Risale-i NurSinar-Sinar

وَ الْعِلْمُ عِنْدَ اللّٰهِٔ hal ini pun memiliki dua segi:

Sinar-Sinar · hlm. 590

Salah satu seginya adalah: Dajjal yang dahsyat itu menjaga dirinya dengan hal-hal luar biasa yang bersifat istidraj seperti sihir, magnetisme, dan spiritisme, serta menundukkan setiap orang; maka yang dapat membunuhnya dan mengubah jalan yang ditempuhnya hanyalah seorang yang luar biasa, yang memiliki mukjizat, dan yang diterima oleh semua orang — dan orang itu adalah Nabi Isa alaihissalam, yang paling berkepentingan dengan urusan ini dan yang menjadi nabi bagi kebanyakan manusia.

Segi keduanya adalah: adapun yang akan membunuh patung megah dan pribadi maknawi dari paham materialis serta paham tanpa agama yang dahsyat — yang dibentuk oleh diri Dajjal yang terbunuh oleh pedang diri Nabi Isa alaihissalam — dan yang akan melenyapkan pikiran kufurnya yang mengingkari keilahian, hanyalah para ruhaniwan Isawi; para ruhaniwan itu akan memadukan hakikat agama Isawi dengan hakikat Islam, lalu dengan kekuatan itu mereka akan mencerai-beraikannya dan membunuhnya secara maknawi. Bahkan riwayat yang menyatakan, “Nabi Isa alaihissalam datang, lalu bermakmum dan mengikuti Sayidina Mahdi di dalam salat,” menunjukkan kepada kesepakatan ini, dan menunjukkan pula bahwa hakikat Al-Qur'an itulah yang diikuti dan yang memegang hakimiyah. PERSOALAN KEEMPAT BELAS: Di dalam riwayat disebutkan: “Kekuatan penting Dajjal adalah Yahudi. Orang-orang Yahudi mengikutinya dengan senang hati.”

اَللّٰهُ اَعْلَمْ dapat kita katakan bahwa sebagian takwil riwayat ini telah muncul di Rusia. Sebab orang-orang Yahudi yang mengalami kezaliman setiap pemerintahan, di negeri Jerman

berkumpul dalam jumlah yang besar; lalu untuk membalas dendam, dengan peranan penting dalam pendirian Komite Komunis, mereka mengangkat seorang yang dahsyat dari bangsa Yahudi bernama Trotsky menjadi panglima besar Rusia, dan sesudah Lenin yang masyhur — yang merupakan didikan mereka — mereka menempatkannya di pucuk pimpinan Pemerintah Rusia, sehingga mereka memecahkan kepala Rusia dan membakar hasil seribu tahunnya. Mereka pun memperlihatkan komite Dajjal besar beserta sebagian tindakannya. Dan pada pemerintahan-pemerintahan yang lain pun mereka menimbulkan guncangan yang berat serta mengacaukannya. PERSOALAN KELIMA BELAS: Sebagaimana ringkasan peristiwa Ya'juj dan Ma'juj terdapat di dalam Al-Qur'an, di dalam riwayat pun terdapat sebagian perinciannya. Adapun perincian itu tidaklah muhkam seperti ringkasannya yang termasuk muhkamat Al-Qur'an, melainkan terhitung mutasyabih sampai batas tertentu. Perincian-perincian itu menuntut takwil. Bahkan, karena bercampurnya ijtihad para perawi, ia menuntut tabir.

Ya, لَا يَعْلَمُ الْغَيْبَ اِلَّا اللّٰهُ salah satu takwilnya adalah: kabilah-kabilah Manchu dan Mongol yang di dalam lisan samawi Al-Qur'an diberi nama Ya'juj dan Ma'juj — sebagaimana pada zaman dahulu mereka beberapa kali mengobrak-abrik Asia dan Eropa dengan mengajak serta sebagian kabilah lain dari negeri Cin dan Macin — demikian pula hal ini merupakan isyarat dan kiasan bahwa pada masa yang akan datang pun mereka akan menjungkirbalikkan dunia. Bahkan sekarang pun, anggota-anggota penting kaum anarkis di dalam komunisme berasal dari mereka.

Ya, di dalam Revolusi Prancis, dengan benih dan cangkokan kecintaan kepada kebebasan, muncul dan lahirlah sosialisme. Dan karena sosialisme menghancurkan sebagian hal yang suci, pikiran yang dicangkokkannya kemudian berubah menjadi Bolshevisme. Dan karena Bolshevisme pun merusak banyak nilai suci akhlak, hati, dan kemanusiaan, sudah pasti benih yang mereka tanam akan menghasilkan buah berupa anarkisme yang tidak mengenal ikatan dan rasa hormat apa pun. Sebab, apabila rasa hormat dan kasih sayang keluar dari hati manusia, maka akal dan kecerdasan menjadikan manusia-manusia itu berkedudukan sebagai binatang buas yang sangat dahsyat lagi bengis, sehingga mereka tidak lagi dapat diatur dengan politik.

Adapun tempat yang paling tepat bagi pikiran anarkisme adalah kabilah-kabilah perampok yang tertindas dan berjumlah besar, serta tertinggal dalam peradaban dan kekuasaan. Dan manusia yang sesuai dengan syarat-syarat itu adalah kabilah-kabilah Manchu, Mongol, dan sebagian kabilah Kirgiz, yang menjadi sebab dibangunnya Tembok Besar Cina — tembok yang dibuat sepanjang perjalanan empat puluh hari di negeri Cin dan Macin dan yang merupakan salah satu dari tujuh keajaiban dunia. Demikianlah diri Ahmad صلى الله عليه وسلم, yang menafsirkan kabar ringkas Al-Qur'an, telah mengabarkannya secara mukjizat dan dengan penuh tahkik.