Saudara-saudaraku yang Aziz lagi setia!
Sinar-Sinar · hlm. 382
Dengan segenap ruh, hati, dan akalku, kami mengucapkan selamat atas sepuluh malam mulia kalian. Kami memohon kepada rahmat Ilahi agar malam-malam itu mendatangkan keuntungan yang besar bagi perseroan maknawi kami. Malam ini, di dalam mimpi, aku datang ke tempat kalian; aku terbangun dalam keadaan hendak menunaikan salat sebagai imam. Menurut pengalamanku, tepat pada waktu takwil mimpi itu akan terwujud, dua orang saudara kami dari para pahlawan Sava dan Homa datang atas nama kalian semua untuk menakwilkan mimpi tersebut. Aku pun bergembira seolah-olah melihat kalian semua.
Saudara-saudaraku! Memang keadaan ini menimbulkan rasa segan dan rasa takut terhadap Risale-i Nur pada pihak yang sehaluan dengan penguasa dan pada sebagian pegawai; akan tetapi ia membangkitkan perhatian dan kerinduan pada semua pihak yang menentang, pada orang-orang yang beragama, dan pada para pegawai yang bersangkutan. Jangan risau, cahaya-cahaya itu akan bersinar. {(Catatan kaki): Wahai saudara! Perhatikanlah baik-baik. Di penjara Denizli, ketika seluruh sebab di alam ini secara lahiriah berada di pihak yang memusuhi Ustaz, dan beliau telah diajukan ke pengadilan dengan tuntutan hukuman mati, Ustaz berkata: "Jangan risau, saudara-saudaraku, Cahaya-cahaya itu akan bersinar." Lihatlah, bagaimana perkataan ini menjadi kenyataan.