kali sekali-kali tidak! Mungkinkah pula Dia mendengar suara yang sangat tersembunyi dari kehidupan yang paling kecil, mendengar deritanya, memberi obat, memanjakannya, memberinya makan dengan Perhatian serta Kepedulian sempurna, membuatnya dilayani dengan teliti, serta menjadikan makhluk-makhluk besar-Nya sebagai pelayan baginya, lalu tidak mendengar suara tinggi seperti bunyi langit dari kehidupan yang paling besar, berharga, kekal, dan dimanjakan? Tidak memperhatikan doa hidup kekalnya yang sangat penting, sikap manjanya, serta permohonannya? Seakan-akan Dia memperlengkapi dan mengatur satu prajurit dengan Perhatian sempurna, tetapi sama sekali tidak memperhatikan pasukan yang taat dan megah? Melihat zarah, tetapi tidak melihat matahari? Mendengar suara nyamuk, tetapi tidak mendengar guntur? Sekali-kali tidak, seratus ribu kali sekali-kali tidak!Dapatkah akal menerima bahwa Zat Yang Qadîr lagi Hakîm, Yang memiliki Rahmat dan Cinta tanpa batas, Kasih Sayang pada tingkat tertinggi, sangat mencintai Seni-Nya sendiri, membuat Diri-Nya dicintai, serta lebih mencintai mereka yang mencintai-Nya, memusnahkan kehidupan dan ruh, yang merupakan hakikat serta inti kehidupan, melalui kematian abadi, padahal kehidupan paling mencintai-Nya, menyenangkan, dicintai, dan secara fitrah menyembah Sang Pembuatnya? Mungkinkah Dia membuat pencinta dan kekasih yang disayangi-Nya itu menjauh serta marah kepada-Nya untuk selamanya, melukainya dengan mengerikan, lalu mengingkari dan membuat Rahasia Rahmat serta Cahaya Cinta-Nya diingkari? Sekali-kali tidak, seratus ribu kali sekali-kali tidak, sama sekali tidak! Keindahan Mutlak yang menghiasi kainat ini melalui Manifestasi-Nya serta Rahmat Mutlak yang menyenangkan seluruh makhluk tentu bebas dan suci pada derajat tanpa batas dari keburukan tanpa batas, kehinaan mutlak, kezaliman mutlak, serta kekejaman seperti itu. Hasilnya:

Karena ada kehidupan di dunia, tentu manusia yang memahami rahasia kehidupan dan tidak menyalahgunakan hidupnya akan mendapat kehidupan yang kekal dalam negeri yang kekal serta surga yang kekal. Kami beriman... Benda-benda berkilau di muka bumi bersinar melalui pantulan matahari. Gelembung pada permukaan laut bersinar lalu padam melalui kilauan cahaya. Gelembung yang datang setelahnya kembali menjadi cermin matahari-matahari kecil dalam gambaran, seperti gelembung yang telah berlalu. Semua itu jelas menunjukkan bahwa kilauan tersebut merupakan tajalli pantulan satu matahari di atas; dengan berbagai bahasa semuanya menyebut adanya matahari dan menunjukkannya dengan jari-jari cahaya. Demikian pula, melalui Manifestasi terbesar Nama Muhyî dari Zat Yang Hayy lagi Qayyûm, makhluk-makhluk hidup di muka daratan serta dalam lautan bersinar dengan Kudrat Ilahi. Agar memberi tempat kepada yang datang setelahnya, mereka mengucapkan "Ya Hayy" dan bersembunyi di balik tirai gaib. Mereka bersaksi dan memberi isyarat kepada Kehidupan serta kepastian harus adanya Zat Yang Hayy lagi Qayyûm, Pemilik Kehidupan Abadi. Seluruh dalil yang bersaksi atas Ilmu Ilahi, yang karya-Nya terlihat dalam penataan segala yang ada, seluruh bukti yang membuktikan Kudrat yang mengelola kainat, seluruh dalil yang membuktikan Kehendak serta Masyîah (Kehendak) yang berkuasa dalam penataan dan pengaturan kainat, seluruh tanda serta mukjizat yang membuktikan risalah-risalah, yang menjadi sarana Firman Rabbani serta Wahyu Ilahi, dan demikian pula seluruh dalil yang bersaksi atas tujuh Sifat Ilahi, bersama-sama menunjukkan, bersaksi, serta memberi isyarat kepada Kehidupan Zat Yang Hayy lagi Qayyûm. Sebab, jika dalam sesuatu terdapat penglihatan, terdapat pula kehidupan. Jika terdapat pendengaran, hal itu tanda kehidupan. Jika terdapat ucapan, hal itu menunjukkan adanya kehidupan. Jika terdapat pilihan dan kehendak, hal itu memperlihatkan kehidupan. Demikian pula, Sifat-Sifat seperti Kudrat Mutlak, Kehendak yang menyeluruh, serta Ilmu yang meliputi segala sesuatu, yang terbukti ada dengan pasti dan jelas melalui karya-karya yang tampak dalam kainat ini, dengan seluruh dalilnya bersaksi atas Kehidupan serta kepastian harus adanya Zat Yang Hayy lagi Qayyûm. Semuanya bersaksi atas Kehidupan Abadi-Nya, yang dengan satu bayangan-Nya menerangi seluruh kainat, dan dengan satu Manifestasi-Nya menghidupkan seluruh negeri akhirat beserta zarah-zarahnya. Kehidupan juga menghadap rukun "iman kepada malaikat" dan membuktikannya melalui isyarat. Sebab, kehidupan merupakan hasil terpenting dalam kainat, dan makhluk hiduplah yang paling banyak tersebar, yang salinannya diperbanyak karena nilainya, serta yang meramaikan rumah tamu bumi dengan rombongan-rombongan yang datang dan pergi; dan karena bola bumi penuh dengan begitu banyak jenis makhluk hidup, serta dengan Hikmah memperbarui dan memperbanyak jenis-jenis makhluk hidup secara terus-menerus, bumi setiap saat terisi dan kosong, bahkan dalam bahan-bahannya yang paling rendah serta membusuk makhluk hidup diciptakan dalam jumlah yang banyak, sehingga bumi menjadi tempat berkumpulnya hewan-hewan kecil; dan karena kesadaran dan akal, yang merupakan ringkasan kehidupan yang tersaring paling murni, serta ruh, yang merupakan intinya yang halus dan tetap, juga diciptakan di bumi dalam jumlah yang sangat banyak, seakan-akan bumi dihidupkan dan diramaikan dengan kehidupan, akal, kesadaran, serta ruh; tentu mustahil benda-benda langit yang lebih halus, lebih bercahaya, lebih besar, dan lebih penting daripada bumi tetap mati, tak bernyawa, tanpa kehidupan, dan tanpa kesadaran. Jadi, berdasarkan rahasia kehidupan, pasti ada penghuni yang berkesadaran, hidup, dan sesuai dengan langit, yang akan meramaikan langit, matahari, serta bintang; memberinya keadaan hidup; memperlihatkan hasil penciptaan langit; serta menerima Firman Allah subhânahu Yang Mahasuci. Mereka adalah malaikat. Rahasia hakikat kehidupan juga menghadap rukun "iman kepada para nabi" dan membuktikannya melalui isyarat. Ya, karena kainat diciptakan untuk kehidupan, dan kehidupan merupakan Manifestasi terbesar, Hiasan paling sempurna, serta Seni paling indah dari Sang Hayy lagi Qayyûm Yang Azali; karena Kehidupan Abadi memperlihatkan Diri-Nya melalui pengutusan rasul serta penurunan kitab; ya, jika tidak ada kitab dan nabi, Kehidupan Azali itu tidak diketahui; sebagaimana melalui ucapan seseorang dapat dipahami bahwa ia hidup, demikian pula yang akan memperlihatkan Kata-Kata serta Firman Zat Yang berbicara, berdialog, memerintah, melarang, dan menyapa di balik alam gaib yang berada di bawah tirai kainat ini ialah para nabi serta kitab-kitab yang diturunkan; tentu kehidupan dalam kainat, sebagaimana bersaksi dengan pasti atas kepastian harus adanya Sang Hayy Yang Azali, juga menghadap rukun-rukun "pengutusan rasul dan penurunan kitab", yang merupakan sinar, manifestasi, serta hubungan Kehidupan Azali itu, dan membuktikannya melalui isyarat. Khususnya, karena risalah Muhammad ﷺ serta wahyu Al-Qur'an berperan sebagai ruh dan akal kehidupan, dapat dikatakan bahwa kebenaran keduanya pasti seperti adanya kehidupan ini.Ya, sebagaimana kehidupan merupakan ringkasan yang tersaring dari alam semesta ini, kesadaran dan perasaan merupakan ringkasan kehidupan yang tersaring dari kehidupan, akal merupakan ringkasan kesadaran yang tersaring dari kesadaran serta perasaan, dan ruh merupakan inti kehidupan yang murni serta bersih, juga hakikatnya yang tetap dan mandiri, demikian pula kehidupan Muhammad ﷺ secara lahir dan rohani merupakan ringkasan dari seluruh ringkasan yang tersaring dari kehidupan serta ruh alam semesta. Risalah Muhammad ﷺ juga merupakan ringkasan paling murni yang tersaring dari perasaan, kesadaran, serta akal alam semesta. Bahkan, berdasarkan kesaksian pengaruhnya, kehidupan Muhammad ﷺ secara lahir dan rohani adalah kehidupan bagi kehidupan alam semesta; risalah Muhammad ﷺ adalah kesadaran serta cahaya bagi kesadaran alam semesta. Berdasarkan kesaksian hakikat-hakikatnya yang hidup, wahyu Al-Qur'an juga merupakan ruh kehidupan alam semesta serta akal kesadaran alam semesta. Ya, ya, ya! Jika cahaya risalah Muhammad ﷺ keluar dan pergi dari alam semesta, alam semesta akan meninggal. Jika Al-Qur'an pergi, alam semesta akan menjadi gila dan bola bumi akan kehilangan kepala serta akalnya. Bahkan, bumi akan membenturkan kepalanya yang telah tanpa kesadaran pada suatu planet dan mendatangkan kiamat. Kehidupan juga menghadap rukun "iman kepada takdir" dan membuktikannya melalui isyarat. Sebab, kehidupan merupakan cahaya alam yang terlihat dan meliputinya, merupakan hasil serta tujuan keberadaan, cermin yang paling banyak mencakup hal dari Khâliq alam semesta, serta contoh dan daftar paling sempurna dari Kegiatan Rabbani. Semoga tidak ada kesalahan dalam perumpamaan: kehidupan berperan sebagai sejenis rancangan. Karena itu, rahasia kehidupan menuntut keteraturan, susunan, keadaan diketahui, keadaan disaksikan, ketetapan, serta kesiapan menaati Perintah penciptaan, yang berperan sebagai kehidupan rohani bagi makhluk masa lampau dan masa depan, yakni alam gaib. Sebagaimana biji asal dan akar sebuah pohon, serta biji pada ujung dan buah-buahnya, juga memiliki sejenis kehidupan seperti pohon itu sendiri, bahkan memuat hukum kehidupan yang lebih halus daripada hukum kehidupan pohon itu; demikian pula benih dan akar yang ditinggalkan musim gugur yang lalu sebelum musim semi ini, serta biji dan akar yang akan ditinggalkan pada musim-musim semi mendatang setelah musim semi ini pergi, menampakkan kehidupan seperti musim semi ini dan tunduk pada hukum kehidupan. Demikian pula, seluruh cabang dan ranting pohon alam semesta masing-masing memiliki masa lampau serta masa depan. Masing-masing memiliki rangkaian yang tersusun dari bentuk dan keadaan masa lampau serta masa depan. Setiap jenis serta bagiannya memiliki banyak wujud dalam Ilmu Ilahi dengan berbagai bentuk, yang membentuk rangkaian wujud dalam Ilmu-Nya. Seperti wujud nyata, wujud dalam Ilmu-Nya juga memperlihatkan kehidupan menyeluruh secara rohani. Ketentuan-ketentuan kehidupan diambil dari lembaran-lembaran takdir yang bermakna dan hidup itu. Ya, alam ruh, yang merupakan salah satu jenis alam gaib, penuh dengan ruh yang merupakan kehidupan itu sendiri, bahan kehidupan, inti serta hakikat kehidupan. Tentu hal itu menghendaki dan mengharuskan bahwa kehidupan juga tampak pada jenis lain serta bagian kedua alam gaib, yang disebut masa lampau dan masa depan. Keteraturan paling sempurna, keadaan yang bermakna, serta buah dan bentuk yang hidup dalam wujud suatu hal di dalam Ilmu-Nya juga menunjukkan bahwa hal itu menerima sejenis kehidupan rohani. Ya, cara kehidupan tampak ini, yang merupakan cahaya matahari Kehidupan azali, tentu tidak dapat terbatas hanya pada alam yang terlihat, masa sekarang, serta wujud nyata ini. Sebaliknya, cahaya itu tampak pada setiap alam sesuai kemampuannya, dan alam semesta dengan seluruh alamnya hidup serta bercahaya melalui cahaya yang tampak itu. Jika tidak, sebagaimana terlihat dalam pandangan kesesatan, di bawah kehidupan sementara dan lahiriah, setiap alam akan menjadi jenazah besar yang mengerikan serta alam reruntuhan yang gelap. Jadi, suatu sisi luas rukun iman kepada takdir serta qada juga dipahami dan ditetapkan melalui rahasia kehidupan. Yakni, sebagaimana kehidupan alam yang terlihat serta benda-benda yang ada sekarang tampak melalui keteraturan dan hasilnya, makhluk-makhluk masa lampau dan masa depan yang dianggap bagian alam gaib juga memiliki wujud rohani yang secara rohani hidup serta ketetapan dalam Ilmu-Nya yang berjiwa. Melalui Lauh Qada dan Takdir, pengaruh kehidupan rohani itu terlihat dan tampak dengan nama ketentuan takdir.

--

BAGIAN KETIGA TAMBAHAN

~Sebuah pertanyaan mengenai kebangkitan:

Titah ﺍِﻥْ ﻛَﺎﻧَﺖْ اِلَّا ﺻَﻴْﺤَﺔً ﻭَﺍﺣِﺪَﺓً serta ﻭَﻣَٓﺎ ﺍَﻣْﺮُ ﺍﻟﺴَّﺎﻋَﺔِ اِلَّا ﻛَﻠَﻤْﺢِ ﺍﻟْﺒَﺼَﺮِ yang diulang dalam Al-Qur'an menunjukkan bahwa kebangkitan terbesar terwujud dalam sekejap, tanpa memerlukan waktu. Namun, akal yang sempit menginginkan contoh yang dapat disaksikan sebagai dasar untuk memahami dan menerima masalah yang menakjubkan tanpa batas serta tanpa bandingan ini. ~Jawaban:

Dalam kebangkitan, ada kedatangan ruh ke tubuh. Ada pula penghidupan tubuh. Ada pula tubuh yang dibentuk. Ada tiga masalah. Masalah Pertama: Contoh kedatangan ruh ke tubuhnya ialah berkumpulnya prajurit suatu pasukan yang sangat teratur dengan bunyi terompet yang nyaring, setelah mereka berpencar ke segala arah untuk beristirahat. Ya, sangkakala, yang merupakan terompet Israfil, tidak lebih rendah daripada terompet pasukan. Ruh-ruh yang, ketika berada di sisi masa-masa abadi dan dalam alam zarah, mendengar seruan ﺍَﻟَﺴْﺖُ ﺑِﺮَﺑِّﻜُﻢْ dari arah azali serta menjawab dengan ﻗَﺎﻟُﻮﺍ ﺑَﻠٰﻰ, tentu ribuan derajat lebih tunduk, teratur, dan taat daripada prajurit pasukan. Kalimat Ketiga Puluh juga telah membuktikan dengan dalil-dalil pasti bahwa bukan hanya ruh, bahkan seluruh zarah pun merupakan pasukan Allah subhânahu Yang Mahasuci serta prajurit penerima Perintah-Nya. Masalah Kedua: Contoh penghidupan tubuh ialah, dalam suatu kota yang sangat besar pada malam perayaan, seratus ribu lampu listrik menyala dan bercahaya dari satu pusat, seakan-akan tanpa memerlukan waktu, dalam sekejap. Demikian pula, mungkin diberikan cahaya kepada seratus juta lampu pada seluruh permukaan bola bumi dari satu pusat. Karena listrik, suatu makhluk Allah subhânahu serta pelayan dan penyedia cahaya dalam salah satu rumah tamu-Nya, menerima keadaan ini melalui pelajaran pemeliharaan serta keteraturan yang diperolehnya dari Khâliqnya, tentu kebangkitan terbesar dapat terwujud dalam sekejap mata, dalam lingkup hukum-hukum teratur Hikmah Ilahi yang diperagakan ribuan pelayan bercahaya seperti listrik.Masalah Ketiga, yakni contoh tubuh-tubuh dibentuk sekaligus, ialah: dalam beberapa hari pada musim semi, seluruh daun pada semua pohon, yang seribu kali lebih banyak daripada seluruh umat manusia, dibentuk sekaligus dengan sempurna seperti musim semi sebelumnya. Seluruh bunga, buah, serta daun pada semua pohon juga diciptakan secepat kilat, seperti hasil musim semi yang lalu. Benih kecil, biji, serta akar tanpa batas, yang menjadi awal musim semi itu, bangun, berkembang, dan hidup sekaligus bersama-sama. Seluruh jenazah pohon, seperti orang mati yang berdiri hanya berupa tulang, dengan satu Perintah sekaligus menerima "kebangkitan setelah kematian" dan tersebar. Anggota tanpa batas dari golongan hewan-hewan kecil juga dihidupkan dengan seni yang sangat tinggi. Khususnya, kelompok-kelompok lalat dibangkitkan. Terutama kelompok di depan mataku, yang terus membersihkan wajah, mata, serta sayapnya, mengingatkan kita kepada wudu dan kebersihan, dan membelai wajah kita; anggota kelompok ini yang tersebar dalam satu tahun lebih banyak daripada seluruh anak Adam sejak masa Adam. Meskipun demikian, pada setiap musim semi, bersama kelompok-kelompok lain, mereka dibentuk, dihidupkan, serta dibangkitkan dalam beberapa hari. Semua itu tentu bukan satu contoh, melainkan ribuan contoh bagi tubuh-tubuh manusia dibentuk pada kiamat. Ya, karena dunia adalah negeri Hikmah dan akhirat adalah negeri Kudrat, menjadi tuntutan Hikmah Rabbani bahwa penciptaan benda-benda di dunia berlangsung agak bertahap dan melalui waktu, sesuai tuntutan banyak Nama seperti Hakîm, Murattib, Mudabbir, serta Murabbî. Di akhirat, demi memperlihatkan Kudrat dan Rahmat lebih daripada Hikmah, benda-benda dibentuk sekaligus tanpa menyisakan kebutuhan akan bahan, jangka waktu, masa, serta penantian. Dengan memberi isyarat bahwa pekerjaan yang dilakukan di sini dalam satu hari dan satu tahun dibentuk di akhirat dalam sekejap, dalam sekilas, Al-Qur'an yang bahasanya merupakan mukjizat menyampaikan Firman ﻭَﻣَٓﺎ ﺍَﻣْﺮُ ﺍﻟﺴَّﺎﻋَﺔِ اِلَّا ﻛَﻠَﻤْﺢِ ﺍﻟْﺒَﺼَﺮِ ﺍَﻭْ ﻫُﻮَ ﺍَﻗْﺮَﺏُ. Jika engkau ingin memahami datangnya kebangkitan dengan kepastian seperti datangnya musim semi berikutnya, lihatlah dan amatilah dengan teliti Kalimat Kesepuluh serta Kalimat Kedua Puluh Sembilan tentang kebangkitan. Jika engkau tidak meyakininya seperti datangnya musim semi, marilah, tusukkan jarimu ke mataku. Adapun Masalah Keempat, yakni kematian dunia serta terjadinya kiamat, sebuah planet atau komet dengan Perintah Rabbani dapat menabrak bola bumi kita, rumah tamu kita, dalam sekejap dan menghancurkan rumah kita ini. Seperti istana yang dibangun dalam sepuluh tahun dihancurkan dalam satu menit...

--

BAGIAN KEEMPAT TAMBAHAN

ﻗَﺎﻝَ ﻣَﻦْ ﻳُﺤْﻴِﻰ ﺍﻟْﻌِﻈَﺎﻡَ ﻭَﻫِﻰَ ﺭَﻣ۪ﻴﻢٌ ٭ ﻗُﻞْ ﻳُﺤْﻴ۪ﻴﻬَﺎ ﺍﻟَّﺬ۪ٓﻯ ﺍَﻧْﺸَﺎَﻫَٓﺎ ﺍَﻭَّﻝَ ﻣَﺮَّﺓٍ ﻭَﻫُﻮَ ﺑِﻜُﻞِّ ﺧَﻠْﻖٍ ﻋَﻠ۪ﻴﻢٌ Yakni, manusia berkata, "Siapa yang akan menghidupkan tulang-tulang yang telah lapuk?" Engkau katakan, "Yang membentuknya pada awal dan memberinya kehidupan, Dialah yang akan menghidupkannya." Sebagaimana digambarkan dalam perumpamaan ketiga dari Hakikat Kesembilan pada Kalimat Kesepuluh, seseorang membentuk kembali pasukan besar dalam satu hari di depan mata. Jika orang lain berkata, "Orang ini dapat mengumpulkan dengan satu terompet suatu batalion yang prajuritnya berpencar untuk beristirahat, dan membawa mereka ke dalam tatanan batalion," lalu engkau, wahai manusia, berkata, "Aku tidak percaya," engkau mengetahui betapa gilanya pengingkaran itu. Demikian pula, Zat Yang Qadîr lagi Alîm, dari tidak ada, membentuk kembali tubuh-tubuh yang laksana batalion dari seluruh hewan serta makhluk hidup lain yang laksana pasukan. Dengan keteraturan sempurna dan timbangan Hikmah, Dia mencatat serta menempatkan zarah dan daya halus tubuh-tubuh itu melalui "Perintah kun fayakûn". Pada setiap abad, bahkan setiap musim semi, Dia menciptakan ratusan ribu jenis serta golongan makhluk hidup laksana pasukan di muka bumi. Dapatkah dikatakan dengan menganggapnya tidak masuk akal, "Bagaimana Dia dapat mengumpulkan zarah-zarah dasar serta bagian-bagian asli tubuh, yang telah saling mengenal ketika berada dalam tatanan satu tubuh laksana batalion, dengan satu seruan, melalui terompet sangkakala Israfil?" Jika dikatakan, itu adalah kegilaan yang bodoh. Kadang-kadang Al-Qur'an menyebut Perbuatan-Perbuatan Allah subhânahu yang menakjubkan di dunia sebagai persiapan agar hati menerima Perbuatan-Perbuatan-Nya yang luar biasa di akhirat, serta sebagai bekal agar pikiran siap membenarkannya. Atau, Al-Qur'an menyebut Perbuatan-Perbuatan Ilahi yang menakjubkan pada masa depan dan akhirat dengan cara yang membuat kita yakin melalui banyak padanannya yang kita saksikan. Misalnya, ﺍَﻭَ ﻟَﻢْ ﻳَﺮَ الْاِنْسَانُ ﺍَﻧَّﺎ ﺧَﻠَﻘْﻨَﺎﻩُ ﻣِﻦْ ﻧُﻄْﻔَﺔٍ ﻓَﺎِﺫَﺍ ﻫُﻮَ ﺧَﺼ۪ﻴﻢٌ ﻣُﺒ۪ﻴﻦٌ hingga akhir surah... Dalam pembahasan ini, Al-Qur'an Al-Hakîm membuktikan kebangkitan dalam tujuh atau delapan bentuk, dengan berbagai cara. Mula-mula, Al-Qur'an menghadapkan perhatian kepada penciptaan pertama. Al-Qur'an berkata: Kalian melihat pertumbuhan kalian dari nutfah (mani) ke alaqah (gumpalan), dari alaqah ke mudghah (daging), dari mudghah hingga penciptaan manusia. Bagaimana kalian mengingkari penciptaan berikutnya? Hal itu serupa dengan yang pertama, bahkan lebih mudah. Allah subhânahu juga menunjukkan karunia-karunia-Nya yang besar kepada manusia dengan kata ﺍَﻟَّﺬ۪ﻯ ﺟَﻌَﻞَ ﻟَﻜُﻢْ ﻣِﻦَ ﺍﻟﺸَّﺠَﺮِ الْاَخْضَرِ ﻧَﺎﺭًﺍ dan berkata, "Zat yang memberi kalian nikmat seperti ini tidak membiarkan kalian sesuka hati, sehingga masuk ke kubur dan berbaring tanpa pernah bangkit." Melalui isyarat, Al-Qur'an juga berkata: Kalian melihat pohon-pohon mati hidup dan menghijau. Kalian gagal membandingkan hal itu dengan tulang-tulang yang seperti kayu kembali hidup, lalu menganggapnya tidak masuk akal.Apakah Yang menciptakan langit dan bumi akan tak berdaya memberi kehidupan dan kematian kepada manusia, buah langit dan bumi? Apakah Yang mengatur pohon besar tidak memedulikan buah pohon itu dan menyerahkannya sebagai milik pihak lain? Apakah kalian mengira Dia meninggalkan hasil seluruh pohon, lalu menjadikan pohon penciptaan, yang seluruh bagiannya diolah dengan Hikmah, sia-sia dan percuma? Al-Qur'an berkata: Zat Yang akan menghidupkan kalian pada kebangkitan ialah Zat Yang seluruh kainat menjadi seperti prajurit penerima Perintah-Nya, menunduk dengan kepatuhan sempurna terhadap "Perintah kun fayakûn". Menciptakan satu musim semi semudah satu bunga bagi-Nya. Menciptakan seluruh hewan semudah menciptakan seekor lalat bagi Kudrat-Nya. Terhadap Zat seperti itu, tidak dapat diucapkan ﻣَﻦْ ﻳُﺤْﻴِﻰ ﺍﻟْﻌِﻈَﺎﻡَ untuk menantang Kudrat-Nya dengan anggapan bahwa Dia tidak mampu. Kemudian, melalui ungkapan ﻓَﺴُﺒْﺤَﺎﻥَ ﺍﻟَّﺬ۪ﻯ ﺑِﻴَﺪِﻩ۪ ﻣَﻠَﻜُﻮﺕُ ﻛُﻞِّ ﺷَﻰْﺀٍ, Al-Qur'an menunjukkan bahwa Dia adalah Sang Qadîr Dzul-Jalâl, yang kendali segala sesuatu berada di Tangan-Nya dan kunci segala sesuatu berada di sisi-Nya; Dia membalik malam dan siang serta musim dingin dan musim panas semudah halaman-halaman sebuah buku; seperti dua tempat tinggal, Dia menutup dunia dan membuka akhirat. Karena demikian, sebagai hasil seluruh dalil, ﻭَ ﺍِﻟَﻴْﻪِ ﺗُﺮْﺟَﻌُﻮﻥَ, yakni Dia akan menghidupkan kalian dari kubur, membawa kalian ke tempat hasyr, serta memperhitungkan amal kalian di hadirat Kebesaran-Nya. Ayat-ayat ini menyiapkan pikiran untuk menerima kebangkitan dan juga menyiapkan hati. Sebab, melalui Perbuatan-Perbuatan di dunia, ayat-ayat itu juga memperlihatkan padanannya. Kadang-kadang Al-Qur'an menyebut Perbuatan-Perbuatan-Nya di akhirat dengan cara yang membuat padanannya di dunia terasa, agar tidak tersisa ruang untuk menganggapnya tidak masuk akal dan mengingkarinya. Misalnya, ﺍِﺫَﺍ ﺍﻟﺸَّﻤْﺲُ ﻛُﻮِّﺭَﺕْ ﺍِﻟٰﻰ ﺍٰﺧِﺮِ, ﺍِﺫَﺍ ﺍﻟﺴَّﻤَٓﺎﺀُ ﺍﻧْﻔَﻄَﺮَﺕْ ﺍِﻟٰﻰ ﺍٰﺧِﺮِ, dan ﺍِﺫَﺍ ﺍﻟﺴَّﻤَٓﺎﺀُ ﺍﻧْﺸَﻘَّﺖْ. Dalam surah-surah ini, perubahan-perubahan besar serta Tasarruf-Tasarruf Rububiyah pada kiamat dan kebangkitan disebut dengan cara yang membuat manusia mudah menerima perubahan yang menggetarkan hati dan tidak tertampung dalam akal itu. Sebab, manusia melihat padanannya di dunia, misalnya pada musim gugur dan musim semi. Bahkan sekadar menunjukkan ringkasan makna tiga surah ini akan sangat panjang. Karena itu, kita akan memperlihatkan satu kata saja sebagai contoh. Misalnya, melalui kata ﺍِﺫَﺍ ﺍﻟﺼُّﺤُﻒُ ﻧُﺸِﺮَﺕْ dinyatakan bahwa pada kebangkitan seluruh amal setiap orang dibentangkan tertulis dalam satu halaman. Masalah ini sendiri sangat menakjubkan, sehingga akal tidak dapat menemukan jalan kepadanya. Namun, sebagaimana ditunjukkan surah itu, pada kebangkitan musim semi terdapat padanan bagi pokok-pokok lainnya, dan padanan bagi pembentangan lembaran-lembaran ini sangat jelas. Sebab, setiap pohon berbuah dan tumbuhan berbunga memiliki amal, tindakan, serta tugas. Mereka juga memiliki ubudiyah sesuai cara mereka bertasbih dengan memperlihatkan Asma Ilahi. Seluruh amal beserta riwayat hidup mereka ditulis dalam seluruh biji serta benih kecilnya, lalu keluar pada musim semi lain dan tanah lain. Dengan bahasa bentuk serta rupa yang diperlihatkan, mereka menyebut amal induk dan asalnya dengan sangat fasih; melalui cabang, ranting, daun, bunga, serta buahnya, mereka membentangkan catatan amalnya. Yang menjalankan pekerjaan ini di depan mata kita dengan penuh Hikmah, menjaga, mengatur, mendidik, serta berlaku lembut, Dialah Yang berkata, ﺍِﺫَﺍ ﺍﻟﺼُّﺤُﻒُ ﻧُﺸِﺮَﺕْ. Bandingkan pokok-pokok lain dengan ini dan simpulkanlah jika engkau mampu. Untuk membantumu, kita akan menyampaikan ini pula: ﺍِﺫَﺍ ﺍﻟﺸَّﻤْﺲُ ﻛُﻮِّﺭَﺕْ. Firman ini, melalui kata takwir, yakni makna membungkus dan mengumpulkan, menunjukkan perumpamaan yang cemerlang serta mengisyaratkan padanannya. Yang Pertama: Ya, Allah subhânahu membuka tirai keadaan tidak ada, eter (medium), serta langit, lalu mengeluarkan lampu laksana berlian yang menerangi dunia seperti matahari dari Khazanah Rahmat-Nya dan memperlihatkannya kepada dunia. Setelah dunia ditutup, Dia akan membungkus berlian itu dalam tirai-tirainya dan mengangkatnya. Yang Kedua: Atau, matahari merupakan petugas yang diberi tugas menyebarkan barang dagangan berupa cahaya, serta membungkus kepala bumi dengan cahaya bergantian dengan gelap. Sebagaimana setiap petang petugas itu dibuat mengumpulkan dan menyembunyikan barang dagangannya, kadang melalui tirai awan perdagangannya dikurangi; kadang bulan menjadi tirai di depan wajahnya, sehingga perdagangannya dikurangi sampai batas tertentu. Sebagaimana barang dagangan serta buku transaksi dagangnya dikumpulkan, tentu petugas itu suatu saat akan lepas dari tugas tersebut. Bahkan, jika tidak terdapat sebab pemberhentian lainnya, dua bintik pada wajahnya yang sekarang kecil tetapi mulai membesar akan membesar. Dengan Perintah Rabbani, cahaya yang melalui Izin Ilahi telah dibungkuskan matahari pada kepala bumi ditarik kembali dan dibungkuskan pada kepala matahari. Dia berkata kepadanya, "Ayo, tidak ada lagi pekerjaanmu di bumi. Pergilah ke neraka; bakarlah mereka yang menyembahmu dan dengan tidak setia menghina petugas yang tunduk sepertimu." Dengan wajah hitamnya yang berbintik, matahari membaca Firman ﺍِﺫَﺍ ﺍﻟﺸَّﻤْﺲُ ﻛُﻮِّﺭَﺕْ pada wajahnya.

--