بِاسْمِه۪ سُبْحَانَهُ
Sinar-Sinar · hlm. 488
Saudara-saudaraku yang Aziz lagi setia, yang tak tergoyahkan, yang tidak jemu oleh kesulitan lalu menarik diri dari kami!
Kini, tatkala nafsuku membuatku bersedih atas nama kalian karena suatu kesulitan lahir dan batin, tiba-tiba terlintas dalam hati bahwa: sekiranya — baik engkau maupun saudara-saudaramu di sini — kalian menanggung sepuluh kali lipat dari susah payah dan kepayahan ini dalam bentuk yang lain, hanya demi berjumpa dari dekat dengan satu orang saja di antara mereka, niscaya itu pun masih murah.
Selain itu, ditinjau dari masyrab Nur yang penuh takwa dan riyadah, dari jalan yang ditempuhnya berupa memberikan pelajaran kepada khalayak umum dan kepada mereka yang paling membutuhkan, bahkan kepada para penentang, dan juga demi membuat pribadi maknawi di dalam lingkarannya berbicara — sebagaimana ahli hakikat pada zaman dahulu mengadakan pertemuan dan percakapan sekurang-kurangnya sekali dua kali dalam setahun — maka murid-murid Nur pun perlu berkumpul sekali dalam beberapa tahun di Madrasah Yusufiyah yang paling memungkinkan itu; dan dari segi keperluan ini, seribu kesulitan dan kepayahan sekalipun tidaklah berarti.
Pada penjara-penjara kami yang dahulu, mundurnya beberapa saudara kami yang lemah dari lingkaran Nur karena jemu telah menjadi kerugian yang amat besar bagi mereka sendiri, sedangkan Nur sama sekali tidak dirugikan. Sebagai ganti mereka, tampillah murid-murid yang lebih teguh dan lebih ikhlas.
Selama ujian-ujian dunia ini bersifat sementara dan cepat berlalu, ia pun memberikan pahala dan buahnya kepada kita. Maka kita harus bersandar kepada inayah Ilahi serta bersyukur di dalam kesabaran.