Risale-i NurSinar-Sinar

POIN KEDUA

Sinar-Sinar · hlm. 294

Seluruh kitab samawi dan suhuf — terutama Al-Qur'an — serta seluruh nabi alaihimussalam — terutama Muhammad صلى الله عليه وسلم — menjadikan segenap dakwaan mereka berputar di atas lima atau enam asas. Terus-menerus mereka berusaha mengajarkan dan membuktikan asas-asas itu. Seluruh hujah dan dalil yang bersaksi

atas kenabian dan kebenaran mereka tertuju kepada asas-asas itu. Semuanya memberikan kekuatan kepada kebenaran asas-asas tersebut. Adapun asas-asas itu adalah iman billah, iman bil akhirat, dan iman kepada rukun-rukun yang lain.

Jadi, keenam rukun iman itu mustahil dipisahkan satu sama lain. Masing-masing membuktikan, menuntut, dan mengharuskan keseluruhannya. Keenamnya adalah satu keseluruhan dan satu kesatuan menyeluruh yang tidak menerima pembagian dan mustahil terpecah. Sebagaimana pohon Tuba yang akarnya berada di langit: setiap dahannya, setiap buahnya, dan setiap daunnya bersandar kepada kehidupan pohon raksasa itu yang menyeluruh dan tidak pernah habis. Maka siapa yang tidak dapat mengingkari kehidupan yang kuat dan terang bagaikan matahari itu, ia pun tidak dapat mengingkari kehidupan satu helai daun yang bersambung dengannya. Jika ia mengingkarinya, pohon itu akan mendustakan dan membungkam si pengingkar sebanyak bilangan dahan, buah, dan daunnya. Demikian pula iman dengan keenam rukunnya berada dalam keadaan yang sama.

Pada awal maqam ini telah diniatkan untuk menjelaskan enam rukun iman di dalam tiga puluh enam nukta, yaitu enam poin dan setiap poin lima nukta. Dan aku bermaksud menjawab pertanyaan dahsyat di awal itu dengan penjelasan yang terperinci. Namun beberapa halangan tidak memberi kesempatan. Aku memperkirakan bahwa, karena Poin Pertama sudah menjadi ukuran yang memadai, bagi orang-orang yang lebih cerdas tidak lagi diperlukan penjelasan yang lebih panjang. Dan telah dipahami sepenuhnya bahwa jika seorang Muslim mengingkari satu hakikat iman, ia jatuh ke dalam kufur mutlak.

Sebab, berbeda dengan agama-agama lain yang hanya menyampaikan asas-asas itu secara global, di dalam Islam telah diberikan penjelasan yang lengkap dan rukun-rukunnya terangkai satu sama lain bagaikan mata rantai. Seorang Muslim yang tidak mengenal dan tidak membenarkan Muhammad صلى الله عليه وسلم, ia pun tidak akan lagi mengenal Allah beserta sifat-sifat-Nya dan tidak akan mengetahui akhirat. Iman seorang Muslim bersandar kepada hujah-hujah yang tak terhingga, yang demikian kuat dan tidak tergoyahkan, sehingga tidak tersisa satu pun alasan untuk mengingkarinya. Bahkan akal seakan-akan terpaksa untuk menerima.