Risale-i NurSinar-Sinar

Saudara-saudaraku yang Aziz lagi setia!

Sinar-Sinar · hlm. 484

Pertama: Dengan segenap ruh dan jiwaku aku mengucapkan selamat atas Malam Mikraj kalian.

Kedua: Sudah dua puluh tahun kami memegang satu pendirian, yaitu bahwa murid-murid Nur sedapat mungkin tidak mengusik ketertiban umum. Adapun peristiwa pemenjaraan ini — yang sangat mungkin menjadi tanda bagi dakwaan orang-orang yang menyerang kami, terutama dakwaan mengganggu keamanan dan merusak ketertiban umum, sekaligus menjadi alasan untuk melukai pendirian kami — dengan inayah Ilahi, dalam bentuk yang luar biasa, sebagai karamah dari kesetiaan dan keikhlasan kalian, telah turun menjadi satu persen. Kubah pun dijadikan biji. Kalau tidak demikian, orang-orang yang menjadikan biji sebagai kubah atas diri kami tentu akan memanfaatkan peristiwa ini lalu membuat banyak orang memercayai fitnah-fitnah mereka terhadap kami.

Ketiga: Janganlah kalian mengkhawatirkan diriku. Keberadaanku dalam satu bangunan bersama kalian menjadikan segala kepayahan dan kesulitanku tidak berarti apa-apa. Lagi pula, berkumpulnya kami di sini memiliki kepentingan dari banyak segi, dan faedahnya bagi khidmah keimanan pun banyak. Bahkan kali ini, sampainya sebagian hakikat penting di dalam pelengkap nota keberatan itu kepada enam instansi tersebut, lalu menarik perhatian mereka sepenuhnya dan menjalankan pengaruhnya atas diri mereka sampai batas tertentu, telah menjadikan seluruh kesulitan kami tidak berarti apa-apa.

Keempat: Menyibukkan diri dengan Nur sedapat mungkin akan melenyapkan berbagai kesulitan sekaligus dapat dihitung sebagai lima macam ibadah.

Kelima: Melalui pelajaran-pelajaran Nur, musibah yang telah lalu itu turun dari seratus menjadi satu. Kalau tidak demikian, karena kepekaan tempat dan zaman, sebutir biji itu akan berubah menjadi kubah-kubah, sama halnya dengan melemparkan api ke dalam mesiu. Bahkan sebagian pegawai resmi berkata, "Orang-orang yang mendengarkan pelajaran Nur tidak ikut campur." Seandainya semua orang mendengarkan pelajaran itu, tentu tidak akan terjadi apa-apa. Sedapat mungkin janganlah kalian memberi peluang bagi pecah belah. Janganlah kesulitan lain ditambahkan kepada kesulitan penjara. Hendaklah para tahanan pun bersaudara seperti kaum Nurcu, dan janganlah mereka saling merajuk.