Risale-i NurSinar-Sinar

Saudara-saudaraku yang Aziz, setia, teguh memegang janji, lagi penuh kasih sayang!

Sinar-Sinar · hlm. 511

Sudah dua hari ini ada rasa sakit pilek yang cukup keras, baik di kepalaku maupun di sarafku. Dalam keadaan seperti itu, di tengah hajatku untuk memperoleh sedikit hiburan dan rasa akrab dari perjumpaan dengan para sahabat, pengasingan yang aneh dan kesunyian yang mencekam itu menghimpitku. Maka datanglah semacam keluhan ke dalam hati: "Mengapa kami disiksa seperti ini, apa manfaatnya bagi khidmah kami?"

Tiba-tiba pagi ini diperingatkan kepada hati: Bahwa kalian memasuki ujian yang keras ini; bahwa berkali-kali kalian digosokkan pada batu uji dengan sangat teliti untuk melihat "Emaskah, ataukah tembaga?"; bahwa kalian dicoba tanpa belas kasihan dari segala sisi; dan bahwa kalian diayak dengan tiga empat ayakan untuk melihat ada atau tidak adanya bagian dan tipu daya nafsu kalian — semua itu sangat diperlukan bagi khidmah kalian yang tulus, yang semata-mata atas nama haq dan hakikat; karena itulah takdir Ilahi dan inayah Rabbani mengizinkannya.

Sebab, karena ia dipertontonkan di medan ujian seperti ini di hadapan para penentang yang keras kepala, pencari-cari alasan, lagi tak berbelas kasihan, semua orang pun memahami bahwa: tanpa bercampur satu tipu daya pun, satu ananiyah pun, satu maksud buruk pun, dan tanpa satu pun kepentingan duniawi, ukhrawi, maupun pribadi, ia benar-benar tulus dan datang dari haq serta hakikat.

Andaikata ia tetap tinggal di balik tabir, tentu banyak makna dapat diberikan kepadanya. Kalangan awam dari ahli iman pun tidak akan percaya. Mereka akan berkata: "Boleh jadi mereka menipu kami," dan kalangan khawas pun akan waswas. Boleh jadi mereka tidak akan yakin sepenuhnya, seraya menyangka bahwa orang-orang itu berbuat demikian untuk menjual diri dan meraih kepercayaan, sebagaimana sebagian ahli maqam.

Kini, setelah ujian itu, bahkan orang yang paling keras kepala lagi paling penuh waswas sekalipun terpaksa menyerah dan menerima. Kesulitan kalian satu, keuntungan kalian seribu, insyaallah.