Risalah Nur — Bahasa Indonesia

TETESAN KETIGA BELAS

Risalah Tangga Sunah dan Penawar Penyakit Bidah · Bahasa Indonesia

TETESAN KETIGA BELAS

Apakah yang diminta oleh pribadi ini, yang menghimpun seluruh orang mulia dari anak Adam di belakangnya, berdiri di atas bumi, menghadap Arasy Terbesar, mengangkat tangan dan berdoa; kehormatan umat manusia, yang tiada tandingan dalam alam serta waktu, dan sungguh merupakan kebanggaan kainat ﷺ? Lihat dan dengarkan: Beliau meminta kebahagiaan abadi, meminta hidup kekal, meminta berjumpa dengan Allah سُبْحَانَهُ, dan meminta surga. Beliau juga meminta bersama seluruh Asma Ilahi yang suci, yang memperlihatkan Hukum serta Keindahan masing-masing dalam cermin-cermin makhluk. Bahkan, seandainya tidak terdapat sebab-sebab yang tak terhitung yang mengharuskan hal yang diminta itu, seperti Rahmat, Perhatian, Hikmah, serta Keadilan, satu doa pribadi ini saja akan menjadi sebab dibangunnya surga ini, yang seringan penciptaan musim semi kita bagi Kudrat-Nya. Ya, sebagaimana kerasulannya menjadi sebab dibukanya negeri ujian ini, ubudiyahnya juga menjadi sebab dibukanya negeri yang lain.

Apakah keteraturan luhur yang terlihat ini, Keindahan Seni tanpa cacat dalam Rahmat ini, serta Keindahan Rububiyah yang tiada tandingan, yang membuat orang berakal serta peneliti mengatakan

ﻟَﻴْﺲَ ﻓِﻰ الْاِمْكَانِ ﺍَﺑْﺪَﻉُ ﻣِﻤَّﺎ ﻛَﺎﻥَ

, dapat menerima keburukan, sikap tanpa belas kasih, dan keadaan tidak teratur seperti ini: Dia mendengar serta memenuhi dengan penuh perhatian keinginan dan suara juz'i yang paling kecil dan paling tidak penting, tetapi menganggap keinginan yang paling penting dan paling diperlukan tidak berarti, lalu tidak mendengar, memahami, atau memenuhinya? Hâşâ ve kellâ! Seratus ribu kali hâşâ! Keindahan seperti ini tidak menerima keburukan seperti itu dan tidak menjadi buruk. Wahai kawanku dalam khayal! Untuk saat ini cukup; kita harus kembali. Jika tidak, sekalipun kita tinggal selama seratus tahun pada zaman ini dan dalam semenanjung ini, kita tetap tidak dapat sepenuhnya mencakup seperseratus dari pekerjaan serta tugas pribadi itu yang menakjubkan, dan tidak puas memandangnya. Kini marilah, kita akan memandang satu demi satu setiap abad yang akan kita lalui dalam perjalanan kembali. Lihatlah, betapa setiap abad berbunga melalui limpahan yang diterimanya dari Matahari Petunjuk itu ﷺ. Semuanya memberikan jutaan buah bercahaya, seperti Abu Hanifah, Syafi'i, Bayazid al-Bistami, Syah Jailani, Syah Naqsyaband, Imam Ghazali, dan Imam Rabbani.

Dengan menangguhkan rincian hal-hal yang kita saksikan hingga waktu lain, kita harus bersalawat kepada pribadi yang memperlihatkan mukjizat serta menyampaikan petunjuk itu, dengan salawat yang menunjukkan sebagian mukjizatnya yang pasti:

ﻋَﻠٰﻰ ﻣَﻦْ ﺍُﻧْﺰِﻝَ ﻋَﻠَﻴْﻪِ ﺍﻟْﻔُﺮْﻗَﺎﻥُ ﺍﻟْﺤَﻜ۪ﻴﻢُ ﻣِﻦَ ﺍﻟﺮَّﺣْﻤٰﻦِ ﺍﻟﺮَّﺣ۪ﻴﻢِ ﻣِﻦَ ﺍﻟْﻌَﺮْﺵِ ﺍﻟْﻌَﻈ۪ﻴﻢِ ﺳَﻴِّﺪِﻧَﺎ ﻣُﺤَﻤَّﺪٍ ﺍَﻟْﻒُ ﺍَﻟْﻒِ صَلَاةٍ ﻭَ ﺍَﻟْﻒُ ﺍَﻟْﻒِ سَلَامٍ ﺑِﻌَﺪَﺩِ ﺣَﺴَﻨَﺎﺕِ ﺍُﻣَّﺘِﻪ۪ ٭ ﻋَﻠٰﻰ ﻣَﻦْ ﺑَﺸَّﺮَ ﺑِﺮِﺳَﺎﻟَﺘِﻪِ ﺍﻟﺘَّﻮْﺭٰﻳﺔُ ﻭَ الْاِنْج۪يلُ ﻭَ ﺍﻟﺰَّﺑُﻮﺭُ ٭ ﻭَ ﺑَﺸَّﺮَ ﺑِﻨُﺒُﻮَّﺗِﻪِ الْاِرْهَاصَاتُ ﻭَ ﻫَﻮَﺍﺗِﻒُ ﺍﻟْﺠِﻦِّ ﻭَ ﺍَﻭْﻟِﻴَٓﺎﺀُ الْاِنْسِ ﻭَ ﻛَﻮَﺍﻫِﻦُ ﺍﻟْﺒَﺸَﺮِ ٭ ﻭَ ﺍﻧْﺸَﻖَّ ﺑِﺎِﺷَﺎﺭَﺗِﻪِ ﺍﻟْﻘَﻤَﺮُ ٭ ﺳَﻴِّﺪِﻧَﺎ ﻣُﺤَﻤَّﺪٍ ﺍَﻟْﻒُ ﺍَﻟْﻒِ صَلَاةٍ ﻭَ سَلَامٍ ﺑِﻌَﺪَﺩِ ﺍَﻧْﻔَﺎﺱِ ﺍُﻣَّﺘِﻪ۪ ٭ ﻋَﻠٰﻰ ﻣَﻦْ ﺟَٓﺎﺋَﺖْ ﻟِﺪَﻋْﻮَﺗِﻪِ ﺍﻟﺸَّﺠَﺮُ ﻭَ ﻧَﺰَﻝَ ﺳُﺮْﻋَﺔً ﺑِﺪُﻋَٓﺎﺋِﻪِ ﺍﻟْﻤَﻄَﺮُ ﻭَ ﺍَﻇَﻠَّﺘْﻪُ ﺍﻟْﻐَﻤَﺎﻣَﺔُ ﻣِﻦَ ﺍﻟْﺤَﺮِّ ﻭَ ﺷَﺒَﻊَ ﻣِﻦْ ﺻَﺎﻉٍ ﻣِﻦْ ﻃَﻌَﺎﻣِﻪ۪ ﻣِﺎَﺕٌ ﻣِﻦَ ﺍﻟْﺒَﺸَﺮِ ﻭَ ﻧَﺒَﻊَ ﺍﻟْﻤَٓﺎﺀُ ﻣِﻦْ ﺑَﻴْﻦِ ﺍَﺻَﺎﺑِﻌِﻪ۪ ثَلَاثَ ﻣَﺮَّﺍﺕٍ ﻛَﺎﻟْﻜَﻮْﺛَﺮِ ﻭَ ﺍَﻧْﻄَﻖَ ﺍﻟﻠّٰﻪُ ﻟَﻪُ ﺍﻟﻀَّﺐَّ ﻭَ ﺍﻟﻈَّﺒْﻰَ ﻭَ ﺍﻟْﺠِﺬْﻉَ ﻭَ ﺍﻟﺬِّﺭَﺍﻉَ ﻭَ ﺍﻟْﺠَﻤَﻞَ ﻭَ ﺍﻟْﺠَﺒَﻞَ ﻭَ ﺍﻟْﺤَﺠَﺮَ ﻭَ ﺍﻟْﻤَﺪَﺭَ ﺻَﺎﺣِﺐِ ﺍﻟْﻤِﻌْﺮَﺍﺝِ ﻭَ ﻣَﺎﺯَﺍﻍَ ﺍﻟْﺒَﺼَﺮُ ٭ ﺳَﻴِّﺪِﻧَﺎ ﻭَ ﺷَﻔ۪ﻴﻌِﻨَﺎ ﻣُﺤَﻤَّﺪٍ ﺍَﻟْﻒُ ﺍَﻟْﻒِ صَلَاةٍ ﻭَ سَلَامٍ ﺑِﻌَﺪَﺩِ ﻛُﻞِّ ﺍﻟْﺤُﺮُﻭﻑِ ﺍﻟْﻤُﺘَﺸَﻜِّﻠَﺔِ ﻓِﻰ ﺍﻟْﻜَﻠِﻤَﺎﺕِ ﺍﻟْﻤُﺘَﻤَﺜِّﻠَﺔِ ﺑِﺎِﺫْﻥِ ﺍﻟﺮَّﺣْﻤٰﻦِ ﻓ۪ﻰ ﻣَﺮَﺍﻳَﺎ ﺗَﻤَﻮُّﺟَﺎﺕِ ﺍﻟْﻬَﻮَٓﺍﺀِ ﻋِﻨْﺪَ ﻗِﺮَٓﺍﺋَﺔِ ﻛُﻞِّ ﻛَﻠِﻤَﺔٍ ﻣِﻦَ ﺍﻟْﻘُﺮْﺍٰﻥِ ﻣِﻦْ ﻛُﻞِّ ﻗَٓﺎﺭِﺀٍ ﻣِﻦْ ﺍَﻭَّﻝِ ﺍﻟﻨُّﺰُﻭﻝِ ﺍِﻟٰﻰ ﺍٰﺧِﺮِ ﺍﻟﺰَّﻣَﺎﻥِ ﻭَ ﺍﻏْﻔِﺮْﻟَﻨَﺎ ﻭَ ﺍﺭْﺣَﻤْﻨَﺎ ﻳَٓﺎ ﺍِﻟٰﻬَﻨَﺎ ﺑِﻜُﻞِّ صَلَاةٍ ﻣِﻨْﻬَﺎ ﺍٰﻣ۪ﻴﻦَ

Saya telah menjelaskan bukti-bukti kenabian Ahmad ﷺ, yang kita tunjukkan secara ringkas dalam Kalimat ini, pada risalah berbahasa Turki bernama Şuâat-ı Marifeti'n-Nebi (Sinar-Sinar Makrifat Nabi ﷺ) serta dalam Surat Kesembilan Belas. Di dalamnya juga disebutkan secara ringkas berbagai segi kemukjizatan Al-Qur'an Al-Hakîm. Dalam risalah berbahasa Turki bernama "Lemaat (Kilau-Kilau)" serta Kalimat Kedua Puluh Lima, saya juga telah menjelaskan secara ringkas bahwa Al-Qur'an merupakan mukjizat dari empat puluh segi dan menunjukkan empat puluh segi kemukjizatannya. Di antara empat puluh segi itu, hanya kefasihan pada susunannya yang saya tulis dalam empat puluh halaman tafsir berbahasa Arab bernama "İşaratü'l-İ'caz (Isyarat-Isyarat Kemukjizatan)". Jika membutuhkannya, engkau dapat merujuk ketiga kitab ini.