Saudara-saudaraku yang Aziz, setia, lagi ikhlas!
Sinar-Sinar · hlm. 485
Bagi kita, menggunakan kaidah-kaidah Lem'a Ikhlas dan rahasia ikhlas yang hakiki di antara kita dan terhadap satu sama lain, dengan segenap kekuatan kita sebatas yang mungkin, telah sampai ke derajat wajib.
Aku menerima kabar yang pasti bahwa sejak tiga bulan ini telah ditugaskan tiga orang untuk menimbulkan kedinginan di antara saudara-saudara khusus di sini melalui perbedaan masyrab atau perbedaan pikiran. Selain itu, mereka mengulur-ulur persidangan kami tanpa sebab, untuk mengguncang para Nurcu yang teguh dengan membuat mereka jemu, untuk menanamkan waham pada orang-orang yang peka dan kurang tabah, serta untuk memalingkan mereka dari khidmah Nuriyah.
Jangan, sekali-kali jangan! Janganlah persaudaraan yang penuh pengorbanan dan kecintaan yang tulus di antara kalian selama ini terguncang. Sekalipun hanya sebesar zarah, hal itu menjadi kerugian yang besar bagi kita. Sebab, guncangan yang sangat kecil telah membuat guru-guru agama seperti (...) di Denizli menjadi liar dan menjauh.
Padahal khidmah Al-Qur'an dan iman kita menuntut agar kita — bila diperlukan — saling mengorbankan ruh kita satu sama lain; maka dengan sikap mudah tersinggung yang lahir dari kesulitan atau dari hal-hal lain, orang-orang yang benar-benar rela berkorban tidak akan saling merajuk, melainkan dengan sikap merendahkan diri, tawaduk, dan berserah diri yang sempurna ia mengambil kesalahan itu ke atas pundaknya sendiri, lalu berusaha menambah kecintaan dan ketulusannya. Jika tidak demikian, sebutir biji menjadi kubah lalu dapat mendatangkan kerugian yang tidak dapat diperbaiki lagi. Aku menyerahkannya kepada ketajaman firasat kalian, dan kucukupkan sampai di sini.