Tambahan pada Surat bagi Gadis-Gadis Pelajar Nur
(Bagian dari satu surat yang dahulu dikirim kepada kalian.)
Aku memikirkan bahwa perempuan-perempuan lanjut usia di kota ini yang bergabung dengan Risale-i Nur tetap teguh dan tidak terguncang seperti yang lain. Tiba-tiba diingatkan hadis mulia ini:
ﻋَﻠَﻴْﻜُﻢْ ﺑِﺪ۪ﻳﻦِ ﺍﻟْﻌَﺠَﺎﺋِﺰِ
Yakni, pada akhir zaman, karena perempuan lanjut usia secara fitrah lemah, peka, serta penuh kasih sayang, sebagaimana mereka lebih membutuhkan penghiburan dan cahaya dalam agama daripada siapa pun, dari segi kasih sayang dalam fitrah mereka, mereka juga lebih membutuhkan cahaya penghiburan yang penuh kasih sayang tanpa batas, perhatian, belas kasih, rahmat, tempat bersandar, serta tempat meminta pertolongan yang mereka temukan dalam agama. Tetap teguh merupakan tuntutan fitrah mereka. Karena itu, pada masa ini Risale-i Nur, yang memenuhi kebutuhan-kebutuhan tersebut sepenuhnya, menyenangkan ruh mereka lebih daripada segala sesuatu dan melekat pada hati mereka.
Said Nursî
Isyarat Sangat Singkat kepada Suatu Hakikat yang Sangat Penting
Dalam sebagian hadis mulia terdapat isyarat bahwa, "Pada akhir zaman, hakikat-hakikat iman akan lebih berkembang di kalangan perempuan. Mereka akan terlindungi sampai suatu tingkat dari bahaya-bahaya kesesatan zaman itu." Satu hadis mulia menyatakan
ﻋَﻠَﻴْﻜُﻢْ ﺑِﺪ۪ﻳﻦِ ﺍﻟْﻌَﺠَﺎﺋِﺰِ
. Yakni, "Pada akhir zaman, ikutilah agama perempuan-perempuan lanjut usia." Jadi, perempuan, yang merupakan pahlawan kasih sayang, melalui ketulusan serta ikhlas yang lahir dari watak kasih sayang itu, menjadi sarana untuk selamat dari bahaya kesesatan yang penuh kepura-puraan pada masa itu. Mereka menjaga keislaman mereka.
Satu hadis mulia juga menyatakan
ﺍَﺑِﻰ ﺍﻟْﺒَﻨَﺎﺕِ ﻣَﺮْﺯُﻭﻕٌ
. Yakni, "Rezeki ayah dari anak-anak perempuan mendapat berkah."
Jadi, anak-anak perempuan bertambah banyak pada akhir zaman. Mereka juga diberkahi, dan rezeki mereka penuh berkah. Dahulu, untuk waktu yang lama aku tidak mengetahui rahasia hadis-hadis seperti ini. Syukur kepada Allah سُبْحَانَهُ Al-Haqq, belakangan ini aku memahami rahasia itu sampai suatu tingkat. Kita akan memberikan isyarat dengan sangat singkat:
Anak-anak umat manusia tidak cepat mandiri seperti hewan-hewan lainnya. Agar hidup, sebagai ganti dua atau tiga bulan pada hewan, mereka membutuhkan perlindungan penuh kasih sayang selama sepuluh tahun, bahkan lebih. Karena rahasia ini, berbeda dari jenis hewan, kasih sayang manusia kepada anak-anaknya harus terus berlangsung sebagai watak fitrah. Dengan Hikmah untuk membantu serta melindungi sepenuhnya anak-anak yang tidak berdaya dan ibu-ibu mereka yang lemah, dalam fitrah pria juga dimasukkan watak menjaga martabat dan kehormatan. Dalam kehormatan ini dimasukkan keberanian yang tulus, murni, tanpa upah, dan tanpa balasan. Namun, karena watak itu rusak sampai suatu tingkat melalui sebagian sebab, watak keberanian yang tulus serta murni telah melemah pada kebanyakan orang. Akan tetapi, keberanian kasih sayang, watak fitrah pada perempuan itu, belum rusak. Hadis-hadis mulia seperti itu memberi isyarat dan memberitakan secara tersirat bahwa watak fitrah ini akan menjadi suatu khidmah besar di kalangan umat Islam pada akhir zaman, serta suatu dasar dalam kehidupan bersama di dalam lingkup Islam.
Said Nursî
ﺑِﺎﺳْﻤِﻪ۪ ﺳُﺒْﺤَﺎﻧَﻪُ ﻭَﺍِﻥْ ﻣِﻦْ ﺷَﻲْﺀٍ اِلَّا ﻳُﺴَﺒِّﺢُ ﺑِﺤَﻤْﺪِﻩ۪ اَلسَّلَامُ ﻋَﻠَﻴْﻜُﻢْ ﻭَ ﺭَﺣْﻤَﺔُ ﺍﻟﻠّٰﻪِ ﻭَ ﺑَﺮَﻛَﺎﺗُﻪُ ﺍَﺑَﺪًﺍ ﺩَﺍﺋِﻤًﺎ
(Jawaban atas pertanyaan, "Mengapa engkau tetap tidak menikah, bertentangan dengan sunah mulia?", yang diajukan melalui surat kabar di tempat-tempat penting di negeri lain.)
Pertama-tama: Kami membacakan surat kalian kepada Üstad kami yang sedang sangat sakit. Üstad kami berkata, "Jika aku tidak sangat sakit, aku akan menulis jawaban terperinci kepada saudara-saudaraku yang sangat berharga, cermat meneliti, serta diberkahi ini. Namun, karena keadaanku yang berat tidak mengizinkannya, tuliskanlah beberapa pokok dengan sangat singkat kepada saudara-saudaraku yang diberkahi serta tulus itu dan kepada teman-temanku dalam khidmah Al-Qur'an."
Pertama: Selama empat puluh tahun, di hadapan serangan zindik yang sangat mengerikan, pada masa ketika diperlukan orang-orang yang benar-benar rela berkorban serta akan mengorbankan segala sesuatu, aku memutuskan untuk mengorbankan bukan hanya kebahagiaan duniaku, bahkan jika perlu kebahagiaan akhiratku, demi hakikat Al-Qur'an Al-Hakîm. Bukan hanya mengambil istri dunia yang sementara, yang merupakan satu sunah, bahkan jika sepuluh bidadari diberikan kepadaku di dunia ini, aku terpaksa meninggalkannya agar dapat berkhidmah bagi hakikat Al-Qur'an dengan ikhlas yang sejati. Sebab, kelompok-kelompok tanpa agama yang mengerikan ini melakukan serangan serta tipu muslihat yang begitu mengerikan, sehingga untuk menghadapi mereka diperlukan pengorbanan sebesar-besarnya dan tidak menjadikan tindakannya dalam agama sebagai alat untuk sesuatu apa pun selain Rida Allah سُبْحَانَهُ.
Sebagian ulama dan orang-orang bertakwa yang malang memberi fatwa bagi bidah atau terlihat mendukungnya demi kesulitan nafkah keluarga serta anak-anaknya. Khususnya, di hadapan perlunya pengorbanan, keteguhan, serta daya tahan sebesar-besarnya dan tidak membutuhkan segala sesuatu untuk melawan serangan-serangan mengerikan seperti menghapus pelajaran agama serta menghapus azan Muhammad ﷺ, aku meninggalkan kebiasaan menikah, satu sunah mulia, agar tidak memasuki banyak perkara haram serta dapat menjalankan banyak perkara wajib dan fardu. Demi satu sunah, tidak boleh memasuki seratus dosa. Sebab, selama empat puluh tahun itu, sebagian guru agama yang menjalankan satu sunah merasa terpaksa memasuki sepuluh dosa besar serta perkara haram dan meninggalkan sebagian sunah serta fardu.
Kedua: Perintah-perintah seperti
ﻓَﺎﻧْﻜِﺤُﻮﺍ ﻣَﺎ ﻃَﺎﺏَ ﻟَﻜُﻢْ
dalam ayat mulia serta
ﺗَﻨَﺎﻛَﺤُﻮﺍ ﺗَﻜَﺎﺛَﺮُﻭﺍ
dalam hadis mulia bukanlah perintah yang terus berlaku dan wajib. Perintah-perintah itu berupa anjuran serta sunah. Perintah-perintah itu juga terikat pada syarat-syarat, serta tidak berlaku bagi setiap orang pada setiap waktu.
Selain itu, makna
لَا ﺭُﻫْﺒَﺎﻧِﻴَّﺔَ ﻓِﻰ الْاِسْلَامِ
, "Tidak ada kerahiban dalam Islam," tidak berarti bahwa mengasingkan diri seperti kaum rahib adalah tertolak, tanpa hakikat, atau haram. Sebaliknya, melalui rahasia hadis
ﺧَﻴْﺮُ ﺍﻟﻨَّﺎﺱِ ﻣَﻦْ ﻳَﻨْﻔَﻊُ ﺍﻟﻨَّﺎﺱَ
, hal itu merupakan dorongan bagi suatu kebiasaan bersama dalam Islam agar berkhidmah bagi kehidupan bersama. Jika tidak demikian, ribuan orang yang mengenal hakikat dari para pendahulu yang saleh telah memasuki pengasingan dan gua-gua untuk sementara. Mereka tidak membutuhkan dan melepaskan diri dari hiasan-hiasan dunia yang sementara, agar berkhidmah sepenuhnya bagi kehidupan abadi mereka. Karena banyak dari para pendahulu yang saleh meninggalkan dunia demi kesempurnaan abadi mereka secara pribadi dan khusus, tentu meninggalkan dunianya yang akan lenyap dan sementara, demi kebahagiaan abadi banyak orang yang malang secara menyeluruh serta umum, agar mereka tidak jatuh ke dalam kesesatan, menguatkan serta menyelamatkan iman mereka, berkhidmah sepenuhnya bagi hakikat Al-Qur'an serta iman, dan bertahan menghadapi orang-orang tanpa agama yang datang dari luar serta muncul dari dalam, bukanlah bertentangan dengan sunah mulia. Sebaliknya, hal itu sesuai dengan hakikat sunah. Dengan pikiran untuk memperoleh satu zarah dari kesetiaan terbesar dalam pengorbanan Ash-Shiddîq Yang Teragung (yang paling jujur), yang berkata, "Hendaklah tubuhku membesar dalam neraka, agar tidak ada tempat bagi ahli iman," Said yang malang memilih tidak menikah dan tidak membutuhkan dunia sepanjang umurnya.
Ketiga: Kepada pelajar Risale-i Nur tidak pernah dikatakan dan tidak akan dikatakan, "Orang lain menikah, kalian tinggalkan pernikahan." Namun, para pelajar terdiri atas beberapa lapisan. Agar tidak kehilangan ikhlas yang sejati dan memiliki pengorbanan sejati serta kesetiaan sebesar-besarnya, pada masa ini satu lapisan perlu tidak terikat pada kebutuhan dunia selama bagian sementara dari umurnya, sejauh mungkin.
Jika ia menemukan seorang perempuan yang membantu dalam khidmah Al-Qur'an serta iman, ia menikahinya. Hal itu tidak merugikan khidmahnya. Lillahilhamd, banyak pelajar Nur seperti ini; istri mereka tidak tertinggal daripada mereka. Bahkan, dari segi keberanian fitrah tanpa upah yang lahir dari kasih sayang perempuan serta ikhlas sejati, ia dapat lebih maju daripada suaminya. Kebanyakan dari kalangan pelajar Nur yang telah matang menikah dan menjalankan sunah ini. Risale-i Nur berkata kepada mereka: Hendaklah rumah kalian menjadi madrasah Nur kecil, sekolah makrifat, agar sunah ini dijalankan sepenuhnya. Hendaklah anak-anak, buah sunah mulia, menjadi pemberi syafaat bagi kalian di akhirat. Di dunia pun hendaklah mereka menerima pelajaran iman dan menjadi anak sejati kalian. Jika tidak, seperti yang terjadi sebagian selama tiga puluh tahun ini, bila anak-anak itu hanya diberi pendidikan peradaban, dari satu segi mereka menjadi tidak bermanfaat di dunia serta penggugat di akhirat, dengan berkata, "Mengapa kalian tidak menyelamatkan imanku?" Membuat ayah serta ibu mereka bersedih seperti itu bertentangan dengan Hikmah sunah mulia.
--
ﺑِﺎﺳْﻤِﻪ۪ ﺳُﺒْﺤَﺎﻧَﻪُ
(Berkaitan dengan rahasia hadis mulia
ﻋَﻠَﻴْﻜُﻢْ ﺑِﺪ۪ﻳﻦِ ﺍﻟْﻌَﺠَﺎﺋِﺰِ
, yang disebut dua atau tiga kali dalam Hanımların Rehberi, tujuh “Harapan” dari İhtiyarlar Risalesi (Risalah Para Lanjut Usia) ditambahkan kepadanya.)