Poin Ketiga
Sinar-Sinar · hlm. 443
Menolong dengan khidmah yang penuh kasih sayang, menyerahkan ke tangan mereka rezeki yang mereka butuhkan, dan mengoleskan salep berupa penghiburan pada luka-luka batin mereka — di dalamnya terdapat keuntungan yang besar dengan amal yang sedikit. Dan memberikan kepada mereka makanan yang datang dari luar, hal itu tertulis di dalam buku catatan amal kebaikan sipir tersebut — dan bersama sipir itu, buku catatan amal orang-orang yang bekerja di dalam maupun di luar demi para tahanan yang lemah — sebagai sedekah yang nilainya sebesar makanan itu sendiri. Terlebih lagi jika yang tertimpa musibah itu orang tua, atau orang sakit, atau orang fakir, atau orang asing yang jauh dari kampung halamannya, hal itu melipatgandakan pahala sedekah maknawi tersebut.
Maka syarat bagi keuntungan yang berharga ini ialah menunaikan salat fardu, supaya khidmah itu menjadi lillah, murni karena Allah. Dan syarat lainnya ialah bergegas menolong mereka dengan kesetiaan, kasih sayang, dan kegembiraan, serta tanpa mengungkit-ungkit jasa.
Ini adalah saripati yang sangat ringkas dari sebuah persoalan yang telah dijelaskan dan dibuktikan di dalam Pembelaan Denizli.
Seorang komandan yang dahsyat, dengan kejeniusan dan kecerdasannya, mengambil untuk dirinya sendiri kebaikan-kebaikan positif tentara dan menimpakan keburukan-keburukan negatif dirinya sendiri kepada tentara itu, sehingga ia menurunkan kebaikan-kebaikan dan kepahlawanan perang yang sebanyak jumlah prajurit itu menjadi satu saja, dan dengan menyandarkan keburukannya kepada para prajurit tentara itu ia menjadikannya keburukan-keburukan sebanyak jumlah mereka; maka karena hal itu merupakan kezaliman yang dahsyat dan menyalahi hakikat, berdasarkan tamparan yang ditimpakan kepada orang itu oleh sebuah hadis yang aku terangkan empat puluh tahun yang lalu, aku berkata kepada seorang jaksa penuntut umum yang menyerangku di mahkamah-mahkamah kami yang lalu:
"Memang benar aku mematahkan orang itu dengan kabar dari hadis-hadis, tetapi dengan itu aku menjaga kehormatan tentara dan memeliharanya dari kesalahan-kesalahan besar. Adapun engkau, demi seorang sahabat saja, engkau mematahkan kehormatan tentara yang merupakan pembawa panji Al-Qur'an dan komandan pahlawan bagi alam Islam, dan engkau menjadikan kebaikan-kebaikannya tidak berarti sama sekali."