
Sinar-Sinar
Bedîüzzaman Said Nursî · Bahasa Indonesia
Teks lengkap · 56 bagian · Gratis
Daftar isi
- Sinar Kedua
- Penulis
- Buah Terakhir dari Penjara Eskişehir
- Sinar Kedua dari Lem'a Ketiga Puluh Satu
- Butir hikmah agung ketujuh tentang Ismul A'zham ﺍَﻟﻠﻪُ ﺍَﺣَﺪٌ
- dan yang ketujuh dari enam butir hikmah tentang enam Ismul A'zham
- Peringatan
- Inilah butir hikmah agung ketujuh tentang "Allahu Ehad", sesudah enam butir hikmah tentang enam Ismul A'zham
- BUAH PERTAMA DARI BAGIAN PERTAMA
- BUAH KEDUA TAUHID:
- BUAH KETIGA:
- BAGIAN KEDUA
- PERTAMA:
- Kesimpulannya:
- Pertama:
- Segi kedua
- HAL KEDUA YANG MENUNTUT KEESAAN:
- HAL KETIGA YANG MENUNTUT TAUHID:
- BAGIAN KETIGA
- Ini merupakan jawaban yang sangat singkat serta kuat bagi pertanyaan sangat penting dengan dua sisi, yang berkaitan dengan bagian ini.
- Sisi pertama pertanyaan:
- Jawaban:
- Sisi kedua pertanyaan:
- Jawaban:
- HUJAH DAN TANDA KETIGA:
- Sebagaimana diisyaratkan oleh ASMA AWWAL:
- DAN sebagaimana diisyaratkan oleh ASMA ÂKHIR:
- DAN sebagaimana diisyaratkan oleh ASMA ZHÂHIR:
- DAN sebagaimana diisyaratkan oleh ASMA BÂTHIN:
- Kesimpulannya:
- PENUTUP
- Sebuah Catatan Kaki yang Agak Panjang
- Pertanyaan tentang kebangkitan:
- Jawaban:
- PERSOALAN PERTAMA:
- PERSOALAN KEDUA:
- PERSOALAN KETIGA:
- Kesimpulannya:
- MUNAJAT TAUHID DAN PENDAHULUANNYA
- MUNAJAT
- Sinar Ketiga
- PENDAHULUAN
- Munajat
- YÂ İLAHÎ VE YÂ RABBÎ!
- WAHAI WÂJIBUL WUJÛD! WAHAI ZAT YANG WÂHID LAGI AHAD!
- WAHAI SANG QADÎR MUTLAK!
- WAHAI SANG PENGATUR YANG SENANTIASA BERBUAT, DAN WAHAI SANG FAYYÂDH YANG MUTA'ÂL!
- WAHAI FA'ALÜN LİMÂ YÜRÎD!
- WAHAI SANG QADÎR DZUL-JALÂL!
- WAHAI SANG KHÂLIQ DZUL-JALÂL BUMI DAN LANGIT!
- WAHAI SANG FÂTHIR YANG QADÎR! WAHAI SANG FATTÂH YANG 'ALLÂM! WAHAI SANG FA'ÂL YANG KHALLÂQ!
- WAHAI SANG KHÂLIQ SEGALA SESUATU!
- Wahai Zat Yang Mahasuci, yang tersembunyi karena begitu nyata dan tertutup karena Keagungan Kebesaran-Mu!
- WAHAI RABBÜ'L-BERRİ VE'L-BAHR!
- WAHAI SANG QADÎR DZUL-JALÂL YANG MENJADIKAN GUNUNG SEBAGAI TIANG-TIANG DENGAN PERBENDAHARAAN BAGI KAPAL BUMI!
- WAHAI SANG QADÎR ATAS SEGALA SESUATU!
- WAHAI SANG KHÂLIQ YANG RAHMÂN! DAN WAHAI RABB YANG RAHÎM!
- Wahai Sang Pembuat Yang Hakîm dan Sang Khâliq Yang Rahîm, yang tersembunyi karena begitu nyata serta tertutup karena Kebesaran Keagungan-Mu!
- WAHAI SANG FÂTHIR YANG QADÎR! WAHAI SANG MUDABBIR YANG HAKÎM! WAHAI SANG MURABBÎ YANG RAHÎM!
- WAHAI RAHMANU'R-RAHÎM! WAHAI SADIKU'L-VA'Dİ'L-EMİN! WAHAI MÂLİK-İ YEVMİ'D-DİN!
- WAHAI SANG QADÎR YANG QAYYÛM!
- YÂ RABBE'L-ÂLEMÎN! YÂ İLAHE'L-EVVELÎNE VE'L-ÂHİRÎN! YÂ RABBE'S-SEMAVATİ VE'L-ARADÎN!
- WAHAI SANG QADÎR YANG HAKÎM! WAHAI AR-RAHMÂN YANG RAHÎM! WAHAI SADIKU'L-VA'Dİ'L-KERÎM! WAHAI SANG QAHHÂR DZUL-JALÂL, PEMILIK KEMULIAAN, KEAGUNGAN, DAN JALAL!
- WAHAI RABBÜ'L-ENBİYA VE'S-SIDDIKÎN!
- YÂ RABBÎ VE YÂ RABBE'S-SEMAVATİ VE'L-ARADÎN! YÂ HÂLIKÎ VE YÂ HÂLIK-I KÜLLİ ŞEY!
- Sinar Keempat
- Dari segi makna serta kedudukan, merupakan Lem'a Kelima
- dan dari segi bentuk serta bagian, merupakan Sinar Keempat yang berharga dari Lem'a Ketiga Puluh Satu dalam Surat Ketiga Puluh Satu
- Peringatan:
- TINGKAT CAHAYA HASBIYAH PERTAMA
- TINGKAT CAHAYA HASBIYAH KEDUA
- TINGKAT CAHAYA HASBIYAH KETIGA
- TINGKAT CAHAYA HASBIYAH KEEMPAT
- TINGKAT CAHAYA HASBIYAH KELIMA
- PERSOALAN PERTAMA:
- PERSOALAN KEDUA:
- PERSOALAN KETIGA:
- Segi Pertama:
- Segi Kedua:
- Segi Ketiga:
- PERSOALAN KEEMPAT:
- TINGKAT CAHAYA HASBIYAH KEENAM
- BUKTI PERTAMA:
- BUKTI KEDUA
- Pokok Pertama:
- Pokok Kedua:
- Pokok Ketiga:
- Pokok Keempat:
- Pokok Kelima:
- BUKTI KETIGA
- Butir Hikmah Pertama:
- Butir Hikmah Kedua:
- Butir Hikmah Ketiga:
- Jika engkau berkata:
- Jawaban:
- Peringatan:
- Pengingat:
- Sinar Keenam
- PERTANYAAN PERTAMA:
- Jawaban:
- PERTANYAAN KEDUA:
- Jawaban:
- Segi Pertama:
- Segi Kedua:
- Segi Ketiga:
- Sinar Ketujuh
- Âyetü'l-Kübra (Tanda Terbesar)
- Peringatan penting serta penjelasan maksud
- PERTAMA:
- KEDUA:
- KETIGA:
- KEEMPAT:
- KELIMA:
- PENDAHULUAN
- Jalan keselamatan dari bahaya pertama
- PERSOALAN PERTAMA:
- PERSOALAN KEDUA:
- PERTAMA:
- KEDUA:
- Pertama:
- Kedua:
- PERTAMA:
- JENIS KEDUA:
- Bahaya kedua serta jalan keselamatan
- PERTAMA:
- Âyetü'l-Kübra
- Apa yang disaksikan seorang musafir yang bertanya kepada kainat mengenai Khâliq kainat itu.
- PERTAMA:
- KEDUA:
- KETIGA:
- KEDUA:
- KETIGA:
- KEDUA:
- KETIGA:
- KEEMPAT:
- KELIMA:
- Kedua:
- PERBEDAAN KEDUA:
- KEDUA:
- KETIGA:
- KEEMPAT:
- PERTAMA:
- KEDUA:
- KETIGA:
- KEEMPAT:
- KELIMA:
- KEENAM:
- KETUJUH:
- KEDELAPAN:
- KESEMBILAN:
- KEDUA:
- KETIGA:
- POKOK PERTAMA:
- POKOK KEDUA:
- POKOK KETIGA:
- POKOK KEEMPAT:
- KELIMA:
- KEENAM:
- HAKIKAT PERTAMA:
- HAKIKAT KEDUA:
- HAKIKAT KEDUA:
- PERINGATAN
- BAB KEDUA
- Mengenai Bukti-Bukti Tauhid
- HAKIKAT KEDUA:
- HAKIKAT KETIGA:
- HAKIKAT KEEMPAT:
- PERTAMA:
- HAKIKAT KEDUA:
- AYAT KEDUA:
- AYAT KETIGA:
- HAKIKAT KETIGA:
- RAHASIA PERTAMA:
- RAHASIA KEDUA:
- HAKIKAT KEEMPAT:
- HAKIKAT KELIMA
- HAKIKAT PERTAMA
- HAKIKAT KEDUA
- Kesimpulannya:
- HAKIKAT KETIGA
- HAKIKAT KEEMPAT
- PERINGATAN
- Bedîüzzaman Said Nursî
- Seseorang berkata:
- Sebagai jawaban, dikatakan:
- Bedîüzzaman Said Nursî
- Sinar Kesembilan
- PENDAHULUAN
- POKOK PERTAMA:
- PERTAMA:
- DALIL KEDUA:
- DALIL KETIGA:
- DALIL KEEMPAT:
- POKOK KEDUA:
- Kesimpulannya:
- Kesimpulannya:
- Sinar Kesebelas
- Sebuah Buah Penjara Denizli
- Bedîüzzaman Said Nursî
- Risalah Buah
- PERTAMA
- RINGKASAN PERSOALAN KEDUA
- PERSOALAN KETIGA
- Sebagai jawaban, aku berkata:
- PERSOALAN KEEMPAT
- Sebagai jawaban, aku berkata:
- Adapun jawaban atas pokok pertama:
- PERSOALAN KELIMA
- PERSOALAN KEENAM
- PERSOALAN KETUJUH
- MANUSIA
- Merupakan buah terakhir serta paling mencakup banyak segi dari pohon kainat ini.
- Dan, dari segi hakikat Muhammad ﷺ, merupakan benih asalnya.
- Dan ayat terbesar dari Al-Qur’an kainat.
- Dan Ayat Kursinya yang membawa Ismul A'zham.
- Dan tamu paling dimuliakan dalam istana kainat.
- Dan petugas paling aktif, yang diizinkan mengelola penghuni lain istana tersebut.
- Dan pengawas paling riuh serta paling besar tanggung jawabnya, yang ditugaskan mengawasi pemasukan, pengeluaran, penanaman, serta penaburan dalam kebun dan ladang lingkungan bumi di kota kainat, dan dilengkapi ratusan ilmu serta ribuan seni.
- Dan seorang pemeriksa di bawah perhatian yang sangat teliti dari Sang Raja Azali dan Abadi, serta suatu khalifah bumi dalam negeri bumi, bagian dari negara kainat.
- Dan pengelola yang gerak juz'i maupun menyeluruhnya dicatat.
- Dan hamba yang mencakup banyak segi, diwajibkan menjalankan ubudiyah yang sangat luas, memikul amanat terbesar yang langit, bumi, serta gunung enggan memikulnya, dan dihadapannya terbuka dua jalan menakjubkan; pada satu jalan ia menjadi makhluk hidup yang paling malang, dan pada jalan lain paling berbahagia.
- Dan tempat Manifestasi Ismul A'zham dari Sang Sultan kainat, serta cermin yang paling mencakup seluruh Asma-Nya.
- Dan penerima khusus Sapaan serta Percakapan Allah سُبْحَانَهُ Yang Mahasuci, yang paling memahami.
- Dan makhluk hidup paling membutuhkan di antara makhluk hidup kainat; dalam keadaan serba membutuhkan serta tak berdaya yang tak terhingga, ia merupakan makhluk malang yang memiliki tujuan dan keinginan tak terhitung, musuh tak terbatas, serta hal-hal berbahaya yang menyakitinya.
- Dan paling kaya dari segi potensi.
- Dan paling menderita dari segi kenikmatan hidup, dengan kenikmatan yang bercampur kepedihan dahsyat.
- Dan paling rindu serta membutuhkan untuk tetap ada, juga paling layak serta berhak atasnya.
- Dan meminta serta memohon kelangsungan dan kebahagiaan abadi melalui doa-doa tak terhitung.
- Dan meskipun seluruh kenikmatan dunia diberikan kepadanya, semuanya tidak memuaskan keinginannya untuk tetap ada.
- Dan mukjizat Kudrat Allah سُبْحَانَهُ Yang Shamad serta keajaiban penciptaan yang sangat luar biasa, yang mencintai Zat yang memberinya anugerah sampai tingkat penghambaan, membuat-Nya dicintai, serta dicintai.
- Dan mencakup kainat, serta seluruh perlengkapan kemanusiaannya bersaksi bahwa ia diciptakan untuk menuju hidup yang kekal...
- Dan karena...
- Aku hendak menulis lebih lanjut, tetapi karena telah diketahui seterang matahari, aku mempersingkatnya.
- Kesimpulannya:
- SEBUAH RINGKASAN PERSOALAN KEDELAPAN
- PERTAMA:
- BUAH KEDUA SERTA SATU MANFAAT BAGI KEHIDUPAN PRIBADI:
- MANFAAT KETIGA BAGI KEHIDUPAN PRIBADI:
- MANFAAT KEEMPAT YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEHIDUPAN BERMASYARAKAT MANUSIA:
- Ringkasan hasil yang dijelaskan dalam Sinar Kesembilan dari Risale-i Nur demikian:
- SETIAP KOTA PUN MERUPAKAN RUMAH LUAS BAGI PENDUDUKNYA.
- BUTIR HIKMAH PERTAMA:
- BUTIR HIKMAH KEDUA:
- PERSOALAN KESEMBILAN
- Jawaban:
- POKOK PERTAMA:
- POKOK KEDUA:
- POKOK KETIGA:
- Aku melihat bahwa hal itu sepenuhnya sesuai. Demikian:...
- PERSOALAN KESEPULUH
- Emirdağı Çiçeği (Bunga Emirdağı)
- Saudara-saudaraku yang mulia dan setia!
- Saudara-saudaraku yang mulia dan setia!
- Sebuah Pertanyaan Penting:
- Jawaban:
- Pertanyaan Kedua:
- Jawaban:
- DUA CATATAN KAKI SEBAGAI PENUTUP PERSOALAN KESEPULUH
- Pertama:
- Catatan Kaki Kedua:
- Jenis hasil pertama
- Jenis hikmah kedua
- Kesimpulannya:
- Saudara kalian yang sangat membutuhkan doa dan sangat merindukan kalian
- Bedîüzzaman Said Nursî
- SURAT HÜSREV KEPADA GURUNYA BERKAITAN DENGAN PERSOALAN KESEPULUH
- Guruku dan tuanku yang sangat kucintai!
- Muridmu yang sangat banyak kekurangan, Hüsrev
- PERSOALAN KESEBELAS
- SALAH SATUNYA:
- SALAH SATUNYA:
- SALAH SATUNYA:
- Dari jawaban ini, tiba-tiba terlihat ujung hakikat yang sangat besar serta dasar persoalan yang agung dan dahsyat. Demikian:
- Satu contoh khusus iman kepada malaikat yang menjadi sarana kebahagiaan dunia demikian:
- Kesimpulannya:
- Pelengkap:
- PENUTUP
- Satu Peringatan:
- JAWABAN ATAS SATU PERTANYAAN YANG DAPAT TERLINTAS:
- CATATAN KAKI BAGI SATU BUTIR TENTANG SIFAT BERMUKJIZAT MENGENAI SURAH INI:
- LAMPIRAN BAGI CATATAN KAKI PERSOALAN KESEBELAS
- (1350)
- (1347)
- (1417)
- YA, PERTAMA:
- KEDUA:
- KETIGA:
- Bedîüzzaman Said Nursî
- Muridmu yang sangat rendah
- Hüsrev
- Para murid Nur di Isparta serta sekitarnya
- Bedîüzzaman Said Nursî
- Sinar Kedua Belas
- ...
- ...
- Kesimpulannya:
- Tahanan
- Bedîüzzaman Said Nursî
- Tuan-tuan!
- Kesimpulannya:
- Tahanan
- Bedîüzzaman Said Nursî
- Bedîüzzaman Said Nursî
- PERTAMA:
- Pertama:
- Kedua:
- Ketiga:
- Bedîüzzaman Said Nursî
- Di sana, mereka bertanya kepadaku:
- ‘Apa pendapatmu tentang republik?’
- Tahanan
- Bedîüzzaman Said Nursî
- Tuan-tuan!
- Tahanan
- Bedîüzzaman Said Nursî
- Tuan Ali Rıza, Ketua Pengadilan!
- Tahanan
- Bedîüzzaman Said Nursî
- Tuan Ketua!
- SALAH SATUNYA:
- POKOK KEDUA:
- POKOK KETIGA:
- Tahanan
- Bedîüzzaman Said Nursî
- Tuan Ketua!
- Tahanan dalam kurungan seorang diri
- Bedîüzzaman Said Nursî
- Bagian berikut sangat penting
- Bagian Penting dari Kata Terakhir
- Tahanan dalam pengucilan mutlak serta kurungan seorang diri di Penjara Denizli
- Bedîüzzaman Said Nursî
- Bagian dari Kata Terakhir
- Tahanan
- Bedîüzzaman Said Nursî
- (Namun, putusan bebas pada hari kedua membuat pembicaraan dahsyat itu ditunda.)
- Dalam pengucilan mutlak serta kurungan seorang diri
- Tahanan
- Bedîüzzaman Said Nursî
- Jawaban Berdasarkan Hakikat atas Satu Pertanyaan Penting
- Ringkasan Pembicaraan:
- Bedîüzzaman Said Nursî
- Sinar Ketiga Belas
- Saudara-saudaraku yang mulia serta setia!
- SALAH SATUNYA:
- KEDUA:
- KETIGA:
- Bedîüzzaman Said Nursî
- Saudara-saudaraku yang mulia!
- Bedîüzzaman Said Nursî
- Saudara-saudaraku yang mulia serta setia!
- Terhadap sangkaan orang-orang yang mengejar dunia, kami berkata:
- Saudara kalian
- Bedîüzzaman Said Nursî
- Bedîüzzaman Said Nursî
- Saudaraku Re'fet Bey yang mulia serta setia!
- Saudara-saudaraku yang mulia serta setia!
- Saudara-saudaraku yang mulia serta diberkahi!
- Saudara-saudaraku yang mulia serta setia!
- Saudara-saudaraku yang mulia!
- Saudara-saudaraku yang mulia!
- Salah satunya:
- Yang kedua:
- Saudara-saudaraku yang mulia serta setia!
- Pertama:
- Kedua:
- Ketiga:
- Satu Peristiwa Menarik:
- Bedîüzzaman Said Nursî
- Saudara-saudaraku yang mulia serta setia!
- Pertama:
- Sisi Halus Kedua:
- Ketiga:
- Saudara-saudaraku!
- Saudara-saudaraku yang mulia!
- Saudara-saudaraku yang mulia!
- Saudara-saudaraku yang mulia serta setia!
- Bedîüzzaman Said Nursî
- Saudara-saudaraku yang mulia serta setia!
- Saudara-saudaraku yang mulia serta setia!
- Saudara-saudaraku yang mulia serta setia!
- Saudaraku yang mulia!
- Saudara-saudaraku yang mulia!
- Saudara-saudaraku!
- Saudara-saudaraku yang mulia serta setia!
- Saudara-saudaraku yang mulia serta setia!
- Saudara-saudaraku!
- Saudara-saudaraku yang mulia, setia, teguh, serta penuh kesetiaan!
- Saudara-saudaraku yang mulia serta setia!
- Saudara-saudaraku yang mulia serta setia!
- Kedua:
- Ketiga:
- Keempat:
- Saudara-saudaraku!
- Saudara-saudaraku yang mulia serta setia!
- Saudara-saudaraku!
- Saudara-saudaraku yang mulia serta setia!
- Saudara-saudaraku yang mulia serta setia!
- Saudara-saudaraku yang mulia serta setia!
- Saudara-saudaraku yang mulia serta setia!
- Saudara-saudaraku yang mulia serta setia!
- Saudara-saudaraku!
- Saudara-saudaraku yang mulia serta setia!
- Saudara-saudaraku yang mulia serta setia!
- Wahai tuan-tuan dalam peradilan!
- Kesimpulannya:
- Kata terakhirku di pengadilan:
- Tuan-tuan!
- Bedîüzzaman Said Nursî
- Saudara-saudaraku yang mulia serta setia!
- Saudara-saudaraku yang mulia serta setia, sahabat-sahabat tulusku dalam rumah persinggahan dunia ini!
- Saudara-saudaraku yang mulia serta setia!
- Lari serta selamat dari musibah ini tidak mungkin dari dua segi:
- Pertama:
- Kedua:
- Saudara-saudaraku yang mulia!
- Saudara-saudaraku yang mulia serta setia!
- Hüsrev
- Saudara-saudaraku yang mulia serta setia, sahabat-sahabatku dalam musibah!
- Pertama:
- Pokok Kedua:
- Pokok Ketiga:
- Pokok Keempat:
- Pokok Kelima:
- Saudara-saudaraku yang mulia, tulus, serta setia!
- Saudaraku Hafiz Ali yang mulia!
- (Surat Takziah yang Indah dan Sangat Sesuai)
- Saudara-saudaraku yang mulia serta setia!
- Saudara-saudaraku yang mulia serta setia!
- Saudara-saudaraku yang mulia serta setia!
- Saudara-saudaraku yang mulia, setia, serta diberkahi!
- Saudara-saudaraku yang mulia serta setia!
- Saudara-saudaraku yang mulia serta setia!
- Pertama:
- Ya, benar.
- Feyzi
- Kedua:
- Ya, benar.
- Ali Rıza
- Ketiga:
- Ya, benar.
- Ziya
- Keempat:
- Ya, benar.
- Mahmud
- Kelima:
- Ya, benar.
- Süleyman
- Keenam:
- Ketujuh:
- Ya, benar.
- Hamza
- Saudara-saudaraku yang mulia serta setia!
- Saudara-saudaraku yang mulia serta setia!
- Saudara-saudaraku yang mulia, setia, tidak tergoyahkan, serta memahami hakikat dan nilai tawakal!
- Saudara-saudaraku yang mulia serta setia!
- Saudaraku yang mulia!
- Saudara-saudaraku yang mulia serta setia!
- Pokok Kedua serta Ketiga untuk sementara tertunda.
- Hüsrev
- Saudara-saudaraku yang mulia serta setia!
- Saudara-saudaraku yang mulia serta setia!
- Saudara-saudaraku yang mulia serta setia!
- Bedîüzzaman Said Nursî
- Saudara-saudaraku yang mulia serta setia!
- Salah satunya:
- Bedîüzzaman Said Nursî
- Sinar Keempat Belas
- Pelengkap Sangat Singkat bagi Pernyataanku
- Kunyatakan kepada Pengadilan Afyon:
- Aku masih memiliki beberapa pokok penyampaian kepada Pemerintahan, Pengadilan, serta Kepolisian Afyon.
- Pertama:
- Kedua:
- Ketiga:
- Keempat:
- Kelima:
- Keenam:
- Ketujuh:
- Kedelapan:
- Saudara-saudaraku yang mulia serta setia!
- Akan kujelaskan dalam tiga pokok satu penghiburan kuat bagi mereka yang, dengan kasih serta kesetiaan, mengawasi dan membantu persediaan makanan dari luar untuk orang-orang yang tertimpa musibah penjara:
- Pokok Pertama:
- Pokok Kedua:
- Pokok Ketiga:
- Ringkasan sangat singkat sebuah persoalan yang penjelasan serta buktinya terdapat dalam pembelaan Denizli.
- Catatan Kaki Kecil bagi Panduan Pemuda (Gençlik Rehberi)
- Saudara-saudaraku yang mulia serta setia!
- Saudara-saudaraku yang mulia serta setia!
- Pertama:
- Kedua:
- Ketiga:
- Saudara-saudaraku yang mulia serta setia!
- Pertama:
- Kedua:
- Ketiga:
- Keempat:
- Bedîüzzaman Said Nursî
- Saudara-saudaraku yang mulia serta setia!
- Saudara-saudaraku yang mulia serta setia!
- Pertama:
- Kedua:
- Bedîüzzaman Said Nursî
- Wahai sahabat-sahabatku di penjara serta saudara-saudaraku seagama!
- Sebuah mimpi indah yang membawa kabar gembira serta telah terwujud maknanya:
- Saudara-saudaraku yang mulia serta setia, dan sahabat-sahabatku di penjara!
- Pertama:
- Kedua:
- Bedîüzzaman Said Nursî
- Bedîüzzaman Said Nursî
- Saudara-saudaraku yang baru serta mulia, dan para tahanan lama!
- Bedîüzzaman Said Nursî
- Sebab Pertama:
- Sebab Kedua:
- Pertama:
- Kedua:
- Bedîüzzaman Said Nursî
- Pertama:
- Kedua:
- Bedîüzzaman Said Nursî
- Pelengkap serta Lampiran Pernyataan Keberatan bagi Pembelaan yang Diberikan kepada Enam Pihak Berwenang di Ankara serta Pengadilan Pidana Berat Afyon
- Sakit serta sengsara dalam pengasingan mutlak
- Bedîüzzaman Said Nursî
- Dalam surat dakwaan terdapat empat dasar mengenai diriku:
- DASAR PERTAMA:
- Seakan-akan dalam diriku terdapat sikap membanggakan serta memamerkan diri, dan aku menganggap diriku mujaddid.
- DASAR KEDUA:
- Ia menyembunyikan penerbitan.
- KETIGA:
- Selain itu, terdapat dua atau tiga persoalan:
- SALAH SATUNYA:
- PERSOALAN KEDUA YANG MENJADI SEBAB TUDUHAN DALAM SURAT DAKWAAN:
- DASAR TUDUHAN KETIGA:
- Mendorong pelanggaran keamanan di Emirdağı. Keberatan terhadapnya ialah:
- Pertama:
- Kedua:
- Jawaban:
- Kedua:
- Bedîüzzaman Said Nursî
- Kepada Kantor Perdana Menteri, Kementerian Kehakiman, serta Kementerian Dalam Negeri
- 1- Engkau mendirikan sebuah perkumpulan politik.
- 2- Engkau menyebarkan gagasan yang bertentangan dengan rezim.
- 3- Engkau mengejar tujuan politik.
- Dalam tahanan
- Bedîüzzaman Said Nursî
- Saudara-saudaraku yang mulia serta setia!
- Bedîüzzaman Said Nursî
- Saudara-saudaraku yang mulia serta setia!
- Bedîüzzaman Said Nursî
- Saudara-saudaraku yang mulia serta setia!
- Bedîüzzaman Said Nursî
- Saudara-saudaraku yang mulia serta setia!
- Pertama:
- Kedua:
- Ketiga:
- Keempat:
- Kelima:
- Bedîüzzaman Said Nursî
- Saudara-saudaraku yang mulia, setia, serta ikhlas!
- Saudara-saudaraku yang mulia serta setia!
- Saudara-saudaraku yang mulia serta setia!
- Pertama:
- Kedua:
- Saudara-saudaraku yang mulia, setia, teguh, serta tidak menjauh dari kita akibat jemu menghadapi kesulitan!
- Saudara-saudaraku yang mulia serta setia!
- Pertama:
- Saudara-saudaraku yang mulia serta setia!
- Saudara-saudaraku yang mulia serta setia, Hüsrev, Mehmed Feyzi, dan Sabri!
- Saudara-saudaraku yang mulia serta setia!
- Saudara-saudaraku yang mulia serta setia, sahabat-sahabat belajarku dalam madrasah Yusufiyah ini!
- Pertama:
- Satu:
- Kedua:
- Satu Butir Hikmah Ayat yang Agung Ini
- Saudaraku Re’fet Bey, panglima Nur yang mulia serta orang yang berkhidmah kepada Al-Qur’an!
- Pertanyaan:
- Ali Hoca dari Emirdağ
- Kedua:
- Catatan kaki:
- Saudara-saudaraku yang mulia serta setia!
- Pertama:
- Kedua:
- Saudara-saudaraku yang mulia serta setia!
- Pertama:
- Kedua:
- Ketiga:
- Keempat:
- Saudara-saudaraku yang mulia serta setia!
- Pertama:
- Kedua:
- Sebuah Catatan Kaki Kecil:
- Saudara-saudaraku yang mulia, setia, serta teguh!
- Saudara-saudaraku yang mulia serta setia!
- Bedîüzzaman Said Nursî
- Saudaraku Re’fet Bey yang mulia serta setia!
- Saudara-saudaraku yang mulia serta setia!
- Aku memiliki permohonan sangat penting kepada Dewan Menteri:
- Saudara-saudaraku yang mulia serta setia!
- Pertama:
- Kedua:
- Saudara-saudaraku yang mulia serta setia!
- Saudara-saudaraku yang mulia, setia, teguh, tidak gelisah, serta tidak kembali kepada dunia sementara dengan meninggalkan akhirat!
- Saudara-saudaraku yang mulia serta setia!
- Pertama:
- Kedua:
- Saudara-saudaraku yang mulia serta setia!
- Pertama:
- Kedua:
- Tafsir terbagi menjadi dua:
- Satu:
- Jenis tafsir kedua
- Ketiga:
- Saudara-saudaraku yang mulia serta setia!
- Saudara-saudaraku yang mulia serta setia!
- Pertama:
- Saudara-saudaraku Re’fet, Mehmed Feyzi, serta Sabri yang mulia dan setia!
- Saudara-saudaraku yang mulia serta setia!
- Saudara-saudaraku yang mulia serta setia!
- Saudara-saudaraku yang mulia serta setia!
- Kedua:
- Saudara-saudaraku yang mulia serta setia!
- Saudara-saudaraku yang mulia, setia, serta teguh!
- Pertama:
- Kedua:
- Saudara-saudaraku yang mulia serta setia!
- Saudara-saudaraku yang mulia serta setia!
- Saudara-saudaraku yang mulia, setia, penuh kesetiaan, serta kasih!
- Saudara-saudaraku yang mulia serta setia!
- Saudara-saudaraku, semakin aku sibuk bersama Nur, kesulitan berkurang. Jadi, tugas kita ialah menyibukkan diri bersama Nur, tidak mementingkan hal-hal sementara, bersabar, serta bersyukur.
- SUATU WATAK BEDÎÜZZAMAN YANG MEMBUAT AKAL TAKJUB
- —Apakah Anda tidak mengenal saya?
- —Ya, saya mengenal Anda. Nikola Nikolaviç merupakan paman dari pihak ibu Tsar. Ia panglima tertinggi Medan Kaukasus.
- —Jika demikian, mengapa Anda menghina saya?
- —Tidak, mohon maaf; saya tidak menghina Anda. Saya melakukan apa yang diperintahkan nilai-nilai suci saya.
- —Apa yang diperintahkan nilai-nilai suci itu?
- —Saya seorang alim Muslim. Dalam hati saya terdapat iman. Seseorang yang memiliki iman lebih utama daripada seseorang yang tidak memiliki iman. Seandainya saya berdiri untuknya, saya berarti tidak menghormati nilai-nilai suci saya. Karena itu, saya tidak berdiri.
- —Jadi, dengan menyebut saya tidak beriman, ia menghina diri saya, pasukan saya, bangsa saya, serta Tsar. Segera periksa ia dalam dewan pengadilan militer.
- —Saya ingin berpindah ke negeri akhirat serta tiba di hadapan Rasulullah ﷺ. Saya memerlukan sebuah paspor. Saya tidak dapat bertindak bertentangan dengan iman saya.
- —Maafkan saya! Saya mengira Anda bertindak demikian untuk menghina saya. Saya melakukan tindakan hukum terhadap Anda. Namun, kini saya memahami bahwa Anda memperoleh tindakan ini dari iman serta menunaikan perintah-perintah nilai suci. Putusan terhadap Anda telah dibatalkan;
- Abdurrahîm
- Hüsrev
- Saudara-saudaraku!
- Bedîüzzaman Said Nursî
- Saudara-saudaraku yang mulia serta setia!
- Pertama:
- Kedua:
- Saudara-saudaraku yang mulia serta setia!
- Pertama:
- Ustad dan tuan kami yang sangat mulia, sangat dicintai, sangat berharga, serta sangat diberkahi!
- Ustad dan tuan kami yang penuh kasih! Melalui seorang saudara yang diberkahi, Anda, Ustad kami yang dicintai, memerintahkan agar kami menyampaikan bagaimana kami menilai tiga surat berharga Anda serta Hüve Nüktesi (Butir Hikmah Hüve), yang dikirim kepada kami dari Anda dan ditambahkan pada akhir pembelaan, kepada
- Ustad dan tuan kami yang dicintai!
- Hüsrev
- Saudara-saudaraku yang mulia serta setia!
- Pertama:
- Kedua:
- Saudara-saudaraku Mehmed, Mustafa, İbrahim, serta Ceylan yang mulia dan setia!
- Pertama:
- Kedua:
- Saudara-saudaraku!
- SUATU PENGHIBURAN PENUH HAKIKAT YANG MENJADIKAN MUSIBAH-MUSIBAH SULITKU TIDAK BERARTI
- Pertama:
- Kesulitan berubah menjadi rahmat bagi kita.
- Kedua:
- Rasa lega karena rida dan berserah dalam Keadilan Takdir.
- Ketiga:
- Sukacita dalam kekhususan Pertolongan Khusus bagi pengikut Nur.
- Keempat:
- Kenikmatan ketika ia lenyap karena sifatnya sementara.
- Kelima:
- Pahala-pahala penting.
- Keenam:
- Tidak mencampuri Tugas Ilahi.
- Ketujuh:
- Kesulitan paling sedikit serta luka-luka kecil dalam serangan paling keras.
- Kedelapan:
- Jauh lebih ringan dibandingkan orang-orang lain yang tertimpa musibah.
- Kesembilan:
- Sukacita dalam pengaruh pengumuman luas yang lahir dari ujian keras dalam khidmah Nur serta iman.
- Saudara-saudaraku yang mulia, setia, serta teguh!
- Pertama:
- Kedua:
- Ketiga:
- Keempat:
- Saudara-saudaraku yang mulia serta setia!
- Pertama:
- Kedua:
- Saudara-saudaraku yang mulia serta setia!
- Pertama:
- Kedua:
- Ketiga:
- (Sebuah surat Hüsrev)
- Ustad dan tuan kami yang dicintai!
- Murid Anda yang penuh kekurangan
- Hüsrev
- Saudara-saudaraku yang mulia serta setia!
- Pertama:
- Kedua:
- Ketiga:
- Keempat:
- Saudaraku yang mulia serta setia!
- Saudara-saudaraku yang mulia!
- Saudara-saudaraku yang mulia serta setia!
- Pertama:
- Kedua:
- Saudara-saudaraku!
- Bedîüzzaman Said Nursî
- Saudara-saudaraku yang mulia, setia, tulus, teguh, serta rela berkorban!
- Pertama:
- Satu:
- Dua:
- Tuan Direktur!
- Pembelaan murid-murid Risale-i Nur dalam Pengadilan Afyon yang dibuka tahun 1948, yang pada awalnya dipropagandakan melalui rencana hukuman mati, lalu memberikan putusan untuk pertama kali dan akhirnya berakhir dengan pengembalian seluruh risalah Nur.
- Dalam tahanan
- PEMBELAAN HÜSREV
- Kepada Pengadilan Pidana Berat Afyon,
- Dewan Hakim yang terhormat!
- Bukti Kedua:
- Dewan Hakim yang terhormat!
- Dalam tahanan
- Hüsrev Altınbaşak
- PEMBELAAN TAHİRÎ
- Kepada Pengadilan Pidana Berat Afyon,
- Dalam tahanan
- Tahirî
- PEMBELAAN ZÜBEYR
- Kepada Hakim Pidana Berat Afyon,
- Dewan Hakim yang terhormat!
- SUATU BAGIAN MEMORANDUM PENGADILAN KASASI
- Ditahan di Penjara Afyon
- Dari Konya
- Zübeyr Gündüzalp
- Catatan:
- Setelah pembelaan serta memorandum kasasi ini dikirim ke Pengadilan Kasasi, pimpinan Pengadilan Kasasi memberikan perintah melalui telegram agar Zübeyr dibebaskan dari penjara.
- PEMBELAAN MUSTAFA SUNGUR
- Kepada Pengadilan Pidana Berat Afyon,
- Pertama:
- Para Hakim yang terhormat!
- Para Hakim yang terhormat!
- Para Hakim yang terhormat!
- Guru
- Mustafa Sungur
- MEMORANDUM KASASI MUSTAFA SUNGUR
- 1-
- Pengadilan Pidana Berat menganggap membaca serta menulis risalah-risalah Nur dan berusaha membuat seorang saudara mukmin yang memerlukan memperoleh manfaat dengan memberikannya kepadanya sebagai kejahatan saya, melalui perkataan, ‘Ia mendorong rakyat melawan pemerintah.’ Padahal, dalam pernyataan keberatan, saya berkata menghadapi tuduhan ini:
- 2-
- Saya bersaksi bahwa ketika belajar di Institut Gölköy, Kastamonu, beberapa guru memberikan kepada kami pelajaran untuk tidak beragama. Hâşâ, mereka mengatakan bahwa Al-Qur’an yang mulia ditulis Nabi yang mulia ﷺ, bahwa Islam kini akan dihapus, peradaban maju, dan mengikuti Al-Qur’an pada abad ini merupakan kesalahan serta kemunduran besar. Bahkan, seperti yang dilakukan seorang guru pada suatu hari, mereka berkata bahwa karena kaum Muslim salat serta memikirkan akhirat, mereka selalu dalam keadaan menderita dan umur berlalu dalam derita; dalam masjid-masjid Islam selalu berembus suasana lesu, sedangkan dalam gereja-gereja Kristen selalu terdapat sukacita serta kehidupan yang penuh semangat, dan kaum Kristen merasakan kenikmatan hidup melalui hiburan seperti alat musik serta hal lainnya, lalu melewati umur dalam sukacita. Mereka berusaha memutus ikatan iman serta Islam dalam hati kami dan menempatkan penolakan serta kekufuran sebagai gantinya.
- Para Hakim Pengadilan Kasasi yang terhormat!
- Para Hakim Pengadilan Kasasi yang terhormat!
- Mustafa Sungur
- PEMBELAAN MEHMED FEYZİ
- Kepada Pengadilan Pidana Berat Afyon,
- Dari Kastamonu, ditahan di Penjara Afyon
- Mehmed Feyzi Pamukçu
- PEMBELAAN AHMED FEYZİ
- Kepada Pengadilan Pidana Berat Afyon,
- Para Hakim yang terhormat!
- Adapun persoalan pribadi-pribadi yang diberitakan hadis pada akhir zaman:
- Para Hakim yang terhormat!
- Ditahan di Penjara Afyon
- Dari wilayah Ortaklar
- Ahmed Feyzi Kul
- PEMBELAAN CEYLAN
- Kepada Pengadilan Pidana Berat Afyon,
- Dewan Hakim yang terhormat!
- Ditahan di Penjara Afyon
- Dari Emirdağ
- Ceylan Çalışkan
- PEMBELAAN MUSTAFA OSMAN
- Kepada Pengadilan Pidana Berat Afyon,
- 1-
- Ya, seperti banyak murid Nur, saya juga mulai memperoleh serta membaca risalah-risalah Nur demi mempelajari pendidikan peradaban serta agama yang layak bagi keturkian sejati dan Islam, yang merupakan kehormatan dan keutamaan kami dalam sejarah, serta akhlak Al-Qur’an yang menjadi syiar kebangsaan; menjadi anggota bermanfaat bagi tanah air dan bangsa; serta menjaga dan mempelajari agama dan iman dengan terlindung dari pengaruh ideologi-ideologi asing.
- 2-
- Hadis yang secara tidak ilmiah diklaim Kejaksaan sebagai ‘Palsu’ terdapat sebagai sahih dalam kitab-kitab hadis. Kesahihannya terbukti dengan pasti melalui pengakuan para alim hadis serta pertanyaan-pertanyaan Jepang dan Gereja Anglikan Inggris kepada ulama masa Konstitusi sebelum kebebasan. Para alim Istanbul, alim-alim besar masa itu, bertanya kepada penulis yang dihormati, Bedîüzzaman, lalu para alim penting itu menerima serta tidak dapat menentang jawaban-jawaban melalui takwil hadis itu pada masa tersebut, yang kini terlihat dalam karya bernama Sinar Kelima.
- 3-
- Adapun sebab tuduhan, ‘Membawa gambar-gambar Bedîüzzaman seolah-olah benda suci, mengumpulkan surat-suratnya, serta surat-menyurat’:
- Ditahan di Penjara Afyon
- Dari Safranbolu
- Mustafa Osman
- PEMBELAAN HIFZI BAYRAM
- Kepada Pengadilan Pidana Berat Afyon,
- 1-
- Sebagaimana saya tidak membaca Risale-i Nur dengan gagasan perusakan seperti yang ditekankan pihak penuntut, saya juga tidak mengira membaca, memberikan, atau menyediakannya bagi beberapa orang demi menjaga dan mempelajari agama serta iman saya merupakan kejahatan. Sebab, Risale-i Nur telah melalui pengadilan, dibebaskan serta dikembalikan kepada penulisnya, dan menerima penghargaan serta persetujuan seluruh ulama Islam dan negeri ini. Saya memandang setiap risalahnya dari awal hingga akhir sebagai tafsir penting Al-Qur’an yang, dengan cara berpengaruh, mengajarkan pelajaran Islam serta pendidikan agama yang mengangkat akhlak manusia, membuat mereka memiliki keutamaan, dan menjadi perantara menyelamatkan bangsa-bangsa dari jatuh ke jurang; sebagai karya yang secara maknawi memberikan pertolongan serta kebaikan terbesar kepada bangsa, negeri, bahkan umat manusia. Sebab, tidak terlihat di tempat mana pun atau tercatat oleh kepolisian bahwa murid-murid Nur turut serta dalam peristiwa yang merugikan tanah air, bangsa, serta pemerintahan.
- Dalam tahanan
- PEMBELAAN MUSTAFA DARI EMİRDAĞ
- Kepada Pengadilan Pidana Berat Afyon,
- Dewan Hakim yang terhormat!
- Kebutuhan kami, para pemuda Turki, kepada Risale-i Nur ribuan kali lebih besar daripada kebutuhan seseorang dalam ruang tahanan tertutup akan udara, seseorang di tempat yang sangat gelap akan cahaya, manusia yang lapar serta haus di padang pasir akan air dan makanan, serta siapa pun yang hampir tenggelam di laut akan kapal penyelamat.
- Ditahan di Penjara Afyon
- PEMBELAAN HALİL ÇALIŞKAN
- Kepada Pengadilan Pidana Berat Afyon,
- Dewan Hakim yang terhormat!
- Satu-satunya tujuan serta khidmah Risale-i Nur, Ustad, dan kami para murid ialah khidmah suci kepada Islam, terutama bangsa Turki, dari segi iman serta akhlak. Tentu Risale-i Nur serta para pemberi khidmahnya tidak seharusnya diganggu karena khidmah ini. Inilah tujuan serta maksud kami. Sama sekali tidak ada yang lain.
- Ditahan di Penjara Afyon
- Dari Emirdağ
- Halil Çalışkan
- PEMBELAAN MUSTAFA GÜL
- Kepada Pengadilan Pidana Berat Afyon,
- Dari Isparta
- Mustafa Gül
- PEMBELAAN İBRAHİM KECIL
- Kepada Pengadilan Pidana Berat Afyon,
- Para Hakim yang terhormat!
- Dewan Hakim yang terhormat!
- Ditahan di Penjara Afyon
- Dari İnebolu
- İbrahim Fakazlı
- Sinar Kelima
- Sinar Kelima dari Lem’a Ketiga Puluh Satu dalam Surat Ketiga Puluh Satu.
- PERINGATAN:
- Sinar Kelima ini memiliki satu pendahuluan serta dua puluh tiga persoalan.
- PENDAHULUAN
- Terdiri atas lima pokok.
- POKOK PERTAMA:
- POKOK KEDUA:
- PERINGATAN:
- Peristiwa-peristiwa kecil masa depan yang tidak termasuk hakikat-hakikat iman tidak memiliki arti penting dalam pandangan kenabian.
- POKOK KETIGA:
- Terdiri atas dua butir hikmah.
- Pertama:
- Kedua:
- POKOK KEEMPAT:
- POKOK KELIMA:
- Pendahuluan telah selesai; kita mulai membahas persoalan-persoalan.
- Untuk saat ini, dari ratusan contoh peristiwa gaib itu, dua puluh tiga persoalan yang disebarkan oleh kaum mulhid dengan gagasan merusak akidah orang awam akan dijelaskan dengan amat ringkas melalui Taufik dari Rabb. Persoalan-persoalan itu tidak akan membahayakan seperti perkiraan kaum mulhid; sebaliknya, masing-masing akan terlihat sebagai satu kilau sifat bermukjizat Nabi ﷺ, dan takwilnya yang sejati akan dibuktikan serta diperlihatkan. Aku memohon kepada Rahmat Rabb agar hal ini menjadi sebab penting untuk menguatkan akidah orang awam. Aku memohon kepada Rabbku Yang Rahîm agar kesalahan serta kekeliruanku diliputi Ampunan serta Magfirah-Nya.
- BAGIAN KEDUA SERTA PERSOALAN-PERSOALAN SINAR KELIMA
- PERSOALAN PERTAMA:
- PERSOALAN KEDUA:
- PERSOALAN KETIGA:
- PERSOALAN KEEMPAT:
- PERSOALAN KELIMA:
- PERSOALAN KEENAM:
- PERSOALAN KETUJUH:
- PERSOALAN KEDELAPAN:
- PERSOALAN KESEMBILAN:
- PERSOALAN KESEPULUH:
- PERSOALAN KESEBELAS:
- Hal ini memiliki dua takwil:
- Pertama:
- Takwil kedua:
- PERSOALAN KEDUA BELAS:
- Hal ini memiliki dua takwil:
- Pertama:
- PERSOALAN KETIGA BELAS:
- Hal ini juga memiliki dua segi:
- Satu seginya ialah:
- Segi keduanya ialah:
- PERSOALAN KEEMPAT BELAS:
- PERSOALAN KELIMA BELAS:
- PERSOALAN KEENAM BELAS:
- PERSOALAN KETUJUH BELAS:
- PERSOALAN KEDELAPAN BELAS:
- PERSOALAN KESEMBILAN BELAS:
- Di dunia tidak terdapat satu dinasti yang saling mendukung, satu kabilah yang selaras, atau satu perkumpulan serta jamaah yang tercerahkan, yang dapat mencapai dinasti, kabilah, perkumpulan, serta jamaah Ahlulbait.
- PERSOALAN KEDUA PULUH:
- Adapun terbitnya matahari dari barat merupakan tanda kiamat yang jelas dengan sendirinya. Karena kejelasannya, ia merupakan peristiwa samawi yang menutup pintu tobat yang berkaitan dengan pilihan akal. Karena itu, tafsir serta maknanya jelas dan tidak memerlukan takwil. Hanya terdapat hal berikut:
- Adapun dabbatul-arḍ: Dalam Al-Qur’an terdapat isyarat yang amat ringkas serta ungkapan pendek, suatu ucapan, dari bahasa keadaannya. Untuk saat ini, aku tidak dapat mengetahui perinciannya dengan keyakinan pasti seperti persoalan-persoalan lainnya. Aku hanya dapat berkata sebanyak ini:
- Sebagai pelengkap dua puluh persoalan sebelumnya, terdapat tiga persoalan kecil.
- PERSOALAN PERTAMA:
- JAWABAN:
- PERSOALAN KEDUA:
- JAWABAN:
- Pertama:
- Segi serta sebab kedua:
- Segi serta sebab ketiga:
- Segi serta sebab keempat:
- PERSOALAN KECIL KETIGA:
- Peristiwa Pertama:
- Peristiwa Kedua:
- Peristiwa Ketiga:
- Sinar Kelima Belas
- Secara lahiriah, pelajaran ini merupakan risalah kecil; secara hakikat, ia amat besar, sangat kuat, serta amat luas. Ia merupakan buah iman serta buah Firdaus dari Al-Qur’an, yang muncul dari penyatuan ilmulyaqin serta ainulyaqin dalam kehidupan tafakurku dan kehidupan maknawi Nur yang meneliti hakikat.
- Bedîüzzaman Said Nursî
- BAGIAN PERTAMA
- DARI SURAT KEDUA PULUH
- INTISARI DARI INTISARINYA
- Dalam kalimat tauhid ini terdapat sebelas kabar gembira serta sebelas hujah iman. Kini, aku hanya akan memberikan isyarat amat singkat mengenai hujah-hujah itu, lalu menyerahkan penjelasan serta kabar-kabar gembiranya kepada Surat Kedua Puluh dan bagian-bagian Nur. Namun, sekarang ketika menulis pelajaran tersebut, aku memandang sesuai untuk juga menulis sebagian kata serta butir hikmah yang tidak kukatakan kepada mereka.
- Dari sebelas kata kalimat tauhid tersebut;
- KALIMAT PERTAMA
- Orang-orang yang menginginkan iman yang tidak dapat digoyahkan serta mencari pedang yang tidak dapat dipatahkan untuk melawan anarkisme tanpa agama, hendaklah merujuk Âyetü'l-Kübra.
- KALIMAT KEDUA
- Isyarat amat singkat mengenai hujah di dalamnya ialah:
- KALIMAT KETIGA
- Isyarat amat singkat mengenai hujah di dalamnya ialah:
- KALIMAT KEEMPAT
- Isyarat amat singkat mengenai hujah panjang di dalamnya:
- KALIMAT KELIMA
- Isyarat amat singkat mengenai hujah yang amat luas di dalamnya:
- KALIMAT KEENAM
- Isyarat amat singkat mengenai hujahnya:
- KALIMAT KETUJUH
- Isyarat amat singkat mengenai hujahnya:
- KALIMAT KEDELAPAN
- Isyarat amat singkat mengenai hujah di dalamnya ialah:
- Tentu kalian telah memahami hingga derajat apa orang yang tidak mendengar serta tidak menyimak suara-suara luhur dan kesaksian kuat yang memenuhi kainat ini bersifat tuli, bodoh, serta jahat.
- KALIMAT KESEMBILAN
- Isyarat amat singkat mengenai hujah di dalamnya ialah:
- KALIMAT KESEPULUH
- Isyarat amat singkat mengenai hujah di dalamnya ialah:
- KALIMAT KESEBELAS
- PERTAMA:
- KEDUA:
- Sebab, sebagaimana akhirat merupakan satu pernyataan besar yang terus dikemukakan sosok itu ﷺ sepanjang hidupnya, seluruh seratus dua puluh empat ribu nabi (aleyhimüsselâm) juga menyatakan kehidupan kekal serta kebahagiaan abadi, menyampaikan kabar gembiranya kepada manusia, dan membuktikannya melalui mukjizat tanpa batas serta dalil yang pasti. Karena itu, seluruh mukjizat serta hujah yang menunjukkan kenabian dan kebenaran mereka tentu bersaksi bagi akhirat serta kehidupan kekal, yang merupakan pernyataan mereka yang paling besar dan terus-menerus.
- Melalui perbandingan dengan hal ini, seluruh dalil yang membuktikan rukun-rukun iman lainnya juga bersaksi bagi terjadinya kebangkitan serta terbukanya negeri kebahagiaan.
- KETIGA:
- Karena penjelasan, perincian, serta hujah isyarat amat singkat ini terdapat dengan terang serta kuat dalam Risale-i Nur, kita menyerahkannya kepada karya itu dan mempersingkat kisah yang amat panjang ini.
- INTISARI SINGKAT AL-FATIHAH YANG MULIA
- Ini merupakan contoh pelajaran amat singkat bagi murid-murid Nur di penjara. Pelajaran itu ialah:
- KALIMAT PERTAMA:
- Harga semua itu ialah Bismillah pada awalnya, Elhamdülillah pada akhirnya, serta merasakan Pemberian Nikmat dalam nikmat di tengahnya dan mengenal Rabb-nya melalui nikmat itu.
- Pandanglah nafsu, perut, serta indra lahir serta batinmu sendiri! Lihatlah berapa banyak hal serta nikmat yang mereka butuhkan, dan hingga derajat apa mereka menginginkan rezeki serta kenikmatan dengan harga pujian serta syukur. Bandingkan setiap makhluk hidup dengan dirimu.
- KALIMAT KEDUA:
- KALIMAT KETIGA:
- Misalnya, di seluruh bumi serta ruang, Dia menumbuhkan rezeki seluruh makhluk hidup, terutama yang tak berdaya dan khususnya anak-anak, di luar pilihan serta kemampuan mereka, dengan cara yang amat luar biasa, dari tiada, dari biji-biji serupa, tetes-tetes air, serta butir-butir tanah.
- Bahkan bagi burung-burung kecil yang lemah serta tidak bersayap dalam sarang di puncak pohon, Dia membuat ibu-ibu mereka berkeliling seperti prajurit pembawa perintah dan mendatangkan rezeki mereka.
- Dia juga menundukkan singa yang lapar kepada anaknya; singa tidak memakan daging yang diperoleh, tetapi memberikannya kepada anaknya.
- Kepada anak-anak hewan lain serta manusia, melalui keran payudara, Dia mengirim susu yang nikmat, bergizi, murni, jernih, serta putih seperti air Kautsar, dari antara darah merah serta kotoran yang tercemar, tanpa terkotori atau menjadi keruh, sebagai pertolongan bagi mereka; Dia memberikan kasih ibu-ibu mereka sebagai bantuan.
- Sebagaimana Dia membuat rezeki yang sesuai mengejar seluruh pohon yang menginginkan suatu jenis rezeki dengan cara amat luar biasa, kepada indra lahir serta batin, akal, hati, serta ruh manusia yang menginginkan suatu jenis rezeki jasmani dan maknawi juga dianugerahkan hamparan perbekalan yang amat luas.
- Seakan-akan kainat berupa ratusan ribu hamparan perbekalan yang berbeda serta beraneka ragam, terbungkus di dalam satu sama lain seperti kelopak bunga mawar serta pembungkus tongkol jagung. Melalui lidah sebanyak hamparan itu serta makanan dan nikmat di dalamnya, dan melalui bahasa berbeda yang menyeluruh maupun juz’i, hamparan-hamparan tersebut memperlihatkan Ar-Rahmân Yang Razzâq serta Sang Rahîm Yang Karîm kepada orang yang tidak sepenuhnya buta.
- Jika dikatakan, ‘Musibah, keburukan, serta kejahatan dalam dunia ini bertentangan dengan Rahmat yang meliputi itu dan mengeruhkannya.’
- Jawaban:
- Dalam risalah-risalah Nur, seperti Risalah Takdir, pertanyaan mengerikan ini telah dijawab dengan lengkap. Dengan menyerahkannya kepada karya-karya itu, isyarat amat singkat mengenainya ialah:
- Misalnya, di antara ratusan hikmah serta manfaat jenis-jenis seperti salju, dingin, api, dan hujan, jika sebagian orang yang tidak memperhatikan serta tidak berhati-hati menjadikannya hal yang merugikan diri sendiri melalui pilihan yang buruk—misalnya memasukkan tangan ke api—lalu berkata bahwa dalam penciptaan api tidak terdapat rahmat, manfaat-manfaat api yang baik, berguna, serta penuh belas kasih yang tidak dapat dihitung membantahnya dan memukul mulutnya.
- KALIMAT KEEMPAT:
- Pertama:
- Kedua:
- Seperti yang dijelaskan dalam Panduan, seluruh masa lalu serta masa depan, makhluk, dan kainat terus-menerus menghujani ruh serta hatinya dengan penderitaan tanpa batas melalui sirna serta perpisahan mereka. Semua itu membuatnya menderita azab neraka sebelum pergi ke neraka.
- Ketiga:
- KALIMAT KELIMA:
- Tiba-tiba, melalui pintu ‘nun’ itu terbuka medan perjalanan khayal. Aku mengetahui serta melihat hingga tingkat menyaksikannya sendiri rahasia agung serta manfaat besar jamaah dalam salat, dan bahwa huruf tunggal ini merupakan satu mukjizat. Demikianlah:
- Dengan terheran-heran, aku menyaksikan rahasia suci jamaah dalam salat serta mukjizat indah nun, lalu keluar sebagaimana masuk melalui pintu nun. Aku berkata Elhamdülillah. Aku terbiasa juga mengucapkan kalimat
- atas nama ketiga jamaah tersebut serta sahabat-sahabatku yang besar dan amat kecil itu. Kini, pendahuluan telah selesai; kita datang ke inti pembahasan.
- Isyarat amat singkat mengenai hujah yang ditunjukkan
- Pertama:
- Kedua:
- KALIMAT KEENAM:
- Ya, sebagaimana di antara jalan-jalan yang menuju dari suatu tempat ke tempat lain serta garis-garis yang ditarik dari satu titik ke titik jauh, yang paling pendek ialah yang paling lurus serta tidak berbelok, demikian pula dalam perkara maknawi, jalan-jalan maknawi, serta jalan hati, yang paling benar serta paling lurus ialah yang paling pendek serta paling mudah.
- Misalnya, seluruh perbandingan dalam Risale-i Nur serta perbandingan jalan kekufuran dan iman memperlihatkan dengan pasti bahwa jalan iman serta tauhid amat pendek, lurus, istiqamah, dan mudah. Jalan kekufuran serta pengingkaran amat panjang, penuh kesulitan, dan berbahaya.
- Jadi, dalam kainat yang digerakkan melalui jalan istiqamah, penuh Hikmah, serta paling pendek dan mudah dalam setiap hal ini, tentu syirik serta kekufuran tidak dapat memiliki hakikat; hakikat iman serta tauhid perlu dan niscaya bagi kainat ini seperti matahari.
- Dalam akhlak manusia, jalan yang paling nyaman, bermanfaat, pendek, serta selamat juga berada dalam siratal-mustaqim, dalam istiqamah.
- Misalnya, jika daya akal kehilangan hikmah yang merupakan batas tengah serta istiqamah yang mudah dan bermanfaat, melalui berlebihan atau terlalu kurang, ia jatuh ke kelicikan berpikir yang merugikan serta kebodohan yang membawa malapetaka, lalu mengalami bahaya dalam jalan-jalannya yang panjang.
- Jika daya amarah tidak mengikuti keberanian yang merupakan batas istiqamah, melalui berlebihan ia jatuh ke keberanian membabi buta serta kesewenang-wenangan yang amat merugikan dan zalim; melalui terlalu kurang, ia jatuh ke rasa takut serta sikap pengecut yang amat hina dan penuh penderitaan. Sebagai hukuman atas kesalahan kehilangan istiqamah, ia menderita azab hati nurani yang terus-menerus.
- Melalui perbandingan dengan hal-hal ini, dalam seluruh jalan kehidupan pribadi serta kehidupan masyarakat, istiqamah paling bermanfaat, mudah, dan pendek. Jika siratal-mustaqim hilang, jalan-jalan itu menjadi amat penuh malapetaka, panjang, serta merugikan.
- KALIMAT KETUJUH:
- Pertama:
- Kedua:
- KALIMAT KEDELAPAN:
- Ya, sejarah manusia serta kitab-kitab suci, dengan bertumpu pada berita mutawatir, peristiwa serta pengetahuan menyeluruh yang pasti, dan hal-hal yang disaksikan manusia, secara sepakat, jelas, serta pasti memberitahukan bahwa:
- Ya, sejak masa Adam (as), dua arus besar datang dengan saling berbenturan dalam kemanusiaan. Yang satu ialah ahli kenabian, kesalehan, serta iman, yang melalui mengikuti jalan istiqamah menerima nikmat dan kebahagiaan dunia dan akhirat. Karena bertindak dengan istiqamah sesuai keindahan sejati, keteraturan, serta kesempurnaan kainat, mereka menerima anugerah-anugerah Pemilik kainat dan kebahagiaan dunia dan akhirat. Mereka menjadi sarana mengangkat manusia ke derajat malaikat, bahkan di atasnya; melalui hakikat iman, mereka memperoleh serta membuat orang lain memperoleh surga maknawi di dunia dan kebahagiaan di akhirat.
- KALIMAT KESEMBILAN:
- (Catatan): Menurut derajat masing-masing, jika orang awam menerima bagian sebesar biji dari hakikat suci ini, manusia sempurna yang telah maju secara ruhani menerima bagian sebesar pohon kurma. Namun, orang yang belum maju lebih jauh tidak seharusnya sengaja membawa makna-makna ini ke pikiran ketika membaca Al-Fatihah, agar rasa hadir di hadapan-Nya tidak terganggu. Jika ia maju ke kedudukan tersebut, makna-makna itu memang akan memperlihatkan diri dengan sendirinya.
- (Catatan kecil): Kami bertanya kepada Ustad mengenai penjelasan kata ‘sengaja’ dalam catatan ini. Kami menulis jawaban yang diperoleh persis sebagaimana adanya:
- Atas nama murid-murid Risale-i Nur di Madrasah Yusuf Ketiga, Ceylan
- Aku melihat bahwa makna-makna luas serta luhur kata-kata tasyahud dan Al-Fatihah dipikirkan secara tidak langsung, tanpa kesengajaan. Bukan perincian yang memberikan suatu jenis kelalaian dalam perhatian serta rasa hadir di hadapan-Nya, melainkan makna ringkas dan pendek yang mengusir kelalaian serta mencerahkan ubudiyah dan munajat. Ia memperlihatkan sepenuhnya nilai salat, Al-Fatihah, serta tasyahud yang amat luhur. Adapun maksud ‘tidak menyibukkan diri dengan sengaja’ pada akhir Bagian Kedua ialah: Menyibukkan diri secara langsung dengan perincian makna-makna itu terkadang membuat orang melupakan salat, mungkin mengganggu rasa hadir di hadapan-Nya. Namun, secara tidak langsung serta dengan cara ringkas, aku merasakan manfaat-manfaat besarnya.
- BAGIAN KETIGA
- PENDAHULUAN
- ISYARAT PERTAMA:
- ISYARAT KEDUA:
- Sejenis terjemahan serta makna singkat: Yakni, yang bersaksi bagi kerasulan Muhammad ﷺ.
- PERTAMA:
- Hujah kerasulan yang muncul dari sebelas keadaannya.
- Ya, meskipun tidak belajar membaca serta menulis dan bersifat ummi, beliau muncul sekaligus, tanpa pengalaman dan tiba-tiba, dengan agama yang membuat orang-orang berakal serta filsuf empat belas abad terheran-heran, dan mencapai peringkat pertama di antara agama-agama samawi. Hal ini merupakan keadaan yang tidak menerima tandingan, sebagaimana...
- Islam yang muncul dari ucapan, perbuatan, serta keadaan beliau memberikan pelajaran yang mendidik ruh, nafsu, serta akal tiga ratus lima puluh juta manusia pada setiap masa, dan mengarahkan mereka kepada kemajuan maknawi. Hal ini merupakan keadaan yang tidak memiliki tandingan.
- Beliau juga muncul dengan syariat demikian sehingga melalui hukum-hukumnya yang adil, syariat itu mengatur seperlima jenis manusia dalam kemajuan jasmani serta maknawi selama empat belas abad. Hal ini merupakan keadaan yang tidak memiliki tandingan, sebagaimana...
- Sosok itu ﷺ muncul dengan iman serta keyakinan demikian sehingga seluruh ahli hakikat pada setiap masa, sambil menerima limpahan dari derajat iman beliau, secara sepakat membenarkan bahwa ia berada pada derajat yang paling tinggi serta paling kuat. Penentangan para lawan tanpa batas pada masa itu tidak memberikan kecemasan, bisikan, atau keraguan sebesar zarah kepada beliau. Hal ini memperlihatkan bahwa dalam kekuatan iman pun beliau tidak memiliki tandingan, dan imannya yang menyeluruh serta luhur tidak ada bandingnya.
- Beliau juga memperlihatkan ubudiyah serta ibadah demikian: Menyatukan awal dengan akhir, tanpa meniru siapa pun, melihat serta memperhatikan rahasia-rahasia ibadah yang paling halus, dan bahkan pada masa yang paling gaduh menjalankan ubudiyah sepenuhnya. Hal ini merupakan keadaan yang tidak memiliki tandingan, sebagaimana...
- Beliau memanjatkan doa, munajat, serta permohonan kepada Sang Khâliq-nya dengan cara demikian sehingga hingga masa ini, meskipun pemikiran-pemikiran telah terhimpun, derajat itu belum dicapai. Misalnya, dalam munajat Cevşenü'l-Kebir, dengan menjadikan seribu satu Asma Ilahi sebagai pemberi syafaat, beliau menyifati serta memperkenalkan Sang Khâliq-nya melalui cara yang tidak memiliki tandingan.
- Tidak seorang pun dapat mencapai beliau dalam makrifatullah; hal ini merupakan keadaan yang tidak memiliki tandingan.
- Beliau mengajak manusia kepada agama dengan keteguhan demikian dan menyampaikan kerasulannya dengan keberanian demikian sehingga meskipun kaumnya, pamannya, negara-negara besar dunia, serta pengikut agama-agama lama menentang dan memusuhinya, beliau tidak takut maupun mundur sebesar zarah, menantang mereka semua, serta berhasil. Hal ini merupakan keadaan yang tidak memiliki tandingan.
- Keseluruhan delapan keadaan luar biasa serta tanpa tandingan ini merupakan kesaksian yang amat kuat bagi kebenaran serta kenabian beliau.
- Keadaan-keadaan ini juga memperlihatkan bahwa sosok itu ﷺ memiliki kesungguhan serta ketenteraman pada derajat tertinggi, dan keyakinan pasti akan kebenarannya yang sempurna serta keteguhannya dalam kebenaran.
- Dunia Islam pada setiap hari, setiap tasyahud, melalui jutaan lidah berkata
- Dunia Islam menyatakan ketundukan kepada tugas beliau serta membenarkan kabar gembira kebahagiaan abadi yang beliau bawa. Sebagai balasan bahwa beliau membuka jalan yang kukuh menuju kehidupan kekal yang dicari kemanusiaan melalui cinta mendalam serta kerinduan alami dan berbasis bakat yang amat kuat, dunia Islam dengan rasa berutang budi serta syukur melakukan kunjungan dan pertemuan maknawi melalui
- lalu memberikan selamat kepada beliau atas nama tiga ratus lima puluh juta, bahkan miliaran orang.
- KESAKSIAN KEDUA
- dari dua puluh kesaksian menyeluruh, yang memuat banyak kesaksian:
- Yakni, hakikat, terwujudnya, serta kebenaran keenam rukun iman pasti bersaksi bagi kerasulan serta kebenaran Muhammad ﷺ.
- Sebab, pribadi maknawi kehidupan kerasulannya, dasar seluruh pernyataannya, serta hakikat kenabiannya ialah keenam rukun itu. Karena itu, seluruh dalil yang menunjukkan terwujudnya rukun-rukun tersebut juga menunjukkan bahwa kerasulan Muhammad ﷺ benar serta beliau benar.
- Sebagaimana Risalah Buah serta tambahan-tambahan Kalimat Kesepuluh menjelaskan bahwa rukun-rukun lainnya menunjukkan terwujudnya akhirat, demikian pula setiap rukun bersama hujah-hujahnya merupakan hujah bagi kerasulan beliau.
- KESAKSIAN MENYELURUH KETIGA, yang memuat ribuan kesaksian:
- Yakni, sosok itu ﷺ, seperti matahari, menjadi dalil bagi dirinya sendiri. Melalui ribuan mukjizat serta kesempurnaan dan akhlaknya yang luhur serta indah, beliau bersaksi dengan amat kuat bagi kerasulan serta kebenarannya.
- KESAKSIAN KEEMPAT, yang memuat banyak kesaksian amat kuat:
- Yakni, Al-Qur’an yang bermukjizat dalam penjelasannya bersaksi bagi kerasulan serta kebenaran beliau melalui hakikat dan hujah tanpa batas.
- KESAKSIAN-KESAKSIAN MENYELURUH KELIMA, KEENAM, KETUJUH, SERTA KEDELAPAN:
- KESAKSIAN KESEMBILAN, KESEPULUH, KESEBELAS, SERTA KEDUA BELAS:
- Yakni, di antara kesaksian-kesaksian menyeluruh bagi kejujuran serta kebenaran Muhammad ﷺ,
- KESEMBILAN:
- KESEPULUH:
- KESEBELAS:
- Salah satu saksi tanpa batas itu pada masa ini ialah Risale-i Nur. Karena para pengingkar tidak menemukan jalan apa pun untuk melawannya, mereka menipu kepolisian serta pengadilan dan berusaha membungkamnya melalui perantaraan pengadilan.
- KEDUA BELAS:
- KESAKSIAN KETIGA BELAS:
- Terdiri atas empat hujah menyeluruh, amat luas, serta pasti:
- Makna singkat bagian ini akan dijelaskan di sini; penjelasan serta dasar nukilannya terdapat dengan lengkap pada akhir bagian Mu'cizat-ı Ahmediye ﷺ dalam Zülfikar.
- Yakni, tokoh-tokoh manusia yang termasyhur serta dikenal pada masa lalu—terutama para nabi, kemudian para arif, peramal, serta hatif—secara sepakat telah memberitahukan dengan amat jelas dan berulang kerasulan serta kedatangan Muhammad ﷺ, sebagai jenis irhasat. Hal ini dicatat serta diterima dalam kitab-kitab sejarah, sirah, dan hadis melalui nukilan sahih serta sebagian melalui berita mutawatir. Karena bagian paling kuat serta pasti dari ribuan berita itu telah dijelaskan secara terperinci dalam Risalah Mu'cizat-ı Ahmediye ﷺ, kita menyerahkannya kepada karya tersebut dan melalui isyarat amat singkat berkata:
- Para nabi dalam kitab-kitab samawi suci: Dari bagian ratusan ayat Taurat, Injil, serta Zabur mengenai kenabian Muhammad ﷺ yang mendekati kejelasan, dua puluh ayat telah ditulis dalam Surat Kesembilan Belas. Meskipun banyak perubahan yang merusak dilakukan oleh kaum Kristen serta Yahudi, Husain Al-Jisri tetap menulis dalam kitabnya seratus ayat yang memberitahukan kenabian Ahmad ﷺ.
- Adapun para peramal, terutama Syiqq serta Satih yang terkenal, yang memberitahukan perkara gaib melalui ruh serta jin dan kini disebut medium: Melalui nukilan sahih yang mutawatir, mereka dengan jelas memberitahukan kedatangan Nabi ﷺ serta bahwa beliau akan menghapus Negara Persia. Dengan cara yang tidak menyisakan keraguan, mereka juga berulang kali mengatakan bahwa seorang nabi ﷺ akan segera muncul di Hijaz, sebagaimana...
- KESAKSIAN KEEMPAT
- KESAKSIAN KELIMA BELAS:
- Kita menyerahkan perincian kesaksian yang amat pasti, luas, serta suci ini kepada Risale-i Nur, lalu melalui isyarat amat singkat memandang makna garis besarnya:
- Kelima belas kesaksian menyeluruh ini masing-masing memuat banyak kesaksian. Bahkan ‘Kesaksian Ketiga’ melalui bahasa mukjizat memuat seribu kesaksian. Dengan kepastian serta kekuatan demikian, semuanya membuktikan pernyataan
- dan mengumumkan terwujudnya, nilai, serta arti pentingnya. Sebagaimana dunia Islam pada setiap hari lima kali mengumumkan pernyataan itu kepada kainat melalui ratusan juta lidah dalam tasyahud, miliaran ahli iman juga tanpa ragu membenarkan serta menerima bahwa hakikat Muhammad ﷺ, yang merupakan dasar pernyataan itu, ialah biji asal kainat, suatu sebab penciptaannya, serta buahnya yang paling sempurna.
- Hendaklah dibandingkan hingga derajat apa orang yang tidak yakin atau tidak mementingkan hakikat demikian mengalami kerugian, melakukan kesalahan, kebodohan, serta kejahatan!..
- Sebagaimana melalui isyarat-isyaratnya dalam Bagian Kedua, Al-Fatihah dalam salat memperlihatkan hujah-hujah pasti serta membubuhkan tanda tangan tanpa batas pada pernyataan hakikat tauhid dalam
- pada tasyahud, dalam Bagian Ketiga ini juga ia membawa saksi-saksi kuat dan membuat tanda tangan pembenaran tanpa akhir dibubuhkan pada pernyataan hakikat kerasulan dalam
- juga pada tasyahud.
- Yâ Erhame'r-râhimîn! Demi kehormatan Rasul Yang Paling Mulia ﷺ ini, jadikan kami penerima syafaatnya, berhasil mengikuti sunahnya, serta bertetangga dengan keluarga dan para sahabatnya dalam negeri kebahagiaan, âmin âmin âmin!
- BAGIAN KEDUA EL-HÜCCETÜ'Z-ZEHRA
- Kini, dari banyak alam serta lapisan yang dimasukinya melalui perjalanan khayal yang merupakan hakikat itu sendiri sekaligus bermakna perumpamaan, kita hanya akan menjelaskan dengan amat ringkas tiga lapisan sebagai contoh, serta satu contoh perbandingan pada akhir Al-Fatihah hanya dari segi daya akal. Hal-hal lain yang disaksikannya serta perbandingan lainnya kita serahkan kepada perbandingan-perbandingan Risale-i Nur.
- Contoh pertama demikian:
- Pengembara yang datang ke dunia semata-mata demi mengenal serta menemukan Sang Khâliq-nya berkata kepada akalnya: Kita telah bertanya mengenai Sang Khâliq kita kepada setiap hal, serta menerima jawaban indah dan lengkap. Kini, seperti peribahasa ‘Matahari harus ditanyakan kepada matahari,’ kita juga akan melakukan satu perjalanan lagi demi mengenal serta menemukan Sang Khâliq kita melalui Tajalli Sifat-Sifat suci-Nya seperti Ilmu, Kehendak, dan Kudrat, hasil-hasil yang terlihat, serta Manifestasi Asma-Nya. Dengan demikian ia memasuki dunia. Seperti orang-orang sesat yang merupakan arus kedua, tiba-tiba ia menaiki kapal bola bumi. Ia mengenakan kacamata sains serta filsafat yang tidak mengikuti hikmah Al-Qur’an. Melalui program ilmu geografi yang tidak membaca Al-Qur’an, ia memandang dan melihat bahwa:
- Contoh kedua
- dari contoh-contoh yang dilihat pengembara itu dalam perjalanan ke alam-alam: Ia keluar dari kapal bola bumi serta memasuki alam hewan dan manusia. Melalui kacamata filsafat alam yang tidak menerima ruh dari agama, ia memandang alam itu dan melihat bahwa:
- Meskipun makhluk hidup tanpa batas itu memiliki kebutuhan tanpa batas, serta musuh merugikan dan peristiwa tanpa belas kasih yang melukai serta menyakiti mereka tanpa batas, modal mereka untuk menghadapi kebutuhan itu hanya dapat berupa satu dari seribu, bahkan satu dari seratus ribu. Kemampuan mereka menghadapi hal-hal merugikan itu hanya satu dari sejuta. Dalam keadaan yang amat mengerikan serta patut dikasihani ini, melalui rasa iba serta kasih kepada sesama makhluk hidup dan keterkaitan akal, pengembara begitu mengasihani keadaan mereka, bersedih, putus asa, serta menerima penderitaan seperti azab neraka. Ketika amat menyesal telah memasuki alam yang kacau itu, tiba-tiba hikmah Al-Qur’an datang menolongnya, memberikan teropong
- serta berkata, ‘Pandanglah!’ Ia memandang dan melihat bahwa:
- Contoh ketiga
- dari ratusan hal yang disaksikan dalam perjalanannya: Pengembara dunia yang ingin mengenal Sang Khâliq-nya melalui Tajalli serta Manifestasi Asma dan Sifat-Sifat-Nya berkata kepada akal dan khayalnya, ‘Marilah! Seperti ruh serta malaikat, kita juga akan meninggalkan tubuh di bumi dan naik ke langit. Kita akan bertanya mengenai Sang Khâliq kita kepada mereka yang berada di langit.’ Ruh menunggangi khayal, dan akal menunggangi pemikiran, lalu mereka naik ke langit. Mereka mengambil ilmu kosmografi sebagai pedoman. Melalui pandangan filsafat yang tidak mendengarkan agama, serta arus maghdub dan dallin, mereka memandang. Pengembara melihat bahwa:
- Ribuan massa serta bintang pemancar api, yang di antaranya terdapat benda seribu kali lebih besar daripada bola bumi dan bergerak seratus kali lebih cepat daripada peluru meriam, berkeliling dengan cepat di dalam satu sama lain, seakan-akan tidak sadar, tak bernyawa, serta mengembara tanpa arah. Jika melalui suatu kebetulan salah satunya kehilangan jalan selama satu menit, ia akan bertabrakan dengan bola yang tidak sadar dalam alam yang kosong, tidak bertepi, tanpa batas, serta tanpa akhir itu, lalu menjadi sebab kekacauan seperti kiamat.
- Pengembara itu memasuki arus
- Ia selamat dari dallin serta
- Tiba-tiba ia melihat negeri yang teratur, indah, serta megah seperti surga. Dengan menyaksikan keadaan bahwa di setiap arah mereka memperkenalkan Sang Khâliq Dzul-Jalâl, nilai serta tugas akal dan khayal maju seribu tingkat.
- Melalui perbandingan dengan ketiga contoh tersebut dari ratusan contoh perjalanan pengembara dalam kainat, kita menyerahkan hal-hal lain yang disaksikannya serta makrifat Wâjibul Wujûd melalui Manifestasi Asma kepada Risale-i Nur. Dengan mencukupkan isyarat amat singkat ini serta mempersingkat kisah yang amat panjang, dari Sifat-Sifat suci yang memperkenalkan Sang Khâliq kita, dan dari ketujuh Sifat-Nya, kita hanya akan berusaha mengenal Sang Khâliq kainat melalui hasil, Tajalli, serta hujah terwujudnya tiga Sifat penting, seperti Ilmu, Kehendak, dan Kudrat, melalui isyarat-isyarat amat singkat seperti pengembara dunia itu. Perinciannya kita serahkan kepada Risale-i Nur.
- Dalam suatu jenis terjemahan amat singkat, dengan memberikan isyarat amat pendek mengenai Ilmu Ilahi, hakikat iman yang amat penting ini, serta menyerahkan perinciannya kepada Risale-i Nur, kita berkata: {(Catatan): Bagian setelah ini ditulis ketika aku menderita penyakit mengerikan serta beracun yang belum pernah kulihat sepanjang umur. Hendaklah kekuranganku dipandang dengan toleransi. Hüsrev dapat mengubah, mengganti, serta memperbaiki bagian yang tidak dipandangnya sesuai.}
- Ya, sebagaimana Rahmat memperlihatkan diri seperti matahari melalui rezekinya yang menakjubkan serta pasti membuktikan Ar-Rahmân Yang Rahîm di balik tirai gaib, demikian pula Ilmu, yang menempati ratusan ayat Al-Qur’an serta dari satu segi merupakan yang paling utama di antara ketujuh Sifat suci, memperlihatkan diri seperti sinar matahari melalui hikmah dan buah keteraturan serta keseimbangan, dan dengan pasti memberitahukan Wujud Sang Alîm Yang Mengetahui Setiap Hal.
- Ya, perbandingan seni manusia yang rapi serta terukur, yang menunjukkan kesadaran dan ilmunya, dengan keindahan penciptaan manusia, yang menunjukkan Ilmu serta Hikmah Sang Khâliq manusia, persis seperti perbandingan kilau mungil cahaya kunang-kunang pada malam hari dengan sinar matahari yang meliputi pada siang hari.
- Kini, sebelum menjelaskan dalil-dalil Ilmu Ilahi, kita memandang bahwa Sifat suci itu melalui Tajalli dalam jenis-jenis kainat menunjukkan serta bersaksi bagi Zat Yang Mahasuci dengan amat jelas. Pada malam mikraj Muhammad ﷺ, ketika menerima Hadirat serta Sapaan Ilahi, tiba-tiba beliau berkata
- Karena menjadi wakil serta utusan atas nama seluruh makhluk hidup dan jenis makhluk, sebagai ganti salam, beliau mempersembahkan hadiah seluruh makhluk hidup kepada Sang Khâliq-nya, atas nama seluruh makhluk berkesadaran, dengan cara mereka memperkenalkan Rabb mereka melalui Manifestasi Sifat Ilmu.
- Pertama:
- Kalimat Suci Mikraj Kedua:
- Ya, melalui mata kita melihat bahwa seluruh anak kecil yang tidak bersalah serta tempat simpan dan kotak mungil yang diberkahi itu, melalui Ilmu Sang Alîm Yang Hakîm, baik seluruhnya maupun setiap individu, sekaligus mulai bergerak untuk bangun serta berjalan menuju tujuan penciptaannya. Mereka membuat orang yang memandang melalui pandangan hakikat berkata, ‘Seribu bârekellah! Seratus ribu mâşâallah!’
- Kalimat Ketiga:
- Kalimat Suci Keempat:
- Ya, kainat ini merupakan cermin serta Manifestasi Keelokan dan Keindahan tanpa akhir yang abadi. Seluruh keindahan, kesempurnaan, serta kecantikan dalam kainat datang dari Keindahan abadi itu; melalui ikatan dengan Keindahan itu, segala sesuatu menjadi indah dan nilainya meningkat. Jika tidak, kainat menjadi puing kacau serta tempat kesedihan. Ikatan tersebut dipahami melalui makrifat dan pembenaran manusia, malaikat, serta ruhani yang menjadi pewarta dan pengumum Kerajaan Keilahian.
- Sebagaimana manusia serta malaikat memperkenalkan Sang Ma'bûd Dzul-Jalâl melalui iman serta ubudiyah, demikian pula Sang Hakîm Dzul-Jalâl memperkenalkan Diri-Nya dengan amat terang melalui bakat-bakat yang sangat menyeluruh, perlengkapan yang amat luar biasa, serta ketelitian ilmu yang diberikan kepada para pengumum itu. Dia menjadikan masing-masing sebagai kainat kecil yang berkaitan dengan seluruh kainat. Misalnya, dengan menciptakan berbagai mesin menakjubkan, seperti daya ingat, daya khayal, serta daya berpikir, dalam ruang sebesar buah kenari pada kepala manusia yang kecil, dan menjadikan daya ingat sebagai perpustakaan besar, Dia memperlihatkan Diri-Nya seperti matahari melalui Manifestasi Ilmu azali. {(): Penyakitku yang amat keras tidak mengizinkan lebih jauh. Ini hanya satu sumber serta bantuan bagi tugas terjemahan Hüsrev.}
- Kini, kita menunjuk makna amat singkat serta suatu jenis terjemahan bagian berbahasa Arab yang telah disebutkan, yang menunjuk hujah-hujah menyeluruh Ilmu yang meliputi. Sebagai hujah luas, ia memuat bukti tanpa batas serta memperlihatkan Ilmu yang meliputi melalui lima belas dalil.
- Dalil Pertama dari Lima Belas Dalil:
- ialah
- Yakni, kerapian terukur serta keteraturan seimbang yang disaksikan pada seluruh makhluk bersaksi bagi Ilmu yang meliputi.
- Dalil Kedua:
- Ya, misalnya, kita melihat bahwa anggota tubuh serta perlengkapan lalat dan manusia, bahkan sel-sel tubuh serta butir-butir merah dan putih dalam darahnya, ditempatkan melalui keseimbangan yang begitu peka serta ukuran yang amat halus. Mereka demikian serasi dan sesuai satu sama lain; anggota tubuh lainnya juga begitu serasi dan teratur, sehingga siapa pun yang tidak memiliki Ilmu tanpa akhir sama sekali tidak mungkin memberikan keadaan itu kepada mereka.
- Dalil Ketiga:
- Misalnya, dari makhluk hidup tanpa batas, lidah yang hanya satu perlengkapan dari seratus perlengkapan manusia, meskipun berupa sepotong daging, melalui dua tugas besar menjadi alat bagi ratusan hikmah, hasil, buah, serta manfaat. Tugasnya dalam kesenangan makanan ialah mengetahui seluruh rasa yang berbeda, memberitahukannya kepada tubuh serta perut, dan menjadi pemeriksa yang teliti bagi dapur-dapur Rahmat Ilahi. Tugasnya dalam kata-kata ialah menjadi penerjemah serta sentral yang lengkap bagi hati, ruh, dan otak. Tentu hal ini menunjukkan serta bersaksi dengan amat terang dan pasti bagi Ilmu yang meliputi.
- Dalil Keempat:
- Peringatan:
- Penjelasan kata-kata dalam bagian berbahasa Arab, yang merupakan inti dari intisari intisari Risale-i Nur, menunjuk hakikat-hakikat yang diperoleh Risale-i Nur, yang memancar dari Al-Qur’an, melalui kilau-kilau ayat Al-Qur’an, terutama dalil serta hujah mengenai Ilmu, Kehendak, dan Kudrat. Dalil-dalil ilmu yang ditunjukkan kata-kata Arab ini ditafsirkan dengan perhatian besar. Jadi, masing-masing menjelaskan satu isyarat serta butir hikmah banyak ayat. Penjelasan itu tidak merupakan tafsir, uraian, maupun terjemahan kata-kata Arab tersebut. Kita kembali ke inti pembahasan.
- Ya, melalui mata kita melihat bahwa terdapat Sang Alîm Yang Rahîm, yang mengenal diri kita serta seluruh makhluk berjiwa, dan dengan Pengetahuan melindungi mereka melalui Belas Kasih; Dia mengetahui kebutuhan serta setiap penderitaan mereka, dan dengan Pengetahuan datang menolong melalui Inayah-Nya. Salah satu dari contoh tanpa batas ialah Inayah khusus serta umum yang datang kepada manusia dari segi rezeki, obat, dan mineral yang diperlukan. Hal-hal itu memperlihatkan dengan amat jelas Ilmu yang meliputi, serta bersaksi bagi Ar-Rahmân Yang Rahîm sebanyak rezeki, obat, dan mineral.
- Dalil Kelima serta Keenam:
- Ya, sebagai contoh dari contoh tanpa batas, kita memandang hanya satu pohon serta seorang manusia, dan melihat bahwa batas-batas lahir dan batin, luar serta dalam pohon berbuah dan manusia dengan banyak perlengkapan itu digambar melalui jangka gaib serta Pena Ilmu halus, dan setiap anggota diberi rupa yang sesuai dengan keteraturan penuh, hingga tidak seorang pelukis pun dapat menirunya sepenuhnya. Hal ini agar mereka mencapai buah, hasil, serta tugas alami. Karena semua itu dapat terjadi melalui Ilmu tanpa akhir, mereka bersaksi sebanyak tumbuhan dan hewan bagi Ilmu tanpa batas serta niscayanya Wujud Sang Pembuat Yang Musawwir, Sang Alîm Yang Muqaddir. Dia mengetahui dan memperhatikan hubungan setiap hal dengan setiap hal, lalu dengan Pengetahuan membuat ukuran serta rupa luar dan dalam seluruh sesama dan jenis pohon serta manusia ini dengan Hikmah, melalui Jangka dan Pena Qada serta Takdir Ilmu azali-Nya.
- Dalil Ketujuh serta Kedelapan:
- ialah
- Yakni, ajal dan rezeki, yang demi Hikmah penting dalam pandangan lahiriah disangka kabur serta tidak tertentu, berada di bawah tirai kekaburan: Dalam daftar Qada serta Takdir azali, pada halaman ketentuan hidup, ajal setiap makhluk hidup ditakdirkan serta ditentukan; ia tidak maju atau mundur. Terdapat dalil tanpa batas bahwa rezeki setiap makhluk berjiwa juga ditentukan serta dikhususkan, dan ditulis pada lembaran Qada serta Takdir.
- Misalnya, matinya pohon besar serta ditinggalkannya biji, yang merupakan suatu jenis ruhnya, demi menjalankan tugas di tempatnya, terjadi melalui hukum penuh Hikmah Sang Alîm Yang Hafîzh. Susu yang merupakan rezeki anak datang dari payudara, keluar dari antara darah serta kotoran, dan mengalir ke mulutnya dengan murni serta bersih tanpa terkotori. Hal ini pasti menolak kemungkinan kebetulan dan memperlihatkan dengan amat pasti bahwa ia terjadi melalui Prinsip Ar-Razzâq Yang Alîm serta Rahîm yang penuh Belas Kasih. Hendaklah seluruh makhluk hidup serta berjiwa dibandingkan dengan kedua contoh khusus ini.
- Jadi, secara hakikat, ajal ditentukan serta ditakdirkan, dan rezeki juga dicatat dalam daftar ketentuan dengan suatu penentuan bagi setiap orang. Namun, demi Hikmah yang amat penting, ajal serta rezeki berada di balik tirai gaib, tampak kabur dan tidak tertentu, dan secara lahiriah seakan-akan bergantung pada kebetulan.
- Adapun rezeki, setelah kehidupan, merupakan khazanah nikmat yang paling besar, sumber syukur serta pujian yang paling kaya, dan tambang ubudiyah, doa, serta permohonan yang paling menyeluruh. Karena itu, dalam bentuk lahiriah ia diperlihatkan seakan-akan kabur serta bergantung pada kebetulan, agar pintu berlindung ke Hadirat Ar-Razzâq Yang Mahamulia pada setiap waktu, memohon, merayu, serta meminta rezeki melalui syafaat pujian dan syukur tidak tertutup. Seandainya ia diketahui dengan jelas, hakikatnya akan berubah sepenuhnya. Pintu-pintu permohonan serta doa yang penuh syukur dan rasa berutang budi, bahkan ubudiyah yang penuh kerendahan diri, akan tertutup.
- Dalil Kesembilan serta Kesepuluh:
- Yakni, dalam setiap ciptaan, terutama seluruh makhluk indah pada permukaan bumi dalam musim semi yang memperlihatkan Manifestasi Keelokan serta Keindahan abadi—di antaranya bunga, buah, burung kecil, serta lalat, dan khususnya burung kecil yang berkilau keemasan serta bercorak bintang—terdapat Kemahiran serta Ketelitian yang bermukjizat, Seni luar biasa, Kekukuhan, serta Kesempurnaan dalam penciptaan, rupa, dan perlengkapan mereka. Bentuk-bentuk serta mesin-mesin kecil dalam cara berbeda dan beraneka ragam memperlihatkan keterampilan Seniman mereka yang bermukjizat. Hal-hal ini pasti menunjukkan Ilmu yang amat meliputi serta—semoga ungkapan ini tidak keliru—Kemampuan Ilmu yang amat mahir dan penuh bidang pengetahuan, serta bersaksi bahwa kebetulan yang tidak terarah dan sebab-sebab yang tidak sadar serta kacau mustahil ikut campur, sebagaimana...
- Dalil Kesebelas,
- Dalil ini merupakan cara lain yang lebih indah dari dalil yang ditulis pada akhir bagian berbahasa Arab tersebut. Karena penyakit yang berat, melalui isyarat amat singkat, kita menjelaskan lima-enam dalil luas di dalamnya.
- Pertama:
- Di seluruh bumi kita melihat bahwa mesin-mesin makhluk hidup yang menakjubkan dibuat sekaligus, dan sebagian dalam satu menit, dengan rapi, terukur, serta berbeda dari sesamanya, melalui kelancaran dan kemudahan yang amat besar, yang datang dari Pengetahuan penuh serta Kemahiran. Hal ini menunjukkan Ilmu tanpa akhir dan bersaksi bagi Kesempurnaan Ilmu itu hingga derajat kelancaran serta kemudahan yang datang dari Kemahiran Ilmu dalam Seni.
- Kedua:
- Dalam kemajemukan serta jumlah yang amat banyak, penciptaan-penciptaan yang amat berseni dan sempurna tanpa kekeliruan menunjukkan Ilmu tanpa batas dalam Kudrat tanpa akhir, serta memberikan kesaksian tanpa batas bagi Sang Alîm dan Sang Qadîr Mutlak.
- Ketiga:
- Meskipun dilakukan dalam kecepatan mutlak serta amat cepat, penciptaan yang amat seimbang dan terukur menunjukkan Ilmu tanpa batas, serta bersaksi sebanyak jumlahnya bagi Sang Alîm Yang Mutlak dan Sang Qadîr Mutlak.
- Keempat:
- Meskipun penciptaannya berlangsung di seluruh permukaan bumi yang amat luas dengan keluasan mutlak, makhluk hidup yang tak terhitung dibuat dengan amat berseni, berhias, serta keindahan seni yang sempurna. Hal ini menunjukkan Ilmu yang meliputi, yang tidak pernah keliru, melihat setiap hal bersama, serta satu hal tidak menghalangi yang lain. Masing-masing serta bersama bersaksi bahwa mereka merupakan ciptaan Sang Alîm Yang Mengetahui Setiap Hal dan Sang Qadîr Mutlak.
- Kelima:
- Keenam:
- Meskipun sepenuhnya bercampur, mesin-mesin makhluk hidup yang amat padat itu masing-masing diciptakan dengan sifat bermukjizat tanpa satu perlengkapan pun dibiarkan kurang, tanpa kekeliruan maupun pencampuran, dan dengan perbedaan penuh serta tanda pembeda dalam sesama yang bercampur serta tempat gelap, misalnya keadaan yang membingungkan seperti benih di bawah tanah. Hal ini menunjukkan Ilmu azali seperti matahari, serta bersaksi seperti siang bagi Penciptaan dan Rububiyah Sang Qadîr Mutlak serta Sang Alîm Yang Mutlak. Dengan menyerahkan perinciannya kepada Risale-i Nur, kita mempersingkat kisah yang amat panjang ini.
- Kini, dalam intisari intisari, kita memulai persoalan Kehendak:
- Bagian ini merupakan satu dalil menyeluruh yang panjang, yang memuat banyak hujah menyeluruh dari dalil-dalil Kehendak Ilahi. Dalam terjemahan singkat maknanya, kita menjelaskan satu dalil yang membuktikan Kehendak, Pilihan, serta Masyîah Ilahi dengan amat pasti. Seluruh dalil Ilmu Ilahi yang disebutkan juga persis merupakan dalil Kehendak, sebab dalam setiap ciptaan terlihat Manifestasi serta hasil Ilmu dan Kehendak bersama.
- Makna singkat bagian berbahasa Arab ini:
- Yakni, setiap hal terjadi melalui Kehendak serta Masyîah-Nya. Apa yang Dia kehendaki terjadi; apa yang tidak Dia kehendaki tidak terjadi. Dia melakukan setiap hal yang Dia kehendaki. Jika tidak Dia kehendaki, tidak sesuatu pun terjadi. Satu hujah ialah:
- Bagian berbahasa Arab mengenai Kudrat:
- Sebelum suatu jenis terjemahan makna singkat bagian berbahasa Arab mengenai persoalan Kudrat yang amat agung ini, kita menjelaskan hakikat yang diingatkan kepada hati. Demikianlah:
- Dasar, batu landasan, pokok sandaran, pernyataan, serta hakikat itu ialah makna ayat tersebut. Yakni, ‘Wahai jin serta manusia! Penciptaan, pengadaan, serta penghidupan dan pembangkitan kalian seluruhnya pada hari kebangkitan mudah bagi Kudrat-Ku seperti penciptaan satu jiwa.’ Dia menciptakan satu musim semi dengan kemudahan seperti satu bunga. Juz'i, yang bersifat khusus, serta yang menyeluruh, kecil serta besar, sedikit serta banyak, tidak berbeda bagi Kudrat itu. Dia memutar planet-planet dengan mudah seperti zarah.
- Yakni, Dia memiliki Kudrat yang mampu atas setiap hal, meliputi seluruh hal, serta harus melekat pada Zat Wâjibul Wujûd melalui keharusan yang bersifat Zati, dan menurut istilah ilmu logika, keniscayaan yang timbul. Kudrat itu niscaya serta harus Ada, mustahil terpisah, dan sama sekali tidak mungkin dipisahkan.
- Karena Kudrat demikian berada dalam Zat Yang Mahasuci melalui keharusan demikian, tentu lawannya, keadaan tak berdaya, sama sekali tidak dapat masuk ke dalamnya atau menimpa Zat Yang Qadîr.
- Karena tingkatan-tingkatan dalam suatu hal terdapat melalui masuknya lawan ke dalamnya—misalnya derajat serta tingkatan panas melalui masuknya dingin, serta keindahan melalui campur tangan keburukan—dan keadaan tak berdaya yang bertentangan dengan Kudrat Zati ini sama sekali tidak mungkin mendekati Kudrat itu, tentu tidak terdapat tingkatan-tingkatan dalam Kudrat mutlak itu.
- Karena tidak terdapat tingkatan dalam Kudrat itu, tentu bintang serta zarah setara bagi Kudrat itu; bagian serta keseluruhan, satu individu serta seluruh jenis tidak berbeda di hadapan Kudrat itu. Biji serta pohon besarnya, kainat serta manusia, penghidupan satu jiwa serta seluruh makhluk berjiwa pada hari kebangkitan setara dan mudah bagi Kudrat itu. Besar serta kecil, sedikit serta banyak, tidak berbeda.
- Saksi pasti bagi hakikat ini ialah kesempurnaan seni, keteraturan, keseimbangan, serta perbedaan yang kita lihat dalam penciptaan segala sesuatu; kelancaran mutlak serta kemudahan penuh dalam jumlah besar dan kecepatan mutlak.
- TAHAP KEDUA:
- ialah
- Dengan menyerahkan penjelasan serta perinciannya kepada akhir Kalimat Kesepuluh, Kalimat Kedua Puluh Sembilan, dan Surat Kedua Puluh, kita memberikan isyarat singkat.
- Ya, karena sifat bercahaya, masuknya sinar serta pantulan matahari ke permukaan laut dan seluruh gelembungnya melalui Kudrat Rabb semudah masuknya ke satu potong kaca; keduanya setara. Demikian pula, bagi Kudrat bercahaya Zat Sang Nûr Segala Nur, menciptakan serta memutar langit dan bintang semudah menciptakan serta memutar lalat dan zarah; hal itu tidak berat bagi-Nya.
- Melalui sifat bening, rupa gambaran matahari terdapat dalam cermin mungil serta pupil mata melalui Kudrat Ilahi. Dengan kemudahan yang sama, pantulan serta cahayanya diberikan kepada seluruh hal cemerlang, tetes air, zarah bening, serta permukaan laut melalui Perintah Ilahi.
- Jika pada timbangan yang amat besar serta sepenuhnya peka hingga dapat menimbang gunung diletakkan dua buah kenari yang setara, lalu satu biji kecil ditambahkan kepada satu kenari, dengan mudah satu sisi timbangan naik ke puncak gunung serta sisi lainnya turun ke lembah dalam. Demikian pula, jika sebagai ganti kedua kenari itu diletakkan dua gunung yang setara pada kedua sisi timbangan, melalui penambahan satu kenari kepada salah satunya, satu gunung diangkat ke langit serta satu gunung diturunkan ke lembah dengan kemudahan yang sama.
- Demikian pula, menurut istilah ilmu kalam, ‘İmkân, müsaviü't-tarafeyn’. Yakni, wujud serta keadaan tidak ada dari hal-hal yang tidak niscaya maupun mustahil, tetapi mungkin serta dapat terjadi, setara jika tidak terdapat sebab; keduanya tidak berbeda. Dalam imkan serta kesetaraan ini, sedikit dan banyak, besar dan kecil adalah satu. Makhluk-makhluk bersifat mungkin, dan dalam lingkup imkan, wujud serta keadaan tidak ada mereka setara. Karena itu, dengan kemudahan memberikan wujud kepada satu hal yang mungkin, Kudrat azali Wâjibul Wujûd yang tanpa batas merusak keseimbangan wujud serta keadaan tidak ada seluruh yang mungkin, lalu mengenakan wujud yang sesuai kepada setiap hal. Jika tugasnya telah selesai, Dia melepaskan pakaian wujud lahiriah, dan secara tampak mengirimnya ke keadaan tidak ada, sebenarnya ke wujud maknawi dalam lingkup Ilmu.
- Jadi, jika segala sesuatu diserahkan kepada Sang Qadîr Mutlak, satu musim semi semudah satu bunga, dan penghidupan seluruh manusia pada hari kebangkitan semudah satu jiwa. Jika dinisbatkan kepada sebab-sebab, satu bunga sesulit satu musim semi, dan satu lalat sesulit seluruh hewan.
- Melalui rahasia keteraturan, menggerakkan kapal besar atau pesawat dengan menyentuhkan satu jari pada tombolnya semudah serta senyaman menggerakkan jam dengan menyentuhkan jari bersama kunci pada pegasnya.
- Jadi, jika dinisbatkan kepada Kudrat azali serta tanpa batas itu, penciptaan kainat ini memperoleh kemudahan serta menjadi semudah penciptaan seorang manusia. Jika tidak diserahkan kepada-Nya, menciptakan seorang manusia dengan perlengkapan serta indra lahir dan batinnya yang menakjubkan menjadi sesulit kainat.
- Melalui rahasia ketaatan, kepatuhan, serta mendengarkan perintah, sebagaimana panglima melalui satu perintah ‘Maju!’ mengarahkan seorang prajurit untuk menyerang, melalui perintah yang sama ia juga dengan mudah menggerakkan satu pasukan besar yang taat untuk menyerang.
- Demikian pula, ciptaan-ciptaan berada dalam ketaatan sempurna kepada hukum Kehendak Ilahi. Seperti prajurit pembawa perintah serta hamba perintah, mereka memiliki kecenderungan dan kerinduan alami kepada isyarat Perintah Penciptaan Rabb, serta berada dalam lingkup prinsip jalan gerak yang ditetapkan Ilmu azali dan Hikmah. Mereka berkedudukan sebagai seribu tingkat lebih taat, mendengarkan perintah, serta menjadi hamba perintah daripada para prajurit. Terutama dari makhluk hidup, kepada satu individu diberikan Perintah Rabb, ‘Marilah keluar dari keadaan tidak ada ke wujud, masuklah ke tugasmu!’ Melalui cara yang ditetapkan Ilmu serta rupa yang dikhususkan Kehendak, Kudrat mengenakan wujud khusus kepadanya, memegang tangannya, serta membawanya ke medan. Dengan kemudahan yang sama, Dia menciptakan pasukan makhluk hidup dalam musim semi melalui Kekuatan serta Kudrat yang sama, lalu memberikan tugas-tugas.
- TAHAP KETIGA:
- Melalui ikatan bangsa yang taat itu dengan satu panglima, setiap individu, seperti prajurit, melalui kekuatan yang bersandar pada kekuatan, gudang perlengkapan, serta pasukan panglima itu, dapat menawan seorang raja dan mengerjakan pekerjaan seribu tingkat melebihi kekuatan pribadinya. Ikatannya dengan raja tersebut menjadi kekuatan serta kemampuan tanpa batas, dan ia mengerjakan pekerjaan-pekerjaan amat besar. Jika ikatan itu terputus, kekuatan besar itu pergi; ia hanya dapat bertindak sesuai kekuatan kecil pada lengannya sendiri serta sedikit amunisi dan peluru pada pinggangnya. Jika seluruh pekerjaan yang dilakukan prajurit tersebut melalui kekuatan ikatan diminta darinya, pada lengannya harus terdapat kekuatan satu pasukan, dan pada pinggangnya harus terdapat lumbung amunisi raja.
- Demikian pula, Sang Sultan Azali serta Abadi, Sang Pembuat Yang Qadîr, melalui Wahidiyah Kerajaan serta Kekuasaan mutlak-Nya, membuat kainat semudah satu kota, musim semi semudah satu kebun, dan menghidupkan seluruh yang mati pada hari kebangkitan semudah menciptakan daun, bunga, serta buah pohon-pohon kebun itu pada musim semi mendatang. Dengan mudah, Dia menciptakan lalat dalam sistem burung elang besar dan menjadikan manusia sebagai kainat kecil. Jika diserahkan kepada sebab-sebab, satu mikroba menjadi sesulit seribu badak, serta satu buah sesulit pohon besar. Bahkan setiap zarah yang menjalankan tugas menakjubkan dalam tubuh makhluk hidup harus diberi mata yang melihat setiap hal serta ilmu yang mengetahui setiap hal, agar dapat menjalankan tugas kehidupan yang halus dan sempurna itu.
- Dalam kesatuan, kelancaran serta kemudahan mencapai derajat demikian. Sebagaimana melalui kedatangan perlengkapan satu pasukan dari satu tangan serta satu pabrik, semuanya menjadi semudah perlengkapan militer satu prajurit, jika tangan-tangan berbeda ikut campur dan setiap perlengkapan beraneka ragam diambil dari pabrik lain, pada waktu itu perlengkapan satu prajurit dari segi jumlah hanya dapat disediakan melalui seribu kesulitan. Karena banyak pemimpin serta perwira ikut campur, muncul kesulitan sebesar seribu prajurit. Jika pengaturan serta kepemimpinan seribu prajurit diberikan kepada satu perwira, dari satu segi hal itu semudah satu prajurit. Jika diserahkan kepada sepuluh perwira atau para prajurit, hal itu menjadi amat kacau dan sulit.
- Demikian pula, jika setiap hal diserahkan kepada Sang Wâhid lagi Ahad, semuanya semudah satu hal. Jika dinisbatkan kepada sebab-sebab, satu makhluk hidup menjadi sesulit bumi, bahkan mustahil. Jadi, kemudahan dalam kesatuan mencapai derajat niscaya serta harus. Campur tangan banyak tangan menjadikan kesulitan mencapai derajat mustahil.
- Sebagaimana dikatakan dalam Mektubat Risale-i Nur, jika perubahan malam dan siang, gerakan bintang, serta perubahan musim seperti gugur, dingin, semi, dan panas dalam tahun diserahkan kepada Satu Pengelola serta Pemberi Perintah, Panglima Tertinggi itu memerintahkan bola bumi, yang merupakan seorang prajurit-Nya, ‘Bangunlah, berputarlah, berkelilinglah!’ Melalui kegembiraan serta kesenangan akan Perhatian dan Perintah itu, seperti derwis Mevlevi yang tenggelam dalam ekstase, melalui kedua gerakannya bumi menjadi sarana yang amat mudah bagi perubahan harian dan tahunan, serta gerakan bintang yang tampak dan dalam khayal. Ia memperlihatkan kelancaran penuh serta kemudahan amat besar dalam kesatuan. Jika hal itu diserahkan kepada sebab-sebab serta keinginan bintang, alih-alih Satu Pemberi Perintah tersebut, dan bumi diberi perintah, ‘Berhentilah; jangan berkeliling!’ pada keadaan itu, keadaan bumi serta langit seperti musim dan malam-siang hanya dapat muncul melalui ribuan bintang serta matahari, yang ribuan tingkat lebih besar daripada bumi, menempuh dan mengelilingi jarak jutaan serta miliaran tahun pada setiap malam dan setiap tahun. Hal ini menjadi begitu sulit serta berat sehingga tidak mungkin dan mustahil.
- Ungkapan
- dalam Tahap Ketiga menunjuk hakikat yang amat besar, halus, mendalam, serta luas. Dengan menyerahkan penjelasan dan buktinya kepada Risale-i Nur, melalui perumpamaan amat singkat kita akan menjelaskan satu butir hikmahnya.
- Ya, sebagaimana matahari melalui sinarnya menerangi seluruh bumi serta menjadi contoh Wahidiyah, melalui rupa gambaran, pantulan, sinar tujuh warna, serta rupa dirinya, ia terdapat dalam setiap hal bening yang menghadapnya seperti cermin, dan juga menjadi contoh Ahadiyah. Seandainya matahari memiliki ilmu, kekuatan, serta pilihan, dan potongan-potongan kaca serta tetes air dan gelembung yang memperlihatkan matahari kecil memiliki kemampuan, melalui hukum Kehendak Ilahi satu matahari penuh akan terdapat dalam serta di sisi setiap darinya melalui rupa gambaran dan sifat-sifatnya. Kehadirannya di tempat lain tidak akan mengurangi tindakan matahari itu sama sekali; melalui Perintah, Pengaruh, serta Ketentuan Kudrat Rabb, ia akan menjadi sebab kemunculan yang amat besar dan memperlihatkan kemudahan luar biasa dalam Ahadiyah.
- TAHAP KEEMPAT SERTA KELIMA:
- Karena amat sulit mengungkapkan hakikat kedua tahap ini kepada semua orang, hanya satu-dua butir hikmah yang amat singkat serta makna ringkasnya akan dijelaskan. Yakni, Sang Qadîr Mutlak memiliki Wujud pada derajat niscaya yang paling kuat serta tidak dapat digoyahkan di antara derajat-derajat wujud, pada derajat azali serta abadi. Dia bebas serta terlepas dari materi dan memiliki Hakikat Suci yang berbeda dari seluruh hakikat. Bagi Kudrat-Nya, bintang semudah zarah, kebangkitan seperti satu musim semi, dan menghidupkan seluruh manusia pada hari kebangkitan semudah menghidupkan satu jiwa.
- Sebab, satu kuku dari jenis yang kuat di antara lapisan-lapisan wujud dapat mengambil gunung dari lapisan yang lemah dalam tangannya, lalu memutarnya. Misalnya, cermin serta daya ingat dari wujud lahiriah yang kuat mengambil seratus gunung serta seribu kitab dari wujud gambaran dan maknawi yang lemah serta ringan ke dalamnya, dan dapat memutarnya.
- TAHAP KEENAM:
- Naikilah kelima tahap ini dan pandanglah. Lihat serta ketahuilah hingga derajat apa kesulitan, bahkan hal-hal yang mustahil, terdapat dalam kekufuran dan syirik; hingga derajat apa ia jauh dari akal serta logika, dan mustahil. Lihat pula hingga derajat apa kelancaran serta kemudahan hingga derajat niscaya, dan kebenaran serta hakikat yang amat masuk akal, diterima, pasti hingga derajat perlu, serta nyaman, terdapat dalam iman dan jalan Al-Qur’an. Katakan
- (Keadaan sakit serta kesulitan menjadi sebab menunda bagian yang tersisa dari tahap penting ini.)
- TAHAP KETUJUH:
- Suatu Peringatan:
- Dasar, tambang, serta matahari hakikat kesembilan tahap ini ialah ayat-ayat
- dari Surah Al-Ikhlas. Semuanya merupakan isyarat singkat kepada kilau yang datang dari rahasia Ahadiyah serta Manifestasi Shamadiyah.
- TAHAP KEDELAPAN:
- Jadi, tentu Yang Menciptakan satu benih serta individu juga Dialah Yang Menciptakan keseluruhan serta hal-hal menyeluruh yang besar itu, dan jenis serta keseluruhan lain yang melingkupinya dan jauh lebih besar darinya; tidak dapat berupa Yang lain. Karena itu, Yang Menciptakan satu jiwa dapat menciptakan seluruh manusia. Yang Menghidupkan satu orang mati dapat menghidupkan seluruh jin serta manusia yang mati pada hari kebangkitan, dan akan melakukannya.
- TAHAP KESEMBILAN:
- Aku ingin menyampaikan makna tahap terakhir ini melalui penjelasan panjang. Namun, sayang, kesulitan berat yang datang dari kekuasaan sewenang-wenang serta tekanan, dan kelemahan serta penyakit pedih yang datang dari keracunan menghalanginya, sehingga aku terpaksa mencukupkan hanya isyarat amat singkat mengenai maknanya.
- Yakni, andaikan pada satu zarah yang tidak dapat dibagi dan dalam ilmu kalam serta filsafat diberi nama jauhar fard, ditulis Al-Qur’an Yang Amat Agung melalui zarah-zarah materi eter yang lebih kecil darinya, dan pada lembaran langit juga ditulis Al-Qur’an Agung lainnya melalui bintang serta matahari, lalu keduanya dibandingkan, tentu Al-Qur’an mikroskopis yang ditulis pada zarah jauhar fard itu tidak tertinggal, bahkan dari satu segi lebih maju, dari segi keajaiban serta sifat bermukjizat seni, dibandingkan Al-Qur’an Yang Agung dan Besar yang menghiasi permukaan langit. Demikian pula, bagi Kudrat Sang Khâliq kainat, dari segi keunikan serta keagungan ciptaan, bunga (zühre) tidak tertinggal dari bintang Zühre (Venus); semut tidak lebih rendah daripada gajah; mikroba lebih menakjubkan daripada badak dari segi penciptaan; dan lebah melalui fitrahnya yang menakjubkan lebih maju daripada pohon kurma.
- Jadi, Yang Menciptakan lebah dapat menciptakan seluruh hewan. Yang Menghidupkan satu jiwa dapat menghidupkan seluruh manusia pada hari kebangkitan serta mengumpulkannya di medan kebangkitan, dan akan melakukannya. Tidak sesuatu pun berat bagi-Nya; di depan mata kita, Dia menciptakan seratus ribu contoh kebangkitan pada setiap musim semi dengan amat cepat serta mudah.
- Makna amat singkat kalimat Arab terakhir ialah: Karena orang-orang sesat tidak mengetahui hakikat-hakikat yang tidak dapat digoyahkan dalam tahap-tahap tersebut, dan makhluk-makhluk terwujud sekaligus dengan amat cepat serta mudah, mereka mengira bahwa makhluk yang dibentuk serta diciptakan melalui Kudrat tanpa batas Sang Pembuat itu terbentuk dan muncul sendiri. Dengan begitu, mereka membuka bagi diri sendiri pintu takhayul yang tidak diterima pikiran mana pun, bahkan khayalan sekalipun, dan mustahil serta tidak mungkin dari setiap segi.
- Misalnya, pada keadaan itu setiap zarah makhluk hidup harus diberikan kudrat tanpa batas, ilmu, mata yang melihat setiap hal, serta kemampuan mengerjakan setiap seni. Dengan tidak menerima Allah سُبْحَانَهُ Yang Esa, berdasarkan aliran mereka, mereka terpaksa menerima ilah-ilah sebanyak zarah, lalu layak masuk ke tingkatan paling rendah neraka.
- Adapun orang-orang yang menerima hidayah, hakikat-hakikat kuat serta hujah-hujah yang tidak dapat digoyahkan dalam tahap-tahap sebelumnya memberikan keyakinan amat pasti, iman kuat, serta pembenaran ainulyaqin kepada hati mereka yang sehat dan akal yang lurus. Melalui ketenteraman hati tanpa ragu serta bisikan, mereka meyakini bahwa bintang, zarah, yang paling kecil, dan yang paling besar tidak berbeda bagi Kudrat Ilahi; karena itulah keajaiban-keajaiban ini terjadi di depan mata kita. Setiap keajaiban seni membenarkan pernyataan ayat
- serta bersaksi bahwa ketentuannya benar dan merupakan hakikat itu sendiri, lalu melalui bahasa keadaan berkata Allahu ekber. Kita juga berkata Allahu ekber sebanyak jumlah mereka. Melalui seluruh kekuatan serta keyakinan, kita membenarkan pernyataan ayat tersebut, dan melalui hujah tanpa batas bersaksi bahwa ketentuannya merupakan kebenaran itu sendiri serta hakikat sejati.
- Para pemberi khidmah agama yang luhur, yang kedatangannya pada awal setiap abad diberi kabar gembira dalam hadis, dalam urusan agama merupakan pengikut, tidak memulai ajaran baru. Yakni, mereka tidak menciptakan sesuatu dari diri sendiri serta dari awal, dan tidak membawa hukum-hukum baru. Melalui mengikuti dasar serta hukum agama dan sunah Muhammad ﷺ secara harfiah, mereka meluruskan serta menguatkan agama, memperlihatkan hakikat serta keasliannya, menghapus dan membatalkan kebatilan yang hendak dicampurkan ke dalamnya, menolak serta memusnahkan serangan terhadap agama, menegakkan Perintah-Perintah Rabb, serta memperlihatkan dan mengumumkan kemuliaan serta luhurnya Hukum-Hukum Ilahi. Hanya tanpa merusak cara dasar atau melukai ruh asli, mereka menjalankan tugas melalui cara penjelasan baru, metode meyakinkan baru yang sesuai pemahaman zaman, serta arah pembahasan dan perincian baru.
- Para petugas Rabb ini melalui tindakan serta amal juga menjadi pembenar tugas mereka. Mereka sendiri mencerminkan keteguhan iman serta ikhlas mereka, dan secara nyata memperlihatkan derajat iman. Mereka memperlihatkan bahwa mereka sepenuhnya menjalankan akhlak Muhammad ﷺ serta benar-benar mengenakan perilaku Ahmad ﷺ dan keindahan sifat Nabi ﷺ.
- Ringkasnya,
- dari segi amal serta akhlak, dan mengikuti serta berpegang kepada sunah Nabi ﷺ, mereka menjadi contoh yang sepenuhnya baik bagi umat Muhammad ﷺ, serta teladan untuk diikuti.
- Karya-karya yang mereka tulis untuk menafsirkan Kitab Allah سُبْحَانَهُ, menjelaskan hukum agama, serta mengarahkan pembahasan menurut pemahaman dan derajat ilmu zaman bukan hasil dari diri serta bakat luhur mereka sendiri, bukan pula hasil kecerdasan dan pengetahuan mereka. Karya-karya itu merupakan ilham serta pengajaran maknawi secara langsung dari Sosok Suci Rasul ﷺ, yang merupakan sumber wahyu. Celcelutiye, Mesnevî-i Şerif (Mesnevî yang Mulia), Fütuhu'l-Gayb (Terbukanya Perkara Gaib), serta karya-karya serupa semuanya termasuk jenis ini. Terhadap karya-karya suci tersebut, pribadi-pribadi yang mulia itu hanya berkedudukan sebagai penyampai. Mereka memiliki bagian dalam penyusunan serta cara pengungkapannya; yakni, pribadi-pribadi suci tersebut berkedudukan sebagai penerima, cermin, serta pemantul makna itu.
- Mengenai Risale-i Nur serta Penyampainya:
- Ya, ketika masih kanak-kanak, tanpa melakukan pendidikan apa pun, dalam masa pendidikan tiga bulan hanya demi memenuhi bentuk lahiriah, sosok itu telah dijadikan pewaris ilmu orang-orang terdahulu serta kemudian, ilmu laduni, hakikat segala sesuatu, rahasia kainat, serta Hikmah Ilahi. Hingga kini, tidak seorang pun mencapai kedudukan sebagai penerima yang seluhur itu. Keajaiban ilmu ini sama sekali tidak memiliki contoh sebelumnya. Tidak dapat diragukan bahwa Penyampai Nur melalui keadaan ini, serta keteguhan akhlaknya yang luar biasa yang seluruhnya merupakan kesucian diri yang berwujud jasmani, keberanian luar biasa, dan sama sekali tidak bergantung kepada manusia, sendiri merupakan mukjizat fitrah, inayah yang berwujud jasmani, serta anugerah mutlak.
- Sosok yang memiliki keajaiban itu, sebelum mencapai usia balig, sebagai alim besar yang tidak memiliki tandingan, menantang seluruh dunia ilmu. Ia membuat ahli ilmu yang berdebat dengannya tidak dapat membantah serta terdiam. Di mana pun berada, ia menjawab seluruh pertanyaan dengan ketepatan mutlak serta tanpa keraguan sama sekali. Sejak usia empat belas tahun, ia membawa kedudukan ustad, lalu terus menyebarkan limpahan ilmu serta cahaya hikmah di sekelilingnya. Kehalusan serta kedalaman penjelasan, ungkapan yang luhur serta kukuh, firasat dan pandangan mendalam serta cahaya hikmah dalam arah pembahasannya membuat ahli pengetahuan terheran-heran, dan dengan layak membuatnya menerima gelar mulia ‘Bedîüzzaman’. Sosok demikian, yang melalui keistimewaan luhur serta keutamaan ilmunya tampil dalam kesempurnaan penuh demi menyebarkan dan membuktikan agama Muhammad ﷺ, tentu menerima perhatian paling luhur Pemimpin Para Nabi ﷺ, serta perlindungan dan dukungan beliau yang paling tinggi. Tanpa ragu, ia merupakan sosok bersifat mulia, yang berjalan melalui perintah serta sabda Nabi Yang Paling Suci ﷺ, bergerak melalui tindakan beliau, serta menjadi pewaris dan pemantul cahaya serta hakikatnya.
- Atas nama murid-murid Nur yang mendengarkan satu pelajaran Madrasah Yusuf Ketiga, yakni El-Hüccetü'z-Zehra serta Zühretü'n-Nur (Bunga Nur),
- Ahmed Feyzi, Ahmed Nazif, Salahaddin, Zübeyr, Ceylan, Sungur, Tabancalı
- Meskipun mereka memberikan bagianku seratus tingkat melebihi batas diriku, aku tidak berani menyakiti hati para penanda tangan ini. Dengan diam, aku menerima pujian tersebut atas nama pribadi maknawi murid-murid Risale-i Nur.
- Bedîüzzaman Said Nursî
- Kepada Ustad serta Tuan kami yang amat dicintai, amat diberkahi, amat berharga, dan amat penuh kasih!
- Atas nama murid-murid Risale-i Nur
- Zübeyr, Ceylan, Sungur, İbrahim
- MUKADIMAH TERJEMAHAN PELAJARAN BERBAHASA ARAB YANG BERNAMA EL-HUTBETÜ'Ş-ŞÂMİYE
- Saudara-saudaraku yang mulia dan tulus!
- Pertama:
- Keadaan mengerikan yang kedua pada abad ini:
- Bedîüzzaman Said Nursî
- Saudara-saudaraku yang mulia, tulus, tidak tergoyahkan, teguh, rela berkorban, serta setia!
- Jawaban:
- Saudara kalian yang sakit
- Bedîüzzaman Said Nursî
- Bedîüzzaman Said Nursî
- Sinar Pertama
- Ini merupakan jawaban yang luar biasa, yang tiba-tiba terlintas terhadap dua pertanyaan yang menakjubkan.
- Pertanyaan Pertama:
- Jawaban:
- Pertanyaan Kedua:
- Jawaban:
- Peringatan:
- Peringatan Kedua:
- PERTAMA
- Yang Memandang Risale-i Nur
- Kalimat Pertama:
- Kalimat Kedua:
- Kalimat Ketiga:
- Kalimat Keempat:
- Kalimat Kelima:
- Peringatan:
- Kesimpulannya:
- AYAT TERKENAL KETIGA
- AYAT TERKENAL KEEMPAT
- AYAT KELIMA
- Kesimpulannya:
- PELENGKAP AYAT TERSEBUT
- Kedua:
- Ketiga:
- (Ini merupakan satu karamah kesetiaan Sabri.)
- Kesimpulannya:
- Peringatan:
- AYAT KEENAM
- AYAT KETUJUH
- AYAT KEDELAPAN
- AYAT KESEMBILAN
- AYAT KESEPULUH
- AYAT KESEBELAS
- AYAT KEDUA BELAS
- Tanda Kedua:
- Adapun ayat kedua:
- Adapun ayat ketiga
- AYAT KETIGA BELAS
- AYAT KEEMPAT BELAS
- AYAT KELIMA BELAS
- Peringatan:
- AYAT KEENAM BELAS
- AYAT KETUJUH BELAS
- AYAT KEDELAPAN BELAS
- AYAT KESEMBILAN BELAS
- AYAT KEDUA PULUH
- AYAT ATAU AYAT-AYAT KEDUA PULUH SATU
- AYAT DAN AYAT-AYAT KEDUA PULUH DUA
- Peringatan:
- AYAT KEDUA PULUH TIGA
- AYAT DAN AYAT-AYAT KEDUA PULUH EMPAT
- (Empat atau lima pokok yang diperlukan akan diterangkan.)
- Pokok Pertama:
- Pokok Kedua:
- Pokok Ketiga:
- Pokok Keempat:
- Pokok Kelima:
- Pertama:
- Kedua:
- Ketiga:
- Keempat:
- Kelima:
- Peringatan telah selesai; kini kita kembali kepada pokok pembahasan.
- AYAT KEDUA PULUH LIMA
- AYAT KEDUA PULUH ENAM
- ‘Murid-murid Resaili'n-Nur akan masuk ke kubur dengan iman; mereka tidak akan wafat tanpa iman.’
- AYAT KEDUA PULUH TUJUH
- AYAT KEDUA PULUH DELAPAN
- AYAT KEDUA PULUH SEMBILAN
- Pertama:
- Kedua:
- Ketiga:
- Keempat:
- Kelima:
- Kesimpulannya:
- Ayat Ketiga:
- Pada Ayat Kelima:
- Sinar Kedelapan
- PERNYATAAN MAKSUD
- PERTAMA
- PETUNJUK TERSIRAT KEDUA
- PETUNJUK TERSIRAT KETIGA
- Pertama:
- Kedua:
- Ketiga:
- PETUNJUK TERSIRAT KEEMPAT
- PETUNJUK TERSIRAT KELIMA
- PETUNJUK TERSIRAT KEENAM
- Kesimpulannya:
- Jika seorang yang keras kepala berkata, ‘Hazrat Imam Ali (ra) tidak memaksudkan semua makna kiasan ini?’
- PETUNJUK TERSIRAT KETUJUH
- tentu dengan bertumpu pada ketujuh dasar ini, kita berkata:
- PETUNJUK TERSIRAT KEDELAPAN
- Pertanyaan Pertama:
- Jawaban:
- Pertanyaan Kedua:
- Jawaban:
- Pertama:
- Kedua:
- Ketiga:
- BAB KEDUA DARI LEM’A KEDUA PULUH SEMBILAN
- Bab Kedua ini mengenai ‘Elhamdülillah’.
- Pokok Pertama:
- 1- Filsafat merupakan kacamata hitam yang memperlihatkan segala sesuatu sebagai buruk serta menakutkan. Iman merupakan kacamata transparan, jernih, serta penuh nur yang memperlihatkan segala sesuatu sebagai indah dan akrab.
- 2- Manusia berkaitan dengan seluruh makhluk serta memiliki semacam hubungan timbal balik dengan segala sesuatu. Menurut penciptaannya, ia harus bertemu, berbicara, serta bertetangga, melalui kata dan makna, dengan hal-hal yang mengelilinginya. Ia memiliki enam arah: kanan, kiri, depan, belakang, bawah, serta atas.
- Dengan mengenakan kedua kacamata yang disebutkan pada matanya, manusia dapat melihat makhluk serta keadaan-keadaan yang terdapat pada arah-arah tersebut.
- Arah Kanan:
- Arah Kiri:
- Arah Atas:
- Arah Bawah:
- Arah Depan:
- Arah Belakang:
- Peringatan:
- Pokok Kedua:
- Pokok Ketiga:
- Pokok Keempat:
- Pokok Kelima:
- Pokok Keenam:
- Pokok Ketujuh:
- Pokok Kedelapan:
- Pokok Kesembilan:
- Penerjemah
- Abdülmecid Nursî}
- Bedîüzzaman Said Nursî
- Atas nama semua murid Nur
- Bedîüzzaman Said Nursî
- DAFTAR ISI