Saudara-saudaraku yang Aziz lagi setia!
Sinar-Sinar · hlm. 488
Pertama: Ketika kalian menyerahkan dua bagian terakhir itu — baik dengan huruf lama maupun dengan huruf mesin — kepada ketua mahkamah sebagai bahan keterangan dan secara tidak resmi, melalui seorang yang bersungguh-sungguh yang kalian pandang layak, tulislah kepadanya pada secarik kertas terpisah bahwa Said berterima kasih kepada Anda, ia berkata:
Jendela-jendela telah dibuka. Akan tetapi, jaksa penuntut umum tidak mengizinkan seorang pun dari saudara-saudaraku dan dari orang-orang yang melayaniku untuk datang ke tempatku.
Ia juga sangat memohon kepada Anda agar Al-Qur'an antik dan penuh mukjizat miliknya yang berada di mahkamah itu diserahkan kepadanya, supaya ia dapat membacanya pada bulan-bulan yang mubarak ini. Dari
Al-Qur'annya yang menakjubkan itu ia telah mengirimkan tiga juz kepada Kepresidenan Urusan Agama sebagai contoh, agar mereka mengusahakan mencetaknya dengan fotografi.
Bersama itu, ia juga meminta dari kalian salah satu dari kumpulan-kumpulan Risale-i Nur yang ada di mahkamah, agar di dalam pengasingan mutlak ini, dalam keadaan sendirian dan dalam kesulitan-kesulitannya yang berat, penelaahannya menjadi sumber hiburan dan menjadi teman baginya. Lagi pula, sebagaimana kumpulan-kumpulan itu telah melewati tiga empat mahkamah dan tidak diusik, demikian pula — dengan kesaksian para jemaah haji dan dengan apa yang mereka lihat langsung — kumpulan-kumpulan besar itu sangat dihargai dan dipuji oleh para ulama besar di Mekah Al-Mukarramah, di Madinah Al-Munawwarah, di Syam Asy-Syarif, di Aleppo, dan di Jami' Al-Azhar Mesir, tanpa sedikit pun mereka mengkritik dan menyanggah.