Risalah Nur — Bahasa Indonesia

HAKIKAT KELIMA

Risalah Kebangkitan · Bahasa Indonesia

HAKIKAT KELIMA

Pintu Kasih Sayang dan ubudiyah Muhammad ﷺ. Manifestasi Nama Mujîb dan Rahîm tampak melaluinya.

Mungkinkah Rabb Yang memiliki Kasih Sayang dan Belas Kasih tanpa batas, yang melihat kebutuhan paling kecil dari makhluk-Nya yang paling rendah lalu memenuhinya dengan Kasih Sayang sempurna dari tempat yang tidak diduga, mendengar suara paling tersembunyi dari makhluk-Nya yang paling tersembunyi lalu menolongnya, serta menjawab segala yang dimohon melalui bahasa keadaan dan ucapan, melihat kebutuhan paling besar dari hamba-Nya yang paling agung {(Catatan kaki): Ya, seorang pribadi yang kekuasaannya telah berlangsung seribu tiga ratus lima puluh tahun dan masih berlanjut, yang pada sebagian besar masa memiliki lebih dari tiga ratus lima puluh juta pengikut, dan yang seluruh pengikutnya setiap hari memperbarui baiat kepadanya, bersaksi atas kesempurnaannya, serta tunduk pada perintah-perintahnya dengan ketaatan sempurna; yang setengah bumi dan seperlima umat manusia diwarnai dengan warnanya, yakni warna rohaninya; dan yang menjadi kekasih hati serta pendidik ruh mereka, tentu merupakan hamba paling agung dari Rabb Yang mengelola kainat ini.

Jika sebagian besar jenis makhluk dalam kainat membawa masing-masing satu buah mukjizat pribadi itu, sehingga menyambut tugas dan pengutusannya dengan tepuk tangan, tentu ia merupakan makhluk yang paling dicintai oleh Khâliq kainat ini.

Selain itu, kebutuhan berupa hidup kekal, yang dimohon seluruh umat manusia dengan segenap kemampuannya, ialah kebutuhan yang mengangkat manusia dari tingkat yang paling rendah menuju tingkat yang paling tinggi.

Tentu kebutuhan itu merupakan kebutuhan paling besar, dan seorang hamba yang paling agung akan memohonkannya atas nama semuanya kepada Qâdhî Segala Kebutuhan (Yang Memenuhi Segala Kebutuhan).}, makhluk-Nya yang paling dicintai, lalu tidak menyelesaikan dan memenuhinya; mendengar doa paling tinggi, lalu tidak mengabulkannya?

Ya, misalnya, Karunia dan kemudahan yang terlihat dalam pemberian rezeki dan pemeliharaan hewan-hewan yang lemah serta anak-anaknya menunjukkan bahwa Mâlik kainat ini menjalankan Rububiyah dengan Rahmat tanpa batas.

Mungkinkah Kasih Sayang yang begitu penuh Rahmat dalam Rububiyah-Nya tidak mengabulkan doa paling indah dari makhluk yang paling utama?

Sebagaimana telah saya jelaskan dalam Kalimat Kesembilan Belas, di sini kita nyatakan kembali hakikat ini sebagai berikut: Wahai kawan yang mendengarkanku bersama nafsuku!

Dalam kisah perumpamaan tadi kita berkata, "Di sebuah pulau ada suatu pertemuan; seorang ajudan yang paling mulia menyampaikan pidato." Hakikat yang ditunjukkannya ialah: Mari!

Kita melepaskan diri dari zaman ini, pergi dalam pikiran ke masa kebahagiaan Nabi ﷺ dan dalam khayal ke Jazirah Arab, agar kita melihat dan mengunjungi Rasul Yang Paling Mulia ﷺ saat beliau menjalankan tugas dan ubudiyah.

Lihatlah!

Sebagaimana melalui risalah dan petunjuknya beliau menjadi sebab terwujudnya kebahagiaan abadi serta sarana untuk mencapainya, melalui ubudiyah dan doanya beliau juga menjadi sebab adanya kebahagiaan itu serta sarana penciptaan surga.

Lihatlah!

Pribadi itu berdoa untuk kebahagiaan abadi dalam salat yang begitu besar dan ibadah yang begitu luhur, sehingga seakan-akan jazirah ini, bahkan seluruh bumi, salat dan memohon bersama salat beliau yang agung.

Sebab, ubudiyah beliau mencakup ubudiyah umat yang mengikutinya, dan melalui rahasia kesesuaian juga mencakup inti ubudiyah seluruh nabi.

Beliau menjalankan salat yang begitu besar itu dan memohon di tengah jamaah yang begitu besar, sehingga seakan-akan seluruh manusia yang bercahaya dan sempurna di antara anak-anak Adam, dari Nabi Adam hingga zaman kita, bahkan hingga kiamat, mengikuti dan bermakmum kepada beliau, lalu mengucapkan âmîn atas doanya. {(Catatan kaki): Ya, sejak masa munajat Ahmad ﷺ hingga kini, seluruh salat dan salawat seluruh umat merupakan âmîn yang terus-menerus dan keikutsertaan bersama dalam doa beliau.

Bahkan setiap salawat yang ditujukan kepada beliau merupakan satu âmîn atas doanya.

Setiap orang dari umat beliau menyampaikan salawat dan salam kepada beliau di dalam setiap salat; pengikut mazhab Syafi'i juga berdoa untuk beliau setelah ikamah.

Semua itu merupakan âmîn yang sangat kuat dan menyeluruh atas doa beliau mengenai kebahagiaan abadi.

Hidup kekal dan kebahagiaan abadi yang diminta seluruh manusia dengan segenap kekuatan melalui bahasa keadaan fitrah kemanusiaannya, dimohon oleh pribadi Ahmad ﷺ atas nama umat manusia.

Bagian manusia yang bercahaya mengucapkan âmîn di belakang beliau.

Mungkinkah doa ini tidak mendapat pengabulan?} Lihatlah, beliau juga berdoa untuk suatu kebutuhan bersama seperti hidup kekal, sehingga bukan hanya penghuni bumi, melainkan penghuni langit, bahkan seluruh yang ada ikut dalam permohonannya.

Melalui bahasa keadaan, mereka berkata, "Oh, ya, yâ Rabbena!

Berikanlah, kabulkanlah doanya.

Kami pun menginginkannya." Lihatlah pula!

Beliau memohon kebahagiaan yang kekal dengan begitu pilu, dengan sikap seorang yang dicintai, penuh kerinduan, dan penuh kerendahan hati, sehingga membuat seluruh kainat menangis dan ikut dalam doanya.

Lihatlah, beliau juga memohon kebahagiaan dan berdoa untuk suatu maksud dan tujuan yang mengangkat manusia serta seluruh makhluk dari jatuh ke tingkat paling rendah, yaitu musnah sama sekali, tidak bernilai, tidak berguna, dan sia-sia, menuju tingkat paling tinggi, yaitu bernilai, hidup kekal, bertugas luhur, dan menjadi surat-surat dari Allah سُبْحَانَهُ Yang Shamad.

Lihatlah, beliau juga memohon dengan seruan pertolongan yang begitu tinggi dan merendahkan diri dengan permohonan belas kasih yang begitu manis, sehingga seakan-akan membuat seluruh yang ada, langit, dan arasy mendengarnya, terhanyut dalam kegembiraan rohani, serta mengucapkan "Âmîn, Allahümme âmîn" atas doanya. {(Catatan kaki): Ya, seluruh tindakan Pengelola alam ini terlihat dilakukan dengan Kesadaran, Ilmu, dan Hikmah.

Karena itu, sama sekali tidak mungkin Pengelola itu tidak menyadari dan mengetahui tindakan pribadi yang paling istimewa ﷺ di antara ciptaan-ciptaan-Nya.

Sama sekali tidak mungkin pula Sang Pengelola Yang Alîm itu mengetahui tindakan dan permohonan (doa) pribadi istimewa tersebut ﷺ, tetapi tetap tidak peduli dan tidak memberi perhatian kepadanya.

Sama sekali tidak mungkin pula Sang Pengelola Yang Qadîr lagi Rahîm itu peduli terhadap doa-doanya, tetapi tidak mengabulkannya.

Ya, melalui cahaya pribadi Ahmad ﷺ, wajah alam berubah.

Hakikat sejati manusia dan seluruh kainat tersingkap melalui cahaya dan sinar itu.

Terlihatlah bahwa segala yang ada dalam kainat ini masing-masing merupakan surat dari Allah سُبْحَانَهُ Yang Shamad yang membuat Asma Allah سُبْحَانَهُ terbaca, petugas yang diberi tugas, serta makhluk yang bernilai, bermakna, dan mendapat hidup kekal.

Jika cahaya itu tidak ada, segala yang ada akan tetap berada dalam gelapnya sangkaan-sangkaan: ditetapkan untuk musnah sama sekali, tidak bernilai, tidak bermakna, tidak berguna, sia-sia, kacau, dan menjadi mainan kebetulan.

Karena rahasia inilah, sebagaimana manusia mengucapkan âmîn atas doa pribadi Ahmad ﷺ, arasy dan bumi serta seluruh yang ada, dari tanah hingga gugus bintang Surayya, juga berbangga dengan cahayanya dan menunjukkan keterkaitan dengannya.

Memang, ruh ubudiyah Ahmad ﷺ ialah doa.

Bahkan gerak dan pelayanan kainat merupakan sejenis doa.

Misalnya, gerak sebuah biji merupakan sejenis doa kepada Khâliq-nya agar menjadi sebatang pohon.} Lihatlah, beliau juga memohon kebahagiaan dan hidup kekal kepada Sang Qadîr Yang Samî' lagi Karîm, kepada Sang Alîm Yang Basîr lagi Rahîm, yang terlihat menyaksikan, mendengar, mengabulkan, dan mengasihani keinginan paling tersembunyi serta permohonan paling tersembunyi dari makhluk hidup yang paling tersembunyi.

Dia menjawab sekalipun permohonan itu melalui bahasa keadaan.

Dia memberi dan menjawab dengan cara yang begitu penuh Hikmah, melihat segala sesuatu, dan penuh Rahmat, sehingga tidak menyisakan keraguan bahwa Pemeliharaan serta Pengaturan itu hanya milik Sang Samî' lagi Basîr, hanya milik Sang Karîm lagi Rahîm.

Mari kita dengarkan apa yang dimohon oleh Kebanggaan Kainat ﷺ, yang merupakan Kehormatan Umat Manusia ﷺ dan pribadi ﷺ yang tiada bandingnya di seluruh alam dan zaman.

Beliau berdiri di atas bumi ini dengan seluruh anak Adam di belakangnya, mengangkat tangan menghadap arasy terbesar, dan berdoa dalam hakikat ubudiyah Ahmad ﷺ yang mencakup inti ubudiyah umat manusia.

Lihatlah, beliau memohon kebahagiaan abadi bagi dirinya dan umatnya, memohon hidup kekal, memohon surga.

Beliau juga memohon bersama seluruh Asma Suci Allah سُبْحَانَهُ yang memperlihatkan Keindahan-Nya dalam cermin makhluk-makhluk.

Engkau melihat bahwa beliau memohon syafaat dari Asma itu.

Jika tidak ada sebab-sebab yang tak terhitung yang mengharuskan adanya akhirat serta bukti-bukti keberadaannya, hanya satu doa pribadi ini saja sudah akan menjadi sebab dibangunnya surga, yang bagi Kudrat Sang Khâliq Yang Rahîm sama ringannya dengan penciptaan musim semi kita. {(Catatan kaki): Ya, muka bumi ini, jika dibandingkan dengan akhirat, laksana sebuah halaman yang sangat sempit.

Memperlihatkan padanya contoh-contoh seni yang menakjubkan dan tak terhitung serta contoh-contoh kebangkitan dan kiamat, lalu menulis dan memasukkan jenis-jenis ciptaan yang teratur, yang setara dengan tiga ratus ribu buku, ke dalam satu halaman itu dengan keteraturan sempurna, tentu lebih sulit daripada membangun dan menciptakan surga yang indah dan teratur dalam alam akhirat yang luas.

Ya, dapat dikatakan bahwa setinggi apa pun surga melebihi musim semi, sebesar itu pula penciptaan taman-taman musim semi lebih sulit dan lebih menakjubkan daripada penciptaan surga itu.} Ya, bagaimana penciptaan surga dapat terasa berat bagi Sang Qadîr Mutlak, yang pada musim semi kita menjadikan muka bumi sebagai suatu tempat kebangkitan dan menciptakan seratus ribu contoh kebangkitan?

Jadi, sebagaimana risalah beliau menjadi sebab dibukanya negeri ujian ini, sehingga beliau menjadi tempat terwujudnya rahasia

لَوْلَاكَ لَوْلَاكَ ﻟَﻤَﺎ ﺧَﻠَﻘْﺖُ الْاَفْلَاكَ

, ubudiyah beliau juga menjadi sebab dibukanya negeri kebahagiaan yang lain itu.

Mungkinkah keteraturan alam yang membuat seluruh akal takjub, Keindahan Seni tanpa cacat dalam Rahmat yang Luas, dan Keindahan Rububiyah tanpa tandingan menerima keburukan, sikap tanpa belas kasih, serta kekacauan seperti itu dengan tidak menjawab doa tersebut?

Yakni, mungkinkah Dia mendengar dengan penuh perhatian lalu memenuhi dan mewujudkan keinginan serta suara yang paling terbatas serta paling tidak penting, tetapi menganggap keinginan yang paling penting dan diperlukan sebagai hal yang tidak penting, lalu tidak mendengar, tidak memahami, dan tidak melakukannya?

Hâşâ ve kellâ, seratus ribu kali hâşâ!

Keindahan seperti itu tidak dapat menerima keburukan seperti itu lalu menjadi buruk. {(Catatan kaki): Ya, berubahnya hakikat disepakati sebagai hal yang mustahil.

Di antara perubahan hakikat, yang paling mustahil ialah berubahnya sesuatu menjadi lawannya.

Di antara perubahan hal-hal yang berlawanan itu, yang jelas seribu kali lebih mustahil ialah sesuatu tetap dalam hakikatnya sendiri, tetapi sekaligus menjadi lawannya itu sendiri.

Misalnya, Keindahan tanpa batas tetap merupakan Keindahan Sejati, tetapi menjadi keburukan sejati.

Dalam contoh kita ini, Keindahan Rububiyah yang disaksikan dan pasti adanya itu terus dalam hakikatnya sebagai Keindahan Rububiyah, tetapi menjadi keburukan itu sendiri.

Inilah contoh paling aneh di antara hal-hal yang mustahil dan batil di dunia.} Jadi,

sebagaimana Rasul Yang Paling Mulia ﷺ membuka pintu dunia dengan risalahnya, beliau juga membuka pintu akhirat dengan ubudiyahnya.

ﻋَﻠَﻴْﻪِ ﺻَﻠَﻮَﺍﺕُ ﺍﻟﺮَّﺣْﻤٰﻦِ ﻣِﻞْﺀَ ﺍﻟﺪُّﻧْﻴَﺎ ﻭَ ﺩَﺍﺭِ ﺍﻟْﺠِﻨَﺎﻥِ ٭ ﺍَﻟﻠّٰﻬُﻢَّ ﺻَﻞِّ ﻭَ ﺳَﻠِّﻢْ ﻋَﻠٰﻰ ﻋَﺒْﺪِﻙَ ﻭَ ﺭَﺳُﻮﻟِﻚَ ﺫٰﻟِﻚَ ﺍﻟْﺤَﺒ۪ﻴﺐُ ﺍﻟَّﺬ۪ﻯ ﻫُﻮَ ﺳَﻴِّﺪُ ﺍﻟْﻜَﻮْﻧَﻴْﻦِ ﻭَ ﻓَﺨْﺮُ ﺍﻟْﻌَﺎﻟَﻤَﻴْﻦِ ﻭَ ﺣَﻴَﺎﺕُ ﺍﻟﺪَّﺍﺭَﻳْﻦِ ﻭَ ﻭَﺳ۪ﻴﻠَﺔُ ﺍﻟﺴَّﻌَﺎﺩَﺗَﻴْﻦِ ﻭَ ﺫُﻭ ﺍﻟْﺠَﻨَﺎﺣَﻴْﻦِ ﻭَ ﺭَﺳُﻮﻝُ ﺍﻟﺜَّﻘَﻠَﻴْﻦِ ﻭَ ﻋَﻠٰﻰ ﺍٰﻟِﻪِ ﻭَ ﺻَﺤْﺒِﻪِ ﺍَﺟْﻤَﻌ۪ﻴﻦَ ﻭَ ﻋَﻠٰﻰ ﺍِﺧْﻮَﺍﻧِﻪِ ﻣِﻦَ ﺍﻟﻨَّﺒِﻴّ۪ﻴﻦَ ﻭَ ﺍﻟْﻤُﺮْﺳَﻠ۪ﻴﻦَ ﺍٰﻣ۪ﻴﻦَ