BAGIAN KEDUA TAMBAHAN
[Dari sembilan bagian mengenai sembilan lapisan bukti kebangkitan yang ditunjukkan secara penuh mukjizat oleh ayat pada awal, "Bagian Pertama":]
ﻓَﺴُﺒْﺤَﺎﻥَ ﺍﻟﻠّٰﻪِ ﺣ۪ﻴﻦَ ﺗُﻤْﺴُﻮﻥَ ﻭَﺣ۪ﻴﻦَ ﺗُﺼْﺒِﺤُﻮﻥَ ٭ ﻭَﻟَﻪُ ﺍﻟْﺤَﻤْﺪُ ﻓِﻰ ﺍﻟﺴَّﻤٰﻮَﺍﺕِ وَالْاَرْضِ ﻭَﻋَﺸِﻴًّﺎ ﻭَﺣ۪ﻴﻦَ ﺗُﻈْﻬِﺮُﻭﻥَ ٭ ﻳُﺨْﺮِﺝُ ﺍﻟْﺤَﻰَّ ﻣِﻦَ ﺍﻟْﻤَﻴِّﺖِ ﻭَﻳُﺨْﺮِﺝُ ﺍﻟْﻤَﻴِّﺖَ ﻣِﻦَ ﺍﻟْﺤَﻰِّ ﻭَﻳُﺤْﻴِﻰ الْاَرْضَ ﺑَﻌْﺪَ ﻣَﻮْﺗِﻬَﺎ ﻭَﻛَﺬٰﻟِﻚَ ﺗُﺨْﺮَﺟُﻮﻥَ
.
Akan dijelaskan serta diterangkan bukti cemerlang dan dalil pasti yang diperlihatkan di sini mengenai Firman kebangkitan dalam bagian ayat ini, inşâallah. {(Catatan kaki): Bagian itu belum ditulis.
Pembahasan kehidupan masuk di sini karena hubungannya dengan kebangkitan.
Namun, isyarat kepada rukun takdir pada akhir pembahasan kehidupan sangat halus dan dalam.} Dalam sifat kehidupan yang kedua puluh delapan telah dijelaskan bahwa kehidupan menghadap dan membuktikan enam rukun iman, serta mengisyaratkan bahwa semuanya terwujud.
Ya, karena kehidupan merupakan hasil, inti, serta hikmah penciptaan yang paling penting dari kainat ini, tentu hakikat luhur itu tidak terbatas pada kehidupan dunia yang sementara, sangat singkat, kurang, dan penuh derita ini.
Sebaliknya, tujuan, hasil, serta buah yang layak bagi besarnya pohon kehidupan, yang besarnya hakikatnya dipahami melalui dua puluh sembilan sifat kehidupan, ialah kehidupan abadi, kehidupan akhirat, serta kehidupan dalam negeri kebahagiaan yang batu, pohon, dan tanahnya hidup.
Jika tidak, pohon kehidupan yang diperlengkapi perangkat penting tanpa batas ini harus menjadi tanpa buah, tanpa manfaat, dan tanpa hakikat bagi makhluk berkesadaran, khususnya manusia.
Manusia, yang dari segi modal serta perangkat, misalnya, dua puluh tingkat melebihi burung pipit, dan merupakan makhluk kainat serta makhluk hidup yang paling penting, tinggi, dan bernilai, akan jatuh dua puluh tingkat di bawah burung pipit dari segi kebahagiaan hidup, menjadi yang paling malang, paling hina, dan tak berdaya.
Akal, yang merupakan nikmat paling berharga, juga terus melukai hati manusia dengan memikirkan kesedihan masa lampau serta ketakutan masa depan.
Karena mencampurkan sembilan derita ke dalam satu kenikmatan, akal menjadi musibah yang paling menyakitkan.
Hal ini batil seratus kali.
Jadi, kehidupan dunia ini membuktikan rukun iman kepada akhirat secara pasti dan memperlihatkan lebih dari tiga ratus ribu contoh kebangkitan kepada mata kita pada setiap musim semi.
Sang Pengelola Yang Qadîr menyiapkan serta mengirim pada waktunya seluruh kebutuhan dan perangkat yang diperlukan serta sesuai bagi kehidupanmu dalam tubuhmu, kebunmu, dan tanah airmu, dengan Hikmah, Perhatian, serta Rahmat.
Bahkan, Dia mengetahui dan mendengar doa rezeki yang khusus serta juz'i dari perutmu, yang disampaikan dengan keinginan untuk tetap ada dan hidup.
Dengan makanan lezat tanpa batas, Dia memperlihatkan pengabulan doa itu serta memuaskan perutmu.
Mungkinkah Dia tidak mengetahui dan melihatmu serta tidak menyiapkan sebab-sebab yang diperlukan untuk kehidupan abadi, tujuan terbesar umat manusia?
Mungkinkah Dia tidak mengabulkan doa untuk hidup kekal, yang paling besar, paling penting, paling layak, dan menyeluruh bagi umat manusia, dengan membangun kehidupan akhirat serta menciptakan surga?
Mungkinkah Dia tidak mendengar doa bersama yang sangat kuat, yang menggema di arasy dan bumi, dari umat manusia yang merupakan makhluk terpenting kainat, bahkan penguasa serta hasil bumi; tidak memperhatikannya seperti Dia memperhatikan perut kecil, dan tidak membuatnya puas?
Membuat Kesempurnaan Hikmah serta Rahmat-Nya yang tanpa batas diingkari?
Hâşâ, seratus ribu kali hâşâ!..
Mungkinkah pula Dia mendengar suara yang sangat tersembunyi dari kehidupan yang paling kecil, mendengar deritanya, memberi obat, memanjakannya, memberinya makan dengan Perhatian serta Kepedulian sempurna, membuatnya dilayani dengan teliti, serta menjadikan makhluk-makhluk besar-Nya sebagai pelayan baginya, lalu tidak mendengar suara tinggi seperti bunyi langit dari kehidupan yang paling besar, berharga, kekal, dan dimanjakan?
Tidak memperhatikan doa hidup kekalnya yang sangat penting, sikap manjanya, serta permohonannya?
Seakan-akan Dia memperlengkapi dan mengatur satu prajurit dengan Perhatian sempurna, tetapi sama sekali tidak memperhatikan pasukan yang taat dan megah?
Melihat zarah, tetapi tidak melihat matahari?
Mendengar suara nyamuk, tetapi tidak mendengar guntur? Hâşâ, seratus ribu kali hâşâ!
Dapatkah akal menerima bahwa Zat Yang Qadîr lagi Hakîm, Yang memiliki Rahmat dan Cinta tanpa batas, Kasih Sayang pada tingkat tertinggi, sangat mencintai Seni-Nya sendiri, membuat Diri-Nya dicintai, serta lebih mencintai mereka yang mencintai-Nya, memusnahkan kehidupan dan ruh, yang merupakan hakikat serta inti kehidupan, melalui kematian abadi, padahal kehidupan paling mencintai-Nya, menyenangkan, dicintai, dan secara fitrah menyembah Sang Pembuatnya?
Mungkinkah Dia membuat pencinta dan kekasih yang disayangi-Nya itu menjauh serta marah kepada-Nya untuk selamanya, melukainya dengan mengerikan, lalu mengingkari dan membuat Rahasia Rahmat serta Cahaya Cinta-Nya diingkari?
Hâşâ, seratus ribu kali hâşâ ve kellâ!..
Keindahan Mutlak yang menghiasi kainat ini melalui Manifestasi-Nya serta Rahmat Mutlak yang menyenangkan seluruh makhluk tentu bebas dan suci pada derajat tanpa batas dari keburukan tanpa batas, kehinaan mutlak, kezaliman mutlak, serta kekejaman seperti itu.
Hasilnya: Karena ada kehidupan di dunia, tentu manusia yang memahami rahasia kehidupan dan tidak menyalahgunakan hidupnya akan mendapat kehidupan yang kekal dalam negeri yang kekal serta surga yang kekal. âmennâ...
Benda-benda berkilau di muka bumi bersinar melalui pantulan matahari.
Gelembung pada permukaan laut bersinar lalu padam melalui kilauan cahaya.
Gelembung yang datang setelahnya kembali menjadi cermin matahari-matahari kecil dalam gambaran, seperti gelembung yang telah berlalu.
Semua itu jelas menunjukkan bahwa kilauan tersebut merupakan kilauan pantulan satu matahari di atas; dengan berbagai bahasa semuanya menyebut adanya matahari dan menunjukkannya dengan jari-jari cahaya.
Demikian pula, melalui Manifestasi terbesar Nama Muhyî dari Zat Yang Hayy lagi Qayyûm, makhluk-makhluk hidup di muka daratan serta dalam lautan bersinar dengan Kudrat Ilahi.
Agar memberi tempat kepada yang datang setelahnya, mereka mengucapkan "Yâ Hayy" dan bersembunyi di balik tirai gaib.
Mereka bersaksi dan memberi isyarat kepada Kehidupan serta kepastian harus adanya Zat Yang Hayy lagi Qayyûm, Pemilik Kehidupan Abadi.
Seluruh dalil yang bersaksi atas Ilmu Ilahi, yang karya-Nya terlihat dalam penataan segala yang ada, seluruh bukti yang membuktikan Kudrat yang mengelola kainat, seluruh dalil yang membuktikan Kehendak serta Masyîah (kehendak Allah سُبْحَانَهُ) yang berkuasa dalam penataan dan pengaturan kainat, seluruh tanda serta mukjizat yang membuktikan risalah-risalah, yang menjadi sarana Firman Rabbani serta Wahyu Ilahi, dan demikian pula seluruh dalil yang bersaksi atas tujuh Sifat Ilahi, bersama-sama menunjukkan, bersaksi, serta memberi isyarat kepada Kehidupan Zat Yang Hayy lagi Qayyûm.
Sebab, jika dalam sesuatu terdapat penglihatan, terdapat pula kehidupan.
Jika terdapat pendengaran, hal itu tanda kehidupan.
Jika terdapat ucapan, hal itu menunjukkan adanya kehidupan.
Jika terdapat pilihan dan kehendak, hal itu memperlihatkan kehidupan.
Demikian pula, Sifat-Sifat seperti Kudrat Mutlak, Kehendak yang menyeluruh, serta Ilmu yang meliputi segala sesuatu, yang terbukti ada dengan pasti dan jelas melalui karya-karya yang tampak dalam kainat ini, dengan seluruh dalilnya bersaksi atas Kehidupan serta kepastian harus adanya Zat Yang Hayy lagi Qayyûm.
Semuanya bersaksi atas Kehidupan Abadi-Nya, yang dengan satu bayangan-Nya menerangi seluruh kainat, dan dengan satu Manifestasi-Nya menghidupkan seluruh negeri akhirat beserta zarah-zarahnya.
Kehidupan juga menghadap rukun "iman kepada malaikat" dan membuktikannya melalui isyarat.
Sebab, kehidupan merupakan hasil terpenting dalam kainat, dan makhluk hiduplah yang paling banyak tersebar, yang salinannya diperbanyak karena nilainya, serta yang meramaikan rumah tamu bumi dengan rombongan-rombongan yang datang dan pergi; dan karena bola bumi penuh dengan begitu banyak jenis makhluk hidup, serta dengan Hikmah memperbarui dan memperbanyak jenis-jenis makhluk hidup secara terus-menerus, bumi setiap saat terisi dan kosong, bahkan dalam bahan-bahannya yang paling rendah serta membusuk makhluk hidup diciptakan dalam jumlah yang banyak, sehingga bumi menjadi tempat berkumpulnya hewan-hewan kecil; dan karena kesadaran dan akal, yang merupakan ringkasan kehidupan yang tersaring paling murni, serta ruh, yang merupakan intinya yang halus dan tetap, juga diciptakan di bumi dalam jumlah yang sangat banyak, seakan-akan bumi dihidupkan dan diramaikan dengan kehidupan, akal, kesadaran, serta ruh; tentu mustahil benda-benda langit yang lebih halus, lebih bercahaya, lebih besar, dan lebih penting daripada bumi tetap mati, tak bernyawa, tanpa kehidupan, dan tanpa kesadaran.
Jadi, berdasarkan rahasia kehidupan, pasti ada penghuni yang berkesadaran, hidup, dan sesuai dengan langit, yang akan meramaikan langit, matahari, serta bintang; memberinya keadaan hidup; memperlihatkan hasil penciptaan langit; serta menerima Firman Allah سُبْحَانَهُ Yang Mahasuci.
Mereka adalah malaikat.
Rahasia hakikat kehidupan juga menghadap rukun "iman kepada para nabi" dan membuktikannya melalui isyarat.
Ya, karena kainat diciptakan untuk kehidupan, dan kehidupan merupakan Manifestasi terbesar, Hiasan paling sempurna, serta Seni paling indah dari Sang Hayy lagi Qayyûm Yang Azali; karena Kehidupan Abadi memperlihatkan Diri-Nya melalui pengutusan rasul serta penurunan kitab; ya, jika tidak ada kitab dan nabi, Kehidupan Azali itu tidak diketahui; sebagaimana melalui ucapan seseorang dapat dipahami bahwa ia hidup, demikian pula yang akan memperlihatkan Kata-Kata serta Firman Zat Yang berbicara, berdialog, memerintah, melarang, dan menyapa di balik alam gaib yang berada di bawah tirai kainat ini ialah para nabi serta kitab-kitab yang diturunkan; tentu kehidupan dalam kainat, sebagaimana bersaksi dengan pasti atas kepastian harus adanya Sang Hayy Yang Azali, juga menghadap rukun-rukun "pengutusan rasul dan penurunan kitab", yang merupakan sinar, manifestasi, serta hubungan Kehidupan Azali itu, dan membuktikannya melalui isyarat.
Khususnya, karena risalah Muhammad ﷺ serta wahyu Al-Qur'an berperan sebagai ruh dan akal kehidupan, dapat dikatakan bahwa kebenaran keduanya pasti seperti adanya kehidupan ini.
Ya, sebagaimana kehidupan merupakan ringkasan yang tersaring dari kainat ini, kesadaran dan perasaan merupakan ringkasan kehidupan yang tersaring dari kehidupan, akal merupakan ringkasan kesadaran yang tersaring dari kesadaran serta perasaan, dan ruh merupakan inti kehidupan yang murni serta bersih, juga hakikatnya yang tetap dan mandiri, demikian pula kehidupan Muhammad ﷺ secara lahir dan rohani merupakan ringkasan dari seluruh ringkasan yang tersaring dari kehidupan serta ruh kainat.
Risalah Muhammad ﷺ juga merupakan ringkasan paling murni yang tersaring dari perasaan, kesadaran, serta akal kainat.
Bahkan, berdasarkan kesaksian pengaruhnya, kehidupan Muhammad ﷺ secara lahir dan rohani adalah kehidupan bagi kehidupan kainat; risalah Muhammad ﷺ adalah kesadaran serta cahaya bagi kesadaran kainat.
Berdasarkan kesaksian hakikat-hakikatnya yang hidup, wahyu Al-Qur'an juga merupakan ruh kehidupan kainat serta akal kesadaran kainat.
Ya, ya, ya!
Jika cahaya risalah Muhammad ﷺ keluar dan pergi dari kainat, kainat akan meninggal.
Jika Al-Qur'an pergi, kainat akan menjadi gila dan bola bumi akan kehilangan kepala serta akalnya.
Bahkan, bumi akan membenturkan kepalanya yang telah tanpa kesadaran pada suatu planet dan mendatangkan kiamat.
Kehidupan juga menghadap rukun "iman kepada takdir" dan membuktikannya melalui isyarat.
Sebab, kehidupan merupakan cahaya alam yang terlihat dan meliputinya, merupakan hasil serta tujuan keberadaan, cermin yang paling banyak mencakup hal dari Khâliq kainat, serta contoh dan daftar paling sempurna dari Kegiatan Rabbani.
Semoga tidak ada kesalahan dalam perumpamaan: kehidupan berperan sebagai sejenis rancangan.
Karena itu, rahasia kehidupan menuntut keteraturan, susunan, keadaan diketahui, keadaan disaksikan, ketetapan, serta kesiapan menaati Perintah penciptaan, yang berperan sebagai kehidupan rohani bagi makhluk masa lampau dan masa depan, yakni alam gaib.
Sebagaimana biji asal dan akar sebuah pohon, serta biji pada ujung dan buah-buahnya, juga memiliki sejenis kehidupan seperti pohon itu sendiri, bahkan memuat hukum kehidupan yang lebih halus daripada hukum kehidupan pohon itu; demikian pula benih dan akar yang ditinggalkan musim gugur yang lalu sebelum musim semi ini, serta biji dan akar yang akan ditinggalkan pada musim-musim semi mendatang setelah musim semi ini pergi, menampakkan kehidupan seperti musim semi ini dan tunduk pada hukum kehidupan.
Demikian pula, seluruh cabang dan ranting pohon kainat masing-masing memiliki masa lampau serta masa depan.
Masing-masing memiliki rangkaian yang tersusun dari bentuk dan keadaan masa lampau serta masa depan.
Setiap jenis serta bagiannya memiliki banyak wujud dalam Ilmu Ilahi dengan berbagai bentuk, yang membentuk rangkaian wujud dalam Ilmu-Nya.
Seperti wujud nyata, wujud dalam Ilmu-Nya juga memperlihatkan kehidupan menyeluruh secara rohani.
Ketentuan-ketentuan kehidupan diambil dari lembaran-lembaran takdir yang bermakna dan hidup itu.
Ya, alam ruh, yang merupakan salah satu jenis alam gaib, penuh dengan ruh yang merupakan kehidupan itu sendiri, bahan kehidupan, inti serta hakikat kehidupan.
Tentu hal itu menghendaki dan mengharuskan bahwa kehidupan juga tampak pada jenis lain serta bagian kedua alam gaib, yang disebut masa lampau dan masa depan.
Keteraturan paling sempurna, keadaan yang bermakna, serta buah dan bentuk yang hidup dalam wujud suatu hal di dalam Ilmu-Nya juga menunjukkan bahwa hal itu menerima sejenis kehidupan rohani.
Ya, manifestasi kehidupan yang terlihat ini, yang merupakan cahaya matahari Kehidupan azali, tentu tidak dapat terbatas hanya pada alam yang terlihat, masa sekarang, serta wujud nyata ini.
Sebaliknya, manifestasi cahaya itu tampak pada setiap alam sesuai kemampuannya, dan kainat dengan seluruh alamnya hidup serta bercahaya melalui manifestasi itu.
Jika tidak, sebagaimana terlihat dalam pandangan kesesatan, di bawah kehidupan sementara dan lahiriah, setiap alam akan menjadi jenazah besar yang mengerikan serta alam reruntuhan yang gelap.
Jadi, suatu sisi luas rukun iman kepada takdir serta qada juga dipahami dan ditetapkan melalui rahasia kehidupan.
Yakni, sebagaimana kehidupan alam yang terlihat serta benda-benda yang ada sekarang tampak melalui keteraturan dan hasilnya, makhluk-makhluk masa lampau dan masa depan yang dianggap bagian alam gaib juga memiliki wujud rohani yang secara rohani hidup serta ketetapan dalam Ilmu-Nya yang berjiwa.
Melalui Lauh Qada dan Takdir, pengaruh kehidupan rohani itu terlihat dan tampak dengan nama ketentuan takdir.
--