Risalah Nur — Bahasa Indonesia

Lem'a Ketiga Puluh Satu

Kilau-Kilau · Bahasa Indonesia

Di bagian ini

Lem'a Ketiga Puluh Satu

Telah dibagi menjadi Sinar-Sinar. Tiga belas Sinar telah ditulis, dan sebagian belum ditulis. Akan diterbitkan sebagai kumpulan tersendiri dengan nama “Şuâlar” (Sinar-Sinar). {Catatan: Kemudian, dengan persetujuan Ustad kami, Sinar Keempat Belas dinamai Afyon Mahkemesi Müdafaası (Pembelaan di Pengadilan Afyon) beserta surat-suratnya, dan Sinar Kelima Belas dinamai “El-Hüccetü'z-Zehra”, lalu diterbitkan.

Orang-orang yang berkhidmah kepada Bedîüzzaman}

Lem'a Ketiga Puluh Dua

Merupakan karya terakhir Said Lama, ditulis selama dua puluh hari pada Ramadan, berupa risalah “Lemaat” yang datang dengan sendirinya dalam bentuk sajak. Telah diterbitkan dalam kumpulan “Sözler”.

Lem'a Ketiga Puluh Tiga

Merupakan tulisan yang pertama tampak dalam hati Said Baru pada taraf menyaksikan langsung hakikat, dan dalam ungkapan Arab terdiri atas Katre, Habbe, Şemme, Zerre, Hubab, Zühre, Şule, serta tambahan-tambahannya. Telah diterbitkan dengan nama “Risale-i Nur Külliyatı'ndan Mesnevî-i Nuriye” (Mesnevi Nur dari Kumpulan Risale-i Nur).

Munajat

Yâ İlahî ve yâ Rabbî!

Dengan mata iman, ajaran dan cahaya Al-Qur'an, pelajaran Rasul Yang Paling Mulia ﷺ, serta petunjuk Nama Hakîm, aku melihat bahwa tidak ada perputaran dan gerakan di langit yang, melalui keteraturannya seperti ini, tidak menunjuk serta memberi petunjuk kepada Wujud⁠-⁠Mu.

Tidak ada benda langit yang, melalui diamnya, pelaksanaan tugasnya tanpa kebisingan, serta tetap berada tanpa tiang, tidak memberi kesaksian dan isyarat kepada Rububiyah serta Keesaan⁠-⁠Mu.

Tidak ada bintang yang, melalui penciptaannya yang seimbang, kedudukannya yang teratur, senyumnya yang bercahaya, serta cap kesamaan dan keserupaannya dengan seluruh bintang, tidak memberi isyarat serta kesaksian kepada Keagungan Keilahian dan Keesaan⁠-⁠Mu.

Dari dua belas planet, tidak ada bintang pengembara yang, melalui gerakannya yang penuh hikmah, ketundukannya yang taat, tugasnya yang teratur, serta satelit-satelitnya yang penting, tidak bersaksi atas niscayanya Wujud⁠-⁠Mu dan memberi isyarat kepada Kekuasaan Keilahian⁠-⁠Mu!

Ya, sebagaimana langit beserta penghuninya masing-masing bersaksi sendiri, demikian pula sebagai keseluruhan mereka bersaksi dengan begitu jelas, pada taraf yang nyata, atas niscayanya Wujud⁠-⁠Mu—wahai Pencipta Yang Menciptakan bumi dan langit! Mereka juga bersaksi dengan begitu kuat atas Keesaan dan Ketunggalan⁠-⁠Mu—wahai Yang Mengatur serta Mengurus zarah beserta gabungannya yang teratur, memutar planet-planet beserta satelitnya yang tersusun, dan membuatnya menaati Perintah⁠-⁠Mu! Bukti-bukti bercahaya dan dalil-dalil terang sebanyak bintang pada wajah langit membenarkan kesaksian tersebut.

Langit yang suci, bersih, dan indah ini, melalui benda-bendanya yang luar biasa besar serta cepat, juga memperlihatkan keadaan suatu pasukan yang teratur dan suatu armada kerajaan yang dihias lampu-lampu listrik. Melalui hal ini, langit dengan jelas menunjukkan Keagungan Rububiyah⁠-⁠Mu serta Kebesaran Kudrat⁠-⁠Mu yang mengadakan segala sesuatu; memberi isyarat kuat kepada luasnya Kekuasaan⁠-⁠Mu yang meliputi langit tidak terbatas, serta Rahmat⁠-⁠Mu yang merangkul setiap makhluk hidup; dan bersaksi tanpa ragu bahwa Ilmu⁠-⁠Mu berkaitan dengan seluruh urusan serta sifat makhluk langit, menggenggam dan menatanya, mencakup segala sesuatu, dan bahwa Hikmah⁠-⁠Mu meliputi setiap urusan. Kesaksian serta petunjuk itu begitu jelas sehingga seakan-akan bintang merupakan kata-kata kesaksian dari langit yang menjadi saksi dan dalil-dalil bercahaya yang mengambil bentuk nyata.

Bintang-bintang di lapangan, lautan, dan ruang langit, melalui keadaan seperti prajurit taat, kapal teratur, pesawat luar biasa, dan lampu menakjubkan, juga memperlihatkan Gemerlap Kekuasaan Keilahian⁠-⁠Mu.

Melalui petunjuk dan pengingat dari tugas matahari kita, salah satu bintang dalam pasukan tersebut, pada planet-planetnya dan bumi kita, sebagian bintang yang menjadi teman matahari berkaitan dengan alam-alam akhirat. Mereka tidak tanpa tugas, melainkan merupakan matahari alam-alam yang kekal.

Wahai Vâcibü'l-vücud! Wahai Sang Wâhid lagi Ahad!

Bintang-bintang luar biasa, matahari-matahari menakjubkan, dan bulan-bulan ini ditundukkan, ditata, serta diberi tugas dalam Kerajaan⁠-⁠Mu, langit⁠-⁠Mu, melalui Perintah, Kekuatan, Kudrat, Pengaturan, dan cara⁠-⁠Mu Mengurus. Seluruh benda tinggi itu bertasbih dan bertakbir kepada satu Khâliq yang menciptakan, memutar, serta mengurusnya. Melalui bahasa keadaan, mereka berkata, “Sübhanallah, Allahu ekber”.

Dengan seluruh tasbih mereka, aku pun menyatakan Kemahasucian⁠-⁠Mu, wahai Yang Tersembunyi karena Engkau tampak begitu Jelas, dan wahai Yang Tersembunyi karena besarnya Keagungan⁠-⁠Mu, Sang Qadîr Dzul-Jalâl!

Wahai Sang Qadîr Mutlak!

Melalui pelajaran Al-Qur'an Al-Hakîm milik⁠-⁠Mu dan ajaran Rasul Yang Paling Mulia ﷺ, kupahami: sebagaimana langit dan bintang bersaksi atas Wujud dan Keesaan⁠-⁠Mu, demikian pula ruang langit, melalui awan, kilat, guntur, angin, dan hujannya, bersaksi atas niscayanya Wujud⁠-⁠Mu serta Keesaan⁠-⁠Mu.

Ya, awan yang tak bernyawa dan tidak sadar mengirim hujan, air kehidupan, untuk membantu makhluk hidup yang membutuhkan, hanya melalui Rahmat dan Hikmah⁠-⁠Mu. Kebetulan yang kacau tidak dapat ikut campur.

Kilat, yang merupakan listrik terbesar serta menunjuk manfaatnya untuk menerangi dan mendorong pemanfaatannya, juga memperlihatkan dengan indah Kudrat⁠-⁠Mu di angkasa.

Guntur yang memberitakan kabar gembira datangnya hujan, membuat angkasa yang luas berbicara, dan menggemakan langit melalui gemuruh tasbihnya, juga berbicara dengan bahasa ucapan, menyatakan Kemahasucian⁠-⁠Mu, serta bersaksi atas Rububiyah⁠-⁠Mu.

Angin pun diberi banyak tugas, seperti memberikan rezeki yang paling diperlukan dan paling mudah dimanfaatkan untuk kehidupan makhluk hidup, memberi napas, serta menenangkan jiwa. Dengan menjadikan ruang langit, berdasarkan suatu hikmah, semacam “lembaran untuk menghapus dan menetapkan”, serta “papan yang ditulisi, mengungkapkan, lalu dihapus”, angin menunjuk kepada Kegiatan Kudrat⁠-⁠Mu dan bersaksi atas Wujud⁠-⁠Mu. Demikian pula rahmat yang dengan Kasih⁠-⁠Mu diperah dari awan dan dikirim kepada makhluk hidup, melalui kata-kata berupa tetesnya yang seimbang dan teratur, bersaksi atas luasnya Rahmat serta Kasih⁠-⁠Mu.

Wahai Sang Pengatur Yang Fa‘âl dan wahai Sang Pemberi Limpahan Yang Muta‘âl (Mahatinggi)!

Sebagaimana awan, kilat, guntur, angin, dan hujan masing-masing bersaksi atas niscayanya Wujud⁠-⁠Mu, demikian pula seluruhnya, meskipun berjauhan dari segi sifat dan bertentangan dari segi hakikat, memberi isyarat sangat kuat kepada Keesaan serta Ketunggalan⁠-⁠Mu melalui kesatuan, kebersamaan, saling memasuki, dan membantu tugas satu sama lain.

Semua itu bersaksi atas Keagungan Rububiyah⁠-⁠Mu yang menjadikan angkasa luas sebagai tempat berhimpunnya keajaiban serta terkadang memenuhi dan mengosongkannya beberapa kali dalam sehari; juga atas Kebesaran Kudrat⁠-⁠Mu yang mengatur ruang luas tersebut seperti lembaran yang ditulisi dan diubah, serta seperti spons yang diperas untuk menyirami taman bumi, dan atas jangkauan Kudrat⁠-⁠Mu kepada segala sesuatu. Mereka juga memberi petunjuk kepada luasnya Rahmat dan Kekuasaan⁠-⁠Mu yang tidak terbatas serta menjangkau setiap sesuatu, yang memandang dan mengatur seluruh bumi beserta makhluknya di balik tabir ruang langit.

Udara di angkasa digunakan dalam tugas-tugas yang begitu penuh hikmah, serta awan dan hujan digunakan untuk manfaat-manfaat yang begitu penuh pengetahuan, sehingga jika tidak terdapat Ilmu yang mencakup setiap sesuatu dan Hikmah yang meliputi segala sesuatu, penggunaan serta penugasan itu tidak dapat berlangsung.

Wahai Fa'alün limâ yürîd!

Kudrat⁠-⁠Mu melakukan hal-hal seperti, melalui Kegiatan⁠-⁠Mu dalam ruang angkasa, memperlihatkan contoh kebangkitan dan kiamat setiap waktu, mengubah musim panas menjadi musim dingin serta musim dingin menjadi musim panas dalam satu jam, mendatangkan suatu alam, dan mengirim suatu alam ke alam gaib. Hal-hal ini memberi isyarat bahwa Kudrat⁠-⁠Mu akan mengubah dunia menjadi akhirat serta memperlihatkan Syuunat Yang Kekal Selamanya di akhirat.

Wahai Sang Qadîr Dzul-Jalâl!

Udara, awan, hujan, kilat, dan guntur dalam ruang angkasa ditundukkan serta bertugas dalam Kerajaan⁠-⁠Mu, melalui Perintah, Daya, Kekuatan, dan Kudrat⁠-⁠Mu. Makhluk-makhluk angkasa yang sangat berbeda dalam hakikat ini menyatakan Kemahasucian Pemimpin serta Penguasanya, Yang membuat mereka menaati perintah-perintah yang sangat cepat dan seketika serta arahan yang segera dan mendesak, lalu memuji Rahmat⁠-⁠Nya.

Wahai Sang Khâliq Dzul-Jalâl dari bumi dan langit!

Melalui ajaran Al-Qur'an Al-Hakîm milik⁠-⁠Mu dan pelajaran Rasul Yang Paling Mulia ﷺ, aku beriman serta mengetahui: sebagaimana langit dengan bintang-bintangnya dan ruang angkasa dengan semua yang berada di dalamnya bersaksi atas niscayanya Wujud⁠-⁠Mu, Ketunggalan, serta Keesaan⁠-⁠Mu, demikian pula bumi dengan seluruh makhluk dan keadaannya memberikan kesaksian serta isyarat kepada Wujud dan Keesaan⁠-⁠Mu sebanyak jumlah makhluknya.

Ya, tidak ada perubahan di bumi atau pergantian pada pohon dan hewannya, seperti berganti pakaian setiap tahun, baik bersifat juz'i maupun menyeluruh, yang melalui keteraturannya tidak menunjuk kepada Wujud dan Keesaan⁠-⁠Mu.

Tidak ada hewan yang tidak bersaksi atas Wujud⁠-⁠Mu dan Ketunggalan⁠-⁠Mu melalui rezeki penuh kasih yang diberikan menurut taraf kelemahan serta kebutuhannya, dan melalui diberikannya perlengkapan yang diperlukan untuk hidup dengan penuh hikmah.

Tidak ada satu pun tumbuhan atau hewan yang diciptakan pada setiap musim semi di hadapan mata kita yang, melalui seninya yang menakjubkan, hiasannya yang halus, kejelasan ciri pembeda, keteraturan, dan keseimbangannya, tidak memperkenalkan⁠-⁠Mu.

Keajaiban serta mukjizat Kudrat⁠-⁠Mu yang disebut tumbuhan dan hewan, yang memenuhi permukaan bumi, diciptakan dari telur, telur-telur kecil, tetes-tetes, butir-butir, butir-butir kecil, dan benih-benih, yang terbatas serta sama dan serupa bahannya, tanpa kesalahan, dengan sempurna, berhias, dan mempunyai ciri pembeda. Penciptaan mereka merupakan kesaksian atas Wujud, Keesaan, Hikmah, dan Kudrat tidak terbatas Sang Pembuat mereka Yang Hakîm, yang lebih kuat serta terang daripada kesaksian cahaya atas matahari.

Tidak ada unsur seperti udara, air, cahaya, api, dan tanah yang tidak bersaksi atas Ketunggalan⁠-⁠Mu serta Wujud⁠-⁠Mu. Meskipun tidak sadar, semuanya menjalankan tugas-tugas sempurna dengan seakan-akan sadar. Meskipun sederhana, meluas menguasai, tidak teratur, dan tersebar di mana-mana, semuanya membawa buah serta hasil yang sangat teratur dan beragam dari khazanah gaib.

Wahai Sang Fâthir Yang Qadîr! Wahai Sang Fattâh Yang ‘Allâm! Wahai Sang Fa‘âl Yang Hallâq!

Sebagaimana bumi dengan seluruh penghuninya bersaksi bahwa Khâliq-nya ialah Wâjibul Wujûd, demikian pula bumi bersaksi atas Keesaan dan Ahadiyah⁠-⁠Mu—wahai Sang Wâhid lagi Ahad! Wahai Sang Hannân lagi Mannân! Wahai Sang Wahhâb lagi Ar-Razzâq!—melalui cap pada permukaannya, cap pada wajah penghuninya, kesatuan, kebersamaan, saling memasuki, saling membantu, serta Kesatuan Asma dan Perbuatan Rububiyah yang berkaitan dengan mereka. Bumi bersaksi dengan sangat jelas atas Keesaan dan Ahadiyah⁠-⁠Mu, bahkan memberikan kesaksian sebanyak jumlah makhluknya.

Sebagaimana bumi, dengan keadaan sebagai perkemahan tentara, ruang pamer, dan tempat latihan, serta diberikannya perlengkapan-perlengkapan yang berbeda secara teratur kepada empat ratus ribu kelompok berlainan dalam golongan tumbuhan dan hewan, menunjukkan Keagungan Rububiyah⁠-⁠Mu serta jangkauan Kudrat⁠-⁠Mu kepada setiap sesuatu, demikian pula rezeki-rezeki berlainan bagi seluruh makhluk hidup yang tidak terbatas diberikan pada waktunya dari tanah yang kering dan sederhana dengan penuh Kasih serta Kemurahan Hati. Ketaatan individu-individu yang tidak terbatas itu kepada Perintah-perintah Rabb dengan tunduk sepenuhnya memperlihatkan jangkauan Rahmat⁠-⁠Mu dan luasnya Kekuasaan⁠-⁠Mu kepada segala sesuatu.

Pengarahan dan pengaturan kafilah-kafilah makhluk yang terus berganti di bumi, pergiliran kematian serta kehidupan, dan pengurusan serta pengaturan hewan dan tumbuhan juga hanya dapat berlangsung melalui Ilmu yang berkaitan dengan setiap sesuatu serta Hikmah tidak berakhir yang berlaku pada segala sesuatu. Hal ini menunjukkan bahwa Ilmu dan Hikmah⁠-⁠Mu mencakup semuanya.

Bagi manusia yang dalam waktu singkat menjalankan tugas-tugas tidak terbatas di bumi, dilengkapi bakat serta perangkat batin seakan-akan akan hidup selama waktu yang tidak terbatas, dan mengatur makhluk-makhluk bumi, perhatian begitu besar, biaya tidak terbatas, tajalli Rububiyah yang tidak berakhir, Firman Suci yang tidak terbatas, serta anugerah Allah سُبْحَانَهُ yang tanpa batas di tempat latihan dunia, perkemahan sementara bumi, serta pameran sementara ini tentu dan pasti tidak dapat termuat dalam umur sangat singkat dan sedih, kehidupan kacau dan penuh duka, serta dunia penuh bencana dan fana ini. Semuanya hanya dapat ditujukan bagi umur lain yang tidak berakhir serta tempat tinggal kebahagiaan yang kekal. Karena itu, semuanya menunjuk, bahkan bersaksi, atas anugerah-anugerah akhirat dalam alam kekal.

Wahai Sang Khâliq segala sesuatu!

Seluruh makhluk bumi diatur dan ditundukkan dalam Kerajaan⁠-⁠Mu, di bumi⁠-⁠Mu, melalui Daya dan Kekuatan⁠-⁠Mu, Kudrat dan Kehendak⁠-⁠Mu, serta Ilmu dan Hikmah⁠-⁠Mu. Rububiyah yang Kegiatan⁠-⁠Nya terlihat di permukaan bumi menunjukkan cakupan serta keluasan yang demikian besar. Pengurusan, Pengaturan, dan Pemeliharaan⁠-⁠Nya begitu sempurna serta begitu cermat. Seluruh Tindakan⁠-⁠Nya di mana-mana berada dalam kesatuan, kebersamaan, dan keserupaan sedemikian rupa sehingga memberitahukan adanya suatu Pengelolaan dan Rububiyah yang bagaikan satu keseluruhan yang tidak menerima pemisahan serta sesuatu yang menyeluruh yang mustahil dibagi-bagi.

Bumi beserta seluruh penghuninya menyatakan Kemahasucian dan bertasbih kepada Khâliq-nya melalui bahasa-bahasa yang tidak terbatas serta lebih jelas daripada bahasa ucapan. Melalui bahasa keadaan nikmat-nikmatnya yang tidak berakhir, semuanya memuji, menyanjung, dan mengagungkan Ar-Razzâq mereka Yang Dzul-Jalâl.

Wahai Zat Yang Mahasuci, Yang Tersembunyi karena begitu jelas tampak, dan Yang Tertutup karena Keagungan Kebesaran⁠-⁠Nya!

Dengan seluruh pernyataan kemahasucian dan tasbih bumi, aku menyatakan Engkau Mahasuci dari kekurangan, keadaan tak berdaya, dan sekutu. Dengan seluruh pujian serta sanjungannya, aku memuji dan bersyukur kepada⁠-⁠Mu.

Wahai Rabbü'l-berri ve'l-bahr!

Melalui pelajaran Al-Qur'an dan ajaran Rasul Yang Paling Mulia ﷺ, kupahami: sebagaimana langit, ruang angkasa, dan bumi bersaksi atas Keesaan serta Wujud⁠-⁠Mu, demikian pula lautan, sungai-sungai, mata air, dan aliran-aliran sungai,

bersaksi atas niscayanya Wujud⁠-⁠Mu dan Keesaan⁠-⁠Mu dengan begitu jelas.

Ya, di lautan yang bagaikan ketel uap dunia kita ini dan merupakan sumber keajaiban, tidak ada satu wujud pun, bahkan tidak ada setetes air pun, yang melalui adanya, keteraturan, manfaat, dan keadaannya tidak memperkenalkan Khâliq-nya.

Tidak ada satu pun di antara makhluk-makhluk luar biasa yang rezekinya diberikan dengan sempurna di pasir yang sederhana dan air yang sederhana, serta hewan-hewan laut yang ciptaannya sangat teratur—terutama ikan-ikan yang salah satunya menyemarakkan laut dengan sejuta telur kecilnya—yang tidak menunjuk kepada Penciptanya dan tidak bersaksi atas Ar-Razzâq-nya melalui ciptaan, tugas, pengurusan dan pemberian makan, serta pengaturan dan pemeliharaannya.

Tidak ada satu pun permata laut yang berharga, berkhasiat, dan berhias, yang melalui ciptaannya yang indah, fitrahnya yang memikat, serta khasiatnya yang bermanfaat tidak mengenal⁠-⁠Mu dan tidak memperkenalkan⁠-⁠Mu.

Ya, sebagaimana semuanya bersaksi satu per satu, demikian pula seluruhnya bersaksi atas Keesaan⁠-⁠Mu melalui kebersamaan, bercampur satu sama lain, kesatuan cap penciptaan, sangat mudahnya diciptakan, serta sangat banyaknya individu. Mereka juga bersaksi atas Wujud⁠-⁠Mu dan bahwa Engkau adalah Wâjibul Wujûd, dengan memberi isyarat sebanyak jumlah makhluk. Kesaksian ini tampak dari ditahannya samudra yang mengelilingi bola bumi ini beserta daratan dan tanahnya; dijalankannya mengelilingi matahari tanpa tumpah atau tercerai-berai; tidak dibiarkannya menguasai daratan; diciptakannya hewan serta permata yang beragam dan teratur dari pasir serta airnya yang sederhana; diurusnya rezeki dan urusan-urusan lainnya secara menyeluruh dan lengkap; diaturnya semua itu; serta tidak ditemukannya satu pun dari bangkai yang tidak terbatas yang seharusnya terdapat di permukaannya.

Sebagaimana semua itu memberi petunjuk yang sangat jelas kepada Keagungan Kerajaan Rububiyah⁠-⁠Mu dan Kebesaran Kudrat⁠-⁠Mu yang mencakup segala sesuatu, demikian pula semuanya menunjukkan keluasan Rahmat dan Kekuasaan⁠-⁠Mu yang tidak terbatas, yang menjangkau serta menguasai segala sesuatu, dari bintang-bintang yang sangat besar dan teratur di atas langit hingga ikan-ikan yang sangat kecil dan diberi makan dengan teratur di dasar lautan. Melalui keteraturan, manfaat, hikmah, keseimbangan, serta keserasian ukurannya, semuanya menunjuk kepada Ilmu⁠-⁠Mu yang mencakup segala sesuatu dan Hikmah⁠-⁠Mu yang meliputi segala sesuatu.

Adanya kolam-kolam Rahmat⁠-⁠Mu semacam ini bagi para musafir dalam rumah persinggahan dunia ini, serta ditundukkannya bagi perjalanan manusia, kapalnya, dan pemanfaatannya, menunjukkan bahwa dalam sebuah penginapan yang dibangun di jalan, Zat Yang menjamu tamu-tamu satu malam dengan begitu banyak hadiah dari lautan tentu telah menyediakan lautan Rahmat yang kekal di pusat Kerajaan⁠-⁠Nya Yang Kekal. Semua ini hanyalah contoh-contohnya yang fana dan kecil.

Keadaan lautan yang begitu luar biasa dan menakjubkan di sekeliling bumi, serta diurus dan dipeliharanya makhluk-makhluk laut dengan sangat teratur, menunjukkan dengan jelas bahwa mereka hanya ditundukkan kepada Perintah⁠-⁠Mu dalam Kerajaan⁠-⁠Mu melalui Kekuatan dan Kudrat⁠-⁠Mu, serta Kehendak dan Pengaturan⁠-⁠Mu. Melalui bahasa keadaan mereka, semuanya menyatakan Kemahasucian Khâliq-nya dan mengucapkan “Allahu ekber”.

Wahai Sang Qadîr Dzul-Jalâl, Yang menjadikan gunung-gunung sebagai tiang-tiang berisi khazanah pada kapal bumi!

Melalui ajaran Rasul Yang Paling Mulia ﷺ dan pelajaran Al-Qur'an Al-Hakîm milik⁠-⁠Mu, kupahami: sebagaimana lautan mengenal dan memperkenalkan⁠-⁠Mu melalui keajaibannya, demikian pula gunung-gunung mengenal dan memperkenalkan⁠-⁠Mu melalui hikmah serta khidmah mereka. Mereka menjaga bumi tetap tenang dari pengaruh gempa, tetap diam dari badai pergolakan di dalamnya, dan selamat dari serbuan lautan; membersihkan udara dari gas-gas berbahaya; menjaga serta menyimpan air; dan menjadi penyimpan khazanah mineral yang diperlukan makhluk hidup.

Ya, tidak ada satu pun jenis batu di gunung, golongan bahan yang menjadi obat bagi berbagai penyakit, ragam mineral yang sangat diperlukan dan sangat beragam bagi makhluk hidup, terutama manusia, serta jenis tumbuhan yang menghiasi gunung dan padang dengan bunga-bunganya serta menyemarakkan mereka dengan buah-buahnya, yang tidak bersaksi dengan jelas atas niscayanya Wujud dari Sang Pembuat Yang Qadîr tanpa batas, Hakîm tanpa batas, Rahîm dan Karîm tanpa batas. Semuanya bersaksi melalui hikmah, keteraturan, indahnya ciptaan, dan manfaat mereka, yang mustahil diserahkan kepada kebetulan. Terutama mineral seperti garam, asam sitrat, kina sulfat, dan tawas, meskipun serupa bentuknya, memiliki rasa yang sangat berbeda. Terutama pula tumbuhan, dengan jenis-jenisnya yang bermacam-macam serta bunga dan buahnya yang berbeda-beda, muncul dari tanah yang sederhana. Sebagaimana mereka memberikan kesaksian itu, demikian pula melalui kesatuan pengurusan dan kesatuan pengaturan seluruhnya, serta kebersamaan dari segi asal, tempat tinggal, penciptaan, dan seni, kesatuan, murahnya biaya, kemudahan, banyaknya jumlah, serta cepatnya dibuat, semuanya bersaksi atas Keesaan dan Ahadiyah Sang Pembuat tersebut.

Semua ciptaan di permukaan serta di dalam gunung, setiap jenisnya dibuat di seluruh penjuru bumi pada waktu yang sama, dengan cara yang sama, tanpa kesalahan, dengan sangat sempurna dan cepat. Satu pekerjaan tidak menghalangi pekerjaan lainnya. Meskipun bercampur dengan jenis-jenis lainnya, mereka diciptakan tanpa tertukar. Hal ini menunjukkan Keagungan Rububiyah⁠-⁠Mu serta Kebesaran Kudrat⁠-⁠Mu, yang tidak terbebani oleh apa pun.

Demikian pula, gunung dipenuhi di permukaan dan di dalamnya dengan pohon, tumbuhan, serta mineral yang teratur, lalu ditundukkan bagi mereka yang membutuhkan. Semuanya memenuhi kebutuhan tidak terbatas seluruh makhluk hidup di permukaan bumi, bahkan menangani penyakit mereka yang beragam, bahkan memenuhi selera serta nafsu makan mereka yang berbeda-beda. Hal ini menunjukkan luasnya Rahmat⁠-⁠Mu yang tidak terbatas serta bentangan Kekuasaan⁠-⁠Mu yang tidak berakhir. Meskipun tersembunyi, gelap, dan bercampur dalam lapisan-lapisan tanah, semuanya dipersiapkan dengan pengetahuan, penglihatan, tanpa kekeliruan, secara teratur, dan sesuai kebutuhan. Hal ini menunjuk kepada cakupan Ilmu⁠-⁠Mu yang berkaitan dengan segala sesuatu serta jangkauan Hikmah⁠-⁠Mu yang mengatur setiap sesuatu kepada semuanya. Dengan dipersiapkannya obat-obatan dan disimpannya bahan-bahan mineral, semuanya juga memberi isyarat dan petunjuk yang sangat jelas kepada indahnya Pengaturan Rububiyah⁠-⁠Mu Yang Rahîm dan Karîm, serta halusnya Pertolongan⁠-⁠Mu yang menyediakan persediaan untuk kebutuhan mendatang.

Gunung-gunung besar dijadikan tempat persediaan yang teratur bagi kebutuhan serta keperluan mendatang para musafir yang bertamu di penginapan dunia ini, gudang perlengkapan, dan tempat penyimpanan sempurna bagi banyak harta terpendam yang diperlukan untuk hidup. Hal ini memberi isyarat, bahkan petunjuk, bahkan kesaksian bahwa Sang Pembuat Yang begitu Karîm dan Menjamu para tamu, begitu Hakîm dan Penuh Kasih, serta begitu Qadîr dan Memelihara, tentu dan pasti memiliki khazanah-khazanah kekal dari anugerah-anugerah⁠-⁠Nya yang kekal dalam alam kekal bagi para tamu yang sangat Dia cintai itu. Di sana, bintang-bintang menjalankan tugas tersebut sebagai ganti gunung-gunung di sini.

Wahai Sang Qadîr atas segala sesuatu!

Gunung-gunung dan makhluk di dalamnya ditundukkan serta disimpan dalam Kerajaan⁠-⁠Mu, melalui Kekuatan dan Kudrat⁠-⁠Mu, serta Ilmu dan Hikmah⁠-⁠Mu. Mereka menyatakan Kemahasucian dan bertasbih kepada Khâliq-nya Yang menugaskan serta menundukkan mereka dengan cara ini.

Wahai Sang Khâliq Yang Rahmân! Dan wahai Rabb Yang Rahîm!

Melalui ajaran Rasul Yang Paling Mulia ﷺ dan pelajaran Al-Qur'an Al-Hakîm milik⁠-⁠Mu, kupahami: sebagaimana langit, ruang angkasa, bumi, lautan, serta gunung, bersama segala isinya dan makhluknya, mengenal dan memperkenalkan⁠-⁠Mu, demikian pula seluruh pohon dan tumbuhan di bumi, melalui daun, bunga, serta buahnya, memperkenalkan dan mengenal⁠-⁠Mu dengan begitu jelas.

Setiap daun dari seluruh pohon dan tumbuhan yang bergerak dalam zikir dengan penuh gairah, setiap bunga yang melukiskan serta memperkenalkan Asma Sang Pembuatnya melalui hiasannya, dan setiap buah yang tersenyum melalui kehalusannya serta manifestasi Kasih⁠-⁠Nya, bersaksi dengan begitu jelas atas niscayanya Wujud dari Sang Pembuat Yang Rahîm dan Karîm tanpa batas. Kesaksian mereka tampak melalui keteraturan dalam seni yang menakjubkan, keseimbangan dalam keteraturan, hiasan dalam keseimbangan, lukisan dalam hiasan, aroma yang indah serta berbeda-beda dalam lukisan, dan rasa buah yang beragam di dalam aroma; semuanya mustahil diserahkan kepada kebetulan dengan cara apa pun. Seluruhnya juga bersaksi dengan jelas atas Keesaan dan Ahadiyah Sang Pembuat Yang Wâjibul Wujûd itu melalui kesatuan serta kebersamaan di seluruh permukaan bumi, keserupaan satu sama lain, kemiripan cap penciptaan, hubungan dalam pengaturan dan pengurusan, kecocokan Perbuatan Penciptaan serta Asma Rabb yang berkaitan dengan mereka, dan diurusnya sekaligus individu-individu yang tidak terbatas dari seratus ribu jenis itu, meskipun bercampur satu sama lain, tanpa kekeliruan.

Sebagaimana mereka bersaksi atas niscayanya Wujud⁠-⁠Mu dan Keesaan⁠-⁠Mu, demikian pula individu-individu yang tidak terbatas dalam pasukan makhluk hidup, yang terdiri atas empat ratus ribu kelompok di permukaan bumi, diberi makan serta diurus dengan ratusan ribu cara secara sempurna, tanpa kekeliruan atau tertukar. Hal ini menunjukkan Keagungan Rububiyah⁠-⁠Mu dalam Ketunggalan, Kebesaran Kudrat⁠-⁠Mu yang menciptakan satu musim semi semudah satu bunga, serta jangkauan Kudrat⁠-⁠Mu kepada segala sesuatu. Mereka juga memberi petunjuk yang pasti kepada keluasan Rahmat⁠-⁠Mu yang tidak terbatas, yang mempersiapkan jenis-jenis makanan yang beragam serta tidak terbatas bagi hewan-hewan tidak terbatas dan manusia di seluruh penjuru bumi yang besar ini; serta kepada bentangan Kekuasaan⁠-⁠Mu yang tidak terbatas, karena pekerjaan, pemberian nikmat, pengurusan, pemberian makan, dan pelaksanaan yang tidak terbatas itu berlangsung dengan keteraturan sempurna, serta segala sesuatu, bahkan zarah-zarah, menaati dan tunduk kepada Perintah serta Pelaksanaan itu. Di samping itu, segala sesuatu dan setiap pekerjaan dari pohon, tumbuhan, serta setiap daun, bunga, buah, akar, cabang, dan rantingnya dibuat dengan Pengetahuan dan Penglihatan, sesuai kegunaan, manfaat, serta Hikmah, sehingga mereka menunjukkan dengan sangat jelas dan menunjuk melalui jari-jari mereka yang tidak terbatas kepada cakupan Ilmu⁠-⁠Mu atas segala sesuatu serta jangkauan Hikmah⁠-⁠Mu kepada segala sesuatu. Dengan lidah-lidah mereka yang tidak terbatas, mereka menyanjung dan memuji Keindahan Seni⁠-⁠Mu yang mencapai kesempurnaan tertinggi serta Kesempurnaan nikmat⁠-⁠Mu yang mencapai puncak keindahan.

Begitu banyak anugerah dan nikmat berharga serta biaya dan jamuan yang begitu luar biasa diberikan melalui tangan pohon dan tumbuhan dalam penginapan sementara, rumah persinggahan fana, waktu singkat, dan umur pendek ini. Semuanya memberi isyarat, bahkan kesaksian, bahwa:

Zat Yang Rahîm, Berkuasa, dan Penuh Kemurahan, Yang mengasihi tamu-tamu⁠-⁠Nya di sini dengan cara demikian, tentu dan pasti telah mempersiapkan pohon berbuah serta tumbuhan berbunga secara kekal dan layak bagi surga, dalam surga-surga⁠-⁠Nya yang kekal, dari khazanah Rahmat⁠-⁠Nya yang kekal, bagi hamba-hamba yang akan Dia biarkan tetap ada selamanya di suatu alam kekal dan negeri kekal. Semua biaya serta anugerah⁠-⁠Nya bertujuan agar Dia Dicintai dan Dikenal. Maka hasil yang berlawanan tidak boleh terjadi: jangan sampai seluruh makhluk berkata dan dibuat berkata, “Dia memberi kami mencicipi, tetapi memusnahkan kami sebelum memberi kami makan”; jangan sampai Kerajaan Keilahian⁠-⁠Nya diruntuhkan; jangan sampai Rahmat⁠-⁠Nya yang tidak berakhir disangkal dan dibuat disangkal; dan jangan sampai seluruh sahabat⁠-⁠Nya yang penuh rindu diubah menjadi musuh karena dibiarkan tanpa memperoleh apa yang mereka harapkan. Adapun yang di sini hanyalah contoh-contoh untuk diperlihatkan kepada para pembeli.

Sebagaimana pohon dan tumbuhan pada umumnya menyatakan Kemahasucian⁠-⁠Mu, bertasbih, dan memuji⁠-⁠Mu melalui kata-kata berupa daun, bunga, serta buah mereka, demikian pula setiap kata itu menyatakan Kemahasucian⁠-⁠Mu secara tersendiri. Terutama buah-buah dibuat dengan bentuk yang menakjubkan, daging yang sangat beragam, seni yang sangat luar biasa, serta biji yang sangat mengagumkan. Hidangan-hidangan itu diserahkan ke tangan pohon serta diletakkan di kepala tumbuhan, lalu dikirim kepada tamu-tamu makhluk hidup. Dengan demikian, tasbih mereka yang berupa bahasa keadaan menjadi sejelas bahasa ucapan. Seluruhnya ditundukkan dalam Kerajaan⁠-⁠Mu melalui Kekuatan dan Kudrat⁠-⁠Mu, Kehendak dan anugerah-anugerah⁠-⁠Mu, serta Rahmat dan Hikmah⁠-⁠Mu. Mereka menaati setiap Perintah⁠-⁠Mu.

Wahai Sang Pembuat Yang Hakîm dan Sang Khâliq Yang Rahîm, Yang Tersembunyi karena begitu jelas tampak, serta Yang Tertutup karena Kebesaran Keagungan⁠-⁠Nya!

Melalui lidah-lidah serta sebanyak jumlah seluruh pohon, tumbuhan, daun, bunga, dan buah, aku memuji dan menyanjung⁠-⁠Mu dengan menyatakan Engkau Mahasuci dari kekurangan, keadaan tak berdaya, dan sekutu.

Wahai Sang Fâthir Yang Qadîr! Wahai Sang Mudabbir Yang Hakîm! Wahai Sang Murabbî Yang Rahîm!

Melalui ajaran Rasul Yang Paling Mulia ﷺ dan pelajaran Al-Qur'an Al-Hakîm, kupahami dan kuimani: sebagaimana tumbuhan dan pohon mengenal⁠-⁠Mu serta memperkenalkan Sifat-sifat Suci dan Asma⁠-⁠Mu Yang Indah, demikian pula tidak ada satu pun manusia dan hewan, yang merupakan golongan berruh di antara makhluk hidup, yang tidak bersaksi atas niscayanya Wujud⁠-⁠Mu serta adanya Sifat-sifat⁠-⁠Mu. Kesaksian mereka tampak melalui organ-organ dalam serta luar yang bekerja dan dijalankan dalam tubuh mereka seperti jam yang sangat teratur; alat-alat serta indra yang ditempatkan dalam tubuh mereka dengan susunan sangat halus, keseimbangan sangat cermat, dan manfaat sangat penting; serta perlengkapan tubuh yang diletakkan dengan pembuatan sangat berseni, penataan sangat penuh hikmah, dan keseimbangan sangat teliti.

Sebab, kekuatan yang buta, alam yang tidak sadar, dan kebetulan yang tidak terarah tentu tidak dapat ikut campur dalam seni halus yang begitu penuh penglihatan, hikmah cermat yang begitu penuh kesadaran, serta keseimbangan sempurna yang begitu penuh pengaturan. Semua itu tidak dapat menjadi pekerjaan mereka; hal itu mustahil. Adapun tubuh terbentuk sendiri lalu menjadi seperti itu merupakan hal yang mustahil di dalam hal yang mustahil, hingga seratus tingkat. Sebab, dalam keadaan itu setiap zarahnya harus mengetahui, melihat, dan mampu membuat segala sesuatu pada dirinya serta susunan tubuhnya, bahkan segala sesuatu di dunia yang berkaitan dengannya. Ia seakan-akan harus memiliki ilmu serta kudrat yang mencakup semuanya, seperti ilah. Barulah pekerjaan membentuk tubuh dapat diserahkan kepadanya dan dikatakan, “Ia terjadi sendiri.”

Tidak ada satu pun keadaan seluruh mereka yang tidak memberikan kesaksian pasti atas Keesaan⁠-⁠Mu: kesatuan pengaturan, kesatuan pengurusan, kesatuan jenis, kesatuan golongan, kesatuan cap fitrah yang terlihat pada kesamaan unsur wajah semuanya seperti mata, telinga, serta mulut; kesatuan cap hikmah yang terlihat pada wajah individu setiap jenis; kebersamaan dalam pemberian makan dan penciptaan; serta saling berada di dalam satu sama lain. Tidak ada pula yang tidak menunjuk kepada Ahadiyah⁠-⁠Mu dalam Wâhidiyah, karena dalam setiap individu terdapat manifestasi seluruh Asma yang menghadap kepada kainat.

Manusia bersama seratus ribu jenis hewan yang tersebar di seluruh permukaan bumi dilengkapi, diberi petunjuk, menaati perintah, dan ditundukkan seperti pasukan yang teratur. Dari yang terkecil hingga yang terbesar, Perintah-perintah Rububiyah berjalan dengan teratur, menunjukkan taraf Keagungan Rububiyah⁠-⁠Mu. Sebagaimana sangat banyaknya jumlah mereka, tetapi tetap sangat berharga serta sangat sempurna dan dibuat dengan sangat cepat, dan meskipun sangat berseni, mereka dibuat dengan sangat mudah, menunjukkan taraf Kebesaran Kudrat⁠-⁠Mu, demikian pula mereka menunjukkan dengan pasti keluasan Rahmat⁠-⁠Mu yang tidak terbatas, yang menyampaikan rezeki kepada seluruhnya, dari timur hingga barat serta utara hingga selatan, dari mikroba hingga badak, dan dari lalat terkecil hingga burung terbesar. Setiap individu menjalankan tugas fitrahnya seperti prajurit yang menerima perintah. Setiap musim semi, permukaan bumi menjadi perkemahan suatu pasukan yang baru dipanggil bertugas, menggantikan mereka yang dipulangkan pada musim gugur. Hal ini memberi petunjuk yang pasti kepada bentangan Kekuasaan⁠-⁠Mu yang tidak berakhir.

Setiap hewan bagaikan salinan kecil serta gambaran mini dari kainat. Mereka dibuat dengan Ilmu yang sangat dalam dan Hikmah yang sangat cermat, tanpa mencampuradukkan bagian-bagian yang bercampur, tanpa keliru mengenai bentuk-bentuk berbeda dari seluruh hewan, tanpa kesalahan, kekhilafan, atau kekurangan. Karena itu, mereka memberi isyarat sebanyak jumlah mereka kepada cakupan Ilmu⁠-⁠Mu atas segala sesuatu serta jangkauan Hikmah⁠-⁠Mu kepada segala sesuatu.

Demikian pula, setiap individu dibuat dengan begitu berseni dan indah sehingga menjadi suatu mukjizat seni serta keajaiban hikmah. Hal ini menunjuk kepada indahnya Seni Rabb yang sempurna dan sangat tinggi, yang sangat Engkau Cintai serta ingin Engkau Perlihatkan. Setiap individu, terutama anak-anak hewan, diberi makan dengan cara yang sangat lembut serta penuh perhatian; keinginan serta hasrat mereka dipenuhi. Hal ini memberi isyarat yang tidak terbatas kepada sangat manisnya Keindahan Pertolongan⁠-⁠Mu.

Wahai Rahmanu'r-Rahîm! Wahai Sadıku'l-Va'di'l-Emin! Wahai Mâlik-i Yevmi'd-din!

Melalui ajaran Rasul Yang Paling Mulia ﷺ milik⁠-⁠Mu serta petunjuk Al-Qur'an Al-Hakîm milik⁠-⁠Mu, kupahami: karena hasil paling terpilih dari kainat adalah kehidupan; sari paling terpilih dari kehidupan adalah ruh; golongan paling terpilih dari yang berruh adalah makhluk sadar; dan makhluk sadar yang paling lengkap adalah manusia; seluruh kainat ditundukkan bagi kehidupan serta bekerja untuknya; makhluk hidup ditundukkan bagi yang berruh serta dikirim ke dunia untuk mereka; yang berruh ditundukkan bagi manusia serta membantu mereka; secara fitrah, manusia mencintai Khâliq-nya dengan sangat sungguh-sungguh; Khâliq mereka juga mencintai mereka serta menjadikan Diri⁠-⁠Nya Dicintai oleh mereka melalui setiap sarana; bakat serta perangkat batin manusia menghadap kepada alam lain yang kekal serta kehidupan yang kekal; hati serta kesadaran manusia menginginkan hidup kekal dengan segenap kekuatannya; dan melalui doa-doa yang tidak terbatas, lidahnya memohon kepada Khâliq-nya agar tetap ada selamanya.

Tentu dan pasti manusia yang begitu mencintai dan dicintai, yang menjadi kekasih serta pencinta, tidak mungkin dimatikan tanpa dibangkitkan lagi, lalu dibuat kecewa oleh permusuhan yang kekal, padahal ia diciptakan bagi cinta yang kekal. Hal itu tidak dapat terjadi. Bahkan, ia dikirim ke dunia untuk bekerja dan meraih alam lain yang kekal, dengan hikmah agar ia hidup bahagia di sana. Manifestasi Asma yang bertajalli pada manusia dalam kehidupan fana serta singkat ini menunjuk bahwa manusia, yang menjadi cermin Asma itu, akan menerima manifestasi Asma itu yang kekal di alam kekal.

Ya, sahabat setia Zat Yang Kekal akan kekal. Cermin sadar Sang Bâqî harus tetap ada selamanya.

Ruh-ruh hewan akan tetap ada selamanya. Individu-individu tertentu, seperti burung hudhud dari Sulaiman (as) dan semutnya, unta betina Salih (as), serta anjing Ashabul Kahfi, akan pergi ke alam kekal dengan ruh sekaligus tubuh mereka. Setiap jenis akan memiliki satu tubuh untuk dipakai sesekali. Hal ini dipahami dari riwayat-riwayat sahih; hikmah dan hakikat, serta Rahmat dan Rububiyah, juga menuntutnya.

Wahai Sang Qadîr Yang Qayyûm!

Seluruh makhluk hidup, yang berruh, serta yang sadar ditundukkan kepada Perintah-perintah Rububiyah⁠-⁠Mu dan ditugaskan dengan tugas-tugas fitrah dalam Kerajaan⁠-⁠Mu, hanya melalui Kekuatan dan Kudrat⁠-⁠Mu, serta semata-mata melalui Kehendak, Pengaturan, Rahmat, dan Hikmah⁠-⁠Mu. Sebagian dari mereka ditundukkan bagi manusia oleh Rahmat, karena kelemahan dan keadaan tak berdaya manusia menurut fitrahnya, bukan karena kekuatan serta keunggulannya. Dengan menyatakan Sang Pembuat dan Ma'bûd mereka Mahasuci dari kekurangan serta sekutu, dan bersyukur serta memuji atas nikmat-nikmat⁠-⁠Nya melalui bahasa keadaan maupun ucapan, masing-masing menjalankan ibadah khasnya.

Wahai Zat Yang Mahasuci, Yang Tersembunyi karena begitu jelas tampak, serta Yang Tertutup karena Keagungan Kebesaran⁠-⁠Nya!

Dengan niat menyatakan Kemahasucian⁠-⁠Mu melalui tasbih seluruh makhluk berruh, aku mengucapkan

ﺳُﺒْﺤَﺎﻧَﻚَ ﻳَﺎ ﻣَﻦْ ﺟَﻌَﻞَ ﻣِﻦَ ﺍﻟْﻤَٓﺎﺀِ ﻛُﻞَّ ﺷَﻰْﺀٍ ﺣَﻰٍّ.

Yâ Rabbe'l-âlemîn! Yâ İlahe'l-evvelîne ve'l-âhirîn! Yâ Rabbe's-semavati ve'l-aradîn!

Melalui ajaran Rasul Yang Paling Mulia ﷺ serta pelajaran Al-Qur'an Al-Hakîm, kupahami dan kuimani: sebagaimana langit, ruang angkasa, bumi, daratan dan lautan, pohon, tumbuhan, serta hewan mengetahui dan mengenal⁠-⁠Mu melalui individu, bagian, serta zarah-zarah mereka, dan bersaksi, memberi petunjuk serta isyarat atas Wujud dan Keesaan⁠-⁠Mu, demikian pula makhluk hidup yang merupakan sari kainat, manusia yang merupakan sari makhluk hidup, serta hati dan akal yang merupakan sari para nabi, wali, dan orang pilihan—sari manusia—bersaksi dan memberitakan niscayanya Wujud⁠-⁠Mu, Ketunggalan serta Ahadiyah⁠-⁠Mu. Mereka bersaksi melalui pengamatan, hakikat yang tersingkap, ilham, serta kesimpulan yang mereka peroleh, dengan kepastian sekuat ratusan ijmak dan ratusan kesaksian mutawatir. Mereka membuktikan berita mereka melalui mukjizat, karamah, serta bukti-bukti yang pasti.

Ya, tidak ada lintasan gaib dalam hati yang menghadap kepada Zat Yang Memberi peringatan di balik tabir gaib, tidak ada ilham benar yang mengarahkan pandangan kepada Zat Yang Memberi ilham, tidak ada keyakinan pasti yang menyingkap Sifat-sifat Suci dan Asma⁠-⁠Mu Yang Indah melalui haqqulyaqin, tidak ada hati bercahaya pada para nabi serta wali yang menyaksikan cahaya Wâjibul Wujûd melalui ainulyaqin, dan tidak ada akal terang pada orang-orang pilihan serta orang-orang yang sangat benar dalam iman yang membenarkan dan membuktikan tanda-tanda niscayanya Wujud serta bukti-bukti Keesaan Khâliq segala sesuatu melalui ilmulyaqin, yang tidak bersaksi, tidak memberi petunjuk, dan tidak memberi isyarat atas niscayanya Wujud⁠-⁠Mu, Sifat-sifat Suci⁠-⁠Mu, Keesaan dan Ahadiyah⁠-⁠Mu, serta Asma⁠-⁠Mu Yang Indah.

Terutama, tidak ada satu pun mukjizat terang yang membenarkan berita Rasul Yang Paling Mulia ﷺ—imam, pemimpin, serta sari seluruh nabi, wali, orang pilihan, serta orang yang sangat benar dalam iman—tidak ada satu pun hakikat luhur yang menunjukkan kebenarannya, tidak ada satu pun ayat tauhid yang pasti dari Al-Qur'an yang bermukjizat dalam penjelasannya—sari segala sari seluruh kitab suci yang berisi hakikat—serta tidak ada satu pun persoalan suci dari persoalan-persoalan iman, yang tidak bersaksi, tidak memberi petunjuk, dan tidak memberi isyarat atas niscayanya Wujud⁠-⁠Mu, Sifat-sifat Suci⁠-⁠Mu, Keesaan dan Ahadiyah⁠-⁠Mu, serta Asma dan Sifat-sifat⁠-⁠Mu.

Sebagaimana ratusan ribu pemberi berita yang benar itu bersaksi atas Wujud dan Keesaan⁠-⁠Mu dengan bersandar pada mukjizat, karamah, serta bukti-bukti mereka, demikian pula mereka mengumumkan, memberitakan, dan membuktikan taraf Keagungan Rububiyah⁠-⁠Mu, yang berlangsung dari mengatur urusan-urusan menyeluruh Arasy Yang Agung yang mencakup segala sesuatu hingga mengetahui lintasan-lintasan hati yang sangat tersembunyi dan juz'i, serta keinginan dan doanya, mendengar serta menguruskannya. Melalui ijmak dan kesepakatan, mereka juga mengumumkan, memberitakan, serta membuktikan taraf Kebesaran Kudrat⁠-⁠Mu, yang menciptakan sekaligus hal-hal berbeda yang tidak terbatas di hadapan mata kita, tanpa satu perbuatan menghalangi perbuatan lain atau satu pekerjaan menghalangi pekerjaan lain, dan membuat sesuatu yang paling besar semudah seekor lalat yang paling kecil.

Mereka memberitakan dan membuktikan melalui mukjizat serta bukti-bukti mereka keluasan Rahmat⁠-⁠Mu yang tidak terbatas, Yang menjadikan kainat ini seperti istana sempurna bagi makhluk berruh, terutama manusia, mempersiapkan surga serta kebahagiaan abadi bagi jin dan manusia, tidak melupakan makhluk hidup terkecil, dan bekerja untuk memenuhi serta memuliakan hati yang paling tak berdaya; serta bentangan Kekuasaan⁠-⁠Mu yang tidak berakhir, Yang membuat seluruh jenis makhluk, dari zarah hingga planet, menaati Perintah-perintah⁠-⁠Nya, menundukkan serta menugaskan mereka. Demikian pula, melalui ijmak dan kesepakatan, mereka bersaksi, memberi petunjuk, serta isyarat kepada cakupan Ilmu⁠-⁠Mu atas segala sesuatu. Ilmu⁠-⁠Mu menjadikan kainat ini seperti kitab besar yang berisi risalah-risalah sebanyak jumlah bagiannya, mencatat dan menulis seluruh riwayat segala wujud dalam Imâm Mubîn serta Kitâb Mubîn, yang merupakan buku-buku Lauh Mahfuz, dan menuliskan dengan teratur serta tanpa kesalahan daftar isi dan Takdir seluruh pohon dalam seluruh biji, juga riwayat hidup para pemiliknya dalam seluruh daya ingat di kepala makhluk sadar. Mereka juga bersaksi atas jangkauan Hikmah Suci kepada setiap sesuatu: Hikmah itu menempatkan banyak hikmah pada setiap wujud, bahkan menghasilkan manfaat sebanyak buah pada setiap pohon, serta mengupayakan manfaat sebanyak organ, bahkan bagian dan sel pada setiap makhluk hidup. Selain memberi lidah manusia banyak tugas, Hikmah itu juga melengkapinya dengan timbangan-timbangan kecil untuk mengecap sebanyak rasa makanan. Mereka juga bersaksi bahwa tajalli Asma⁠-⁠Mu Yang Menunjukkan Keagungan dan Keindahan, yang contoh-contohnya tampak di dunia ini, akan terus berlangsung lebih terang selama-lamanya; anugerah-anugerah⁠-⁠Mu, yang contoh-contohnya terlihat di alam fana ini, akan terus ada dan tetap kekal dengan lebih gemilang di negeri kebahagiaan; serta orang-orang penuh rindu yang menyaksikannya di dunia ini akan tetap menyertai dan berada bersama tajalli serta anugerah itu di alam kekal.

Dengan bersandar pada ratusan mukjizat terang serta ayat-ayat yang pasti, Rasul Yang Paling Mulia ﷺ dan Al-Qur'an Al-Hakîm menjadi yang terdepan, bersama seluruh nabi yang memiliki ruh bercahaya, seluruh wali yang menjadi pusat hati-hati bercahaya, serta seluruh orang pilihan yang memiliki akal terang. Dengan bersandar pada janji dan ancaman yang berulang kali Engkau Sampaikan dalam seluruh suhuf dan kitab suci, serta dengan percaya pada Sifat dan Syuunat Suci⁠-⁠Mu seperti Kudrat, Rahmat, Pertolongan, Hikmah, Keagungan, dan Keindahan⁠-⁠Mu, serta Kemuliaan Keagungan⁠-⁠Mu dan Kerajaan Rububiyah⁠-⁠Mu, melalui hakikat yang tersingkap, pengamatan, dan keyakinan ilmulyaqin, mereka memberi kabar gembira kepada jin dan manusia tentang kebahagiaan abadi. Mereka memberitakan dan mengumumkan bahwa neraka tersedia bagi orang-orang yang sesat, serta mengimani dan memberikan kesaksian.

Wahai Sang Qadîr Yang Hakîm! Wahai Sang Rahmân Yang Rahîm! Wahai Sadıku'l-Va'di'l-Kerîm! Wahai Sang Qahhâr Dzul-Jalâl Yang Memiliki Kemuliaan, Kebesaran, dan Keagungan!

Engkau Mahasuci, seratus ribu tingkat, serta Suci dan Tinggi tanpa batas, dari membenarkan orang-orang yang sesat serta kafir dalam penyangkalan mereka terhadap kebangkitan. Sebab, hal itu berarti mendustakan begitu banyak sahabat⁠-⁠Mu yang benar, begitu banyak Janji⁠-⁠Mu, serta begitu banyak Sifat dan Syuunat⁠-⁠Mu; menolak tuntutan-tuntutan pasti Kerajaan Rububiyah⁠-⁠Mu serta doa dan permohonan yang tidak terbatas dari hamba-hamba⁠-⁠Mu yang diterima dan Engkau Cintai, yang juga membuat diri mereka Dicintai oleh⁠-⁠Mu dengan membenarkan serta menaati⁠-⁠Mu. Padahal, melalui kekufuran, kedurhakaan, serta mendustakan Janji⁠-⁠Mu, orang-orang itu melukai Keagungan Kebesaran⁠-⁠Mu, menyentuh Kemuliaan Keagungan⁠-⁠Mu, mengusik Martabat Keilahian⁠-⁠Mu, serta menyedihkan Kasih Rububiyah⁠-⁠Mu!

Aku menyatakan Keadilan, Keindahan, serta Rahmat⁠-⁠Mu yang tidak berakhir Mahasuci dari kezaliman dan keburukan yang tidak berakhir semacam ini! Aku ingin mengucapkan ayat

ﺳُﺒْﺤَﺎﻧَﻪُ ﻭَ ﺗَﻌَﺎﻟٰﻰ ﻋَﻤَّﺎ ﻳَﻘُﻮﻟُﻮﻥَ ﻋُﻠُﻮًّﺍ ﻛَﺒ۪ﻴﺮًﺍ

sebanyak jumlah seluruh zarah tubuhku!

Bahkan, para utusan⁠-⁠Mu yang setia serta para penyeru Kerajaan⁠-⁠Mu yang benar itu bersaksi, memberi isyarat, dan menyampaikan kabar gembira—melalui haqqulyaqin, ainulyaqin, serta ilmulyaqin—tentang khazanah Rahmat akhirat⁠-⁠Mu, harta terpendam anugerah-anugerah⁠-⁠Mu di alam kekal, serta manifestasi yang luar biasa indah dari Asma⁠-⁠Mu Yang Indah, yang tampak sepenuhnya di negeri kebahagiaan. Dengan beriman bahwa sinar terbesar Nama “Al-Haqq”, yang menjadi tempat kembali, matahari, dan pelindung seluruh hakikat, adalah hakikat kebangkitan yang paling agung ini, mereka mengajarkannya kepada hamba-hamba⁠-⁠Mu.

Wahai Rabbü'l-enbiya ve's-sıddıkîn!

Mereka seluruhnya ditundukkan serta ditugaskan dalam Kerajaan⁠-⁠Mu melalui Perintah dan Kudrat⁠-⁠Mu, Kehendak dan Pengaturan⁠-⁠Mu, serta Ilmu dan Hikmah⁠-⁠Mu. Dengan menyatakan Kemahasucian, bertakbir, bertahmid, serta bertahlil, mereka memperlihatkan bola bumi sebagai tempat zikir yang paling agung dan kainat ini sebagai masjid yang paling besar.

Yâ Rabbî ve yâ Rabbe's-semavati ve'l-aradîn! Yâ Hâlıkî ve yâ Hâlık-ı külli şey!

Demi Kudrat, Kehendak, Hikmah, Kekuasaan, dan Rahmat⁠-⁠Mu, Yang menundukkan langit beserta bintangnya, bumi beserta isinya, serta seluruh makhluk dengan segala keadaannya, tundukkan nafsuku bagiku! Tundukkan pula apa yang kuinginkan bagiku! Untuk khidmah kepada Al-Qur'an dan iman, tundukkan hati manusia kepada Risale-i Nur! Berilah aku serta saudara-saudaraku iman yang sempurna dan husnul khatimah (akhir hidup yang baik). Sebagaimana Engkau menundukkan lautan kepada Yang Mulia Musa aleyhisselâm, api kepada Yang Mulia Ibrahim aleyhisselâm, gunung serta besi kepada Yang Mulia Dawud aleyhisselâm, jin dan manusia kepada Yang Mulia Sulaiman aleyhisselâm, serta matahari dan bulan kepada Yang Mulia Muhammad ﷺ, tundukkan hati dan akal kepada Risale-i Nur! Lindungilah aku serta para pelajar Risale-i Nur dari kejahatan nafsu dan setan, azab kubur, serta api neraka, dan bahagiakan kami di surga Firdaus, âmin âmin âmin!

ﺳُﺒْﺤَﺎﻧَﻚَ لَا ﻋِﻠْﻢَ ﻟَﻨَٓﺎ اِلَّا ﻣَﺎ ﻋَﻠَّﻤْﺘَﻨَٓﺎ ﺍِﻧَّﻚَ ﺍَﻧْﺖَ ﺍﻟْﻌَﻠ۪ﻴﻢُ ﺍﻟْﺤَﻜ۪ﻴﻢُ ﻭَ ﺍٰﺧِﺮُ ﺩَﻋْﻮٰﻳﻬُﻢْ ﺍَﻥِ ﺍﻟْﺤَﻤْﺪُ ﻟِﻠّٰﻪِ ﺭَﺏِّ ﺍﻟْﻌَﺎﻟَﻤ۪ﻴﻦَ

Jika aku melakukan kekurangan dalam mempersembahkan pelajaran yang kuambil dari Al-Qur'an serta Cevşenü'l-Kebir, munajat Nabi ﷺ, ke hadapan Rabb-ku Yang Rahîm sebagai ibadah melalui tafakur, aku memohon ampunan dari Rahmat⁠-⁠Nya atas kekuranganku dengan menjadikan Al-Qur'an dan Cevşenü'l-Kebir sebagai pemberi syafaat.