Dan sebagaimana halnya
Sinar-Sinar · hlm. 245
di sebuah kota yang menakjubkan, jutaan lampu listrik bergerak berkeliling ke segala tempat dan bahan bakarnya tidak pernah habis; maka lampu-lampu listrik yang demikian beserta pabriknya, tanpa ragu dan dengan sangat nyata, memperkenalkan dengan penuh takjub dan ucapan selamat sosok yang mengurus listrik itu,
yang membuat lampu-lampu berjalan itu, yang mendirikan pabriknya, dan yang mendatangkan bahan-bahan penyalanya: seorang ahli pembuat yang menakjubkan dan seorang ahli listrik yang luar biasa kuat; dan dengan seruan “hiduplah!” ia menumbuhkan cinta kepadanya.
Persis seperti itu pula, lampu-lampu bintang di atap istana dunia, di dalam kota alam ini — sebagiannya, menurut yang dikatakan kosmografi, seribu kali lebih besar daripada bumi dan bergerak tujuh puluh kali lebih cepat daripada peluru meriam — namun demikian ia tidak merusak keteraturannya, tidak bertabrakan satu sama lain, tidak padam, dan bahan bakarnya tidak pernah habis.
Menurut yang dikatakan kosmografi yang kalian pelajari, matahari kita — yang lebih dari satu juta kali lebih besar daripada bumi, yang hidup lebih dari satu juta tahun, dan yang menjadi sebuah lampu serta tungku di dalam sebuah rumah tamu Rahmani — agar nyalanya tetap berlangsung dan tidak padam, setiap hari memerlukan minyak sebanyak lautan bumi, batu bara sebanyak gunung-gunungnya, atau tumpukan kayu bakar sebanyak seribu bumi.
Dan lampu-lampu listrik beserta pengaturannya di istana dunia, di dalam kota kainat yang megah ini — yang dengan jari-jari cahayanya menunjukkan kudrat dan kerajaan yang tak terhingga, yang menyalakan matahari itu dan bintang-bintang tinggi semisalnya tanpa minyak, tanpa kayu, dan tanpa batu bara, yang tidak memadamkannya, yang menjalankannya bersama-sama dengan cepat, dan yang tidak membiarkannya bertabrakan — sejauh mana ia lebih besar dan lebih sempurna daripada perumpamaan itu, sebesar itu pula, dengan ukuran ilmu kelistrikan yang telah atau yang akan kalian pelajari, ia memperkenalkan Sang Sultan, Sang Penerang, Sang Pengatur, dan Sang Pembuat balai pameran kainat yang teragung ini, dengan menjadikan bintang-bintang yang bercahaya itu sebagai saksi. Dengan tasbih dan seruan Mahasuci, ia menumbuhkan cinta kepada-Nya dan mendorong untuk menyembah-Nya.