Risale-i NurSinar-Sinar

Saudara-saudaraku yang Aziz lagi setia!

Sinar-Sinar · hlm. 512

Diumumkannya peristiwa pada masa penawananku melalui surat kabar — meskipun disertai upaya menjauhkan orang banyak dari kami di setiap tempat dengan larangan-larangan yang keras — justru menambah sambutan orang banyak. Tiga orang pejabat resmi yang berpihak untuk menghina kami, khususnya diriku, kemarin berkata di halaman: "Ketika Said tampak di jendela, orang banyak berkumpul lalu memandangnya; janganlah ia berdiri di jendela. Kalau tidak, pindahkanlah bangsalnya." — demikian yang disampaikan oleh kepala sipir. Janganlah kalian risau sedikit pun. Aku telah bertekad untuk sabar menanggung setiap kesempitan. Dengan berkah doa kalian, insyaallah segala kesempitan akan berubah menjadi kegembiraan.

Peristiwa pada masa penawanan itu pada asalnya benar. Akan tetapi, karena aku tidak memiliki saksi, aku belum pernah menuturkannya secara terperinci. Hanya saja, aku tidak mengetahui bahwa satu regu tentara datang untuk menghukum mati diriku; baru kemudian aku memahaminya. Dan komandan Rusia itu mengucapkan sesuatu dalam bahasa Rusia untuk meminta maaf, sedangkan aku tidak dapat memahaminya. Berarti, kapten Muslim yang hadir di situ dan yang mengabarkan peristiwa ini kepada surat kabar itulah yang memahami bahwa komandan tersebut berulang kali berkata: "Maafkanlah!"

Saudara-saudaraku, selama aku sibuk dengan Nur, kesempitan-kesempitan pun berkurang. Berarti, tugas kita adalah menyibukkan diri dengan Nur, tidak memberi arti penting kepada hal-hal yang sementara, serta sabar dan bersyukur.