Risale-i NurSinar-Sinar

Said Nursî

Sinar-Sinar · hlm. 383

Dengan takwil dan istikhraj Sabri, sesuai dengan isyarat Surah Wal-'Ashr, sedikit waktu sebelum musibah ini aku berulang kali mengatakan bahwa Risale-i Nur menjadi sebab terpeliharanya Anatolia — laksana bahtera di Gunung Judi — serta terpeliharanya Isparta dan Kastamonu dari bencana langit dan bumi, dan aku mengatakan: "Hendaklah mereka jangan mengganggu Risale-i Nur; kalau tidak, hendaklah mereka tahu bahwa bencana-bencana yang menanti dari dekat akan datang, dan hendaklah mereka sadar." Dan kepada kalian pun surat-surat

itu telah dikirimkan. Kabar yang baru saja kuterima: Kastamonu, daerah sekitarnya, dan bentengnya menangis seakan-akan berkabung atas Risale-i Nur, lalu diserang demam menggigil oleh gempa; insyaallah ia akan berjumpa kembali dengan Risale-i Nur, lalu tertawa dan bersyukur.

Kemarin dulu aku telah menuliskan kepada kalian dua keuntungan kami yang berharga. Pada yang kedua aku mengatakan: doa dan tasbih dengan seratus lisan, dan seterusnya. Ada yang kurang di situ. Yang benar: masing-masing kita, menurut tingkatannya, dengan seratus lisan, dan seterusnya…

Selain itu, kami datang dengan tangan kami diborgol bersama seorang tua yang sangat terhormat dari desa Sava — desa yang sangat kuperhatikan — dan hal itu sungguh menggembirakanku; dengan itu aku memahami betapa kuat ikatan desa yang penuh berkah itu denganku. Kepada saudaraku itu aku sampaikan salam secara khusus.

Saudaraku yang Aziz!

وَخَسِرَ هُنَالِكَ الْكَافِرُونَ ayat ini pun menunjuk kepada isyarat وَ الْعَصْرِ اِنَّ الْاِنْسَانَ لَف۪ى خُسْرٍ bahwa sekian banyak kerusakan dan peperangan yang dilakukan orang-orang kafir itu tidak berfaedah dan menjadi kerugian semata di dalam kehancuran. Dengan rumus bahwa pada isyarat وَ الْعَصْرِ terdapat sebuah isyarat halus kepada Risale-i Nur, ayat ini pun secara tersirat menunjukkan bahwa pada tahun ini — yaitu tahun seribu tiga ratus enam puluh (1360) menurut penanggalan Rumi — orang-orang munafik dan orang-orang yang jatuh ke dalam kekufuran akan mengganggu Risale-i Nur, tetapi mereka akan merugi. Karena salah satu sebab tersingkirnya bala seperti gempa dan perang adalah Risale-i Nur. Boleh jadi ada isyarat tersembunyi bahwa terhentinya Risale-i Nur mendatangkan bala.