HAKIKAT KEDUA BELAS
Pintu risalah dan wahyu. Manifestasi "Bismillahirrahmanirrahîm".
Seluruh nabi menguatkan ucapan Rasul Yang Paling Mulia ﷺ, dengan bersandar pada mukjizat mereka; seluruh wali membenarkan pernyataannya dengan bersandar pada penyingkapan dan karamah mereka; serta seluruh orang suci pilihan bersaksi atas kebenarannya dengan bersandar pada penelitian mereka.
Rasul itu ﷺ membuka jalan akhirat dan pintu surga dengan seluruh kekuatannya, bersandar pada kekuatan seribu mukjizatnya yang telah nyata.
Al-Qur'an Al-Hakîm, yang merupakan mukjizat dalam empat puluh segi, juga membukanya dengan seluruh kepastian, bersandar pada ribuan ayatnya yang pasti.
Mungkinkah sangkaan-sangkaan rapuh yang tidak memiliki kekuatan sebesar sayap lalat sekalipun berani menutup jalan dan pintu itu?
Dari hakikat-hakikat sebelumnya telah dipahami bahwa masalah kebangkitan merupakan hakikat yang begitu kukuh, sehingga kekuatan yang dapat mengangkat bola bumi dari tempatnya, memecahkan, dan melemparkannya pun tidak dapat menggoyahkan hakikat itu.
Sebab, Allah سُبْحَانَهُ Al-Haqq menetapkan hakikat itu dengan tuntutan seluruh Asma serta Sifat-Nya, Rasul-Nya Yang Paling Mulia ﷺ membenarkannya dengan seluruh mukjizat dan bukti, Al-Qur'an Al-Hakîm membuktikannya dengan seluruh hakikat serta ayatnya, dan kainat ini bersaksi dengan seluruh ayat penciptaan serta Syuunatnya yang penuh hikmah.
Mungkinkah Sang Wâjibul Wujûd dan seluruh yang ada, kecuali orang-orang kafir, sepakat dalam masalah kebangkitan, lalu keraguan dan bisikan setan yang tidak memiliki kekuatan sebesar rambut pun menggoyahkan serta mengangkat dari tempatnya hakikat luhur yang kukuh seperti gunung itu? Hâşâ ve kellâ!
Jangan mengira bukti-bukti kebangkitan terbatas pada dua belas hakikat yang kita bahas.
Tidak, bahkan Al-Qur'an Al-Hakîm sendiri, sebagaimana mengajarkan dua belas hakikat tadi kepada kita, juga menunjukkan ribuan segi lain.
Setiap segi merupakan petunjuk kuat bahwa Khâliq kita akan memindahkan kita dari negeri sementara ini ke negeri yang kekal.
Jangan pula mengira Asma Allah سُبْحَانَهُ yang menuntut kebangkitan terbatas hanya pada Nama Hakîm, Karîm, Rahîm, Âdil, dan Hafîz yang kita bahas.
Tidak, seluruh Asma Allah سُبْحَانَهُ yang ber-Tajalli dalam pengaturan kainat menuntut akhirat, bahkan mengharuskannya.
Jangan pula mengira ayat-ayat penciptaan kainat yang menunjukkan kebangkitan terbatas pada yang telah kita bahas.
Tidak, sebagian besar makhluk memiliki sisi dan keadaan seperti tirai yang terbuka ke kanan dan kiri.
Sebagaimana satu sisinya bersaksi atas Sang Pembuat, sisi lainnya juga menunjukkan kebangkitan.
Misalnya, keindahan penciptaan manusia dalam ahsani taqwîm menunjukkan Sang Pembuat.
Demikian pula, lenyapnya manusia dalam waktu singkat, dengan kemampuan yang mencakup banyak hal dalam ahsani taqwîm itu, menunjukkan kebangkitan.
Kadang-kadang, jika satu sisi dipandang dengan dua cara, sisi itu menunjukkan Sang Pembuat sekaligus kebangkitan.
Misalnya, penataan oleh Hikmah, penghiasan oleh Perhatian, penyeimbangan oleh Keadilan, serta pemberian oleh Rahmat yang tampak pada sebagian besar benda, jika dipandang hakikatnya, menunjukkan bahwa semuanya keluar dari Tangan Kudrat Sang Pembuat Yang Hakîm, Karîm, Âdil, dan Rahîm.
Demikian pula, jika dipandang betapa kuat dan tidak terbatasnya semuanya itu, sementara makhluk-makhluk fana tempat semuanya tampak tidak penting dan hanya hidup sebentar, akhirat terlihat.
Jadi, melalui bahasa keadaan segala sesuatu membaca dan membuat terbaca "Âmentü billahi ve bilyevmi'l-âhir".
--
PENUTUP
Dua belas hakikat sebelumnya saling menguatkan, saling melengkapi, dan saling memberi kekuatan.
Semuanya bersatu dan bersama-sama memperlihatkan hasilnya.
Sangkaan mana yang berani menembus dua belas tembok kukuh seperti besi, bahkan seperti berlian ini, sehingga menggoyahkan iman kepada kebangkitan yang berada dalam benteng yang kuat?
Ayat mulia
ﻣَﺎ ﺧَﻠْﻘُﻜُﻢْ وَلَا ﺑَﻌْﺜُﻜُﻢْ اِلَّا ﻛَﻨَﻔْﺲٍ ﻭَﺍﺣِﺪَﺓٍ
menyatakan bahwa penciptaan dan kebangkitan seluruh manusia, jika dibandingkan dengan Kudrat Ilahi, semudah penciptaan dan kebangkitan satu manusia.
Ya, memang demikian.
Dalam pembahasan kebangkitan pada risalah bernama "Nokta" (Titik), saya telah menulis secara terperinci hakikat yang dinyatakan ayat ini.
Di sini kita hanya akan menunjukkan ringkasannya melalui sebagian perumpamaan.
Jika engkau ingin, rujuklah "Nokta" itu.
Misalnya,
ﻭَ ﻟِﻠّٰﻪِ ﺍﻟْﻤَﺜَﻞُ الْاَعْلٰى
—tidak ada cela dalam membuat perumpamaan—melalui rahasia "sifat bercahaya", sekalipun kilauan matahari berlangsung atas pilihannya sendiri, kilauan yang diberikannya dengan mudah kepada satu zarah juga diberikannya dengan kemudahan yang sama kepada benda-benda bening tanpa batas.
Melalui rahasia "kebeningan", pupil kecil satu zarah bening juga setara dengan permukaan laut yang luas dalam menerima pantulan matahari.
Melalui rahasia "keteraturan", sebagaimana seorang anak memutar mainannya yang berbentuk kapal dengan jarinya, ia juga memutar kapal perang dreadnought yang sangat besar.
Melalui rahasia "ketaatan", sebagaimana seorang panglima menggerakkan satu prajurit dengan perintah "Maju!", ia juga menggerakkan pasukan besar dengan kata yang sama.
Melalui rahasia "keseimbangan", bayangkan suatu timbangan di angkasa yang begitu peka dan begitu besar, sehingga merasakan dua buah kenari yang diletakkan pada dua piringannya, sekaligus dapat menampung dan menimbang dua matahari.
Dengan kekuatan yang sama yang mengangkat satu kenari ke langit dan menurunkan kenari lainnya ke bumi pada kedua piringannya, jika terdapat dua matahari, timbangan itu mengangkat dan menurunkannya, yang satu ke arasy dan yang lain ke bumi.
Karena dalam makhluk-makhluk biasa, kurang, dan sementara yang mungkin ada ini, melalui rahasia sifat bercahaya, kebeningan, keteraturan, ketaatan, serta keseimbangan, hal yang paling besar menjadi setara dengan hal yang paling kecil, dan hal-hal tanpa batas serta tak terhitung tampak setara dengan satu hal, tentu, melalui rahasia Tajalli bercahaya dari Kudrat Sang Qadîr Mutlak yang melekat pada Zat-Nya, tanpa batas, dan sangat Sempurna; kebeningan sisi batin segala sesuatu; keteraturan Hikmah serta Takdir; ketaatan sempurna segala sesuatu kepada Perintah penciptaan-Nya; dan keseimbangan dalam kemungkinan makhluk, yang berarti setaranya ada serta tiada bagi makhluk yang mungkin ada, sedikit dan banyak, besar dan kecil adalah setara bagi-Nya.
Dia dapat membawa seluruh manusia ke tempat kebangkitan dengan satu seruan, seperti satu manusia.
Tingkatan kuat dan lemah suatu hal timbul dari masuknya lawan hal itu ke dalamnya.
Misalnya, tingkatan panas timbul dari masuknya dingin, tingkatan keindahan dari masuknya keburukan, dan tingkatan cahaya dari masuknya gelap.
Namun, jika suatu hal melekat pada hakikat dirinya, bukan sifat tambahan, lawannya tidak dapat masuk ke dalamnya.
Sebab, itu mengharuskan dua hal yang berlawanan berkumpul sekaligus, dan hal ini mustahil.
Jadi, dalam sesuatu yang asli dan melekat pada hakikat dirinya tidak terdapat tingkatan.
Karena Kudrat Sang Qadîr Mutlak melekat pada Zat-Nya, bukan sifat tambahan seperti pada makhluk yang mungkin ada, serta berada dalam Kesempurnaan Mutlak, mustahil lawannya, yaitu ketidakberdayaan, masuk ke dalamnya.
Jadi, menciptakan satu musim semi semudah satu bunga bagi Zat-Nya yang memiliki Keagungan.
Jika disandarkan pada sebab-sebab, satu bunga menjadi seberat satu musim semi.
Menghidupkan dan membangkitkan seluruh manusia juga semudah menghidupkan satu jiwa.
Penjelasan kita tentang gambaran-gambaran perumpamaan serta hakikat-hakikat dari awal masalah kebangkitan hingga di sini berasal dari limpahan Al-Qur'an Al-Hakîm.
Penjelasan ini hanya menyiapkan nafsu untuk berserah diri dan hati untuk menerima.
Ucapan yang utama ialah milik Al-Qur'an.
Sebab, itulah ucapan, dan ucapan itu miliknya.
Mari kita dengarkan:
ﻓَﻠِﻠّٰﻪِ ﺍﻟْﺤُﺠَّﺔُ ﺍﻟْﺒَﺎﻟِﻐَﺔُ ٭ ﻓَﺎﻧْﻈُﺮْ ﺍِﻟٰٓﻰ ﺍٰﺛَﺎﺭِ ﺭَﺣْﻤَﺖِ ﺍﻟﻠّٰﻪِ ﻛَﻴْﻒَ ﻳُﺤْﻴِﻰ الْاَرْضَ ﺑَﻌْﺪَ ﻣَﻮْﺗِﻬَﺎ ﺍِﻥَّ ﺫٰﻟِﻚَ ﻟَﻤُﺤْﻴِﻰ ﺍﻟْﻤَﻮْﺗٰﻰ ﻭَﻫُﻮَ ﻋَﻠٰﻰ ﻛُﻞِّ ﺷَﻲْﺀٍ ﻗَﺪ۪ﻳﺮٌ ٭ ﻗَﺎﻝَ ﻣَﻦْ ﻳُﺤْﻴِﻰ ﺍﻟْﻌِﻈَﺎﻡَ ﻭَﻫِﻰَ ﺭَﻣ۪ﻴﻢٌ ٭ ﻗُﻞْ ﻳُﺤْﻴ۪ﻴﻬَﺎ ﺍﻟَّﺬ۪ٓﻯ ﺍَﻧْﺸَﺎَﻫَٓﺎ ﺍَﻭَّﻝَ ﻣَﺮَّﺓٍ ﻭَﻫُﻮَ ﺑِﻜُﻞِّ ﺧَﻠْﻖٍ ﻋَﻠ۪ﻴﻢٌ ٭ ﻳَٓﺎ ﺍَﻳُّﻬَﺎ ﺍﻟﻨَّﺎﺱُ ﺍﺗَّﻘُﻮﺍ ﺭَﺑَّﻜُﻢْ ﺍِﻥَّ ﺯَﻟْﺰَﻟَﺔَ ﺍﻟﺴَّﺎﻋَﺔِ ﺷَﻲْﺀٌ ﻋَﻈ۪ﻴﻢٌ ٭ ﻳَﻮْﻡَ ﺗَﺮَﻭْﻧَﻬَﺎ ﺗَﺬْﻫَﻞُ ﻛُﻞُّ ﻣُﺮْﺿِﻌَﺔٍ ﻋَﻤَّﺎ ﺍَﺭْﺿَﻌَﺖْ ﻭَﺗَﻀَﻊُ ﻛُﻞُّ ﺫَﺍﺕِ ﺣَﻤْﻞٍ ﺣَﻤْﻠَﻬَﺎ ﻭَﺗَﺮَﻯ ﺍﻟﻨَّﺎﺱَ ﺳُﻜَﺎﺭٰﻯ ﻭَﻣَﺎ ﻫُﻢْ ﺑِﺴُﻜَﺎﺭٰﻯ ﻭَﻟٰﻜِﻦَّ ﻋَﺬَﺍﺏَ ﺍﻟﻠّٰﻪِ ﺷَﺪ۪ﻳﺪٌ ٭ ﺍَﻟﻠّٰﻪُ لَٓا ﺍِﻟٰﻪَ اِلَّا ﻫُﻮَ ﻟَﻴَﺠْﻤَﻌَﻨَّﻜُﻢْ ﺍِﻟٰﻰ ﻳَﻮْﻡِ ﺍﻟْﻘِﻴَﺎﻣَﺔِ لَا ﺭَﻳْﺐَ ﻓ۪ﻴﻪِ ﻭَﻣَﻦْ ﺍَﺻْﺪَﻕُ ﻣِﻦَ ﺍﻟﻠّٰﻪِ ﺣَﺪ۪ﻳﺜًﺎ ٭ ﺍِﻥَّ الْاَبْرَارَ ﻟَﻔ۪ﻰ ﻧَﻌ۪ﻴﻢٍ ٭ ﻭَﺍِﻥَّ ﺍﻟْﻔُﺠَّﺎﺭَ ﻟَﻔ۪ﻰ ﺟَﺤ۪ﻴﻢٍ ٭ ﺍِﺫَﺍ ﺯُﻟْﺰِﻟَﺖِ الْاَرْضُ ﺯِﻟْﺰَﺍﻟَﻬَﺎ ٭ ﻭَﺍَﺧْﺮَﺟَﺖِ الْاَرْضُ ﺍَﺛْﻘَﺎﻟَﻬَﺎ ٭ ﻭَ ﻗَﺎﻝَ الْاِنْسَانُ ﻣَﺎﻟَﻬَﺎ ٭ ﻳَﻮْﻣَﺌِﺬٍ ﺗُﺤَﺪِّﺙُ ﺍَﺧْﺒَﺎﺭَﻫَﺎ ٭ ﺑِﺎَﻥَّ ﺭَﺑَّﻚَ ﺍَﻭْﺣٰﻰ ﻟَﻬَﺎ ٭ ﻳَﻮْﻣَﺌِﺬٍ ﻳَﺼْﺪُﺭُ ﺍﻟﻨَّﺎﺱُ ﺍَﺷْﺘَﺎﺗًﺎ ﻟِﻴُﺮَﻭْﺍ ﺍَﻋْﻤَﺎﻟَﻬُﻢْ ٭ ﻓَﻤَﻦْ ﻳَﻌْﻤَﻞْ ﻣِﺜْﻘَﺎﻝَ ﺫَﺭَّﺓٍ ﺧَﻴْﺮًﺍ ﻳَﺮَﻩُ ٭ ﻭَﻣَﻦْ ﻳَﻌْﻤَﻞْ ﻣِﺜْﻘَﺎﻝَ ﺫَﺭَّﺓٍ ﺷَﺮًّﺍ ﻳَﺮَﻩُ ٭ ﺍَﻟْﻘَﺎﺭِﻋَﺔُ ﻣَﺎ ﺍﻟْﻘَﺎﺭِﻋَﺔُ ٭ ﻭَﻣَﺎ ﺍَﺩْﺭٰﻳﻚَ ﻣَﺎ ﺍﻟْﻘَﺎﺭِﻋَﺔُ ٭ ﻳَﻮْﻡَ ﻳَﻜُﻮﻥُ ﺍﻟﻨَّﺎﺱُ ﻛَﺎﻟْﻔَﺮَﺍﺵِ ﺍﻟْﻤَﺒْﺜُﻮﺙِ ٭ ﻭَ ﺗَﻜُﻮﻥُ ﺍﻟْﺠِﺒَﺎﻝُ ﻛَﺎﻟْﻌِﻬْﻦِ ﺍﻟْﻤَﻨْﻔُﻮﺵِ ٭ ﻓَﺎَﻣَّﺎ ﻣَﻦْ ﺛَﻘُﻠَﺖْ ﻣَﻮَﺍﺯ۪ﻳﻨُﻪُ ﻓَﻬُﻮَ ﻓ۪ﻰ ﻋ۪ﻴﺸَﺔٍ ﺭَﺍﺿِﻴَﺔٍ ٭ ﻭَ ﺍَﻣَّﺎ ﻣَﻦْ ﺧَﻔَّﺖْ ﻣَﻮَﺍﺯ۪ﻳﻨُﻪُ ﻓَﺎُﻣُّﻪُ ﻫَﺎﻭِﻳَﺔٌ ٭ ﻭَﻣَﺎ ﺍَﺩْﺭٰﻳﻚَ ﻣَﺎﻫِﻴَﻪْ ٭ ﻧَﺎﺭٌ ﺣَﺎﻣِﻴَﺔٌ ٭ ﻭَ ﻟِﻠّٰﻪِ ﻏَﻴْﺐُ ﺍﻟﺴَّﻤٰﻮَﺍﺕِ وَالْاَرْضِ ﻭَﻣَﺎ ﺍَﻣْﺮُ ﺍﻟﺴَّﺎﻋَﺔِ اِلَّا ﻛَﻠَﻤْﺢِ ﺍﻟْﺒَﺼَﺮِ ﺍَﻭْ ﻫُﻮَ ﺍَﻗْﺮَﺏُ ﺍِﻥَّ ﺍﻟﻠّٰﻪَ ﻋَﻠٰﻰ ﻛُﻞِّ ﺷَﻲْﺀٍ ﻗَﺪ۪ﻳﺮٌ
Mari kita dengarkan pula ayat-ayat Al-Qur'an yang jelas seperti ini dan mengucapkan "Âmennâ ve saddaknâ".
ﺍٰﻣَﻨْﺖُ ﺑِﺎﻟﻠّٰﻪِ ﻭَ ﻣَﻠٰٓﺌِﻜَﺘِﻪ۪ ﻭَ ﻛُﺘُﺒِﻪ۪ ﻭَ ﺭُﺳُﻠِﻪ۪ ﻭَ ﺍﻟْﻴَﻮْﻡِ الْاٰخِرِ ﻭَ ﺑِﺎﻟْﻘَﺪَﺭِ ﺧَﻴْﺮِﻩ۪ ﻭَ ﺷَﺮِّﻩ۪ ﻣِﻦَ ﺍﻟﻠّٰﻪِ ﺗَﻌَﺎﻟٰﻰ ﻭَ ﺍﻟْﺒَﻌْﺚُ ﺑَﻌْﺪَ ﺍﻟْﻤَﻮْﺕِ ﺣَﻖٌّ ﻭَ ﺍَﻥَّ ﺍﻟْﺠَﻨَّﺔَ ﺣَﻖٌّ ﻭَ ﺍﻟﻨَّﺎﺭَ ﺣَﻖٌّ ﻭَ ﺍَﻥَّ ﺍﻟﺸَّﻔَﺎﻋَﺔَ ﺣَﻖٌّ ﻭَ ﺍَﻥَّ ﻣُﻨْﻜَﺮًﺍ ﻭَ ﻧَﻜ۪ﻴﺮًﺍ ﺣَﻖٌّ ﻭَ ﺍَﻥَّ ﺍﻟﻠّٰﻪَ ﻳَﺒْﻌَﺚُ ﻣَﻦْ ﻓِﻰ ﺍﻟْﻘُﺒُﻮﺭِ ﺍَﺷْﻬَﺪُ ﺍَﻥْ لَٓا ﺍِﻟٰﻪَ اِلَّا ﺍﻟﻠّٰﻪُ ﻭَ ﺍَﺷْﻬَﺪُ ﺍَﻥَّ ﻣُﺤَﻤَّﺪًﺍ ﺭَﺳُﻮﻝُ ﺍﻟﻠّٰﻪِ ﺍَﻟﻠّٰﻬُﻢَّ ﺻَﻞِّ ﻋَﻠٰﻰ ﺍَﻟْﻄَﻒِ ﻭَ ﺍَﺷْﺮَﻑِ ﻭَ ﺍَﻛْﻤَﻞِ ﻭَ ﺍَﺟْﻤَﻞِ ﺛَﻤَﺮَﺍﺕِ ﻃُﻮﺑَٓﺎﺀِ ﺭَﺣْﻤَﺘِﻚَ ﺍﻟَّﺬ۪ٓﻯ ﺍَﺭْﺳَﻠْﺘَﻪُ ﺭَﺣْﻤَﺔً ﻟِﻠْﻌَﺎﻟَﻤ۪ﻴﻦَ ﻭَ ﻭَﺳ۪ﻴﻠَﺔً ﻟِﻮُﺻُﻮﻟِﻨَﺎ ﺍِﻟٰﻰ ﺍَﺯْﻳَﻦِ ﻭَ ﺍَﺣْﺴَﻦِ ﻭَ ﺍَﺟْﻠٰﻰ ﻭَ ﺍَﻋْﻠٰﻰ ﺛَﻤَﺮَﺍﺕِ ﺗِﻠْﻚَ ﺍﻟﻄُّﻮﺑَٓﺎﺀِ ﺍﻟْﻤُﺘَﺪَﻟِّﻴَﺔِ ﻋَﻠٰﻰ ﺩَﺍﺭِ الْاٰخِرَةِ ﺍَﻯِ ﺍﻟْﺠَﻨَّﺔِ ٭ ﺍَﻟﻠّٰﻬُﻢَّ ﺍَﺟِﺮْﻧَﺎ ﻭَ ﺍَﺟِﺮْ ﻭَﺍﻟِﺪَﻳْﻨَﺎ ﻣِﻦَ ﺍﻟﻨَّﺎﺭِ ﻭَ ﺍَﺩْﺧِﻠْﻨَﺎ ﻭَ ﺍَﺩْﺧِﻞْ ﻭَﺍﻟِﺪَﻳْﻨَﺎ ﺍﻟْﺠَﻨَّﺔَ ﻣَﻊَ الْاَبْرَارِ ﺑِﺠَﺎﻩِ ﻧَﺒِﻴِّﻚَ ﺍﻟْﻤُﺨْﺘَﺎﺭِ ﺍٰﻣ۪ﻴﻦَ
Wahai saudaraku yang membaca risalah ini dengan adil!
Jangan berkata, "Mengapa aku tidak dapat memahami seluruh Kalimat Kesepuluh ini sekaligus?" Jangan pula merasa susah karena belum memahaminya sepenuhnya!
Sebab, seorang jenius dalam hikmah seperti Ibnu Sina telah berkata,
ﺍَﻟْﺤَﺸْﺮُ ﻟَﻴْﺲَ ﻋَﻠٰﻰ ﻣَﻘَﺎﻳ۪ﻴﺲَ ﻋَﻘْﻠِﻴَّﺔٍ
.
Ia menetapkan, "Kami beriman, tetapi akal tidak dapat menempuh jalan ini." Seluruh ulama Islam juga sepakat menetapkan, "Kebangkitan merupakan masalah yang diterima melalui dalil naqli; buktinya adalah dalil naqli, dan tidak dapat dicapai dengan akal." Karena itu, tentu jalan yang begitu dalam dan sangat tinggi secara makna tidak dapat seketika menjadi jalan raya umum bagi akal.
Melalui limpahan Al-Qur'an Al-Hakîm dan Rahmat Sang Khâliq Yang Rahîm, pada abad ini ketika sikap mengikuti tanpa penelitian telah pecah dan sikap berserah diri telah rusak, Dia mengaruniakan jalan yang dalam dan tinggi itu hingga tingkat ini.
Karena itu, kita harus bersyukur seribu kali.
Sebab, hal ini cukup untuk menyelamatkan iman kita.
Kita harus merasa senang dengan bagian yang telah kita pahami, serta berusaha menambahnya dengan membaca kembali.
Salah satu rahasia mengapa kebangkitan tidak dapat dicapai dengan akal ialah: kebangkitan terbesar terjadi melalui Tajalli Ismul A'zham.
Karena itu, dengan melihat dan memperlihatkan Tindakan-Tindakan Besar yang tampak melalui Tajalli Ismul A'zham dari Allah سُبْحَانَهُ Al-Haqq serta Tajalli setiap Nama pada tingkatnya yang paling tinggi, kebangkitan terbesar dapat dibuktikan semudah musim semi, dipahami dengan keyakinan pasti, dan diimani berdasarkan penelitian.
Dalam Kalimat Kesepuluh ini, melalui limpahan Al-Qur'an, hal itu dilihat serta diperlihatkan demikian.
Jika tidak, akal yang dibiarkan sendiri dengan aturan-aturannya yang sempit dan kecil akan tak berdaya dan terpaksa mengikuti tanpa penelitian.
--