Risale-i NurSinar-Sinar

AYAT KETUJUH BELAS

Sinar-Sinar · hlm. 727

Di dalam ayat فَاِنْ تَوَلَّوْا فَقُلْ حَسْبِىَ اللّٰهُ لَٓا اِلٰهَ اِلَّا هُوَ عَلَيْهِ تَوَكَّلْتُ,

Kedudukan jifir قُلْ حَسْبِىَ اللّٰهُ لَٓا اِلٰهَ اِلَّا هُوَ عَلَيْهِ تَوَكَّلْتُ, dari sisi "lam" yang bertasydid dihitung masing-masing satu "lam" dan "kaf" yang bertasydid dihitung satu "kaf", berjumlah seribu tiga ratus dua puluh sembilan (1329), sehingga bertawafuk dengan tepat sekali kepada tarikh penulisan tafsir Isyaratul I'jaz yang merupakan permulaan Risale-i Nur, yaitu pada masa awal Perang Dunia; sedangkan dari sisi "kaf" yang bertasydid dihitung dua "kaf", ia berjumlah seribu tiga ratus empat puluh sembilan (1349), sehingga bertawafuk dengan tepat sekali kepada tarikh yang sama, yaitu ketika pada masa guncangan-guncangan yang ditimbulkan Perang Dunia, Risale-i Nur dengan mengucapkan ٔحَسْبِىَ اللّٰهُٔ — tanpa memperoleh perlindungan dari ahli dunia di mana pun, bahkan justru menjadi sasaran serangan — tanpa gentar dan seorang diri menyebarkan cahaya-cahaya Al-Qur'an di tengah berbagai kesulitan; maka di dalam ayat-ayat yang dari setiap seginya adalah kesadaran itu sendiri, tawafuk semacam ini sudah pasti tidak mungkin kebetulan. Bahkan ayat-ayat seperti ini memandang secara khusus kepada abad yang paling sulit ini, lalu memberikan sambutan khusus kepada sebagian murid yang menjadikan ayat-ayat itu sebagai pedoman mereka, dan dengan sambutan itu mereka memberi semangat.

Hubungan maknawi ayat ini memang secara lahiriah tidak terlihat sebagaimana ayat-ayat yang telah lalu, tetapi dari satu segi ia memiliki semacam hubungan dengan Risale-i Nur. Yaitu demikian: Selama tiga belas tahun {(Catatan kaki): Menurut tarikh penulisannya. (Penerbit)} ayat ini menjadi wirid khusus penulis Risale-i Nur, dan kemudian menjadi wirid khusus murid-murid istimewanya, yang dibaca sesudah magrib.

Selain itu, yang pada zaman ini benar-benar menjadi tempat tampaknya makna ayat ini — yang tidak menjadi lemah semangatnya meskipun semua orang menjauhi mereka, yang mengucapkan ٔحَسْبِىَ اللّٰهُٔ lalu dengan penuh tawakal menyebarkan cahaya-cahaya iman dan rahasia-rahasia Al-Qur'an di tengah kesulitan yang sangat besar, serta menyelamatkan ahli iman dari putus asa — pertama-tama adalah Risale-i Nur dan murid-muridnya.