Risale-i NurSinar-Sinar

Peringatan:

Sinar-Sinar · hlm. 69

Risale-i Nur, berbeda dengan kitab-kitab lain, pada mulanya berjalan di balik tabir; lalu makin lama makin tersingkap. Terutama dalam risalah ini, "Tingkatan Pertama" — di samping merupakan hakikat yang sangat berharga — juga sangat halus dan dalam. Lebih dari itu, tingkatan pertama ini menonjol secara khusus bagiku sebagai obat bagi berbagai deritaku yang beraneka ragam lagi mendalam, dalam bentuk sebuah pertimbangan rasa yang amat penting, sebuah muamalah iman yang amat berjiwa, dan sebuah percakapan hati yang amat tersembunyi. Siapa yang keadaannya benar-benar bersesuaian denganku, dialah yang dapat merasakannya sepenuhnya; jika tidak, ia tidak akan dapat mengecap zauknya secara sempurna.

Suatu ketika, karena ahli dunia mengucilkan aku dari segala sesuatu, aku terjatuh ke dalam lima macam rasa terasing di negeri orang. Dan pada masa tuaku, aku tertimpa lima jenis penyakit yang sebagiannya datang dari duka dan tekanan batin.

Karena lalai yang lahir dari kesempitan itu, aku tidak memandang kepada cahaya-cahaya Risale-i Nur yang menghibur dan memberi pertolongan; aku langsung memandang kepada hatiku dan mencari ruhku.

Aku melihat bahwa dalam diriku berkuasa sebuah cinta yang amat kuat kepada kekekalan, sebuah kecintaan yang dahsyat kepada wujud, sebuah kerinduan yang besar kepada hidup, sebuah kelemahan yang tak terhingga, dan sebuah kefakiran yang tiada berujung. Padahal, fana yang dahsyat memadamkan kekekalan itu. Dalam keadaan demikian, aku pun berkata seperti kata seorang penyair yang hatinya terbakar: