Saudara-saudaraku yang Aziz lagi setia!
Sinar-Sinar · hlm. 486
Pertama: Dengan rahasia اَلْخَيْرُ ف۪ى مَا اخْتَارَهُ اللّٰهُ insyaallah terdapat kebaikan-kebaikan yang besar di dalam penundaan persidangan kami dan di dalam hadirnya kembali saudara-saudara kita yang telah dibebaskan di sini pada hari persidangan.
Ya, karena persoalan Risale-i Nur memiliki kepentingan yang menyeluruh di alam Islam, terlebih di negeri ini, maka perlulah menarik perhatian orang banyak kepada hakikat-hakikat Nur melalui pengumpulan-pengumpulan yang menggemparkan seperti ini; sehingga — di atas harapan kami, kehati-hatian kami, dan usaha kami menyembunyikannya, di atas usaha para penentang untuk mengecilkannya, bahkan di luar ikhtiar kami — dengan kemegahan seperti ini Risale-i Nur memberikan pelajaran-pelajarannya secara terang-terangan kepada kawan dan lawan. Rahasia-rahasianya yang paling tertutup ia perlihatkan kepada orang-orang yang paling asing tanpa segan sedikit pun.
Selama hakikatnya demikian, kita harus memandang kesulitan-kesulitan kecil kita sebagai obat pahit laksana kina, lalu bersabar dan bersyukur; kita harus berkata, "Ah, ini pun akan berlalu."
Kedua: Aku menulis kepada kepala Madrasah Yusufiyah ini: Ketika aku menjadi tawanan di Rusia, sebagaimana badai Bolshevisme mula-mula berawal dari penjara-penjara, demikian pula Revolusi Besar Prancis pun mula-mula muncul dari penjara-penjara dan dari para narapidana yang di dalam sejarah disebut dengan nama gelandangan; maka atas dasar itu, kami para murid Nur berusaha memperbaiki keadaan para narapidana sedapat mungkin, baik di Eskişehir, di Denizli, maupun di sini. Di Eskişehir dan Denizli faedahnya benar-benar terlihat. Di sini faedahnya akan lebih besar lagi, sebab pada waktu dan tempat yang rawan ini, berkat pelajaran-pelajaran Nur, badai kecil yang baru berlalu {(Catatan kaki): Badai ini adalah sebuah pemberontakan yang meletus di penjara Afyon; tidak seorang pun murid Nur terlibat di dalamnya.} turun dari seratus menjadi satu. Jika tidak demikian, arus-arus berbahaya dari luar yang memanfaatkan pertikaian dan peristiwa semacam ini serta menanti-nanti kesempatan, tentu akan melemparkan api ke mesiu itu dan menimbulkan kebakaran.