Daftar Isi
LEM'A PERTAMA:
Dengan menjelaskan satu rahasia penting dan satu hakikat agung dari ayat
ﻓَﻨَﺎﺩٰﻯ ﻓِﻰ ﺍﻟﻈُّﻠُﻤَﺎﺕِ ﺍَﻥْ لَٓا ﺍِﻟٰﻪَ اِلَّٓا ﺍَﻧْﺖَ ﺳُﺒْﺤَﺎﻧَﻚَ ﺍِﻧّ۪ﻰ ﻛُﻨْﺖُ ﻣِﻦَ ﺍﻟﻈَّﺎﻟِﻤ۪ﻴﻦَ,
munajat terkenal Yang Mulia Yunus aleyhisselâm, risalah ini menerangkan bahwa setiap manusia di dunia berada dalam keadaan yang dialami Yang Mulia Yunus aleyhisselâm, tetapi dalam ukuran yang lebih besar.
Sebagaimana “ikan, laut, dan malam” bagi Yang Mulia Yunus aleyhisselâm, demikianlah nafsu, dunia, serta masa depan bagi setiap manusia.
LEM'A KEDUA:
Risalah ini menjelaskan munajat terkenal Yang Mulia Ayyub aleyhisselâm. Dengan menafsirkan satu rahasia penting serta satu hakikat agung dari ayat
ﺍِﺫْ ﻧَﺎﺩٰﻯ ﺭَﺑَّﻪُٓ ﺍَﻧّ۪ﻰ ﻣَﺴَّﻨِﻰَ ﺍﻟﻀُّﺮُّ ﻭَﺍَﻧْﺖَ ﺍَﺭْﺣَﻢُ ﺍﻟﺮَّﺍﺣِﻤ۪ﻴﻦَ
melalui lima butir hikmah, risalah ini menjadi penawar batin dan obat yang sangat bermanfaat bagi semua orang yang tertimpa musibah. Risalah ini mengubah musibah jasmani bagi ahli iman sehingga tidak lagi menjadi musibah.
Sebagaimana risalah ini menerangkan bahwa musibah yang benar-benar penting adalah musibah kesesatan yang menimpa hati dan jiwa, demikian pula ia menjadikan menit-menit umur orang yang tertimpa musibah sebagai jam-jam ibadah bagi mereka yang bersabar serta bersyukur. Ia menutup pintu keluhan dan selalu membuka pintu syukur.
LEM'A KETIGA:
Dua hakikat penting dari ayat
ﻛُﻞُّ ﺷَﻰْﺀٍ ﻫَﺎﻟِﻚٌ اِلَّا ﻭَﺟْﻬَﻪُ ﻟَﻪُ ﺍﻟْﺤُﻜْﻢُ ﻭَ ﺍِﻟَﻴْﻪِ ﺗُﺮْﺟَﻌُﻮﻥَ
ditafsirkan melalui dua hakikat penting yang dinyatakan oleh dua kalimat terkenal,
ﻳَﺎ ﺑَﺎﻗ۪ﻰ ﺍَﻧْﺖَ ﺍﻟْﺒَﺎﻗ۪ﻰ ٭ ﻳَﺎ ﺑَﺎﻗ۪ﻰ ﺍَﻧْﺖَ ﺍﻟْﺒَﺎﻗ۪ﻰ.
Jika ruh manusia, yang diciptakan untuk tetap ada selamanya serta mencintai hidup kekal, mengetahui hubungan hakikinya dengan Sang Bâqî Dzul-Jalâl, ia mengubah umurnya yang fana menjadi umur yang kekal. Ini risalah berharga yang menjelaskan dan membuktikan bahwa detik-detiknya menjadi seperti tahun, sedangkan tahun-tahun ruh manusia yang tidak mengenal Sang Bâqî Dzul-Jalâl menjadi seperti detik.
Mereka yang memandang fana sebagai hal buruk serta ingin mengetahui hidup kekal hendaknya membaca risalah ini dengan penuh minat.
LEM'A KEEMPAT:
Ini risalah yang sangat penting bernama Minhacü's-Sünne. Risalah ini menyelesaikan secara sangat jelas dan pasti persoalan imamah, salah satu persoalan perbedaan pendapat terpenting antara kaum Syiah dan Ahlusunah. Melalui empat butir hikmah, ia menafsirkan dua hakikat besar di antara banyak hakikat agung ayat-ayat agung
ﻟَﻘَﺪْ ﺟَٓﺎﺀَﻛُﻢْ ﺭَﺳُﻮﻝٌ ﻣِﻦْ ﺍَﻧْﻔُﺴِﻜُﻢْ ﻋَﺰ۪ﻳﺰٌ ﻋَﻠَﻴْﻪِ ﻣَﺎ ﻋَﻨِﺘُّﻢْ ﺣَﺮ۪ﻳﺺٌ ﻋَﻠَﻴْﻜُﻢْ ﺑِﺎﻟْﻤُﺆْﻣِﻨ۪ﻴﻦَ ﺭَﺅُﻑٌ ﺭَﺣ۪ﻴﻢٌ ٭ ﻓَﺎِﻥْ ﺗَﻮَﻟَّﻮْﺍ ﻓَﻘُﻞْ ﺣَﺴْﺒِﻰَ ﺍﻟﻠّٰﻪُ لَٓا ﺍِﻟٰﻪَ اِلَّا ﻫُﻮَ ﻋَﻠَﻴْﻪِ ﺗَﻮَﻛَّﻠْﺖُ ﻭَﻫُﻮَ ﺭَﺏُّ ﺍﻟْﻌَﺮْﺵِ ﺍﻟْﻌَﻈ۪ﻴﻢِ ٭ ﻗُﻞْ لَٓا ﺍَﺳْﺌَﻠُﻜُﻢْ ﻋَﻠَﻴْﻪِ ﺍَﺟْﺮًﺍ اِلَّا ﺍﻟْﻤَﻮَﺩَّﺓَ ﻓِﻰ ﺍﻟْﻘُﺮْﺑٰﻰ.
Risalah ini sangat berharga dan bermanfaat bagi Ahlusunah Waljamaah serta kaum Alawi. Ia benar-benar Minhacü's-Sünne; jalan sunah yang mulia dalam persoalan itu dijelaskan sepenuhnya.
LEM'A KELIMA:
Ini direncanakan sebagai risalah yang akan menjelaskan satu hakikat sangat penting dari ayat
ﺣَﺴْﺒُﻨَﺎ ﺍﻟﻠّٰﻪُ ﻭَﻧِﻌْﻢَ ﺍﻟْﻮَﻛ۪ﻴﻞُ
melalui lima belas tingkatan. Namun, karena lebih berkaitan dengan zikir serta tafakur daripada hakikat dan ilmu, untuk sementara ditunda. Memang risalah yang sangat penting bernama “Mirkatü's-Sünneti ve Tiryaku Marazı'l-Bid'a”, yakni Lem'a Kesebelas, mula-mula ditulis dengan nama Lem'a Kelima. Namun, karena risalah itu terbagi menjadi sebelas butir hikmah penting, ia masuk ke Lem'a Kesebelas. Lem'a Kelima tetap kosong.
LEM'A KEENAM:
Ini direncanakan sebagai risalah yang akan menjelaskan hakikat penting banyak ayat yang dinyatakan oleh kalimat
لَا ﺣَﻮْﻝَ وَلَا ﻗُﻮَّﺓَ اِلَّا ﺑِﺎﻟﻠّٰﻪِ ﺍﻟْﻌَﻠِﻰِّ ﺍﻟْﻌَﻈ۪ﻴﻢِ,
juga melalui lima belas sampai dua puluh tingkatan pemikiran. Seperti Lem'a Kelima, tingkatan-tingkatan dalam Lem'a ini kurasakan dalam diriku serta kusaksikan melalui zikir dan tafakur dalam gerak-gerik jiwaku. Karena lebih berkaitan dengan rasa serta keadaan batin daripada ilmu dan hakikat, dipandang tepat untuk menuliskannya di bagian akhir, alih-alih di antara Lem'a-Lem'a tentang hakikat.
LEM'A KETUJUH:
Pada akhir surah Al-Fath, dari sepuluh segi mukjizat tiga ayat agung
ﻟَﻘَﺪْ ﺻَﺪَﻕَ ﺍﻟﻠّٰﻪُ ﺭَﺳُﻮﻟَﻪُ ﺍﻟﺮُّﺅْﻳَﺎ ﺑِﺎﻟْﺤَﻖِّ ﻟَﺘَﺪْﺧُﻠُﻦَّ ﺍﻟْﻤَﺴْﺠِﺪَ ﺍﻟْﺤَﺮَﺍﻡَ ﺍِﻥْ ﺷَٓﺎﺀَ ﺍﻟﻠّٰﻪُ ﺍٰﻣِﻨ۪ﻴﻦَ ﻣُﺤَﻠِّﻘ۪ﻴﻦَ ﺭُﺅُﺳَﻜُﻢْ ﻭَ ﻣُﻘَﺼِّﺮ۪ﻳﻦَ لَا ﺗَﺨَﺎﻓُﻮﻥَ ﻓَﻌَﻠِﻢَ ﻣَﺎ ﻟَﻢْ ﺗَﻌْﻠَﻤُﻮﺍ ﻓَﺠَﻌَﻞَ ﻣِﻦْ ﺩُﻭﻥِ ﺫٰﻟِﻚَ ﻓَﺘْﺤًﺎ ﻗَﺮ۪ﻳﺒًﺎ ٭ ﻫُﻮَ ﺍﻟَّﺬ۪ٓﻯ ﺍَﺭْﺳَﻞَ ﺭَﺳُﻮﻟَﻪُ ﺑِﺎﻟْﻬُﺪٰﻯ ﻭَﺩ۪ﻳﻦِ ﺍﻟْﺤَﻖِّ ﻟِﻴُﻈْﻬِﺮَﻩُ ﻋَﻠَﻰ ﺍﻟﺪّ۪ﻳﻦِ ﻛُﻠِّﻪ۪ ﻭَ ﻛَﻔٰﻰ ﺑِﺎﻟﻠّٰﻪِ ﺷَﻬ۪ﻴﺪًﺍ ٭ ﻣُﺤَﻤَّﺪٌ ﺭَﺳُﻮﻝُ ﺍﻟﻠّٰﻪِ ﻭَﺍﻟَّﺬ۪ﻳﻦَ ﻣَﻌَﻪُٓ ﺍَﺷِﺪَّٓﺍﺀُ ﻋَﻠَﻰ ﺍﻟْﻜُﻔَّﺎﺭِ ﺭُﺣَﻤَٓﺎﺀُ ﺑَﻴْﻨَﻬُﻢْ ﺗَﺮٰﻳﻬُﻢْ ﺭُﻛَّﻌًﺎ ﺳُﺠَّﺪًﺍ ﻳَﺒْﺘَﻐُﻮﻥَ فَضْلًا ﻣِﻦَ ﺍﻟﻠّٰﻪِ ﻭَ ﺭِﺿْﻮَﺍﻧًﺎ ﺳ۪ﻴﻤَﺎﻫُﻢْ ﻓ۪ﻰ ﻭُﺟُﻮﻫِﻬِﻢْ ﻣِﻦْ ﺍَﺛَﺮِ ﺍﻟﺴُّﺠُﻮﺩِ ﺫٰﻟِﻚَ ﻣَﺜَﻠُﻬُﻢْ ﻓِﻰ ﺍﻟﺘَّﻮْﺭٰﻳﺔِ ﻭَ ﻣَﺜَﻠُﻬُﻢْ ﻓِﻰ الْاِنْج۪يلِ ﻛَﺰَﺭْﻉٍ ﺍَﺧْﺮَﺝَ ﺷَﻄْﺎَﻩُ ﻓَﺎٰﺯَﺭَﻩُ ﻓَﺎﺳْﺘَﻐْﻠَﻆَ ﻓَﺎﺳْﺘَﻮٰﻯ ﻋَﻠٰﻰ ﺳُﻮﻗِﻪ۪ ﻳُﻌْﺠِﺐُ ﺍﻟﺰُّﺭَّﺍﻉَ ﻟِﻴَﻐ۪ﻴﻆَ ﺑِﻬِﻢُ ﺍﻟْﻜُﻔَّﺎﺭَ ﻭَﻋَﺪَ ﺍﻟﻠّٰﻪُ ﺍﻟَّﺬ۪ﻳﻦَ ﺍٰﻣَﻨُﻮﺍ ﻭَ ﻋَﻤِﻠُﻮﺍ ﺍﻟﺼَّﺎﻟِﺤَﺎﺕِ ﻣِﻨْﻬُﻢْ ﻣَﻐْﻔِﺮَﺓً ﻭَ ﺍَﺟْﺮًﺍ ﻋَﻈ۪ﻴﻤًﺎ,
risalah ini menjelaskan delapan berita gaib hanya dari segi pemberitaan tentang gaib. Ia membuktikan bahwa ketiga ayat itu, dengan sendirinya, merupakan mukjizat yang terang. Dalam Pelengkapnya,
ﻓَﺎُﻭﻟٰٓﺌِﻚَ ﻣَﻊَ ﺍﻟَّﺬ۪ﻳﻦَ ﺍَﻧْﻌَﻢَ ﺍﻟﻠّٰﻪُ ﻋَﻠَﻴْﻬِﻢْ ﻣِﻦَ ﺍﻟﻨَّﺒِﻴّ۪ﻦَ ﻭَ ﺍﻟﺼِّﺪّ۪ﻳﻘ۪ﻴﻦَ ﻭَ ﺍﻟﺸُّﻬَﺪَٓﺍﺀِ ﻭَ ﺍﻟﺼَّﺎﻟِﺤ۪ﻴﻦَ ﻭَ ﺣَﺴُﻦَ ﺍُﻭﻟٰٓﺌِﻚَ ﺭَﻓ۪ﻴﻘًﺎ
menunjuk kepada berita-berita gaib ayat itu melalui satu butir hikmah penting tentang mukjizatnya, yang sejenis dengan pemberitaan gaib ayat pada akhir surah Al-Fath.
Dalam Penutupnya, risalah ini menjelaskan satu butir hikmah yang menunjukkan mukjizat yang sangat terang di antara butir-butir hikmah Al-Qur'an Al-Hakîm tentang tawafuk. Ia menerangkan bahwa, dari suatu segi, Al-Qur'an termuat dalam Al-Fatihah, Al-Fatihah dalam Basmalah, serta Basmalah dalam Elif Lâm Mim.
Salah satu tawafuk halus yang bermukjizat pada lafal Allah سُبْحَانَهُ dalam mushaf dengan catatan pinggir yang paling luas beredar dan dipakai adalah sebagai berikut: di seluruh Al-Qur'an, delapan puluh lafal Keagungan terletak pada bagian atas baris terakhir halaman, dan delapan puluh lainnya pada bagian bawahnya. Lafal-lafal itu saling bertepatan, tersusun satu di atas yang lain, dan saling memperlihatkan diri dengan kecocokan sempurna dari balik halaman, seakan-akan satu lafal Keagungan tampak dari delapan puluh lafal. Selain itu, lima puluh lima terletak tepat di tengah baris terakhir dan dua puluh lima di awalnya, sehingga bersama-sama kembali menjadi delapan puluh. Delapan puluh ini bertepatan dalam jumlah delapan puluh dengan dua kelompok delapan puluh tadi. Adanya dua ratus empat puluh tawafuk halus hanya pada baris-baris terakhir halaman menunjukkan bahwa, sebagaimana ayat, kata, serta huruf Al-Qur'an Yang Agung masing-masing menjadi dasar mukjizat tersendiri, demikian pula bentuk tulisan dan garis kata-katanya menerima nyala mukjizat tersendiri. Risalah ini menjelaskannya.
LEM'A KEDELAPAN:
Karena diterbitkan dalam kumpulan lain, tidak dimasukkan di sini.
LEM'A KESEMBILAN:
Karena diterbitkan dalam kumpulan lain, tidak dimasukkan di sini.
LEM'A KESEPULUH:
Risalah ini menafsirkan satu rahasia ayat
ﻳَﻮْﻡَ ﺗَﺠِﺪُ ﻛُﻞُّ ﻧَﻔْﺲٍ ﻣَﺎ ﻋَﻤِﻠَﺖْ ﻣِﻦْ ﺧَﻴْﺮٍ ﻣُﺤْﻀَﺮًﺍ ﻭَﻣَﺎ ﻋَﻤِﻠَﺖْ ﻣِﻦْ ﺳُٓﻮﺀٍ ﺗَﻮَﺩُّ ﻟَﻮْ ﺍَﻥَّ ﺑَﻴْﻨَﻬَﺎ ﻭَﺑَﻴْﻨَﻪُٓ ﺍَﻣَﺪًﺍ ﺑَﻌ۪ﻴﺪًﺍ ﻭَﻳُﺤَﺬِّﺭُﻛُﻢُ ﺍﻟﻠّٰﻪُ ﻧَﻔْﺴَﻪُ ﻭَﺍﻟﻠّٰﻪُ ﺭَﺅُﻑٌ ﺑِﺎﻟْﻌِﺒَﺎﺩِ
dengan menjelaskan tamparan kasih sayang yang dialami saudara-saudaraku dalam khidmah Al-Qur'an akibat kekhilafan serta kesalahan mereka sebagai tuntutan sifat manusia.
Ya, risalah ini ditulis dalam dua bagian. Pada bagian pertama, tamparan kasih sayang yang menjadi peringatan bagi orang-orang khusus dan setia yang berkhidmah kepada Al-Qur'an, akibat kekhilafan serta kesalahan mereka...
Pada bagian kedua, akan dibahas tamparan sebagai hukuman yang menimpa orang-orang yang tampak sebagai sahabat, tetapi menentang dalam hati, sebagai balasan atas kerugian yang sengaja mereka sebabkan. Namun, agar tidak melukai perasaan sebagian orang tanpa perlu, dari ratusan kejadian hanya lima belas pada bagian pertama yang dibahas. Bagian kedua untuk sementara belum ditulis.
Orang yang menerima tamparan menuliskannya dengan menerima, menandatangani, serta membenarkannya sendiri. Aku mendapat lima tamparan dan menuliskannya. Aku menulis sebagai wakil Abdülmecid dan Hulusi, yang kuanggap seperti diriku sendiri. Sebagian yang lain menulis sendiri; sebagian lagi melihat tulisan tentang mereka dan menerimanya. Kami mencukupkan diri dengan mereka sebagai contoh. Selebihnya, kejadian-kejadian itu banyak.
Dengan demikian, kami benar-benar yakin bahwa dalam khidmah ini kami tidak dibiarkan tanpa pengawasan. Kami berada di bawah Perhatian yang penting, Pandangan Pertolongan yang cermat, serta Penjagaan dan Perlindungan yang kuat.
Pada akhir risalah itu, satu hakikat penting tentang rahasia
ﺍَﻟﻈُّﻠْﻢُ لَا ﻳَﺪُﻭﻡُ ﻭَﺍﻟْﻜُﻔْﺮُ ﻳَﺪُﻭﻡُ
dijelaskan: orang-orang ingkar yang mengganggu khidmah kami dengan kezaliman akan menerima tamparannya di dunia ini, dan sebagian telah menerimanya. Risalah itu juga menjelaskan sebab serta hikmah ditundanya tamparan bagi mereka yang mengganggu demi kekufuran dan kesesatan, sehingga mereka tidak segera menerimanya.
LEM'A KESEBELAS:
Ini risalah sangat penting bernama “Mirkatü's-Sünne ve Tiryaku Marazı'l-Bid'a”. Ia menafsirkan dua hakikat sangat penting dari ayat-ayat
ﻟَﻘَﺪْ ﺟَٓﺎﺀَﻛُﻢْ ﺭَﺳُﻮﻝٌ ﻣِﻦْ ﺍَﻧْﻔُﺴِﻜُﻢْ ﻋَﺰ۪ﻳﺰٌ ﻋَﻠَﻴْﻪِ ﻣَﺎ ﻋَﻨِﺘُّﻢْ ﺣَﺮ۪ﻳﺺٌ ﻋَﻠَﻴْﻜُﻢْ ﺑِﺎﻟْﻤُﺆْﻣِﻨ۪ﻴﻦَ ﺭَﺅُﻑٌ ﺭَﺣ۪ﻴﻢٌ ٭ ﻗُﻞْ ﺍِﻥْ ﻛُﻨْﺘُﻢْ ﺗُﺤِﺒُّﻮﻥَ ﺍﻟﻠّٰﻪَ ﻓَﺎﺗَّﺒِﻌُﻮﻧ۪ﻰ ﻳُﺤْﺒِﺒْﻜُﻢُ ﺍﻟﻠّٰﻪُ
melalui sebelas butir hikmah.
Butir Hikmah Pertama:
Menjelaskan rahasia hadis mulia
ﻣَﻦْ ﺗَﻤَﺴَّﻚَ ﺑِﺴُﻨَّﺘ۪ﻰ ﻋِﻨْﺪَ ﻓَﺴَﺎﺩِ ﺍُﻣَّﺘ۪ﻰ ﻓَﻠَﻪُ ﺍَﺟْﺮُ ﻣِﺎَﺓِ ﺷَﻬ۪ﻴﺪٍ.
Butir Hikmah Kedua:
Tentang ucapan Imam Rabbani (ra), “Mengikuti sunah yang mulia adalah tarekat yang paling agung, paling halus dan indah, serta paling aman.”
Butir Hikmah Ketiga:
Menjelaskan bahwa ia membenarkan penilaian Imam Rabbani tentang pentingnya sunah yang mulia.
Butir Hikmah Keempat:
Melalui pintu hakikat ﺍَﻟْﻤَﻮْﺕُ ﺣَﻖٌّ, menjelaskan perjalanan ruhani menuju alam batin yang sangat luar biasa.
Butir Hikmah Kelima:
Berdasarkan pernyataan jelas ayat
ﻗُﻞْ ﺍِﻥْ ﻛُﻨْﺘُﻢْ ﺗُﺤِﺒُّﻮﻥَ ﺍﻟﻠّٰﻪَ ﻓَﺎﺗَّﺒِﻌُﻮﻧ۪ﻰ ﻳُﺤْﺒِﺒْﻜُﻢُ ﺍﻟﻠّٰﻪُ,
menjelaskan bahwa cinta kepada Allah سُبْحَانَهُ, melalui penalaran logis yang pasti, menghasilkan sikap mengikuti sunah yang mulia.
Butir Hikmah Keenam:
Menafsirkan satu rahasia penting hadis
ﻛُﻞُّ ﺑِﺪْﻋَﺔٍ ضَلَالَةٌ ﻭَﻛُﻞُّ ضَلَالَةٍ ﻓِﻰ ﺍﻟﻨَّﺎﺭِ
serta satu hakikat ayat
ﺍَﻟْﻴَﻮْﻡَ ﺍَﻛْﻤَﻠْﺖُ ﻟَﻜُﻢْ ﺩ۪ﻳﻨَﻜُﻢْ.
Butir Hikmah Ketujuh:
Menjelaskan bahwa di bawah setiap persoalan sunah yang mulia terdapat suatu adab. Ini jawaban yang indah atas pertanyaan, “Bagaimana adab dan rasa malu di hadapan Sang ‘Allâmul-Ghuyûb dapat terjadi, dan apa maknanya?”
Butir Hikmah Kedelapan:
Sebagaimana sebagian sunah yang mulia merupakan tetesan kasih Ahmad ﷺ, demikian pula butir ini memperlihatkan betapa pribadi Ahmad ﷺ merupakan sumber kasih.
Butir Hikmah Kesembilan:
Meskipun mengikuti sepenuhnya setiap jenis sunah yang mulia dalam perbuatan adalah kekhususan orang-orang yang paling terpilih di antara orang-orang pilihan, setiap orang dapat memperoleh bagian penuh dari sikap mengikuti sepenuhnya itu melalui niat, tekad, serta keinginan untuk mengikutinya dengan mendukung, berpegang teguh, dan menghargainya. Butir ini menjelaskan bahwa zikir, wirid, serta jalan batin ahli tarekat tidak termasuk bidah, dengan syarat tidak menentang dasar-dasar sunah. Paling jauh, semua itu merupakan bidah hasanah.
Butir Hikmah Kesepuluh:
ﻗُﻞْ ﺍِﻥْ ﻛُﻨْﺘُﻢْ ﺗُﺤِﺒُّﻮﻥَ ﺍﻟﻠّٰﻪَ ﻓَﺎﺗَّﺒِﻌُﻮﻧ۪ﻰ ﻳُﺤْﺒِﺒْﻜُﻢُ ﺍﻟﻠّٰﻪُ.
Terdapat penjelasan yang sangat menarik, penting, serta indah melalui tiga Pokok tentang cinta kepada Allah سُبْحَانَهُ dan sikap mengikuti sunah yang mulia sebagai hasil cinta itu. Bahkan, melalui tawafuk dalam bentuk tulisan kitab, butir ini memperlihatkan satu sinar karamah dari
Butir Hikmah Kesepuluh
tersebut.
Butir Hikmah Kesebelas:
Membuktikan bahwa sumber sunah yang mulia dari pribadi Ahmad ﷺ ialah ucapan, keadaan, serta perbuatannya; masing-masing terbagi menjadi golongan fardu, ibadah sunah, serta kebiasaan. Melalui rahasia
ﻭَﺍِﻧَّﻚَ ﻟَﻌَﻠٰﻰ ﺧُﻠُﻖٍ ﻋَﻈ۪ﻴﻢٍ
dalam Al-Qur'an, butir ini juga membuktikan bahwa, sebagaimana dalam batin serta ruhani, dari segi tabiat jasmaninya pun Rasul Yang Paling Mulia ﷺ adalah pribadi tunggal yang berada pada titik paling seimbang di antara umat manusia, serta tepat di tengah dan puncak keseimbangan daya-daya jasmani dan nafsu.
Seperti dinyatakan di awal, risalah ini juga merupakan penawar yang paling bermanfaat serta eliksir yang paling agung.
LEM'A KEDUA BELAS:
Melalui dua butir hikmah, risalah ini menafsirkan dua hakikat ayat-ayat
ﺍِﻥَّ ﺍﻟﻠّٰﻪَ ﻫُﻮَ ﺍﻟﺮَّﺯَّﺍﻕُ ﺫُﻭ ﺍﻟْﻘُﻮَّﺓِ ﺍﻟْﻤَﺘ۪ﻴﻦُ ٭ ﺍَﻟﻠّٰﻪُ ﺍﻟَّﺬ۪ﻯ ﺧَﻠَﻖَ ﺳَﺒْﻊَ ﺳَﻤٰﻮَﺍﺕٍ ﻭَﻣِﻦَ الْاَرْضِ ﻣِﺜْﻠَﻬُﻦَّ ﻳَﺘَﻨَﺰَّﻝُ الْاَمْرُ ﺑَﻴْﻨَﻬُﻦَّ ﻟِﺘَﻌْﻠَﻤُﻮﺍ ﺍَﻥَّ ﺍﻟﻠّٰﻪَ ﻋَﻠٰﻰ ﻛُﻞِّ ﺷَﻰْﺀٍ ﻗَﺪ۪ﻳﺮٌ ﻭَ ﺍَﻥَّ ﺍﻟﻠّٰﻪَ ﻗَﺪْ ﺍَﺣَﺎﻁَ ﺑِﻜُﻞِّ ﺷَﻰْﺀٍ ﻋِﻠْﻤًﺎ
yang menjadi sasaran kritik kalangan ilmuwan serta para ahli geografi dan kosmografi masa kini.
Butir Hikmah Pertama:
Dengan menjelaskan bahwa seluruh rezeki langsung berada di Tangan Sang Qadîr Dzul-Jalâl serta berasal dari khazanah Rahmat-Nya, membuktikan bahwa tidak ada kematian karena tidak ada rezeki.
Butir Hikmah Kedua:
Membuktikan bahwa, bertentangan dengan para filsuf geografi yang ingkar, bola bumi memiliki tujuh lapisan dari tujuh segi; langit juga memiliki tujuh lapisan dari tujuh segi, bertentangan dengan para filsuf kosmografi. Risalah ini merupakan kendali, yakni kekang, bagi orang-orang ingkar yang banyak bicara itu.
LEM'A KETIGA BELAS:
Ini risalah yang sangat berharga, kuat, dan berisi hakikat, terkenal dengan nama “Hikmetü'l-İstiaze” (Hikmah Memohon Perlindungan). Salah satu hakikat terpenting surah
ﻗُﻞْ ﺍَﻋُﻮﺫُ ﺑِﺮَﺏِّ ﺍﻟﻨَّﺎﺱِ ٭ ﻣَﻠِﻚِ ﺍﻟﻨَّﺎﺱِ ٭ ﺍِﻟٰﻪِ ﺍﻟﻨَّﺎﺱِ ٭ ﻣِﻦْ ﺷَﺮِّ ﺍﻟْﻮَﺳْﻮَﺍﺱِ ﺍﻟْﺨَﻨَّﺎﺱِ ٭ ﺍﻟَّﺬ۪ﻯ ﻳُﻮَﺳْﻮِﺱُ ﻓ۪ﻰ ﺻُﺪُﻭﺭِ ﺍﻟﻨَّﺎﺱِ ٭ ﻣِﻦَ ﺍﻟْﺠِﻨَّﺔِ ﻭَ ﺍﻟﻨَّﺎﺱِ,
satu hikmah penting ayat
ﻭَﻗُﻞْ ﺭَﺏِّ ﺍَﻋُﻮﺫُ ﺑِﻚَ ﻣِﻦْ ﻫَﻤَﺰَﺍﺕِ ﺍﻟﺸَّﻴَﺎﻃ۪ﻴﻦِ ٭ ﻭَﺍَﻋُﻮﺫُ ﺑِﻚَ ﺭَﺏِّ ﺍَﻥْ ﻳَﺤْﻀُﺮُﻭﻥِ,
serta satu rahasia terpenting dari
ﺍَﻋُﻮﺫُ ﺑِﺎﻟﻠّٰﻪِ ﻣِﻦَ ﺍﻟﺸَّﻴْﻄَﺎﻥِ ﺍﻟﺮَّﺟ۪ﻴﻢِ
ditafsirkan melalui tiga belas Isyarat. Dengan tiga belas kunci, risalah ini membuka pintu untuk memasuki benteng kokoh
ﻗُﻞْ ﺍَﻋُﻮﺫُ ﺑِﺮَﺏِّ ﺍﻟﻨَّﺎﺱِ
serta memperlihatkan tempat berlindung.
Isyarat Pertama:
Jawaban yang sangat pasti dan jelas atas pertanyaan, “Padahal setan-setan tidak memiliki bagian apa pun dalam penciptaan di kainat, keburukan kesesatan yang menjijikkan membuat orang-orang yang sesat menjauhinya, Allah سُبْحَانَهُ melalui Rahmat dan Pertolongan-Nya Mendukung orang-orang yang mengikuti kebenaran, serta keindahan kebenaran dan hakikat yang memikat menguatkan dan mendorong mereka, apa hikmah di balik kelompok setan sering mengalahkan kelompok Allah?” سُبْحَانَهُ
Isyarat Kedua:
Jawaban yang sangat kuat dan meyakinkan atas pertanyaan, “Setan-setan yang merupakan keburukan semata diciptakan dan dibiarkan mengganggu ahli iman, serta karena mereka banyak manusia masuk ke dalam kekufuran dan neraka. Bagaimana Rahmat serta Keindahan Sang Jamîl Mutlak, Sang Rahîm Mutlak, dan Sang Rahmân Yang Hakiki Membolehkan keburukan yang tidak terbatas serta musibah yang mengerikan ini terjadi, dan mengapa Mengizinkannya?”
Isyarat Ketiga:
Jawaban yang sangat pasti dan penting atas pertanyaan, “Dalam Al-Qur'an Al-Hakîm terdapat keluhan-keluhan besar, pengerahan kekuatan yang banyak, serta ancaman sangat keras terhadap orang-orang yang sesat. Menurut pandangan akal secara lahiriah, semua itu tampaknya tidak sesuai dengan balagahnya yang adil dan tepat, serta keseimbangan dan kelurusan gayanya. Ia seakan-akan mengerahkan pasukan terhadap seorang yang tak berdaya. Apa rahasia serta hikmah keluhan-keluhan itu, yang seakan-akan memberi kedudukan sekutu kuat kepada seorang yang bangkrut, tidak memiliki bagian dalam kerajaan, dan tak berdaya?”
Isyarat Keempat:
Karena keadaan tidak ada merupakan keburukan semata, sedangkan wujud adalah kebaikan semata, isyarat ini menjelaskan bahwa keindahan dan kesempurnaan bersandar pada wujud, sedangkan keburukan dan musibah bersandar pada keadaan tidak ada serta berasal darinya.
Isyarat Kelima:
“Dalam kitab-kitab samawi, Allah سُبْحَانَهُ Memperlihatkan ganjaran besar seperti surga dan hukuman mengerikan seperti neraka kepada manusia. Selain itu, Dia Memberi banyak petunjuk, berulang kali memperingatkan, berkali-kali memberi peringatan, serta berkali-kali mengancam dan mendorong. Meskipun demikian, apa rahasia ahli iman dikalahkan oleh tipu daya kelompok setan yang buruk, tanpa ganjaran, serta lemah?” Ini jawaban meyakinkan atas pertanyaan yang menggentarkan tersebut.
Isyarat Keenam:
Jawaban berdasarkan ilmu, logika, serta hakikat terhadap salah satu tipu daya setan yang paling berbahaya dan paling banyak dilakukan: menampilkan “membayangkan kekufuran” sebagai “membenarkan kekufuran” dan “membayangkan kesesatan” sebagai “membenarkan kesesatan”, sehingga menyeret orang-orang yang peka dan berhati bersih ke dalam bahaya.
Isyarat Ketujuh:
Karena imam-imam Muktazilah menganggap menciptakan keburukan sebagai keburukan, mereka tidak menisbatkan penciptaan kekufuran serta kesesatan kepada Allah سُبْحَانَهُ, seakan-akan dengan itu menyatakan Allah سُبْحَانَهُ Mahasuci. Ini jawaban yang sangat kuat, logis, dan membungkam atas persoalan penting Muktazilah tersebut serta anggapan kaum Majusi bahwa pencipta keburukan itu terpisah. Juga jawaban yang sangat dapat diterima dan meyakinkan terhadap Muktazilah serta sebagian Khawarij yang berkata, “Orang yang melakukan dosa besar tidak dapat tetap menjadi mukmin!”
Isyarat Kedelapan:
Ini jawaban yang sangat menarik, logis, serta pasti atas pertanyaan, “Dalam beberapa risalah telah dibuktikan dengan dalil-dalil pasti bahwa jalan kekufuran dan kesesatan begitu penuh kesulitan dan kesukaran sehingga seharusnya tidak ada yang memasukinya, dan jalan itu tidak dapat ditempuh; jalan iman serta hidayah begitu jelas dan mudah sehingga semua orang seharusnya memasukinya. Namun, dalam Hikmetü'l-İstiaze ini Anda menyatakan bahwa karena jalan kesesatan mudah serta berupa perusakan dan pelanggaran, banyak orang menempuhnya. Kedua pernyataan itu bertentangan; bagaimana menyelaraskannya?” Selain itu, melalui perumpamaan yang sangat indah, isyarat ini memberi jawaban yang membawa keyakinan penuh atas pertanyaan, “Dalam kesesatan terdapat kepedihan serta ketakutan yang begitu mengerikan sehingga orang kafir seharusnya bahkan tidak hidup, apalagi menikmati hidup. Namun, apa rahasia ia memandang dirinya lebih bahagia dalam hidup daripada ahli iman?”
Isyarat Kesembilan:
Jawaban indah dan kuat yang akan menarik perhatian setiap orang atas pertanyaan, “Meskipun orang-orang yang mendapat hidayah—kelompok Allah سُبْحَانَهُ—terutama para nabi, dan yang terdepan di antara mereka, Kebanggaan Alam ﷺ, menerima begitu banyak Pertolongan Allah سُبْحَانَهُ serta Bantuan Sang Mahasuci, mengapa mereka terkadang dikalahkan oleh kelompok setan? Selain itu, mengapa orang-orang munafik Madinah, yang berada di dekat kenabian serta kerasulan Penutup Para Nabi ﷺ yang terang seperti matahari, tetap bersikeras dalam kesesatan dan tidak memasuki hidayah; apa hikmahnya?”
Isyarat Kesepuluh:
Dengan merobek topeng tipu daya Iblis yang membuat para pengikutnya menyangkal adanya Iblis, isyarat ini memperlihatkan wajahnya yang kotor serta tercemar, dan membuktikan adanya Iblis.
Isyarat Kesebelas:
Penjelasan menarik tentang Al-Qur'an Al-Hakîm yang menyatakan dengan cara yang bermukjizat bahwa kainat marah, unsur-unsur universal murka, serta seluruh wujud bergolak secara batin karena kejahatan orang-orang yang sesat.
Isyarat Kedua Belas:
Empat pertanyaan dan jawaban. “Bagaimana azab yang tidak terbatas dan neraka yang tidak berakhir sebagai balasan atas dosa-dosa terbatas dalam hidup terbatas dapat menjadi keadilan?”
Juga, “Dalam syariat dikatakan: neraka adalah hukuman atas perbuatan, tetapi surga diperoleh melalui Karunia Allah سُبْحَانَهُ. Apa hikmahnya?”
Juga, “Karena keburukan menyebar serta melanggar hak yang lain, seharusnya satu keburukan dicatat seribu, sedangkan satu kebaikan dicatat satu. Namun, apa rahasia satu keburukan dicatat satu dan satu kebaikan dicatat sepuluh?”
Juga, “Apakah keberhasilan serta kekuatan yang diperlihatkan orang-orang yang sesat berasal dari kelemahan serta tidak adanya hakikat pada orang-orang yang mendapat hidayah?” Ini empat jawaban yang sangat singkat dan kuat atas empat pertanyaan itu.
Isyarat Ketiga Belas:
Tiga Pokok.
Yang pertama:
Jawaban yang sepenuhnya akan membungkam setan dari jin maupun manusia terhadap salah satu tipu daya setan yang terbesar: memperdaya manusia yang berhati sempit, berakal pendek, serta berpikiran terbatas melalui kebesaran hakikat-hakikat iman.
Pokok Kedua:
Setan menutup jalan memohon ampunan serta perlindungan bagi manusia yang memiliki kekurangan dengan membuatnya tidak mengakui kekurangannya. Setan mengobarkan ananiyah serta membuatnya membela nafsunya seperti pengacara, bahkan seakan-akan membuatnya menyatakan nafsunya bersih dari segala kesalahan. Ini jawaban yang akan meyakinkan setiap orang terhadap tipu daya itu. Ia menjelaskan bahwa tidak melihat kekurangan sendiri merupakan kekurangan yang lebih besar daripada kekurangan tersebut, sedangkan melihat kekurangan sendiri membuatnya tidak lagi menjadi kekurangan.
Pokok Ketiga:
Salah satu tipu daya setan terpenting yang merusak kehidupan sosial manusia ialah “menutupi kebaikan-kebaikan seorang mukmin dengan satu keburukannya”, lalu membuat orang memusuhi mukmin itu. Terhadapnya, melalui kaidah tajalli Keadilan Mutlak Allah سُبْحَانَهُ pada timbangan terbesar, ini jawaban berharga, benar, dan kuat yang diperlukan setiap orang, terutama mereka yang bertabiat keras serta sulit merasa puas.
Dengan tiga belas Isyarat, risalah ini menutup tiga belas jalan serangan setan dari manusia serta jin. Selain itu, ia menjadi tiga belas kunci yang membuka tiga belas pintu bagi ahli iman untuk berlindung dalam benteng kukuh surah
ﻗُﻞْ ﺍَﻋُﻮﺫُ ﺑِﺮَﺏِّ ﺍﻟﻨَّﺎﺱِ.
Risalah Hikmetü'l-İstiaze ini memiliki dua saudara penting. Yang satu, “Hücumat-ı Sitte”, Risalah Keenam dari Surat Kedua Puluh Sembilan, merupakan benteng penting; saudara kedua, risalah dari Surat Kedua Puluh Enam bernama “Hüccetü'l-Kur'an Ale'ş-şeytan Ve Hizbihi” (Hujah Al-Qur'an Melawan Setan dan Golongannya), juga benteng yang kokoh. Ketiga risalah ini saling berkaitan. Aku mengingatkan bahwa semuanya sangat diperlukan ahli iman pada masa ini.
Namun, risalah-risalah ini dapat diberikan kepada mereka yang sepenuhnya setia kepada Al-Qur'an. Risalah-risalah itu hendaknya tidak diberikan kepada pendukung bidah dan kesesatan atau orang-orang yang kecanduan berpolitik. Terutama, karena bahasa keras Said Lama ikut masuk dalam “Hücumat-ı Sitte”, risalah itu khusus bagi saudara-saudaraku yang paling dekat dan paling setia. Untuk sementara, aku menganjurkan agar tidak diperlihatkan kepada mereka yang belum siap mendengarkan dan menerima kebenaran. “İşarat-ı Seb'a” juga, seperti “Hücumat-ı Sitte”, untuk sementara khusus bagi kalangan pilihan.
LEM'A KEEMPAT BELAS:
Dua Bagian.
Bagian Pertama:
Rasul Yang Paling Mulia ﷺ ditanya, “Bumi berdiri di atas apa?” Rasul Yang Paling Mulia ﷺ menyatakan:
ﻋَﻠَﻰ ﺍﻟﺜَّﻮْﺭِ ﻭَﺍﻟْﺤُﻮﺕِ.
Yakni, “Berdiri di atas lembu dan ikan.” Ada banyak perdebatan tentang hadis ini. Para ahli geografi, hâşâ, menyangkal hadis ini.
Bagian Pertama risalah ini menjelaskan makna hakiki hadis itu melalui tiga segi dengan cara demikian sehingga, jika orang-orang yang menyangkal memiliki sedikit saja sikap adil dan para ahli geografi memiliki sedikit saja kesediaan menerima kebenaran, mereka akan menganggap hadis ini sebagai mukjizat Ahmad ﷺ yang terang. Sebab, ketiga jawaban itu hakiki dan pasti, serta penuh makna.
Bagian Kedua:
Lima atau enam rahasia terpenting dari
ﺑِﺴْﻢِ ﺍﻟﻠّٰﻪِ ﺍﻟﺮَّﺣْﻤٰﻦِ ﺍﻟﺮَّﺣ۪ﻴﻢِ
ditafsirkan oleh risalah ini. Sebagaimana ia menunjukkan bahwa
ﺑِﺴْﻢِ ﺍﻟﻠّٰﻪِ ﺍﻟﺮَّﺣْﻤٰﻦِ ﺍﻟﺮَّﺣ۪ﻴﻢِ
merupakan sari, daftar isi, serta kunci Al-Qur'an, demikian pula ia menjelaskan bahwa formula itu merupakan garis suci bercahaya yang membentang dari Arasy hingga bumi, sekaligus kunci yang membuka pintu kebahagiaan abadi dan sumber cahaya yang memberi limpahan serta berkah kepada setiap hal yang diberkahi.
Bagian Kedua ini berkaitan dengan risalah paling pertama, “Kalimat Pertama”. Bagian-bagian Risale-i Nur seakan-akan membentuk suatu lingkaran; akhirnya menyatu dengan awalnya melalui garis yang diberkahi,
ﺑِﺴْﻢِ ﺍﻟﻠّٰﻪِ ﺍﻟﺮَّﺣْﻤٰﻦِ ﺍﻟﺮَّﺣ۪ﻴﻢِ.
Dalam Bagian ini, seharusnya ditulis tiga puluh rahasia sebagai ganti enam. Untuk sementara, tetap enam. Ia singkat, tetapi mengandung hakikat-hakikat yang sangat besar. Orang yang membacanya dengan cermat akan memahami betapa berharga khazanah suci
ﺑِﺴْﻢِ ﺍﻟﻠّٰﻪِ ﺍﻟﺮَّﺣْﻤٰﻦِ ﺍﻟﺮَّﺣ۪ﻴﻢِ.
LEM'A KELIMA BELAS:
Ini daftar isi bagian Külliyat Risale-i Nur yang mencakup Sözler, Mektubat, serta sampai Lem'a Keempat Belas. Daftar isi setiap bagian, yakni daftar isi Sözler, telah terdapat dalam kumpulan Sözler. Karena Mektubat dan Lem'alar juga memiliki daftar isi masing-masing yang dilampirkan pada akhir kumpulan tersebut, daftar itu tidak ditulis di sini.
LEM'A KEENAM BELAS:
Memuat jawaban-jawaban atas pertanyaan tentang beberapa persoalan penting. Pada awalnya terdapat jawaban atas empat pertanyaan yang menarik perhatian.
Yang pertama:
Jawaban yang sangat indah atas pertanyaan, “Mengapa berita ahli kasyaf tentang akan adanya jalan keluar serta kemenangan bagi Ahlusunah Waljamaah belum terwujud?”
Yang kedua:
Jawaban yang sangat halus dan indah atas pertanyaan, “Padahal penulis Risale-i Nur seharusnya menentang orang-orang yang mengejar dunia, yang menahannya di bawah tekanan keras, apa sebab ia tidak mengganggu mereka secara fisik?”
Yang ketiga:
“Menghadapi keinginan pemerintah-pemerintah seperti Inggris dan Italia untuk berperang melawan pemerintah ini, mengapa Anda begitu keras menentang perang? Padahal, kejadian-kejadian semacam ini, dengan membangkitkan semangat membela Islam yang menjadi sumber kekuatan batin bangsa, dapat membantu menghidupkan syiar-syiar Islam serta menyingkirkan bidah sampai suatu taraf.” Ini jawaban yang sangat halus dan indah atas pertanyaan tersebut.
Yang keempat:
Jawaban yang sangat menyenangkan dan indah atas pertanyaan, “Mengapa Anda menganjurkan saudara-saudara Anda berhati-hati agar tidak memperlihatkan risalah-risalah bercahaya yang berada di tangan Anda kepada setiap orang? Mengapa Anda membiarkan orang-orang tidak mendapat limpahan cahaya ini?”
Dalam Penutupnya, jawaban yang sangat meyakinkan atas suatu pertanyaan tentang janggut mulia, yang menghilangkan keraguan.
Setelah itu, tiga jawaban atas pertanyaan mengenai tiga persoalan yang sejak dahulu diganggu orang-orang ingkar.
Pertanyaan Pertama:
Makna ayat mulia
ﺣَﺘّٰٓﻰ ﺍِﺫَﺍ ﺑَﻠَﻎَ ﻣَﻐْﺮِﺏَ ﺍﻟﺸَّﻤْﺲِ ﻭَﺟَﺪَﻫَﺎ ﺗَﻐْﺮُﺏُ ﻓ۪ﻰ ﻋَﻴْﻦٍ ﺣَﻤِﺌَﺔٍ
ialah, “Zulkarnain melihat matahari terbenam dalam air suatu mata air yang panas dan berlumpur?”
Pertanyaan Kedua:
Di manakah dinding Zulkarnain? Siapakah Yakjuj dan Makjuj?
Pertanyaan Ketiga:
Atas pertanyaan-pertanyaan bahwa Yang Mulia Isa aleyhisselâm akan datang pada akhir zaman dan membunuh Dajjal, diberikan jawaban-jawaban yang begitu luhur sehingga menguatkan iman ahli iman, membungkam para sastrawan melalui balagahnya, serta membantah dan menampar orang-orang ingkar.
Pada akhirnya, jawaban penting atas suatu pertanyaan penting tentang hanya dua di antara Lima Hal Gaib.
Rüşdü
LEM'A KETUJUH BELAS:
Terdiri atas lima belas Catatan dari Zühre.
Catatan Pertama:
Memperlihatkan hakikat hal-hal yang tenggelam dan tidak berguna, yang membuat nafsu manusia kecanduan, melalui berbagai keadaan alam; memutus ikatan hati dengan hal-hal itu serta mengarahkan wajahnya kepada hidup kekal dan akhirat.
Catatan Kedua:
Memerintahkan rendah hati serta melarang kesombongan, sebagai kaidah Al-Qur'an.