Dari Kumpulan Risale-i Nur
Münacat (Munajat)
Sinar Ketiga
Penulis
Bedîüzzaman Said Nursî
Risale-i Münacat ini membuktikan dasar-dasar iman yang paling penting, seperti Wujud yang niscaya, Keesaan, Ahadiyah, Kemegahan Rububiyah, Keagungan Kudrat, keluasan Rahmat, Kekuasaan yang menyeluruh, Ilmu yang meliputi segala sesuatu, serta Hikmah yang mencakup semuanya, dengan kepastian, kemurnian, dan keyakinan yang luar biasa, dalam ungkapan ringkas yang menakjubkan. Isyarat-isyaratnya tentang kebangkitan, terutama isyarat-isyarat tegas pada bagian akhir, sangat kuat.
MUNAJAT
ﺑِﺴْﻢِ ﺍﻟﻠّٰﻪِ ﺍﻟﺮَّﺣْﻤٰﻦِ ﺍﻟﺮَّﺣ۪ﻴﻢِ ﺍِﻥَّ ﻓِﻰ ﺧَﻠْﻖِ ﺍﻟﺴَّﻤٰﻮَﺍﺕِ وَالْاَرْضِ وَاخْتِلَافِ ﺍﻟَّﻴْﻞِ ﻭَﺍﻟﻨَّﻬَﺎﺭِ ﻭَﺍﻟْﻔُﻠْﻚِ ﺍﻟَّﺘ۪ﻰ ﺗَﺠْﺮ۪ﻯ ﻓِﻰ ﺍﻟْﺒَﺤْﺮِ ﺑِﻤَﺎ ﻳَﻨْﻔَﻊُ ﺍﻟﻨَّﺎﺱَ ﻭَﻣَٓﺎ ﺍَﻧْﺰَﻝَ ﺍﻟﻠّٰﻪُ ﻣِﻦَ ﺍﻟﺴَّﻤَٓﺎﺀِ ﻣِﻦْ ﻣَٓﺎﺀٍ ﻓَﺎَﺣْﻴَﺎ ﺑِﻪِ الْاَرْضَ ﺑَﻌْﺪَ ﻣَﻮْﺗِﻬَﺎ ﻭَﺑَﺚَّ ﻓ۪ﻴﻬَﺎ ﻣِﻦْ ﻛُﻞِّ ﺩَٓﺍﺑَّﺔٍ ﻭَﺗَﺼْﺮ۪ﻳﻒِ ﺍﻟﺮِّﻳَﺎﺡِ ﻭَﺍﻟﺴَّﺤَﺎﺏِ ﺍﻟْﻤُﺴَﺨَّﺮِ ﺑَﻴْﻦَ ﺍﻟﺴَّﻤَٓﺎﺀِ وَالْاَرْضِ لَاٰيَاتٍ ﻟِﻘَﻮْﻡٍ ﻳَﻌْﻘِﻠُﻮﻥَ
Yâ İlahî ve yâ Rabbî!
Melalui mata iman, pengajaran serta cahaya Al-Qur'an, pelajaran Rasul Yang Paling Mulia ﷺ, dan petunjuk Asma Hakîm, aku melihat: tidak ada perputaran atau gerakan di langit yang, melalui keteraturannya, tidak mengisyaratkan serta menunjukkan Wujud-Mu.
Tidak ada benda langit yang, melalui diamnya, tugas yang dilaksanakannya tanpa suara, serta tetap berdirinya tanpa tiang, tidak bersaksi serta mengisyaratkan Rububiyah dan Keesaan-Mu.
Tidak ada bintang yang, melalui penciptaannya yang seimbang, kedudukannya yang teratur, senyumnya yang bercahaya, serta cap kemiripan dan kesamaan dengan semua bintang, tidak mengisyaratkan serta bersaksi atas Kemegahan Keilahian dan Keesaan-Mu.
Tidak ada satu planet di antara dua belas planet yang, melalui gerakannya yang penuh Hikmah, ketundukannya yang taat, tugasnya yang teratur, serta satelit-satelitnya yang penting, tidak bersaksi bahwa Wujud-Mu niscaya dan tidak mengisyaratkan Kerajaan Keilahian-Mu!
Ya, sebagaimana langit beserta para penghuninya masing-masing bersaksi sendiri-sendiri, keseluruhannya pun bersaksi dengan begitu jelas atas Wujud-Mu yang niscaya—wahai Sang Pencipta bumi dan langit!—dan begitu kuat atas Keesaan serta Ketunggalan-Mu—wahai Zat yang mengatur dan mengelola zarah-zarah bersama susunannya yang teratur, serta mengedarkan planet-planet bersama satelit-satelitnya yang tersusun, dan membuat mereka menaati Perintah-Mu!—sehingga bukti-bukti bercahaya serta dalil-dalil terang sebanyak bintang pada wajah langit membenarkan kesaksian tersebut.
Langit yang murni, bersih, serta indah ini, dari segi menampilkan keadaan pasukan yang teratur dengan benda-bendanya yang luar biasa besar dan cepat, serta keadaan perayaan kerajaan yang dihiasi lampu-lampu listrik, juga dengan jelas menunjukkan Kemegahan Rububiyah-Mu dan Keagungan Kudrat-Mu yang mengadakan setiap hal; mengisyaratkan dengan kuat keluasan tak terbatas dari Kekuasaan-Mu yang meliputi langit-langit tak berhingga dan Rahmat-Mu yang merangkul setiap makhluk bernyawa; serta bersaksi tanpa keraguan bahwa Ilmu-Mu, yang berkaitan dengan seluruh pekerjaan serta keadaan seluruh makhluk langit, menggenggam dan menatanya, meliputi setiap hal, dan bahwa Hikmah-Mu mencakup setiap pekerjaan. Kesaksian serta petunjuk itu begitu jelas, sehingga bintang-bintang seolah-olah merupakan kata-kata kesaksian dari langit yang bersaksi, serta dalil-dalil bercahaya yang mengambil bentuk nyata.
Bintang-bintang di lapangan, lautan, serta ruang langit, melalui keadaan mereka seperti prajurit-prajurit taat, kapal-kapal teratur, pesawat-pesawat luar biasa, dan lampu-lampu
menakjubkan, memperlihatkan cahaya Kerajaan Keilahian-Mu.
Melalui petunjuk dan peringatan dari tugas-tugas matahari kita, yang merupakan satu bintang dalam pasukan itu, pada planet-planetnya serta bumi kita, sebagian bintang yang menjadi kawan-kawan matahari menghadap kepada alam-alam akhirat; mereka bukan tanpa tugas, melainkan matahari-matahari bagi alam-alam yang kekal.
WAHAI WÂJIBUL WUJÛD! WAHAI ZAT YANG WÂHID LAGI AHAD!
Bintang-bintang luar biasa, matahari-matahari serta bulan-bulan menakjubkan ini ditundukkan, ditata, serta diberi tugas dalam Kerajaan-Mu, pada langit-Mu, melalui Perintah, Kekuatan, Kudrat, Pengelolaan, serta Pengaturan-Mu. Seluruh benda luhur itu bertasbih dan bertakbir kepada satu Khâliq yang menciptakan, mengedarkan, serta mengelola mereka; melalui bahasa keadaan, mereka mengucapkan, "Sübhanallah, Allahu Ekber".
Melalui seluruh tasbih mereka, aku pun menyatakan Engkau Mahasuci, wahai Sang Qadîr Dzul-Jalâl, yang tersembunyi karena begitu nyata, dan yang tertutup karena Keagungan Kebesaran-Mu!
WAHAI SANG QADÎR MUTLAK!
Melalui pelajaran Al-Qur'an Al-Hakîm serta pengajaran Rasul Yang Paling Mulia ﷺ, aku memahami: sebagaimana langit dan bintang-bintang bersaksi atas Wujud serta Keesaan-Mu, demikian pula ruang langit, bersama awan, kilat, guruh, angin, serta hujannya, bersaksi bahwa Wujud-Mu niscaya dan bersaksi atas Keesaan-Mu.
Ya, awan yang tidak bernyawa serta tidak sadar mengirimkan hujan, yang merupakan air kehidupan, untuk menolong makhluk bernyawa yang membutuhkan; hal itu hanya dapat terjadi melalui Rahmat dan Hikmah-Mu, dan kebetulan yang kacau tidak dapat turut campur.
Kilat, yang merupakan bentuk listrik paling besar dan, dengan mengisyaratkan manfaat penerangannya, mendorong orang memanfaatkannya, juga menerangi dengan indah Kudrat-Mu di ruang langit.
Guruh, yang membawa kabar gembira datangnya hujan, membuat ruang langit yang luas berbicara, serta membuat langit bergema melalui gemuruh tasbihnya, juga berbicara melalui bahasa ucapan, menyatakan Engkau Mahasuci, dan bersaksi atas Rububiyah-Mu.
Angin-angin pun diberi banyak tugas, seperti memberikan rezeki yang paling diperlukan bagi kehidupan makhluk bernyawa dan paling mudah dimanfaatkan, memberikan napas, serta menenteramkan jiwa; dengan mengubah udara, seolah-olah melalui suatu Hikmah, menjadi "levh-i mahv ve isbat" serta "papan yang menulis, menyampaikan makna, kemudian menghapus",
angin-angin itu mengisyaratkan Kegiatan Kudrat-Mu dan bersaksi atas Wujud-Mu. Rahmat yang melalui Kasih-Mu diperah dari awan dan dikirimkan kepada makhluk bernyawa pun bersaksi atas luasnya Rahmat serta lapangnya Kasih-Mu melalui kata-kata berupa tetes-tetes yang seimbang dan teratur.
WAHAI SANG PENGATUR YANG SENANTIASA BERBUAT, DAN WAHAI SANG FAYYÂDH YANG MUTA‘ÂL!
Awan, kilat, guruh, angin, dan hujan yang bersaksi bahwa Wujud-Mu niscaya, sebagaimana masing-masing bersaksi sendiri-sendiri, keseluruhannya pun mengisyaratkan Keesaan dan Ketunggalan-Mu dengan sangat kuat; meskipun sifat-sifatnya berjauhan serta hakikatnya saling berlawanan, semuanya menyatu, bekerja bersama, saling masuk ke dalam yang lain, dan membantu tugas satu sama lain.
Sebagaimana semuanya bersaksi atas Kemegahan Rububiyah-Mu yang menjadikan ruang langit yang luas tempat berkumpulnya keajaiban serta mengisinya dan mengosongkannya beberapa kali pada hari-hari tertentu; dan atas Keagungan Kudrat-Mu yang mencakup setiap hal dan mengatur udara luas itu seperti lembaran yang ditulis lalu diubah, serta seperti spons yang diperas untuk menyirami kebun bumi; semuanya juga menunjukkan keluasan tak terbatas dan jangkauan kepada setiap hal dari Rahmat serta Kekuasaan-Mu, yang memandang dan mengelola seluruh bumi beserta makhluk-makhluknya di bawah tirai udara.
Udara di ruang langit juga digunakan dalam tugas-tugas yang begitu penuh Hikmah, dan awan serta hujan dimanfaatkan bagi manfaat-manfaat yang begitu penuh Ilmu, sehingga jika tidak ada Ilmu yang meliputi setiap hal dan Hikmah yang mencakup semuanya, penggunaan serta pemanfaatan demikian tidak dapat ada.
WAHAI FA'ALÜN LİMÂ YÜRÎD!
Kudrat-Mu, yang melalui Kegiatan-Mu di udara ruang langit senantiasa menunjukkan contoh kebangkitan serta kiamat, mengubah musim panas menjadi musim dingin dan musim dingin menjadi musim panas dalam satu jam, mendatangkan suatu alam serta mengirimkan suatu alam ke alam gaib, dan menjalankan Syuunat (keadaan dan kehendak Ilahi) seperti itu, memberikan isyarat bahwa Engkau akan mengubah dunia menjadi akhirat serta memperlihatkan Syuunat yang kekal selamanya di akhirat.
WAHAI SANG QADÎR DZUL-JALÂL!
Udara di ruang langit, awan, hujan, kilat, serta guruh ditundukkan dan diberi tugas dalam Kerajaan-Mu, melalui Perintah serta Daya-Mu, dan dengan Kekuatan serta Kudrat-Mu. Makhluk-makhluk ruang langit yang hakikatnya berjauhan ini menyatakan Sang Pemberi Perintah serta Penguasanya Mahasuci, yang membuat mereka menaati Perintah-Perintah yang sangat cepat dan seketika, serta Komando yang segera dan mendesak, dan memuji serta menyanjung Rahmat-Nya.
WAHAI SANG KHÂLIQ DZUL-JALÂL BUMI DAN LANGIT!
Melalui pengajaran Al-Qur'an Al-Hakîm milik-Mu serta pelajaran Rasul Yang Paling Mulia ﷺ, aku beriman dan mengetahui: sebagaimana langit bersama bintang-bintangnya dan ruang langit bersama seluruh isinya bersaksi bahwa Wujud-Mu niscaya, serta bersaksi atas Ketunggalan dan Keesaan-Mu, demikian pula bumi, bersama seluruh makhluk serta keadaannya, memberikan kesaksian dan isyarat sebanyak segala yang ada di dalamnya atas Wujud serta Keesaan-Mu.
Ya, tidak ada perubahan di bumi, ataupun pergantian pada pohon dan hewannya, seperti mengganti pakaian setiap tahun, baik yang juz'i (yang sebagian) maupun yang menyeluruh, yang tidak mengisyaratkan Wujud serta Keesaan-Mu melalui keteraturannya.
Tidak ada hewan yang, melalui rezeki penuh Kasih yang diberikan sesuai dengan tingkat kelemahan serta kebutuhannya, dan melalui Pemberian perangkat yang diperlukan bagi kehidupannya dengan Hikmah, tidak bersaksi atas Wujud serta Ketunggalan-Mu.
Tidak ada satu pun tumbuhan atau hewan yang diadakan setiap musim semi di hadapan mata kita, yang tidak memperkenalkan-Mu melalui seni yang menakjubkan, perhiasan yang lembut, ciri pembeda yang sempurna, keteraturan, serta keseimbangannya.
Keajaiban serta mukjizat Kudrat-Mu yang memenuhi wajah bumi dan disebut tumbuhan serta hewan, melalui penciptaannya yang tanpa salah, sempurna, berhias, dan mempunyai ciri pembeda, dari telur, telur kecil, tetes, butir, butir kecil, serta biji yang terbatas, bahannya satu dan saling serupa, memberikan kesaksian yang lebih kuat serta terang daripada kesaksian cahaya atas matahari, tentang Wujud, Keesaan, Hikmah, serta Kudrat tak terbatas Sang Pembuat Yang Hakîm.
Tidak ada satu unsur pun, seperti udara, air, cahaya, api, atau tanah, yang tidak bersaksi atas Ketunggalan serta Wujud-Mu: meskipun tidak sadar, semuanya menjalankan tugas-tugas sempurna seolah-olah sadar; meskipun sederhana, menjangkau semuanya, tidak teratur, dan tersebar ke setiap tempat, semuanya mendatangkan buah serta hasil yang sangat teratur dan beragam dari khazanah gaib.
WAHAI SANG FÂTHIR YANG QADÎR! WAHAI SANG FATTÂH YANG 'ALLÂM! WAHAI SANG FA'ÂL YANG KHALLÂQ!
Sebagaimana bumi, bersama seluruh penghuninya, bersaksi bahwa Khâliq-nya adalah Wâjibul Wujûd, demikian pula ia bersaksi dengan jelas atas Keesaan dan Ahadiyah-Mu—wahai Zat Yang Wâhid lagi Ahad! Wahai Sang Hannân Yang Mannân! Wahai Sang Wahhâb Yang Razzâq!—melalui cap pada wajahnya, cap-cap pada wajah para penghuninya, serta kesatuan, kebersamaan,
saling masuk, saling membantu, dan kesatuan Asma serta Perbuatan Rububiyah yang menghadap kepada mereka; bahkan ia memberikan kesaksian sebanyak segala yang ada.
Sebagaimana bumi, melalui keadaan sebagai perkemahan pasukan, pameran, serta tempat latihan, dan melalui pemberian perangkat-perangkat yang berbeda-beda secara teratur kepada empat ratus ribu bangsa yang beragam dalam kelompok tumbuhan serta hewan, menunjukkan Kemegahan Rububiyah-Mu dan Jangkauan Kudrat-Mu kepada setiap hal; demikian pula, pemberian rezeki yang berbeda-beda kepada seluruh makhluk bernyawa yang tak terbatas, tepat pada waktunya, dari tanah kering serta sederhana, dengan Rahmat dan Kemuliaan, dan ketaatan individu-individu tak terbatas itu dengan ketundukan sempurna kepada Perintah Rabb, menunjukkan luasnya Rahmat-Mu kepada setiap hal dan Cakupan Kekuasaan-Mu atas semuanya.
Pengerahan serta pengelolaan kafilah-kafilah makhluk yang berganti di bumi, pergiliran kematian dan kehidupan, serta pengelolaan dan pengaturan hewan serta tumbuhan pun hanya dapat terjadi melalui Ilmu yang berkaitan dengan setiap hal dan Hikmah tak berhingga yang berkuasa pada semuanya; hal itu menunjukkan Cakupan Ilmu serta Hikmah-Mu.
Bagi manusia yang menjalankan tugas-tugas tak terbatas dalam waktu singkat di bumi, dilengkapi potensi serta perangkat maknawi seolah-olah akan hidup dalam waktu tak terbatas, dan mengatur segala yang ada di bumi; perhatian yang begitu besar, biaya tak terbatas, Tajalli (tampak nyata) Rububiyah tak berhingga, sapaan-sapaan Allah سُبْحَانَهُ Yang Mahasuci yang tak terbatas, serta anugerah Ilahi tanpa akhir, dalam tempat latihan dunia, perkemahan sementara bumi, serta pameran sementara ini, tentu dan dalam keadaan apa pun tidak dapat termuat dalam umur yang sangat singkat serta menyedihkan ini, kehidupan yang kacau dan penuh duka ini, maupun dunia yang penuh musibah serta fana ini. Semuanya hanya dapat ditujukan bagi umur yang lain dan kekal selamanya, serta negeri kebahagiaan yang kekal; karena itu, semuanya mengisyaratkan, bahkan bersaksi atas anugerah-anugerah akhirat dalam alam yang kekal.
WAHAI SANG KHÂLIQ SEGALA SESUATU!
Seluruh makhluk bumi dikelola dan ditundukkan dalam Kerajaan-Mu, di bumi-Mu, melalui Daya serta Kekuatan-Mu, Kudrat serta Kehendak-Mu, dan Ilmu serta Hikmah-Mu. Rububiyah yang kegiatannya disaksikan pada permukaan bumi menunjukkan Cakupan serta Jangkauan demikian; Pengelolaan, Pengaturan, dan Pemeliharaan-Nya begitu sempurna serta teliti, dan Pelaksanaan-Nya di segala penjuru berada dalam kesatuan, kebersamaan, serta kemiripan demikian, sehingga semuanya menunjukkan Pengaturan dan Rububiyah yang berupa keutuhan yang tidak menerima pemecahan, serta yang bersifat menyeluruh dan
mustahil dibagi.
Bumi, bersama seluruh penghuninya, melalui lisan-lisan tak terbatas yang lebih jelas daripada bahasa ucapan, menyatakan Khâliq-nya Mahasuci serta bertasbih kepada-Nya, dan melalui bahasa keadaan dari nikmat-nikmat tak berhingga-Nya, memuji serta menyanjung Razzâq Dzul-Jalâl mereka.
Wahai Zat Yang Mahasuci, yang tersembunyi karena begitu nyata dan tertutup karena Keagungan Kebesaran-Mu!
Melalui seluruh ungkapan bumi yang menyatakan Engkau Suci serta tasbihnya, aku menyatakan Engkau Mahasuci dari kekurangan, keadaan tak berdaya, dan sekutu; melalui seluruh pujian serta sanjungannya, aku memuji dan bersyukur kepada-Mu.
WAHAI RABBÜ'L-BERRİ VE'L-BAHR!
Melalui pelajaran Al-Qur'an serta pengajaran Rasul Yang Paling Mulia ﷺ, aku memahami: sebagaimana langit, ruang langit, dan bumi bersaksi atas Ketunggalan serta Wujud-Mu, demikian pula laut, sungai, mata air, serta aliran air bersaksi dengan jelas bahwa Wujud-Mu niscaya dan bersaksi atas Keesaan-Mu.
Ya, di dalam laut-laut yang menjadi periuk uap sumber keajaiban dunia kita, tidak ada satu wujud pun, bahkan satu tetes air, yang tidak memperkenalkan Khâliq-nya melalui wujud, keteraturan, manfaat, serta keadaannya.
Tidak ada satu pun makhluk menakjubkan yang rezekinya diberikan secara sempurna dalam pasir dan air yang sederhana, ataupun hewan laut yang penciptaannya sangat teratur, terutama ikan yang satu ekor darinya meramaikan laut melalui sejuta telur kecil, yang tidak mengisyaratkan Sang Penciptanya dan bersaksi atas Razzâq-nya melalui penciptaan, tugas, pengelolaan, pemberian makanan, pengaturan, serta pemeliharaannya.
Tidak ada satu pun batu permata di laut yang berharga, mempunyai ciri istimewa, serta berhias, yang tidak mengenal dan memperkenalkan-Mu melalui penciptaan yang indah, fitrah yang menarik, serta sifat yang bermanfaat.
Ya, sebagaimana semuanya bersaksi sendiri-sendiri, keseluruhannya pun bersaksi atas Keesaan-Mu melalui kebersamaan, percampuran satu dengan yang lain, kesatuan cap penciptaan, kemudahan yang amat besar dalam pengadaan, serta kelimpahan individu. Samudra-samudra yang mengelilingi bumi ini pun, melalui tetap tergantungnya bersama tanah bumi dan diedarkannya mengelilingi matahari tanpa tumpah,
tanpa tercerai, dan tanpa dibiarkan menyerbu daratan; melalui diciptakannya hewan-hewan serta permata yang beragam dan teratur dari pasir serta airnya yang sederhana; melalui pengelolaan bekal serta urusan lainnya secara menyeluruh dan sempurna, serta diperhatikannya pengaturan mereka; dan melalui tidak adanya satu pun jenazah tak terbatas yang seharusnya terdapat pada permukaannya, memberikan isyarat serta kesaksian sebanyak segala yang ada di dalamnya atas Wujud-Mu dan bahwa Engkau adalah Wâjibul Wujûd.
Sebagaimana semuanya dengan sangat jelas menunjukkan Kemegahan Kerajaan Rububiyah-Mu serta Keagungan Kudrat-Mu yang meliputi setiap hal, semuanya menunjukkan keluasan tak terbatas dari Rahmat serta Kekuasaan-Mu, yang menjangkau dan berkuasa atas setiap hal, dari bintang-bintang yang sangat besar serta teratur di atas langit hingga ikan-ikan yang sangat kecil dan diberi makanan dengan teratur di dasar laut; melalui keteraturan, manfaat, hikmah, keseimbangan, serta ukuran mereka, semuanya mengisyaratkan Ilmu-Mu yang meliputi setiap hal dan Hikmah-Mu yang mencakup semuanya.
Adanya kolam-kolam Rahmat-Mu demikian bagi para pengembara di rumah tamu dunia ini, serta ditundukkannya untuk perjalanan, pelayaran, kapal, dan pemanfaatan manusia, menunjukkan bahwa Zat yang memuliakan tamu-tamu satu malam dengan begitu banyak hadiah laut di penginapan yang dibangun di tepi jalan, tentu menyediakan lautan-lautan Rahmat yang kekal demikian di pusat Kerajaan-Nya yang abadi; laut-laut di sini merupakan contoh-contohnya yang fana dan kecil.
Keadaan laut yang sangat luar biasa serta menakjubkan di sekeliling bumi, dan pengelolaan serta pemeliharaan makhluk-makhluknya yang sangat teratur, dengan jelas menunjukkan bahwa hanya melalui Kekuatan dan Kudrat-Mu, Kehendak serta Pengaturan-Mu, semuanya ditundukkan kepada Perintah-Mu dalam Kerajaan-Mu. Melalui bahasa keadaan, semuanya menyatakan Khâliq-nya Mahasuci serta mengucapkan, "Allahu Ekber".
WAHAI SANG QADÎR DZUL-JALÂL YANG MENJADIKAN GUNUNG SEBAGAI TIANG-TIANG DENGAN PERBENDAHARAAN BAGI KAPAL BUMI!
Melalui pengajaran Rasul Yang Paling Mulia ﷺ serta pelajaran Al-Qur'an Al-Hakîm milik-Mu, aku memahami: sebagaimana laut mengenal dan memperkenalkan-Mu melalui keajaiban-keajaibannya, demikian pula gunung mengenal serta memperkenalkan-Mu melalui khidmah dan hikmahnya bagi ketenangan bumi dari pengaruh gempa, diamnya dari badai perubahan dalam perutnya, keselamatannya dari serbuan laut, dan pembersihan udara dari gas-gas
berbahaya, serta bagi penjagaan dan penyimpanan air, dan penyediaan perbendaharaan mineral yang diperlukan makhluk bernyawa.
Ya, tidak ada satu pun jenis batu di gunung, golongan bahan yang menjadi obat berbagai penyakit, jenis mineral yang sangat beragam serta amat diperlukan makhluk bernyawa, terutama manusia, ataupun golongan tumbuhan yang menghias gunung dan dataran dengan bunganya serta menghidupkannya dengan buahnya, yang tidak bersaksi dengan jelas bahwa Wujud Sang Pembuat Yang Qadîr tanpa batas, Hakîm tanpa batas, serta Rahîm dan Karîm tanpa batas itu niscaya, melalui hikmah yang tidak mungkin diserahkan kepada kebetulan, keteraturan, keindahan penciptaan, serta manfaatnya; terutama melalui rasa mineral seperti garam, asam sitrat, kina sulfat, dan tawas yang sangat berbeda, meskipun rupanya saling mirip, serta melalui berbagai jenis tumbuhan, dengan bunga dan buahnya yang berbeda-beda, dari tanah yang sederhana. Keseluruhan semuanya pun bersaksi atas Keesaan serta Ahadiyah Sang Pembuat itu, melalui kesatuan Pengelolaan dan Pengaturan, kesamaan serta kesatuan sumber, tempat tinggal, penciptaan, dan seni, serta murahnya, mudahnya, banyaknya, dan cepatnya pembuatan.
Sebagaimana dibuatnya ciptaan-ciptaan di wajah serta perut gunung pada segala penjuru bumi, setiap jenis pada waktu dan dengan cara yang sama, tanpa salah, dengan sangat sempurna serta cepat, dan diadakannya tanpa tertukar ketika bercampur dengan jenis-jenis lain, tanpa satu pekerjaan menghalangi pekerjaan yang lain, menunjukkan Kemegahan Rububiyah-Mu serta Keagungan Kudrat-Mu yang tidak diberatkan oleh suatu apa pun;
demikian pula, diisinya wajah serta perut gunung dengan pohon, tumbuhan, dan mineral yang teratur, serta ditundukkannya bagi yang membutuhkan, untuk memenuhi kebutuhan tak terbatas seluruh makhluk bernyawa di permukaan bumi, bahkan keperluan mereka menghadapi penyakit yang beragam, serta memuaskan selera yang berbeda dan nafsu makan yang berlainan, menunjukkan keluasan tak terbatas Rahmat-Mu dan keluasan tak berhingga Kekuasaan-Mu. Meskipun tersembunyi, gelap, dan bercampur dalam lapisan tanah, semuanya disiapkan dengan Ilmu, Penglihatan, tanpa keliru, secara teratur, serta sesuai dengan kebutuhan; hal itu dengan sangat jelas mengisyaratkan dan menunjukkan Cakupan Ilmu-Mu yang berkaitan dengan setiap hal, Jangkauan Hikmah-Mu yang menata semuanya, dan, melalui penyiapan obat serta penyimpanan bahan mineral, Keindahan Pengaturan Rububiyah-Mu yang penuh Rahmat serta Kemuliaan, serta kelembutan Pertolongan-Mu yang menyediakan cadangan.
Gunung-gunung yang besar pun, sebagai gudang cadangan yang teratur untuk bekal dan kebutuhan masa depan tamu-tamu pengembara di penginapan dunia ini, tempat penyimpanan perangkat, serta gudang sempurna bagi banyak khazanah yang diperlukan kehidupan, mengisyaratkan, bahkan menunjukkan, bahkan bersaksi bahwa Sang Pembuat yang begitu Karîm dan Memuliakan tamu, begitu Hakîm dan Memelihara kasih, serta begitu Qadîr dan Menjalankan Rububiyah, tentu dan dalam keadaan apa pun mempunyai khazanah-khazanah abadi dari anugerah-Nya yang abadi dalam alam yang abadi, bagi tamu-tamu yang sangat Dia Cintai. Di sana, bintang-bintang menjalankan tugas tersebut sebagai ganti gunung-gunung di sini.
WAHAI SANG QADÎR ATAS SEGALA SESUATU!
Gunung dan makhluk-makhluk di dalamnya ditundukkan serta disimpan dalam Kerajaan-Mu, melalui Kekuatan dan Kudrat-Mu, serta Ilmu dan Hikmah-Mu. Semuanya menyatakan Khâliq-nya Mahasuci dan bertasbih kepada-Nya, yang memberi tugas serta menundukkan mereka dengan cara demikian.
WAHAI SANG KHÂLIQ YANG RAHMÂN! DAN WAHAI RABB YANG RAHÎM!
Melalui pengajaran Rasul Yang Paling Mulia ﷺ serta pelajaran Al-Qur'an Al-Hakîm milik-Mu, aku memahami: sebagaimana langit, ruang langit, bumi, laut, serta gunung, bersama seluruh isi dan makhluknya, mengenal serta memperkenalkan-Mu, demikian pula seluruh pohon dan tumbuhan di bumi, bersama daun, bunga, serta buahnya, memperkenalkan-Mu dengan jelas dan mengenal-Mu.
Setiap daun dari seluruh pohon serta tumbuhan, yang bergerak dengan menarik dalam zikir; setiap bunga yang melalui perhiasannya menggambarkan serta memperkenalkan Asma Sang Pembuatnya; dan setiap buah yang tersenyum melalui kelembutan serta manifestasi Kasih, memberikan kesaksian yang jelas bahwa Wujud Sang Pembuat Yang Rahîm serta Karîm tanpa batas itu niscaya, melalui keteraturan dalam seni menakjubkan, keseimbangan dalam keteraturan, perhiasan dalam keseimbangan, ukiran dalam perhiasan, aroma-aroma indah serta berbeda dalam ukiran, dan rasa buah yang beragam dalam aroma-aroma itu, yang sama sekali tidak mungkin diserahkan kepada kebetulan. Keseluruhannya pun bersaksi dengan jelas atas Keesaan serta Ahadiyah Sang Pembuat Yang Wâjibul Wujûd, melalui kesatuan dan kebersamaan pada seluruh permukaan bumi, kemiripan satu dengan yang lain, kesamaan cap penciptaan, hubungan Pengaturan serta Pengelolaan, kesesuaian Perbuatan penciptaan dan Asma Rabb yang berkaitan dengan mereka, serta pengelolaan individu-individu tak terbatas dari seratus ribu jenis itu sekaligus di tengah satu sama lain, tanpa keliru.
Sebagaimana semuanya bersaksi bahwa Wujud-Mu niscaya serta bersaksi atas Keesaan-Mu, demikian pula, melalui pemberian makanan serta pengelolaan individu-individu tak terbatas dalam pasukan makhluk bernyawa yang tersusun dari empat ratus ribu bangsa di wajah bumi, dalam ratusan ribu cara, secara sempurna, tanpa keliru atau tertukar, semuanya menunjukkan Kemegahan Rububiyah-Mu dalam Keesaan, Keagungan Kudrat-Mu yang mengadakan satu musim semi semudah sekuntum bunga, serta Kaitan Kudrat-Mu dengan setiap hal. Semuanya menunjukkan keluasan tak terbatas Rahmat-Mu yang menyediakan beragam jenis makanan tak terbatas bagi hewan-hewan serta manusia yang tak terbatas di setiap penjuru bumi yang besar; bersamaan dengan itu, karena Pekerjaan, Pemberian, Pengelolaan, Pemberian makanan, serta Pelaksanaan tak terbatas itu berjalan dengan keteraturan sempurna, dan karena setiap hal, bahkan zarah, menaati serta tunduk kepada Perintah dan Pelaksanaan itu, semuanya dengan pasti menunjukkan keluasan tak terbatas Kekuasaan-Mu. Setiap sesuatu serta setiap pekerjaan dari masing-masing pohon, tumbuhan, daun, bunga, buah, akar, cabang, dan ranting itu dibuat dengan Ilmu serta Penglihatan, sesuai dengan manfaat, kebaikan, dan hikmah; melalui semua itu, semuanya dengan sangat jelas menunjukkan serta dengan jari-jari tak terbatas mengisyaratkan bahwa Ilmu-Mu meliputi setiap hal dan Hikmah-Mu mencakup semuanya. Dengan lisan-lisan tak terbatas, semuanya menyanjung serta memuji Keindahan Seni-Mu yang sangat sempurna dan Kesempurnaan Nikmat-Mu yang sangat indah.
Anugerah serta nikmat yang begitu berharga, biaya serta jamuan yang begitu luar biasa, melalui tangan-tangan pohon dan tumbuhan, di penginapan sementara serta rumah tamu fana ini, dalam waktu singkat dan umur yang sedikit, mengisyaratkan, bahkan bersaksi bahwa:
Zat Yang Rahîm, Berkuasa, serta Dermawan, yang memberikan Rahmat demikian kepada tamu-tamu-Nya di sini, tentu dan dalam keadaan apa pun telah menyediakan pohon-pohon berbuah serta tumbuhan-tumbuhan berbunga, dalam alam yang abadi dan negeri yang abadi, dari khazanah Rahmat-Nya yang abadi, dalam surga-surga-Nya yang abadi, bagi hamba-hamba-Nya yang akan Dia Biarkan tetap ada untuk selamanya, dengan cara yang abadi dan layak bagi surga. Sebab, Dia tidak menjadikan seluruh biaya serta anugerah-Nya berlawanan dengan hasil berupa membuat Diri-Nya dicintai dan dikenal, yakni agar seluruh makhluk tidak berkata atau dibuat berkata, "Dia memberi kami cicipan, tetapi membinasakan kami tanpa memberi kami makan"; Dia tidak menjatuhkan Kerajaan Keilahian-Nya, tidak mengingkari atau membuat orang mengingkari Rahmat-Nya yang tak berhingga, dan tidak mengubah seluruh sahabat yang merindukan-Nya menjadi musuh karena mereka tidak memperoleh bagiannya. Yang terdapat di sini hanya contoh-contoh untuk diperlihatkan kepada para pembeli.
Sebagaimana pohon serta tumbuhan secara keseluruhan menyatakan Engkau Mahasuci, bertasbih, dan memuji-Mu melalui kata-kata daun, bunga, serta buahnya,
setiap kata itu pun menyatakan Engkau Mahasuci secara tersendiri. Terutama, melalui dibuatnya buah dalam bentuk yang menakjubkan, dengan daging yang sangat beragam, seni yang sangat luar biasa, serta biji-biji yang sangat menakjubkan; lalu melalui diberikannya nampan-nampan makanan itu ke tangan pohon dan ditempatkannya di kepala tumbuhan, untuk dikirimkan kepada tamu-tamu bernyawa, tasbih mereka yang berupa bahasa keadaan mencapai tingkat bahasa ucapan dari segi jelasnya. Seluruhnya ditundukkan dalam Kerajaan-Mu, melalui Kekuatan dan Kudrat-Mu, Kehendak serta anugerah-Mu, dan Rahmat serta Hikmah-Mu; semuanya menaati setiap Perintah-Mu.
Wahai Sang Pembuat Yang Hakîm dan Sang Khâliq Yang Rahîm, yang tersembunyi karena begitu nyata serta tertutup karena Kebesaran Keagungan-Mu!
Melalui lisan serta jumlah seluruh pohon dan tumbuhan, seluruh daun, bunga, serta buah, aku memuji dan menyanjung-Mu dengan menyatakan Engkau Mahasuci dari kekurangan, keadaan tak berdaya, serta sekutu.
WAHAI SANG FÂTHIR YANG QADÎR! WAHAI SANG MUDABBIR YANG HAKÎM! WAHAI SANG MURABBÎ YANG RAHÎM!
Melalui pengajaran Rasul Yang Paling Mulia ﷺ serta pelajaran Al-Qur'an Al-Hakîm, aku memahami dan beriman: sebagaimana tumbuhan serta pohon mengenal-Mu dan memperkenalkan Sifat-Sifat Suci serta Asmaulhusna-Mu, demikian pula, di antara makhluk bernyawa yang mempunyai ruh, tidak ada satu manusia atau hewan pun yang tidak bersaksi bahwa Wujud-Mu niscaya serta Sifat-Sifat-Mu nyata, melalui organ-organ dalam dan luarnya, yang bekerja serta dijalankan seperti jam-jam yang sangat teratur; melalui alat serta perasaan yang ditempatkan dalam tubuhnya dengan susunan yang sangat halus, keseimbangan yang sangat teliti, serta manfaat yang sangat penting; dan melalui perangkat-perangkat tubuh yang dipasang dalam dirinya dengan pembuatan yang sangat penuh seni, penataan yang sangat penuh Hikmah, serta keseimbangan yang sangat cermat.
Sebab, kekuatan yang buta, tabiat yang tidak sadar, serta kebetulan yang liar tentu tidak dapat turut campur dalam seni halus yang dilakukan dengan Penglihatan, Hikmah lembut yang dilakukan dengan Kesadaran, serta keseimbangan sempurna yang dilakukan dengan Pengaturan demikian; semuanya tidak dapat menjadi pekerjaan mereka dan tidak mungkin demikian. Terbentuk dengan sendirinya dan menjadi demikian pun seratus derajat mustahil di dalam hal yang mustahil. Sebab, dalam keadaan itu, setiap zarah pada tubuh makhluk tersebut harus mengetahui dan melihat segala hal pada makhluk itu serta bagaimana tubuhnya terbentuk, bahkan segala hal di dunia yang berkaitan dengan makhluk itu; zarah tersebut juga harus mampu membuat semuanya. Ia harus mempunyai ilmu serta kuasa yang meliputi semuanya, seolah-olah sesembahan. Barulah tugas membentuk tubuh dapat diserahkan kepadanya dan dikatakan, "Terjadi dengan sendirinya."
Tidak ada satu pun di antara keadaan-keadaan pada keseluruhannya, berupa kesatuan Pengaturan, kesatuan Pengelolaan, kesatuan jenis, kesatuan golongan, kesatuan cap fitrah yang disaksikan melalui kesamaan titik-titik seperti mata, telinga, serta mulut pada seluruh wajah, kesatuan cap Hikmah yang terlihat pada wajah individu-individu setiap jenis, kebersamaan dalam pemberian makanan serta pengadaan, dan saling berada di dalam yang lain, yang tidak memberikan kesaksian pasti atas Keesaan-Mu. Pada setiap individunya juga terdapat manifestasi seluruh Asma yang menghadap kepada kainat; melalui hal itu, dalam Wâhidiyah, semuanya mengisyaratkan Ahadiyah-Mu.
Sebagaimana seratus ribu jenis hewan, bersama manusia, tersebar di seluruh permukaan bumi, dilengkapi seperti pasukan yang teratur, diberi petunjuk, taat, serta ditundukkan; dan Perintah Rububiyah terlaksana secara teratur pada mereka, dari yang terkecil sampai yang terbesar, semuanya menunjukkan betapa Megah Rububiyah-Mu. Meskipun sangat banyak, mereka sangat berharga; meskipun sangat sempurna, mereka dibuat sangat cepat; meskipun penuh seni, mereka dibuat dengan sangat mudah. Semua itu menunjukkan betapa Agung Kudrat-Mu. Demikian pula, mereka menunjukkan dengan pasti betapa luas Rahmat-Mu yang tiada batas, yang menyampaikan rezeki kepada semuanya: dari mikroba sampai badak, dari lalat terkecil sampai burung terbesar, yang tersebar dari timur sampai barat dan dari utara sampai selatan. Setiap hewan menjalankan tugas fitrinya seperti prajurit yang menaati perintah; dan setiap musim semi, permukaan bumi menjadi perkemahan suatu pasukan yang baru dipanggil untuk bertugas, menggantikan mereka yang dibebastugaskan pada musim gugur. Melalui hal ini, mereka menunjukkan dengan pasti betapa luas Kekuasaan-Mu yang tiada akhir.
Sebagaimana setiap hewan, yang merupakan salinan kecil serta contoh mini kainat, dibuat dengan Ilmu yang sangat mendalam dan Hikmah yang sangat teliti—tanpa mencampuradukkan bagian-bagian yang beragam, tanpa tertukar dalam membentuk rupa setiap hewan, tanpa kesalahan, kekeliruan, maupun kekurangan—mereka memberikan isyarat sebanyak jumlah mereka bahwa Ilmu-Mu meliputi setiap hal dan Hikmah-Mu mencakup setiap hal.
Demikian pula, setiap hewan dibuat begitu indah dan penuh seni sehingga menjadi mukjizat seni serta keajaiban Hikmah. Dengan itu, mereka mengisyaratkan indahnya Seni Rabb yang sempurna, yang sangat Engkau cintai serta ingin Engkau tampilkan. Setiap hewan, terutama anak-anaknya, diberi makan dengan begitu lembut serta penuh kasih, dan keinginan serta hasrat mereka dipenuhi. Melalui hal ini, mereka memberikan isyarat tak terbatas kepada Keindahan Pertolongan-Mu yang sangat manis.
WAHAI RAHMANU'R-RAHÎM! WAHAI SADIKU'L-VA'Dİ'L-EMİN! WAHAI MÂLİK-İ YEVMİ'D-DİN!
Melalui pengajaran Rasul Yang Paling Mulia-Mu ﷺ serta bimbingan Al-Qur'an Al-Hakîm milik-Mu, aku memahami: karena hasil paling terpilih dari kainat ialah kehidupan; inti paling terpilih dari kehidupan ialah ruh; bagian paling terpilih dari makhluk berjiwa ialah makhluk yang memiliki kesadaran; dan yang paling lengkap di antara makhluk yang memiliki kesadaran ialah manusia. Seluruh kainat ditundukkan bagi kehidupan serta bekerja untuknya. Makhluk hidup ditundukkan bagi makhluk berjiwa dan dikirim ke dunia untuk mereka. Makhluk berjiwa ditundukkan bagi manusia serta membantu mereka. Secara fitri, manusia sangat sungguh-sungguh mencintai Khâliq-nya; Khâliq mereka pun mencintai mereka serta membuat Diri-Nya dicintai oleh mereka melalui setiap sarana. Potensi serta perangkat maknawi manusia mengarah kepada alam lain yang kekal dan kehidupan abadi. Hati serta kesadaran manusia, dengan seluruh dayanya, menginginkan hidup kekal. Lidahnya, melalui doa-doa yang tak terbatas, memohon kepada Khâliq-nya agar dapat hidup kekal.
Maka, tentu dan dalam keadaan apa pun, tidak mungkin serta tidak dapat terjadi bahwa manusia yang begitu mencintai serta dicintai, yang menjadi kekasih serta pencinta, dimatikan tanpa dihidupkan kembali; lalu, meskipun diciptakan untuk cinta yang abadi, dibuat kecewa melalui permusuhan yang abadi. Sebaliknya, manusia dikirim ke dunia ini untuk bekerja serta memperoleh kehidupan bahagia di alam lain yang abadi. Asma yang menampakkan Tajalli pada manusia mengisyaratkan, melalui manifestasinya dalam kehidupan yang fana serta singkat ini, bahwa manusia, yang menjadi cermin Asma itu, akan menerima manifestasinya yang abadi di alam yang kekal.
Ya, sahabat setia Zat Yang Abadi akan hidup abadi. Cermin yang memiliki kesadaran dari Sang Bâqî pun harus tetap ada.
Riwayat-riwayat sahih menunjukkan bahwa ruh hewan akan tetap ada; beberapa hewan tertentu, seperti burung hudhud serta semut Nabi Sulaiman (A.S.), unta Nabi Salih (A.S.), dan anjing Ashabulkahfi, akan pergi ke alam yang kekal dengan ruh serta jasadnya. Setiap jenis hewan juga akan memiliki satu jasad untuk digunakan dari waktu ke waktu. Selain ditunjukkan oleh riwayat-riwayat sahih, hal ini dituntut oleh Hikmah serta hakikat, juga Rahmat serta Rububiyah.
WAHAI SANG QADÎR YANG QAYYÛM!
Seluruh makhluk hidup, makhluk berjiwa, serta makhluk yang memiliki kesadaran berada dalam Kerajaan-Mu. Hanya dengan Daya serta Kudrat-Mu, dan hanya dengan Kehendak serta Pengaturan-Mu, juga Rahmat serta Hikmah-Mu, mereka ditundukkan kepada Perintah Rububiyah-Mu serta diberi tugas-tugas fitri. Sebagian dari mereka ditundukkan kepada manusia oleh Rahmat, karena secara fitri manusia
lemah serta tidak berdaya, bukan karena kekuatan maupun keunggulannya. Melalui bahasa keadaan serta bahasa ucapan, mereka menyatakan Sang Pembuat serta Ma'bûd mereka Mahasuci dari kekurangan dan sekutu, bersyukur serta memuji atas nikmat-nikmat-Nya, dan masing-masing menjalankan ibadah khususnya.
Wahai Zat Yang Mahasuci, yang tersembunyi karena begitu nyata dan tertutup karena Keagungan Kebesaran-Mu!
Dengan niat menyatakan Engkau Mahasuci melalui tasbih seluruh makhluk berjiwa, aku mengucapkan
ﺳُﺒْﺤَﺎﻧَﻚَ ﻳَﺎ ﻣَﻦْ ﺟَﻌَﻞَ ﻣِﻦَ ﺍﻟْﻤَٓﺎﺀِ ﻛُﻞَّ ﺷَﻲْﺀٍ ﺣَﻰٍّ
.
Yâ Rabbe'l-Âlemîn! Yâ İlahe'l-Evvelîne Ve'l-Âhirîn! Yâ Rabbe's-Semavat-ı Ve'l-Aradîn!
Melalui pengajaran Rasul Yang Paling Mulia ﷺ serta pelajaran Al-Qur'an Al-Hakîm, aku memahami dan beriman: sebagaimana langit, ruang langit, bumi, daratan, lautan, pepohonan, tumbuhan, serta hewan, melalui individu, bagian, serta zarah mereka, mengetahui serta mengenal-Mu, dan bersaksi, menunjukkan, serta mengisyaratkan Wujud dan Keesaan-Mu; demikian pula, makhluk hidup merupakan inti kainat, manusia merupakan inti makhluk hidup, dan hati serta akal merupakan inti para nabi, wali, serta orang-orang suci pilihan, yang menjadi inti manusia. Melalui apa yang mereka saksikan, apa yang tersingkap bagi mereka, ilham, serta kesimpulan yang mereka tarik, hati serta akal mereka bersaksi dan memberitakan bahwa Wujud-Mu niscaya, serta bersaksi atas Keesaan dan Ahadiyah-Mu, dengan kepastian sekuat ratusan ijmak dan ratusan tawatur. Melalui mukjizat, karamah, serta bukti yang pasti, mereka membuktikan berita mereka.
Ya, tidak ada satu pun dari semua hal berikut yang tidak memberikan kesaksian, petunjuk, serta isyarat tentang Wujud-Mu yang niscaya, Sifat-Sifat Suci-Mu, Keesaan dan Ahadiyah-Mu, serta Asmaulhusna-Mu: lintasan gaib dalam hati yang mengarah kepada Zat Yang memberi peringatan di balik tabir gaib; ilham yang benar yang mengarahkan pandangan kepada Zat Yang memberi ilham; keyakinan pasti yang menyingkap Sifat-Sifat Suci serta Asmaulhusna-Mu dengan haqqulyaqin; hati bercahaya dalam diri para nabi serta wali yang menyaksikan Cahaya Wâjibul Wujûd dengan ainulyaqin; ataupun akal yang terang dalam diri orang-orang suci pilihan serta siddiqin yang membenarkan dan membuktikan dengan ilmulyaqin tanda-tanda bahwa Wujud Khâliq segala sesuatu niscaya serta bukti-bukti Keesaan-Nya.
Terutama, tidak ada mukjizat yang terang yang membenarkan berita Rasul Yang Paling Mulia ﷺ, imam, pemimpin, serta inti seluruh nabi, wali, orang-orang suci pilihan, dan siddiqin; tidak ada hakikat luhur yang menunjukkan
kebenarannya; dan tidak ada ayat tauhid yang pasti ataupun persoalan suci mengenai iman dalam Al-Qur'an yang bermukjizat dalam penjelasannya, inti dari segala inti kitab yang suci serta benar; melainkan semuanya bersaksi, menunjukkan, serta mengisyaratkan bahwa Wujud-Mu niscaya, serta bersaksi atas Sifat-Sifat Suci-Mu, Keesaan dan Ahadiyah-Mu, juga Asma serta Sifat-Mu.
Sebagaimana seluruh ratusan ribu pembawa berita yang benar itu bersaksi atas Wujud serta Keesaan-Mu dengan bersandar pada mukjizat, karamah, dan hujah mereka; demikian pula, melalui ijmak serta kesepakatan, mereka mengumumkan, memberitakan, serta membuktikan betapa Megah Rububiyah-Mu. Rububiyah itu berlangsung dari pengelolaan urusan-urusan menyeluruh Arasy Agung yang meliputi setiap hal, sampai mengetahui, mendengar, serta mengelola lintasan pikiran, keinginan, dan doa yang sangat tersembunyi serta kecil dalam hati. Mereka juga mengumumkan, memberitakan, serta membuktikan betapa Agung Kudrat-Mu, yang menciptakan sekaligus berbagai benda tak terbatas di depan mata kita—tanpa satu Perbuatan menghalangi Perbuatan lain, maupun satu Pekerjaan menghalangi Pekerjaan lain—dan yang membuat sesuatu yang paling besar semudah membuat lalat terkecil.
Sebagaimana mereka memberitakan, lalu membuktikan melalui mukjizat serta hujah, betapa luas Rahmat-Mu yang tiada batas: Rahmat yang menjadikan kainat ini seperti istana sempurna bagi makhluk berjiwa, terutama manusia; menyiapkan surga serta kebahagiaan abadi bagi jin dan manusia; tidak melupakan makhluk hidup terkecil; serta berusaha memuaskan dan menyenangkan hati yang paling tidak berdaya. Mereka juga memberitakan serta membuktikan betapa luas Kekuasaan-Mu yang tiada akhir, yang membuat seluruh jenis makhluk—dari zarah sampai planet—menaati Perintah-Mu, menundukkan mereka, serta memberi mereka tugas. Demikian pula, mereka bersaksi, menunjukkan, dan mengisyaratkan, melalui ijmak serta kesepakatan, bahwa Ilmu-Mu meliputi setiap hal. Ilmu itu menjadikan kainat seperti kitab besar yang memuat risalah sebanyak bagian-bagiannya; mencatat serta menulis seluruh perjalanan segala yang ada dalam Imâm Mubîn dan Kitâb Mubîn, buku-buku catatan Lauh Mahfuz; menuliskan dengan teratur serta tanpa kesalahan daftar dan tata kerja setiap pohon dalam benihnya, juga riwayat hidup para pemiliknya dalam seluruh daya ingat pada kepala makhluk yang memiliki kesadaran. Mereka juga bersaksi bahwa Hikmah Suci-Mu mencakup setiap hal: Hikmah yang memasangkan banyak tujuan pada setiap wujud, bahkan memberikan hasil pada setiap pohon sebanyak buahnya; mengejar manfaat dalam setiap makhluk hidup sebanyak anggota tubuhnya, bahkan sebanyak bagian serta selnya; dan, sambil memberi banyak tugas kepada lidah manusia, melengkapinya dengan timbangan-timbangan kecil perasa sebanyak cita rasa makanan. Mereka pun bersaksi bahwa Tajalli Asma Jalal serta Jamal-Mu, yang contohnya terlihat di dunia ini, akan terus berlangsung selama-lamanya dengan lebih terang; anugerah-anugerah-Mu, yang contohnya disaksikan di alam fana ini, akan terus ada dalam negeri kebahagiaan dengan lebih
gemilang serta tetap kekal; dan mereka yang penuh kerinduan, yang menyaksikannya di dunia ini, akan menyertainya serta berada bersamanya untuk selama-lamanya.
Seluruh nabi yang memiliki ruh gemilang, para wali yang menjadi kutub hati bercahaya, serta orang-orang suci pilihan yang memiliki akal terang—dengan Rasul Yang Paling Mulia ﷺ dan Al-Qur'an Al-Hakîm di barisan terdepan—memberikan kabar gembira tentang kebahagiaan abadi kepada jin dan manusia dengan bersandar pada ratusan mukjizat yang terang serta ayat-ayat yang pasti. Mereka bersandar pada Janji serta Ancaman yang berulang kali Engkau sampaikan dalam seluruh suhuf dan kitab suci; percaya kepada Sifat-Sifat Suci serta Keadaan-Keadaan-Mu, seperti Kudrat, Rahmat, Pertolongan, Hikmah, Jalal, dan Jamal-Mu, juga Kemuliaan Jalal-Mu serta Kerajaan Rububiyah-Mu; dan berpegang pada apa yang tersingkap bagi mereka, apa yang mereka saksikan, serta keyakinan ilmulyaqin mereka. Mereka memberitakan dan mengumumkan bahwa neraka tersedia bagi orang-orang yang sesat; mereka beriman serta memberikan kesaksian.
WAHAI SANG QADÎR YANG HAKÎM! WAHAI AR-RAHMÂN YANG RAHÎM! WAHAI SADIKU'L-VA'Dİ'L-KERÎM! WAHAI SANG QAHHÂR DZUL-JALÂL, PEMILIK KEMULIAAN, KEAGUNGAN, DAN JALAL!
Engkau Mahasuci seratus ribu tingkat, Mahabersih serta Mahaluhur dengan tingkat yang tiada batas, dari membenarkan orang-orang sesat serta kafir dalam penolakan mereka terhadap kebangkitan. Mereka menyentuh Keagungan Kebesaran-Mu, melukai Kemuliaan Jalal-Mu, mengusik Martabat Ilahi-Mu, serta menyinggung Kasih Sayang Rububiyah-Mu melalui kekufuran, kedurhakaan, dan tuduhan bahwa Janji-Mu dusta. Membenarkan mereka akan berarti mendustakan begitu banyak sahabat-Mu yang setia, begitu banyak Janji-Mu, serta begitu banyak Sifat dan Syuunat-Mu; menolak tuntutan pasti Kerajaan Rububiyah-Mu, juga doa-doa dan permohonan-permohonan tak terbatas dari hamba-hamba-Mu yang diterima, yang Engkau cintai serta yang membuat diri mereka dicintai oleh-Mu dengan membenarkan dan menaati-Mu!
Aku menyatakan Keadilan, Keindahan, serta Rahmat-Mu yang tiada batas suci dari kezaliman dan keburukan yang tiada akhir seperti itu! Aku ingin mengucapkan ayat
ﺳُﺒْﺤَﺎﻧَﻪُ ﻭَ ﺗَﻌَﺎﻟٰﻰ ﻋَﻤَّﺎ ﻳَﻘُﻮﻟُﻮﻥَ ﻋُﻠُﻮًّﺍ ﻛَﺒ۪ﻴﺮًﺍ
sebanyak seluruh zarah dalam tubuhku!
Sebaliknya, para utusan-Mu yang setia serta para penyeru Kerajaan-Mu yang benar itu bersaksi, memberikan isyarat, serta membawa kabar gembira—dengan haqqulyaqin, ainulyaqin, dan ilmulyaqin—tentang khazanah Rahmat akhirat-Mu, harta terpendam anugerah-Mu dalam alam yang kekal, serta manifestasi indah dan menakjubkan dari Asma-Mu yang indah, yang muncul sepenuhnya dalam negeri kebahagiaan. Dengan beriman bahwa salah satu sinar terbesar dari Nama "Al-Haqq", tempat kembali, matahari, serta pelindung seluruh hakikat, ialah
hakikat kebangkitan yang paling agung ini, mereka mengajarkannya kepada hamba-hamba-Mu.
WAHAI RABBÜ'L-ENBİYA VE'S-SIDDIKÎN!
Mereka semua berada dalam Kerajaan-Mu, ditundukkan serta diberi tugas melalui Perintah dan Kudrat-Mu, Kehendak dan Pengaturan-Mu, juga Ilmu dan Hikmah-Mu. Dengan takdis (menyatakan Allah سُبْحَانَهُ Mahasuci), takbir, tahmid, dan tahlil, mereka memperlihatkan bola bumi seperti tempat zikir yang sangat agung, serta kainat ini seperti masjid yang sangat besar.
Yâ Rabbî ve yâ Rabbe's-Semavatı Ve'l-Aradîn! Yâ Hâlıkî ve yâ Hâlık-ı Külli Şey!
Demi Kudrat, Kehendak, Hikmah, Kekuasaan, serta Rahmat-Mu yang menundukkan langit bersama bintang-bintangnya, bumi bersama seluruh isinya, dan semua makhluk dengan segala keadaannya, tundukkanlah nafsuku kepadaku! Tundukkanlah apa yang kuinginkan kepadaku! Demi khidmah kepada Al-Qur'an serta iman, tundukkanlah hati manusia kepada Risale-i Nur! Berikanlah iman yang sempurna serta husnul khatimah kepadaku dan saudara-saudaraku. Sebagaimana Engkau menundukkan laut kepada Nabi Musa Aleyhisselâm, api kepada Nabi Ibrahim Aleyhisselâm, gunung serta besi kepada Nabi Dawud Aleyhisselâm, jin serta manusia kepada Nabi Sulaiman Aleyhisselâm, dan matahari serta bulan kepada Nabi Muhammad ﷺ, tundukkanlah hati serta akal kepada Risale-i Nur! Lindungilah aku serta para murid Risale-i Nur dari keburukan nafsu dan setan, azab kubur, serta api neraka; dan bahagiakanlah kami dalam surga Firdaus, Âmîn, âmîn, âmîn!..
ﺳُﺒْﺤَﺎﻧَﻚَ لَا ﻋِﻠْﻢَ ﻟَﻨَٓﺎ اِلَّا ﻣَﺎ ﻋَﻠَّﻤْﺘَﻨَٓﺎ ﺍِﻧَّﻚَ ﺍَﻧْﺖَ ﺍﻟْﻌَﻠ۪ﻴﻢُ ﺍﻟْﺤَﻜ۪ﻴﻢُ ﻭَ ﺍٰﺧِﺮُ ﺩَﻋْﻮٰﻳﻬُﻢْ ﺍَﻥِ ﺍﻟْﺤَﻤْﺪُ ﻟِﻠّٰﻪِ ﺭَﺏِّ ﺍﻟْﻌَﺎﻟَﻤ۪ﻴﻦَ
Jika aku memiliki kekurangan dalam mempersembahkan pelajaran yang kuambil dari Al-Qur'an serta Cevşenü'l-Kebir (Zirah Besar), munajat Nabi ﷺ, ke hadirat Rabbku Yang Rahîm sebagai ibadah tafakur, maka dengan menjadikan Al-Qur'an serta Cevşenü'l-Kebir sebagai pemberi syafaat bagi pengampunan kesalahanku, aku memohon ampunan dari Rahmat-Nya.
Said Nursî
--