Risale-i NurSinar-Sinar

Saudara-saudaraku yang Aziz lagi setia!

Sinar-Sinar · hlm. 382

Hari ini aku teringat percakapan yang kalian ketahui itu, antara aku dan almarhum kakakku, Molla Abdullah, mengenai Syekh Ziyaeddin. Kemudian aku memikirkan kalian. Lalu di dalam hati aku berkata:

Seandainya tabir gaib tersingkap, lalu orang-orang beragama yang tulus dan Muslim-muslim yang sungguh-sungguh ini — yang menunjukkan keteguhan sedemikian rupa pada zaman yang tidak teguh ini, dan yang tidak goyah oleh keadaan yang membakar lagi bernyala ini — masing-masing tampak sebagai seorang wali, bahkan sebagai seorang kutub, hal itu hanya akan menambah sedikit sekali bobot dan perhatian yang kini kuberikan kepada mereka dalam pandanganku; dan seandainya masing-masing tampak sebagai orang awam dan biasa, hal itu sama sekali tidak akan mengurangi nilai yang kini kuberikan kepada mereka — demikianlah aku memutuskan.

Karena khidmah menyelamatkan iman di bawah syarat yang demikian berat berada di atas segala sesuatu. Adapun martabat pribadi dan kelebihan-kelebihan yang ditambahkan oleh sangkaan baik orang, dalam keadaan yang penuh gejolak dan guncangan seperti ini, dengan patahnya sangkaan baik mereka, kecintaan mereka pun berkurang; dan pemilik kelebihan itu sendiri merasa terpaksa berpura-pura, memaksakan diri, dan memikul wibawa yang menyusahkan demi menjaga kedudukannya di mata mereka. Maka, syukur yang tidak terhingga, kami tidak memerlukan pemaksaan diri yang dingin semacam itu.