MAQAM KEDUA SINAR KELIMA DAN PERSOALAN-PERSOALANNYA
Sinar-Sinar · hlm. 585
بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّح۪يمِ PERSOALAN PERTAMA: Di dalam riwayat disebutkan: "Tangan Sufyan, salah seorang tokoh penting akhir zaman, akan berlubang."
اَللّٰهُ اَعْلَمْ Salah satu takwilnya ialah demikian: karena foya-foya dan permainan yang melalaikan, dengan pemborosan yang sangat besar, harta tidak dapat bertahan di tangannya; harta itu mengalir kepada pemborosan. Di dalam peribahasa dikatakan: "Tangan si Fulan itu berlubang." Yakni, ia sangat boros.
Maka hadis ini mengingatkan bahwa Sufyan, dengan mendorong pemborosan, membangkitkan ambisi dan ketamakan yang dahsyat, lalu memegang titik lemah manusia itu dan menundukkan mereka kepada dirinya. Ia memberitakan bahwa orang yang boros akan menjadi tawanannya dan jatuh ke dalam jeratnya. PERSOALAN KEDUA: Di dalam riwayat disebutkan: "Seorang tokoh dahsyat akhir zaman bangun pada suatu pagi; di dahinya didapati tulisan هٰذَا كَافِر."
اَللّٰهُ اَعْلَمُ بِالصَّوَابِٔ Takwilnya ialah demikian: Sufyan itu meletakkan topi kaum Frank di kepalanya sendiri dan memakaikannya pula kepada setiap orang. Akan tetapi, karena ia menyeragamkannya dengan paksaan dan undang-undang, maka topi itu pun ikut bersujud, sehingga insyaallah ia memperoleh hidayah; dan lagi, setiap orang yang mengenakannya — semata-mata karena terpaksa, bukan karena menghendakinya — tidaklah menjadi kafir. PERSOALAN KETIGA: Di dalam riwayat disebutkan: "Para penguasa akhir zaman yang menindas, khususnya Dajjal, mempunyai surga dan neraka yang palsu."
اَلْعِلْمُ عِنْدَ اللّٰهِ Salah satu takwilnya ialah demikian: penjara
dan sekolah menengah yang dibangun berhadap-hadapan dan saling memandang di dalam lingkungan pemerintahan itu — yang satu akan menjadi tiruan buruk dari bidadari dan gilman, sedangkan yang lain akan berubah menjadi bentuk azab dan kurungan yang gelap — demikianlah isyaratnya. PERSOALAN KEEMPAT: Di dalam riwayat disebutkan: "Pada akhir zaman tidak akan ada lagi orang yang mengucapkan Allah, Allah."
لَا يَعْلَمُ الْغَيْبَ اِلَّا اللّٰهُ salah satu takwilnya semestinya demikian: tekke-tekke, tempat-tempat zikir, dan madrasah-madrasah yang berzikir dengan menyebut Allah, Allah, Allah akan ditutup, dan pada syiar-syiar seperti azan dan ikamah, nama Allah akan diganti dengan nama yang lain. Adapun maknanya bukanlah bahwa seluruh manusia akan jatuh ke dalam kufur mutlak. Sebab mengingkari Allah itu sama jauhnya dari akal dengan mengingkari kainat. Bukan hanya pada seluruh manusia, bahkan pada kebanyakan manusia pun akal tidak dapat menerima terjadinya hal itu. Orang-orang kafir tidak mengingkari Allah; mereka hanya keliru dalam sifat-sifat-Nya.
Takwilnya yang lain adalah: agar tidak menyaksikan dahsyatnya kiamat, ruh-ruh orang mukmin dicabut sedikit lebih awal; kiamat itu meletus di atas kepala orang-orang kafir. PERSOALAN KELIMA: Di dalam riwayat disebutkan: “Pada akhir zaman, sebagian tokoh seperti Dajjal akan mendakwakan keilahian dan menyuruh orang bersujud kepada mereka.”
اَللّٰهُ اَعْلَمْ salah satu takwilnya adalah: sebagaimana seorang panglima badui yang mengingkari sultan membayangkan adanya sebuah kerajaan kecil pada dirinya dan pada panglima-panglima yang lain, sesuai kadar kekuasaan mereka masing-masing; persis demikian pula tokoh-tokoh yang menjadi pemimpin mazhab kaum naturalis dan kaum materialis itu membayangkan pada diri mereka semacam rububiyah sesuai kadar kekuatan mereka, lalu demi kekuatan mereka sendiri mereka memaksa rakyatnya menunduk dengan sikap ubudiyah kepada mereka dan kepada patung-patung mereka, serta membawa kepala rakyat itu ke dalam rukuk. PERSOALAN KEENAM: Di dalam riwayat disebutkan: “Fitnah akhir zaman itu demikian dahsyatnya sehingga tidak seorang pun mampu menguasai nafsunya.” Karena itulah, selama seribu tiga ratus tahun, dengan perintah Nabi صلى الله عليه وسلم seluruh umat memohon perlindungan dari fitnah itu, dan sesudah azab kubur مِنْ فِتْنَةِ الدَّجَّالِ وَ مِنْ فِتْنَةِ اٰخِرِ الزَّمَانِ menjadi wirid umat.
اَللّٰهُ اَعْلَمُ بِالصَّوَابِٔ salah satu takwilnya adalah: fitnah-fitnah itu menarik nafsu kepada dirinya lalu membuatnya terpikat. Manusia melakukannya dengan kehendak mereka sendiri, bahkan dengan penuh kenikmatan. Misalnya, di Rusia, di dalam pemandian umum, perempuan dan laki-laki bersama-sama
masuk dalam keadaan telanjang. Dan karena perempuan secara fitrah sangat cenderung memperlihatkan kecantikannya, ia pun dengan senang hati melemparkan dirinya ke dalam fitnah itu lalu rusak. Adapun laki-laki yang secara fitrah memuja keindahan pun kalah oleh nafsunya, lalu jatuh ke dalam api itu dengan rasa girang bagaikan orang mabuk, lalu terbakar.
Maka hiburan-hiburan sia-sia, dosa-dosa besar, dan bidah-bidah pada zaman itu — seperti dansa dan teater — dengan daya tariknya masing-masing mengumpulkan para pemuja hawa nafsu di sekelilingnya bagaikan laron, lalu membuat mereka linglung. Sebab kalau semua itu terjadi dengan paksaan mutlak, tentu tidak ada lagi kehendak bebas, dan tidak pula menjadi dosa. PERSOALAN KETUJUH: Di dalam riwayat disebutkan: “Sufyan akan menjadi seorang alim besar; dengan ilmu ia justru menjadi sesat. Dan banyak ulama akan mengikutinya.”
وَ الْعِلْمُ عِنْدَ اللّٰهِٔ salah satu takwilnya adalah: meskipun ia tidak memiliki sarana kesultanan seperti raja-raja yang lain — baik berupa kekuatan dan kekuasaan, kabilah dan suku, maupun keberanian dan kekayaan — ia memperoleh kedudukan itu dengan kecerdasannya, dengan ilmu pengetahuannya, dan dengan ilmu politiknya; dengan akalnya ia menundukkan akal banyak ulama lalu menjadikan mereka pemberi fatwa di sekelilingnya. Ia pun menjadikan banyak guru sebagai pendukungnya, lalu menjadikan pendidikan yang dilepaskan dari pelajaran agama sebagai pedoman dan berusaha keras menyebarluaskannya. PERSOALAN KEDELAPAN: Riwayat-riwayat menunjukkan bahwa fitnah Dajjal yang dahsyat itu akan terjadi di kalangan kaum muslimin, sehingga seluruh umat memohon perlindungan darinya.
لَا يَعْلَمُ الْغَيْبَ اِلَّا اللّٰهُ salah satu takwilnya adalah: Dajjal kaum muslimin itu lain. Bahkan sebagian ahli tahkik berkata sebagaimana yang dikatakan Sayidina Imam Ali radiyallahu anhu: Dajjal mereka adalah Sufyan. Ia akan muncul di tengah kaum muslimin dan bekerja dengan cara menipu. Adapun Dajjal besar milik orang-orang kafir itu lain lagi. Kalau tidak demikian, orang yang tidak taat kepada paksaan dan kesewenang-wenangan mutlak Dajjal besar itu menjadi syahid, sedangkan orang yang taat karena terpaksa tidak menjadi kafir, bahkan tidak pula menjadi orang yang berdosa. PERSOALAN KESEMBILAN: Di dalam riwayat-riwayat, peristiwa-peristiwa Sufyani dan kejadian-kejadian masa depan digambarkan berada di sekitar Syam dan di Jazirah Arab.
اَللّٰهُ اَعْلَمْ salah satu takwilnya adalah: karena pada zaman dahulu pusat khilafah berada di Irak, di Syam, dan di Madinah, para perawi dengan ijtihad mereka sendiri memberikan makna — seakan-akan keadaan itu akan tetap demikian selamanya — lalu menggambarkan peristiwa-peristiwa itu di dekat “pusat pemerintahan Islam”; mereka menyebut Halab dan Syam
sebagai tempatnya. Mereka memperinci kabar-kabar hadis yang bersifat ringkas itu dengan ijtihad mereka sendiri. PERSOALAN KESEPULUH: Di dalam riwayat-riwayat disebutkan kekuasaan luar biasa yang dimiliki tokoh-tokoh akhir zaman.
وَ الْعِلْمُ عِنْدَ اللّٰهِٔ takwilnya adalah: hal itu merupakan kiasan dari kebesaran pribadi maknawi yang diwakili oleh tokoh-tokoh tersebut. Sebagaimana suatu ketika gambar Panglima Besar Jepang yang mengalahkan Rusia diperlihatkan dengan satu kaki berada di Samudra Besar dan kaki yang lain di Benteng Port Arthur, demikian pula kebesaran pribadi maknawi yang dahsyat itu diperlihatkan pada wakil pribadi tersebut dan pada patung-patungnya yang besar.
Adapun kekuasaan mereka yang luar biasa lagi menakjubkan itu, karena sebagian besar tindakan mereka berupa penghancuran dan hal-hal yang menggugah syahwat, maka tampaklah ia sebagai kekuasaan yang luar biasa. Sebab menghancurkan itu mudah: satu batang korek api dapat membakar satu kampung. Adapun hal-hal yang menggugah syahwat, karena nafsu memihak kepadanya, ia pun cepat menular. PERSOALAN KESEBELAS: Di dalam riwayat disebutkan: “Pada akhir zaman seorang laki-laki akan mengurus empat puluh perempuan.”
اَللّٰهُ اَعْلَمُ بِالصَّوَابِٔ takwilnya ada dua:
Yang pertama: Pada zaman itu nikah yang sah menjadi sedikit, atau lenyap sama sekali seperti di Rusia. Ia lari dari ikatan dengan satu perempuan saja, lalu menjadi gembala bagi empat puluh perempuan malang yang terlantar tanpa ikatan.
Takwil keduanya: hal itu merupakan kiasan bahwa pada masa fitnah itu, karena kebanyakan laki-laki binasa dalam peperangan dan karena suatu hikmah pula, kebanyakan kelahiran adalah anak perempuan. Bahkan boleh jadi, karena kebebasan kaum perempuan dan sikap serba bebas mereka menyalakan syahwat kewanitaan dengan keras sehingga secara fitrah ia mengalahkan laki-lakinya, lalu menjadi sebab anak tertarik kepada rupanya sendiri, maka dengan perintah Ilahi anak perempuan menjadi sangat banyak. PERSOALAN KEDUA BELAS: Di dalam riwayat-riwayat disebutkan: “Hari pertama Dajjal adalah satu tahun, hari keduanya satu bulan, hari ketiganya satu pekan, dan hari keempatnya satu hari.”
لَا يَعْلَمُ الْغَيْبَ اِلَّا اللّٰهُ takwilnya ada dua:
Yang pertama: Hal itu merupakan kiasan dan isyarat bahwa Dajjal besar akan muncul di lingkaran kutub utara dan di arah utara. Sebab di tempat kutub utara, sepanjang tahun hanyalah satu malam dan satu siang. Kalau seseorang menempuh perjalanan satu hari dengan kereta api
ke arah sini, pada musim panas matahari tidak terbenam terus-menerus selama satu bulan. Kalau ia berjalan satu hari lagi dengan mobil, selama satu pekan matahari senantiasa terlihat. Ketika aku menjadi tawanan di Rusia, aku berada dekat dengan tempat itu. Jadi, ini merupakan pemberitaan secara mukjizat bahwa Dajjal besar akan menyerbu dari utara ke arah sini.
Adapun takwil keduanya: baik Dajjal besar maupun Dajjal Islam sama-sama memiliki tiga hari dalam makna tiga masa penindasan mereka. “Satu harinya, yakni pada satu masa pemerintahannya, ia melakukan tindakan-tindakan yang begitu besar sehingga tidak dapat dilakukan dalam tiga ratus tahun. Hari keduanya, yakni masa keduanya, dalam setahun ia menyuruh mengerjakan pekerjaan-pekerjaan yang tidak dapat dikerjakan dalam tiga puluh tahun. Hari ketiganya dan masa ketiganya, perubahan-perubahan yang ia lakukan dalam setahun tidak dapat dilakukan dalam sepuluh tahun. Hari keempatnya dan masa keempatnya menjadi biasa; ia tidak melakukan apa pun, hanya berusaha mempertahankan keadaan.” — demikianlah beliau صلى الله عليه وسلم mengabarkannya kepada umatnya dengan balaghah yang sangat tinggi. PERSOALAN KETIGA BELAS: Di dalam riwayat yang pasti lagi sahih disebutkan: “Nabi Isa alaihissalam akan membunuh Dajjal besar.”