Saudara-saudaraku yang Aziz lagi setia!
Sinar-Sinar · hlm. 485
Berdasarkan sebuah peringatan maknawi yang penting, untuk sementara ini ada satu dua tugas Nuriyah bagi kalian, yaitu bekerja dengan pelajaran-pelajaran Nur dengan segenap kekuatan kalian agar di Madrasah Yusufiyah ketiga ini tidak jatuh pecah belah dan sikap memihak yang penuh maksud buruk di kalangan para tahanan malang yang tertimpa musibah. Sebab, di balik tabir terdapat para perusak yang dahsyat, yang berusaha mengambil keuntungan dari perbedaan pendapat, dari maksud buruk, dari dendam, dan dari sikap keras kepala.
Selama kebanyakan teman-teman kita di penjara ini membawa urat kepahlawanan yang — bila diperlukan — membuat mereka mengorbankan ruhnya demi tanah air, bangsa, dan sahabat-sahabatnya; sudah pasti para pemberani yang berjiwa besar itu harus mengorbankan sikap keras kepala, maksud buruk, dan permusuhan mereka — yang sama sekali tidak mendatangkan manfaat dan pada zaman yang penuh badai ini justru banyak mendatangkan kerugian — demi keselamatan bangsa, demi ketenangan di dalam penjara ini, dan demi terlepas dari kerusakan yang ditimbulkan oleh orang-orang yang menyuntikkan Bolshevisme, yang di balik tabir berjuang keras menuju anarkisme. Jika tidak demikian, hal itu — laksana melemparkan api ke dalam mesiu pada zaman ini — akan menjadi sebab bagi datangnya kepayahan dan guncangan yang besar atas seratus tahanan yang malang, atas murid-murid Nur yang tidak berdosa, dan atas negeri Afyon ini; bahkan barangkali menjadi sebab bagi terulurnya jari-jari komite asing yang telah masuk ke negeri ini.
Selama kami masuk ke sini dengan takdir Ilahi demi mereka, dan selama sebagian dari kami tidak ingin keluar dari sini demi kebahagiaan dan ketenangan maknawi mereka, serta kami mengorbankan ketenangan kami demi mereka lalu bersabar dan tabah menghadapi setiap kesulitan; sudah pasti saudara-saudara baru kami itu pun, seperti para tahanan Denizli, demi persaudaraan kita dan demi kehormatan bulan Syakban dan Ramadan
wajib dan mutlak perlu untuk tidak saling merajuk, melainkan berdamai dan menjadi bersaudara. Lagi pula, kami dan aku sendiri memandang mereka berada di dalam lingkaran murid-murid Nur, dan mereka telah masuk ke dalam doa-doa kami.