Risale-i NurSinar-Sinar

Hatiku menghendaki kekal, sedang Allah menghendaki fananya kerajaan tubuhku

Sinar-Sinar · hlm. 70

Aku terjatuh ke dalam derita tanpa obat, aduhai, sedang Lukman pun tiada mengetahuinya.

Dengan putus asa aku menundukkan kepala; tiba-tiba ayat حَسْبُنَا اللّٰهُ وَنِعْمَ الْوَك۪يلُ datang menolongku dan berkata: "Bacalah aku dengan saksama." Maka aku membacanya lima ratus kali dalam sehari. Sebagian dari cahaya-cahayanya yang sangat berharga, yang tersingkap bagiku dalam bentuk ainul yakin — hanya sembilan cahaya beserta peringkatnya — kutuliskan secara ringkas; adapun perinciannya, yang dahulu kuketahui bukan dengan ainul yakin melainkan dengan ilmul yakin, kuserahkan kepada Risale-i Nur.