TAMBAHAN PENTING PADA KALIMAT KESEPULUH DAN BAGIAN PERTAMA LAMPIRANNYA
ﺑِﺴْﻢِ ﺍﻟﻠّٰﻪِ ﺍﻟﺮَّﺣْﻤٰﻦِ ﺍﻟﺮَّﺣ۪ﻴﻢِ ﻓَﺴُﺒْﺤَﺎﻥَ ﺍﻟﻠّٰﻪِ ﺣ۪ﻴﻦَ ﺗُﻤْﺴُﻮﻥَ ﻭَﺣ۪ﻴﻦَ ﺗُﺼْﺒِﺤُﻮﻥَ ٭ ﻭَﻟَﻪُ ﺍﻟْﺤَﻤْﺪُ ﻓِﻰ ﺍﻟﺴَّﻤﻮَﺍﺕِ وَالْاَرْضِ ﻭَﻋَﺸِﻴًّﺎ ﻭَﺣ۪ﻴﻦَ ﺗُﻈْﻬِﺮُﻭﻥَ ٭ ﻳُﺨْﺮِﺝُ ﺍﻟْﺤَﻰَّ ﻣِﻦَ ﺍﻟْﻤَﻴِّﺖِ ﻭَﻳُﺨْﺮِﺝُ ﺍﻟْﻤَﻴِّﺖَ ﻣِﻦَ ﺍﻟْﺤَﻰِّ ﻭَﻳُﺤْﻴِﻰ الْاَرْضَ ﺑَﻌْﺪَ ﻣَﻮْﺗِﻬَﺎ ﻭَﻛَﺬٰﻟِﻚَ ﺗُﺨْﺮَﺟُﻮﻥَ ٭ ﻭَﻣِﻦْ ﺍٰﻳَﺎﺗِﻪ۪ٓ ﺍَﻥْ ﺧَﻠَﻘَﻜُﻢْ ﻣِﻦْ ﺗُﺮَﺍﺏٍ ﺛُﻢَّ ﺍِﺫَﺍ ﺍَﻧْﺘُﻢْ ﺑَﺸَﺮٌ ﺗَﻨْﺘَﺸِﺮُﻭﻥَ ٭ ﻭَ ﻣِﻦْ ﺍٰﻳَﺎﺗِﻪ۪ٓ ﺍَﻥْ ﺧَﻠَﻖَ ﻟَﻜُﻢْ ﻣِﻦْ ﺍَﻧْﻔُﺴِﻜُﻢْ ﺍَﺯْﻭَﺍﺟًﺎ ﻟِﺘَﺴْﻜُﻨُﻮﺍ ﺍِﻟَﻴْﻬَﺎ ﻭَ ﺟَﻌَﻞَ ﺑَﻴْﻨَﻜُﻢْ ﻣَﻮَﺩَّﺓً ﻭَ ﺭَﺣْﻤَﺔً ﺍِﻥَّ ﻓ۪ﻰ ﺫٰﻟِﻚَ لَاٰيَاتٍ ﻟِﻘَﻮْﻡٍ ﻳَﺘَﻔَﻜَّﺮُﻭﻥَ ٭ ﻭَﻣِﻦْ ﺍٰﻳَﺎﺗِﻪ۪ ﺧَﻠْﻖُ ﺍﻟﺴَّﻤٰﻮَﺍﺕِ وَالْاَرْضِ وَاخْتِلَافُ ﺍَﻟْﺴِﻨَﺘِﻜُﻢْ ﻭَ ﺍَﻟْﻮَﺍﻧِﻜُﻢْ ﺍِﻥَّ ﻓ۪ﻰ ﺫٰﻟِﻚَ لَاٰيَاتٍ ﻟِﻠْﻌَﺎﻟِﻤ۪ﻴﻦَ ٭ ﻭَ ﻣِﻦْ ﺍٰﻳَﺎﺗِﻪ۪ ﻣَﻨَﺎﻣُﻜُﻢْ ﺑِﺎﻟَّﻴْﻞِ ﻭَ ﺍﻟﻨَّﻬَﺎﺭِ ﻭَﺍﺑْﺘِﻐَٓﺎﺅُﻛُﻢْ ﻣِﻦْ ﻓَﻀْﻠِﻪ۪ ﺍِﻥَّ ﻓ۪ﻰ ﺫٰﻟِﻚَ لَاٰيَاتٍ ﻟِﻘَﻮْﻡٍ ﻳَﺴْﻤَﻌُﻮﻥَ ٭ ﻭَ ﻣِﻦْ ﺍٰﻳَﺎﺗِﻪ۪ ﻳُﺮ۪ﻳﻜُﻢُ ﺍﻟْﺒَﺮْﻕَ ﺧَﻮْﻓًﺎ ﻭَ ﻃَﻤَﻌًﺎ ﻭَ ﻳُﻨَﺰِّﻝُ ﻣِﻦَ ﺍﻟﺴَّﻤَٓﺎﺀِ ﻣَٓﺎﺀً ﻓَﻴُﺤْﻴ۪ﻰ ﺑِﻪِ الْاَرْضَ ﺑَﻌْﺪَ ﻣَﻮْﺗِﻬَﺎ ﺍِﻥَّ ﻓ۪ﻰ ﺫٰﻟِﻚَ لَاٰيَاتٍ ﻟِﻘَﻮْﻡٍ ﻳَﻌْﻘِﻠُﻮﻥَ ٭ ﻭَﻣِﻦْ ﺍٰﻳَﺎﺗِﻪ۪ٓ ﺍَﻥْ ﺗَﻘُﻮﻡَ ﺍﻟﺴَّﻤَٓﺎﺀُ وَالْاَرْضُ ﺑِﺎَﻣْﺮِﻩ۪ ﺛُﻢَّ ﺍِﺫَﺍ ﺩَﻋَﺎﻛُﻢْ ﺩَﻋْﻮَﺓً ﻣِﻦَ الْاَرْضِ ﺍِﺫَٓﺍ ﺍَﻧْﺘُﻢْ ﺗَﺨْﺮُﺟُﻮﻥَ ٭ ﻭَ ﻟَﻪُ ﻣَﻦْ ﻓِﻰ ﺍﻟﺴَّﻤٰﻮَﺍﺕِ ﻭَ الْاَرْضِ ﻛُﻞٌّ ﻟَﻪُ ﻗَﺎﻧِﺘُﻮﻥَ ٭ ﻭَ ﻫُﻮَ ﺍﻟَّﺬ۪ﻯ ﻳَﺒْﺪَﺅُﺍ ﺍﻟْﺨَﻠْﻖَ ﺛُﻢَّ ﻳُﻌ۪ﻴﺪُﻩُ ﻭَ ﻫُﻮَ ﺍَﻫْﻮَﻥُ ﻋَﻠَﻴْﻪِ ﻭَﻟَﻪُ ﺍﻟْﻤَﺜَﻞُ الْاَعْلٰى ﻓِﻰ ﺍﻟﺴَّﻤٰﻮَﺍﺕِ وَالْاَرْضِ ﻭَﻫُﻮَ ﺍﻟْﻌَﺰ۪ﻳﺰُ ﺍﻟْﺤَﻜ۪ﻴﻢُ
Suatu butir terbesar dan suatu bukti teragung dari ayat-ayat samawi yang besar ini, yang menunjukkan salah satu poros iman, serta dari bukti-bukti suci yang besar ini, yang membuktikan kebangkitan, akan dijelaskan dalam Sinar Kesembilan ini.
Merupakan Perhatian Rabbani yang Lembut bahwa tiga puluh tahun yang lalu, Said Lama, di akhir karya bernama Muhakemat (Penalaran) yang ditulisnya sebagai pengantar tafsir, berkata, "Maksud Kedua: Dua ayat dalam Al-Qur'an yang menunjukkan kebangkitan akan ditafsirkan dan dijelaskan.
ﻧَﺨُﻮ ﺑِﺴْﻢِ ﺍﻟﻠّٰﻪِ ﺍﻟﺮَّﺣْﻤٰﻦِ ﺍﻟﺮَّﺣ۪ﻴﻢِ
," lalu berhenti dan belum dapat menulis lebih lanjut.
Syukur dan pujian sebanyak bukti serta petunjuk kebangkitan bagi Khâliq-ku Yang Rahîm, karena tiga puluh tahun kemudian Dia mengaruniakan taufik.
Ya, sembilan atau sepuluh tahun yang lalu, Dia menganugerahkan Kalimat Kesepuluh dan Kalimat Kedua Puluh Sembilan, yang merupakan dua bukti serta tafsir yang cemerlang dan sangat kuat bagi Titah Ilahi
ﻓَﺎﻧْﻈُﺮْ ﺍِﻟٰٓﻰ ﺍٰﺛَﺎﺭِ ﺭَﺣْﻤَﺖِ ﺍﻟﻠّٰﻪِ ﻛَﻴْﻒَ ﻳُﺤْﻴِﻰ الْاَرْضَ ﺑَﻌْﺪَ ﻣَﻮْﺗِﻬَﺎ ﺍِﻥَّ ﺫٰﻟِﻚَ ﻟَﻤُﺤْﻴِﻰ ﺍﻟْﻤَﻮْﺗٰﻰ ﻭَﻫُﻮَ ﻋَﻠٰﻰ ﻛُﻞِّ ﺷَﻲْﺀٍ ﻗَﺪ۪ﻳﺮٌ
, ayat pertama dari kedua ayat itu, dan membungkam para pengingkar.
Sembilan dan sepuluh tahun setelah dua benteng kukuh iman kepada kebangkitan yang tidak dapat diserang itu, Dia juga mengaruniakan melalui risalah ini tafsir ayat kedua, yakni ayat-ayat besar yang disebutkan pada awal.
Sinar Kesembilan ini terdiri atas sembilan bagian yang luhur, yang ditunjukkan ayat-ayat tersebut, serta satu pengantar penting.
PENGANTAR
Pembahasan ini terdiri atas dua pokok.
Dari begitu banyak manfaat bagi ruh serta hasil bagi kehidupan dari akidah kebangkitan, kita menjelaskan secara singkat satu hasil yang mencakup banyak hal, serta memperlihatkan betapa akidah itu diperlukan dan sangat penting bagi kehidupan manusia, khususnya kehidupan bersamanya.
Dari begitu banyak bukti akidah iman kepada kebangkitan ini, kita juga memperlihatkan secara ringkas satu bukti yang menyeluruh, serta menyatakan betapa akidah kebangkitan itu jelas dan tidak diragukan.
Pokok Pertama: Dari ratusan bukti bahwa akidah akhirat merupakan dasar utama kehidupan bersama serta kehidupan pribadi manusia, dan dasar kebahagiaan serta kesempurnaannya, kita hanya akan menunjukkan empat sebagai ukuran: Yang Pertama: Anak-anak, yang membentuk hampir separuh umat manusia, hanya melalui pemikiran tentang surga dapat bertahan menghadapi kematian dan wafat yang terlihat mengerikan serta membuat mereka menangis.
Mereka dapat menemukan kekuatan batin dalam tubuhnya yang sangat lemah dan rapuh.
Dalam keadaan ruhnya yang sangat tidak tahan dan cepat menangis karena apa pun, mereka dapat menemukan harapan melalui surga itu serta hidup dengan gembira.
Misalnya, melalui pemikiran tentang surga, seorang anak berkata, "Adik kecilku atau temanku telah meninggal, menjadi burung surga.
Ia berjalan-jalan di surga dan hidup lebih indah daripada kita." Jika tidak, kematian anak-anak seperti mereka serta orang dewasa di sekelilingnya setiap saat mengenai pandangan cemas anak-anak yang lemah dan tak berdaya itu.
Hal ini akan menghancurkan daya tahan serta kekuatan batin mereka, dan bersama matanya membuat seluruh daya halusnya, seperti ruh, hati, dan akal, menangis sedemikian rupa, sehingga ia akan hancur atau menjadi hewan yang gila dan malang.
Bukti Kedua: Orang-orang lanjut usia, yang dari satu segi merupakan separuh umat manusia, hanya melalui kehidupan akhirat dapat bertahan menghadapi kubur yang berada dekat dengan mereka.
Mereka dapat menemukan penghiburan ketika kehidupannya yang sangat mereka perhatikan segera padam dan dunianya yang indah tertutup.
Dalam ruh dan keadaan dirinya yang cepat terpengaruh serta menjadi seperti anak-anak, mereka hanya dapat menghadapi keputusasaan yang menyakitkan dan mengerikan akibat kematian serta kelenyapan dengan harapan akan kehidupan yang kekal.
Jika tidak, orang-orang terhormat yang layak mendapat kasih sayang, para ayah dan ibu yang cemas serta sangat membutuhkan ketenangan dan istirahat hati itu akan merasakan ratapan ruh serta kegelisahan hati sedemikian rupa, sehingga dunia ini menjadi penjara gelap bagi mereka dan kehidupan menjadi azab yang penuh kesedihan.
Bukti Ketiga: Para pemuda dan remaja, yang menjadi penopang kehidupan bersama manusia, hanya melalui pemikiran tentang neraka dapat menahan perasaan mereka yang sangat bergolak serta nafsu dan keinginan mereka yang berlebihan dari pelanggaran, kezaliman, serta perusakan, dan menjaga agar kehidupan bersama berlangsung dengan baik.
Jika tidak ada kekhawatiran terhadap neraka, dengan kaidah "El-hükmü lil-galib", para pemuda yang mabuk itu akan mengikuti keinginan mereka dan mengubah dunia menjadi neraka bagi orang-orang lemah serta tak berdaya yang malang.
Mereka akan mengubah kemanusiaan yang luhur menjadi sifat hewan yang sangat rendah.
Bukti Keempat: Pusat yang paling banyak menghimpun hubungan dan pegas yang paling mendasar dalam kehidupan dunia umat manusia, serta surga, tempat berlindung, dan benteng bagi kebahagiaan dunia, ialah kehidupan keluarga.
Rumah setiap orang merupakan dunia kecilnya.
Kehidupan dan kebahagiaan rumah serta keluarga itu hanya dapat terwujud dengan penghormatan yang tulus, sungguh-sungguh, dan setia, serta belas kasih yang sejati, penuh kasih sayang, dan rela berkorban.
Penghormatan sejati dan belas kasih tulus ini hanya dapat terwujud dengan pemikiran serta keyakinan tentang persahabatan abadi, pendampingan yang tetap, kebersamaan selamanya, dan hubungan sebagai ayah, anak, saudara, serta teman satu sama lain dalam waktu tanpa batas dan kehidupan tanpa batas.
Misalnya, seseorang berkata, "Istriku ini adalah pendamping hidupku yang tetap dalam alam abadi dan kehidupan abadi.
Sekalipun sekarang ia telah tua dan buruk rupa, tidak menjadi masalah.
Sebab, ia memiliki keindahan abadi yang akan datang.
Demi persahabatan yang tetap seperti ini, aku rela melakukan setiap pengorbanan dan memberi belas kasih." Dengan berkata demikian, ia dapat menyambut istrinya yang tua dengan cinta, kasih sayang, serta belas kasih, seperti seorang bidadari yang indah.
Jika tidak, persahabatan yang mengalami perpisahan dan keterpisahan abadi setelah kebersamaan lahir yang sangat singkat, satu atau dua jam, tentu hanya dapat memberi rasa iba kepada sesama seperti pada hewan, yang sangat lahiriah, sementara, dan tanpa dasar, serta belas kasih kiasan dan penghormatan buatan.
Seperti pada hewan, kepentingan lain serta perasaan lain yang lebih kuat akan mengalahkan penghormatan dan belas kasih itu, lalu mengubah surga dunia tersebut menjadi neraka.
Inilah salah satu dari ratusan hasil iman kepada kebangkitan yang berkaitan dengan kehidupan bersama manusia.
Jika sisi dan manfaat lain dari ratusan sisi serta manfaat satu hasil ini dibandingkan dengan empat bukti tersebut, dapat dipahami bahwa terwujud dan terjadinya hakikat kebangkitan adalah pasti, sepasti hakikat luhur kemanusiaan serta kebutuhan manusia yang menyeluruh.
Bahkan, hal itu lebih jelas dan lebih kuat memberitahukan keterwujudannya daripada kebutuhan dalam perut manusia menunjukkan serta bersaksi atas adanya makanan.
Semua itu juga membuktikan bahwa jika hasil-hasil hakikat kebangkitan ini dikeluarkan dari kemanusiaan, hakikat kemanusiaan yang begitu penting, tinggi, dan hidup itu akan jatuh menjadi seperti bangkai kotor yang menjadi sarang kuman.
Biarlah telinga para ahli masyarakat, politik, dan akhlak, yang sangat memperhatikan pemerintahan, akhlak, serta kehidupan bersama manusia, berdenging!
Biarlah mereka datang: dengan apa mereka dapat mengisi kekosongan ini, dan dengan apa mereka dapat mengobati luka-luka yang dalam ini?
Pokok Kedua: Dari bukti-bukti hakikat kebangkitan yang tanpa batas, pokok ini menjelaskan dengan sangat singkat satu bukti yang keluar dari ringkasan kesaksian rukun-rukun iman lainnya, sebagai berikut: Seluruh mukjizat yang menunjukkan risalah Nabi Muhammad ﷺ, seluruh bukti kenabiannya, serta seluruh bukti kebenarannya bersama-sama bersaksi dan membuktikan terwujudnya hakikat kebangkitan.
Sebab, dalam seluruh kehidupannya, seluruh pernyataan sosok ini, setelah Keesaan Allah سُبْحَانَهُ, berpusat pada kebangkitan.
Seluruh mukjizat dan bukti yang membenarkan seluruh nabi serta membuat mereka dibenarkan juga bersaksi atas hakikat yang sama.
Dari kata ﻭَ ﺑِﺮُﺳُﻠِﻪ۪ datang suatu kesaksian; kesaksian ﻭَ ﻛُﺘُﺒِﻪ۪, yang membawa kesaksian itu ke tingkat yang sangat jelas, juga bersaksi atas hakikat yang sama, sebagai berikut: Terutama seluruh mukjizat, bukti, serta hakikat yang membuktikan kebenaran Al-Qur'an yang bahasanya merupakan mukjizat, bersama-sama bersaksi dan membuktikan terwujud serta terjadinya hakikat kebangkitan.
Sebab, hampir sepertiga Al-Qur'an membahas kebangkitan, dan pada awal sebagian besar surah pendeknya terdapat ayat-ayat kebangkitan yang sangat kuat.
Dengan ribuan ayatnya, secara terang dan melalui isyarat, Al-Qur'an memberitakan, membuktikan, serta memperlihatkan hakikat yang sama.
Misalnya, pada awal tiga puluh atau empat puluh surah seperti
ﺍِﺫَﺍ ﺍﻟﺸَّﻤْﺲُ ﻛُﻮِّﺭَﺕْ ٭ ﻳَٓﺎ ﺍَﻳُّﻬَﺎ ﺍﻟﻨَّﺎﺱُ ﺍﺗَّﻘُﻮﺍ ﺭَﺑَّﻜُﻢْ ﺍِﻥَّ ﺯَﻟْﺰَﻟَﺔَ ﺍﻟﺴَّﺎﻋَﺔِ ﺷَﻲْﺀٌ ﻋَﻈ۪ﻴﻢٌ ٭ ﺍِﺫَﺍ ﺯُﻟْﺰِﻟَﺖِ الْاَرْضُ ﺯِﻟْﺰَﺍﻟَﻬَﺎ ٭ ﺍِﺫَﺍ ﺍﻟﺴَّﻤَٓﺎﺀُ ﺍﻧْﻔَﻄَﺮَﺕْ ٭ ﺍِﺫَﺍ ﺍﻟﺴَّﻤَٓﺎﺀُ ﺍﻧْﺸَﻘَّﺖْ ٭ ﻋَﻢَّ ﻳَﺘَﺴَٓﺎﺀَﻟُﻮﻥَ ٭ ﻫَﻞْ ﺍَﺗٰﻴﻚَ ﺣَﺪ۪ﻳﺚُ ﺍﻟْﻐَﺎﺷِﻴَﺔِ
, Al-Qur'an dengan seluruh kepastian memperlihatkan bahwa hakikat kebangkitan merupakan hakikat kainat yang paling penting dan harus ada.
Ayat-ayat lainnya juga menjelaskan berbagai bukti hakikat itu serta meyakinkan.
Satu isyarat dari satu ayat Kitab ini menghasilkan banyak kebenaran tentang ilmu dan alam dalam ilmu-ilmu Islam di depan mata kita.
Dengan kesaksian serta pernyataan Kitab seperti ini, iman kepada kebangkitan tampak sejelas matahari.
Mungkinkah iman itu tidak memiliki hakikat, seperti mengingkari matahari, bahkan seperti menganggap kainat tidak ada?
Bukankah hal itu mustahil dan batil seratus kali?
Kadang-kadang, agar satu isyarat seorang penguasa tidak menjadi dusta, suatu pasukan bergerak dan bertempur.
Mungkinkah ribuan ucapan, janji, serta ancaman penguasa yang begitu sungguh-sungguh dan mulia itu ternyata dusta, atau tidak memiliki hakikat?
Selama tiga belas abad tanpa terputus, Penguasa rohani Yang Agung ini memerintah, mendidik, dan mengatur ruh, akal, hati, serta nafsu tanpa batas dalam lingkup kebenaran dan hakikat.
Satu isyaratnya saja cukup untuk membuktikan hakikat seperti ini.
Setelah memperlihatkan serta membuktikan hakikat kebangkitan ini dengan ribuan pernyataan terang, bukankah azab neraka diperlukan bagi orang bodoh yang sangat tidak tahu dan tidak mengakui hakikat itu?
Bukankah hal itu justru keadilan?
Seluruh suhuf samawi dan kitab suci, yang masing-masing memerintah suatu zaman dan masa, juga menerima hakikat kebangkitan itu secara pasti.
Sesuai abad dan zaman masing-masing, mereka menjelaskannya tanpa perincian, secara terselubung dan singkat, tetapi menyatakan serta membuktikannya dengan kuat.
Dengan ribuan tanda tangan, semua itu membenarkan pernyataan Al-Qur'an, yang memerintah seluruh masa depan dan seluruh zaman serta menjelaskan dan membuktikan hakikat kebangkitan dengan perincian, penjelasan, dan pengulangan.
Berkaitan dengan pembahasan ini, suatu bukti kebangkitan yang sangat kuat, ringkas, dan menghilangkan seluruh sangkaan, yang disebutkan dalam bentuk munajat pada akhir Risalah Munajat tentang kesaksian rukun-rukun lain, khususnya "Rusül" dan "Kütüb", terhadap rukun "iman kepada hari akhir", masuk di sini secara persis.
Dalam Munajat dikatakan demikian: Wahai Rabbku Yang Rahîm!
Melalui pengajaran Rasul-Mu Yang Paling Mulia ﷺ serta pelajaran Al-Qur'an Al-Hakîm, aku memahami bahwa seluruh kitab suci dan nabi, terutama Al-Qur'an dan Rasul Yang Paling Mulia ﷺ, dengan ijmak dan kesepakatan bersaksi, menunjukkan, serta memberi isyarat bahwa Tajalli Nama-Nama-Mu yang memiliki Keagungan dan Keindahan, yang contoh-contohnya terlihat di dunia ini dan di segala penjuru, akan terus berlangsung lebih cemerlang selama-lamanya.
Karunia-Mu, yang manifestasinya penuh Rahmat serta contoh-contohnya disaksikan dalam alam sementara ini, akan terus ada dan kekal dengan cara yang lebih gemilang di negeri kebahagiaan.
Para perindu, yang menyaksikannya dengan nikmat dan menemaninya dengan cinta dalam kehidupan dunia yang singkat ini, juga akan terus mendampingi serta berada bersamanya selama-lamanya.
Para nabi, pemilik seluruh ruh yang bercahaya; para wali, pemuka seluruh hati yang terang; serta orang-orang yang teguh dalam kebenaran, sumber seluruh akal yang tajam dan bercahaya, terutama Rasul Yang Paling Mulia ﷺ dan Al-Qur'an Al-Hakîm, menyampaikan kabar gembira tentang kebahagiaan abadi kepada manusia.
Mereka bersandar pada ratusan mukjizat yang jelas dan ayat yang pasti, serta ribuan Janji dan Ancaman yang Engkau ulangi berkali-kali dalam seluruh suhuf samawi dan kitab suci.
Mereka juga percaya kepada Sifat-Sifat dan Syuun-Mu yang Suci, yang menuntut akhirat, seperti Kudrat, Rahmat, Perhatian, Hikmah, Keagungan, serta Keindahan-Mu, juga kepada Kemuliaan Keagungan-Mu serta Kekuasaan Rububiyah-Mu.
Mereka mendasarkan hal itu pada hakikat-hakikat yang tersingkap bagi mereka serta hal-hal yang mereka saksikan, yang semuanya tanpa batas dan memberitahukan jejak serta limpahan akhirat, serta pada keyakinan dan iman mereka yang berada pada tingkat ilmulyaqin (yakin melalui ilmu dan dalil) dan ainulyaqin (yakin melalui penglihatan). Mereka memberitakan serta mengumumkan bahwa neraka ada bagi orang-orang sesat dan surga ada bagi orang-orang yang mendapat petunjuk.
Mereka beriman dengan kuat dan bersaksi.
Wahai Sang Qadîr Yang Hakîm!
Wahai Ar-Rahmân Yang Rahîm!
Wahai Sâdiq dalam Janji-Nya lagi Karîm (Yang Benar Janji-Nya lagi Mulia)!
Wahai Sang Qahhâr Dzul-Jalâl, Pemilik Kemuliaan, Kebesaran, dan Keagungan!
Engkau Mahasuci ratusan ribu derajat serta Bebas dan Luhur pada derajat tanpa batas dari membuat begitu banyak sahabat-Mu yang jujur, begitu banyak Janji-Mu, serta begitu banyak Sifat dan Syuunat-Mu ternyata dusta lalu mendustakannya; dari mendustakan serta tidak melaksanakan tuntutan pasti Kekuasaan Rububiyah-Mu; dari menolak dan tidak mendengar doa serta permohonan tanpa batas tentang akhirat dari hamba-hamba-Mu yang diterima tanpa batas, yang Engkau cintai dan yang membuat diri mereka dicintai oleh-Mu dengan membenarkan serta menaati-Mu; dan dari membenarkan pengingkaran kebangkitan oleh orang-orang sesat serta kafir, yang melalui kekufuran, pembangkangan, dan pendustaan terhadap Janji-Mu menyentuh Kebesaran-Mu yang Agung, menyinggung Kemuliaan Keagungan-Mu, mengganggu Kehormatan Hak-Mu untuk disembah, serta menyakiti Kasih Sayang Rububiyah-Mu.
Kami menyatakan Mahasuci Keadilan-Mu yang tanpa batas, Keindahan-Mu yang tanpa batas, serta Rahmat-Mu yang tanpa batas, pada derajat tanpa batas dari kezaliman dan keburukan tanpa batas seperti itu.
Dengan seluruh kekuatan, kami beriman bahwa kesaksian para nabi, orang suci pilihan, dan wali, yang merupakan ratusan ribu utusan-Mu yang jujur serta penyeru Kekuasaan-Mu yang benar dan tanpa batas, adalah haq dan hakikat.
Dalam bentuk haqqulyaqin (yakin melalui pengalaman langsung), ainulyaqin, serta ilmulyaqin, mereka bersaksi atas khazanah Rahmat-Mu di akhirat, khazanah terpendam karunia-Mu dalam alam yang kekal, serta manifestasi Indah yang Menakjubkan dari Nama-Nama-Mu yang Indah, yang tampak sepenuhnya di negeri kebahagiaan.
Isyarat mereka benar dan sesuai; kabar gembira mereka jujur dan terwujud.
Mereka beriman bahwa sinar terbesar dari Nama "Al-Haqq", yang merupakan tempat kembali, matahari, dan pelindung seluruh hakikat, adalah hakikat kebangkitan yang terbesar ini.
Dengan Perintah-Mu, mereka mengajarkannya kepada hamba-hamba-Mu dalam lingkup haq serta menyampaikannya sebagai hakikat itu sendiri.
Ya Rab! Demi hak dan kehormatan pelajaran serta pengajaran mereka, berilah kami dan para pelajar Risale-i Nur iman yang paling sempurna serta Husnul Khatimah.
Jadikanlah kami menerima syafaat mereka, âmîn...
Sebagaimana seluruh dalil dan bukti yang membuktikan kebenaran Al-Qur'an, bahkan seluruh kitab samawi, serta seluruh mukjizat dan bukti yang membuktikan kenabian Habibullah ﷺ, bahkan seluruh nabi, secara tidak langsung menunjukkan terwujudnya akhirat yang merupakan pernyataan terbesar mereka, demikian pula sebagian besar dalil dan bukti yang bersaksi atas adanya Sang Wâjibul Wujûd serta Keesaan secara tidak langsung bersaksi atas adanya dan dibukanya negeri kebahagiaan serta alam yang kekal, yang merupakan pusat dan tempat tampaknya Rububiyah yang terbesar serta Hak Allah سُبْحَانَهُ untuk disembah.
Sebab, sebagaimana akan dijelaskan dan dibuktikan pada pembahasan-pembahasan berikutnya, keberadaan Zat Yang Wâjibul Wujûd, seluruh Sifat-Nya, sebagian besar Nama-Nya, serta Sifat dan Syuun-Nya seperti Rububiyah, Hak untuk disembah, Rahmat, Perhatian, Hikmah, serta Keadilan menuntut akhirat pada tingkat keharusan, mengharuskan alam yang kekal pada tingkat kepastian harus adanya, serta menghendaki kebangkitan dan hidup kembali untuk pahala serta hukuman sebagai suatu kebutuhan yang pasti.
Ya, karena ada Allah سُبْحَانَهُ Yang Azali dan Abadi, tentu ada akhirat yang merupakan pusat abadi Kekuasaan Ilahi-Nya.
Karena dalam kainat serta makhluk hidup ini terdapat dan terlihat Rububiyah Mutlak yang sangat Megah, penuh Hikmah, dan penuh Kasih Sayang, tentu akan ada dan akan dimasuki negeri kebahagiaan abadi yang menyelamatkan Keagungan Rububiyah itu dari keruntuhan, Hikmah-Nya dari kesia-siaan, serta Kasih Sayang-Nya dari kekejaman.
Karena Pemberian Nikmat, Karunia, Kelembutan, Kemurahan, Perhatian, serta Rahmat tanpa batas yang terlihat oleh mata ini menunjukkan kepada akal yang belum padam dan hati yang belum mati bahwa di balik tirai gaib terdapat Zat Yang Rahmân lagi Rahîm, tentu ada dan akan ada kehidupan yang kekal dalam alam yang kekal.
Kehidupan itu menyelamatkan Pemberian Nikmat dari ejekan, Karunia dari penipuan, Perhatian dari permusuhan, Rahmat dari azab, serta Kelembutan dan Kemurahan dari pengkhianatan, dan membuat karunia menjadi karunia serta nikmat menjadi nikmat.
Karena pada musim semi suatu Pena Kudrat bekerja tanpa lelah di depan mata kita, menulis seratus ribu buku satu di dalam yang lain tanpa salah pada halaman bumi yang sempit, dan Pemilik Pena itu telah berjanji serta berikrar seratus ribu kali, "Di suatu tempat luas, Aku akan menulis sebuah buku yang indah dan tidak akan mati, dengan lebih mudah daripada buku musim semi yang ditulis di tempat sempit ini secara bercampur serta satu di dalam yang lain, dan akan membuat kalian membacanya," lalu membicarakan buku itu dalam seluruh Firman-Nya, tentu dan pasti buku aslinya telah ditulis.
Melalui kebangkitan dan hidup kembali, catatan kakinya juga akan ditulis dan buku amal semua orang akan dicatat di dalamnya.
Karena bumi ini, dari segi kemajemukan makhluk serta kedudukannya sebagai tempat tinggal, asal, pabrik, pameran, dan tempat berkumpul ratusan ribu jenis makhluk hidup serta makhluk berjiwa yang terus berubah, memiliki arti yang begitu besar sebagai hati, pusat, ringkasan, hasil, dan sebab penciptaan kainat ini, sehingga sekalipun kecil, bumi disejajarkan dengan langit yang besar; dalam Firman-Firman samawi selalu disebut
ﺭَﺏُّ ﺍﻟﺴَّﻤٰﻮَﺍﺕِ ﻭَ الْاَرْضِ
.
Karena ada umat manusia yang menguasai seluruh bagian bumi seperti ini, mengelola sebagian besar makhluknya, menundukkan sebagian besar makhluk hidupnya serta membuatnya berkumpul di sekelilingnya, dan menata, memaparkan, serta menghiasi sebagian besar ciptaannya dengan begitu indah menurut ukuran keinginan dan aturan kebutuhannya.
Manusia mengumpulkan serta menghias banyak jenisnya yang langka seperti daftar di tempat-tempat tertentu, sehingga menarik perhatian dan penghargaan bukan hanya manusia dan jin, tetapi juga penghuni langit serta kainat, dan menarik Pandangan kagum Pemilik kainat.
Dengan demikian, umat manusia memperoleh arti serta nilai yang sangat besar.
Melalui ilmu dan seninya, manusia menunjukkan bahwa dirinya merupakan hikmah penciptaan, hasil besar, dan buah berharga kainat ini, serta khalifah bumi.
Karena dari segi dunia manusia memaparkan dan menata Seni penuh mukjizat Sang Pembuat alam dengan sangat indah, sekalipun membangkang dan kufur, ia dibiarkan di dunia, azabnya ditangguhkan, dan demi khidmah ini ia diberi waktu serta keberhasilan.
Karena umat manusia seperti ini sangat lemah dan tak berdaya menurut keadaan serta penciptaannya, dan bersama ketidakberdayaan serta ketidakmampuannya mencukupi diri, memiliki kebutuhan serta derita tanpa batas; namun jauh di atas seluruh kemampuan dan pilihannya terdapat Sang Pengelola Yang sangat Kuat, penuh Hikmah, serta penuh Kasih Sayang, yang mengubah bola bumi besar menjadi khazanah segala jenis mineral yang dibutuhkan manusia, lumbung segala jenis makanan, serta toko segala jenis barang yang menyenangkan manusia.
Dia memperhatikan dan memberi makan umat manusia seperti ini, serta memberi apa yang dimintanya.
Dan karena Rabb Yang demikian mencintai manusia, membuat manusia mencintai-Nya, Kekal, memiliki alam-alam yang kekal, menjalankan setiap pekerjaan dengan Keadilan, serta membuat segala sesuatu dengan Hikmah, sementara kehidupan dunia yang singkat, umur manusia yang sangat singkat, serta bumi yang sementara dan fana ini tidak dapat menampung Keagungan Kekuasaan Sang Penguasa Yang Azali itu serta Pemerintahan-Nya yang kekal selamanya.
Kezaliman dan pembangkangan yang sangat besar di antara manusia, yang bertentangan dengan keteraturan, keadilan, keseimbangan, serta keindahan kainat, juga tetap tanpa hukuman di dunia ini.
Pengkhianatan, pengingkaran, serta kekufuran terhadap Pemberi Nikmat dan Yang memberi mereka makan dengan Kasih Sayang juga tetap tanpa hukuman.
Orang zalim yang kejam menjalani hidup dengan nyaman, sedangkan orang yang dizalimi dan tak berdaya menjalani umur dalam kesulitan.
Padahal, hakikat Keadilan Mutlak yang karya-karyanya terlihat pada seluruh kainat ini sepenuhnya bertentangan dengan, tidak dapat menerima, dan tidak mengizinkan kesamaan antara orang zalim yang kejam serta orang yang dizalimi dan putus asa dalam kematian tanpa dibangkitkan kembali!
Karena sebagaimana Pemilik kainat memilih bumi dari kainat, lalu umat manusia dari bumi, dan memberi kedudukan serta arti yang sangat besar, Dia juga memilih para nabi, wali, serta orang suci pilihan dari umat manusia.
Mereka merupakan manusia sejati yang sesuai dengan tujuan Rububiyah-Nya serta membuat diri mereka dicintai oleh-Nya melalui iman dan penyerahan diri.
Dia menjadikan mereka sahabat dan pihak yang Dia ajak berbicara, memuliakan mereka dengan mukjizat serta taufik, dan mengazab musuh-musuh mereka dengan tamparan samawi.
Dari sahabat-sahabat yang berharga dan dicintai ini, Dia juga memilih Muhammad ﷺ, yang merupakan imam serta kebanggaan mereka.
Selama berabad-abad, Dia menerangi separuh bumi yang penting serta seperlima umat manusia yang penting dengan cahaya beliau.
Seakan-akan kainat ini diciptakan untuk beliau, seluruh tujuannya tampak melalui beliau, agama beliau, serta Al-Qur'an beliau.
Beliau berhak dan layak menerima, selama waktu tanpa batas, upah atas khidmah-khidmah beliau yang begitu berharga dan tanpa batas, yang sepadan dengan hidup jutaan tahun.
Namun, beliau diberi umur sangat singkat seperti enam puluh tiga tahun, dalam kesulitan serta perjuangan yang besar.
Adakah kemungkinan, peluang, atau kelayakan sedikit pun bahwa pribadi itu bersama seluruh orang yang sebanding dengannya serta sahabat-sahabatnya tidak dibangkitkan, dan bahkan sekarang tidak hidup dalam ruh?
Bahwa mereka musnah melalui pemusnahan abadi?
Hâşâ, seratus ribu kali hâşâ ve kellâ!..
Ya, seluruh kainat serta hakikat alam menyatakan kebangkitan beliau dan memohon kehidupan beliau kepada Pemilik kainat.
Karena dalam Âyetü'l-Kübra (Tanda Terbesar), Sinar Ketujuh, tiga puluh tiga ijmak besar, yang masing-masing berkekuatan seperti gunung, telah membuktikan bahwa kainat ini keluar dari satu Tangan dan milik satu Zat.
Semuanya memperlihatkan dengan jelas Keesaan serta Ahadiyah-Nya, yang merupakan dasar Kesempurnaan Ilahi.
Melalui Keesaan dan Ahadiyah, seluruh kainat menjadi seperti prajurit penerima perintah serta petugas yang tunduk dari Zat Yang Wâhid itu.
Dengan datangnya akhirat, Kesempurnaan-Nya selamat dari keruntuhan, Keadilan Mutlak-Nya dari kezaliman mutlak yang mengejek, Hikmah-Nya yang menyeluruh dari kesia-siaan yang bertindak bodoh, Rahmat-Nya yang luas dari penyiksaan yang bersifat main-main, serta Kemuliaan Kudrat-Nya dari ketidakberdayaan yang hina; semuanya tetap suci.
Tentu, tentu, dan pasti, sesuai tuntutan hakikat-hakikat dalam delapan pernyataan "karena" ini, yang merupakan sebagian dari ratusan butir iman kepada Allah سُبْحَانَهُ, kiamat akan terjadi, kebangkitan dan hidup kembali akan berlangsung, serta negeri hukuman dan pahala akan dibuka.
Agar arti dan kedudukan bumi sebagai pusat, serta arti dan nilai manusia yang telah disebutkan, dapat terwujud.
Agar Keadilan, Hikmah, Rahmat, serta Kekuasaan Sang Pengelola Yang Hakîm, Khâliq dan Rabb bumi serta manusia, yang telah disebutkan dapat tetap tegak.
Agar sahabat dan perindu sejati Rabb Yang Kekal itu selamat dari pemusnahan abadi.
Agar sahabat yang paling agung dan paling berharga di antara mereka menerima pahala atas khidmah sucinya yang membuat seluruh kainat senang serta berterima kasih.
Agar Kesempurnaan Sang Penguasa Yang Mahakekal bebas dan suci dari kekurangan serta cacat, Kudrat-Nya dari ketidakberdayaan, Hikmah-Nya dari kebodohan, serta Keadilan-Nya dari kezaliman.
Kesimpulannya, karena Allah سُبْحَانَهُ ada, tentu akhirat ada...
Sebagaimana tiga rukun iman tersebut, dengan seluruh dalil yang membuktikannya, bersaksi dan menunjukkan kebangkitan, dua rukun iman berupa
ﻭَ ﺑِﻤَﻠٰٓﺌِﻜَﺘِﻪ۪ ﻭَ ﺑِﺎﻟْﻘَﺪَﺭِ ﺧَﻴْﺮِﻩ۪ ﻭَ ﺷَﺮِّﻩ۪ ﻣِﻦَ ﺍﻟﻠّٰﻪِ ﺗَﻌَﺎﻟٰﻰ
juga mengharuskan kebangkitan serta dengan kuat bersaksi dan menunjukkan alam yang kekal, sebagai berikut: Adanya malaikat serta tugas ubudiyah mereka dibuktikan oleh seluruh dalil, juga oleh hal-hal yang disaksikan serta percakapan yang keduanya tanpa batas.
Semua itu secara tidak langsung menunjukkan adanya alam ruh, alam gaib, alam yang kekal, alam akhirat, serta negeri kebahagiaan yang kelak diramaikan oleh jin dan manusia, juga surga dan neraka.
Sebab, malaikat dapat melihat dan memasuki alam-alam itu dengan Izin Ilahi.
Seluruh malaikat yang didekatkan kepada Allah سُبْحَانَهُ, seperti Jibril, yang bertemu dengan manusia, bersama-sama memberitakan adanya alam-alam tersebut serta bahwa mereka berkeliling di dalamnya.
Sebagaimana kita mengetahui dengan jelas adanya benua Amerika yang tidak kita lihat melalui kabar orang-orang yang datang dari sana, melalui kabar malaikat yang memiliki kekuatan seratus kabar mutawatir kita juga harus beriman dengan kepastian yang sama kepada adanya alam yang kekal, negeri akhirat, surga, dan neraka.
Demikian pula kita beriman.
Seluruh dalil yang membuktikan rukun "iman kepada takdir" dalam Risalah Takdir, Kalimat Kedua Puluh Enam, juga secara tidak langsung menunjukkan kebangkitan, pembentangan lembaran-lembaran, serta penimbangan amal dalam timbangan terbesar.
Sebab, takdir segala sesuatu dicatat di depan mata kita pada lembaran keteraturan dan timbangan; perjalanan hidup setiap makhluk hidup ditulis dalam daya ingatan, biji, serta lembaran gambaran lainnya; dan buku amal setiap makhluk berjiwa, khususnya manusia, dicatat serta dimasukkan dalam lembaran-lembaran terjaga.
Tentu Takdir yang begitu meliputi, penetapan yang penuh Hikmah, pencatatan yang teliti, serta penulisan yang memelihara catatan hanya dapat ditujukan kepada pahala dan hukuman yang tetap sebagai hasil pengadilan menyeluruh dalam pengadilan terbesar.
Jika tidak, pencatatan dan penyimpanan yang meliputi serta sangat terperinci itu menjadi sepenuhnya tak bermakna dan tak berguna, bertentangan dengan Hikmah serta hakikat.
Jika kebangkitan tidak datang, seluruh makna pasti dari kitab kainat ini, yang ditulis dengan Pena Takdir, akan rusak.
Hal itu sama sekali tidak mungkin.
Kemungkinan itu menjadi sesuatu yang mustahil, bahkan suatu igauan, seperti mengingkari adanya kainat ini.
Kesimpulannya:
Lima rukun iman, dengan seluruh dalilnya, menunjukkan dan menghendaki, bersaksi dan menuntut terjadinya serta adanya kebangkitan dan hidup kembali, juga adanya serta dibukanya negeri akhirat.
Karena terdapat tiang-tiang serta bukti yang begitu besar dan tak tergoyahkan, yang sepenuhnya sesuai dengan besarnya hakikat kebangkitan, hampir sepertiga Al-Qur'an yang bahasanya merupakan mukjizat membahas kebangkitan dan akhirat.
Al-Qur'an menjadikannya batu dasar serta landasan utama seluruh hakikatnya dan membangun segala sesuatu di atasnya. (Pengantar telah selesai.)
--