Risale-i NurSinar-Sinar

INI ADALAH CATATAN KAKI BAGI SEBUAH NUKTA I'JAZ YANG BERKAITAN DENGAN SURAH INI:

Sinar-Sinar · hlm. 329

Sebagaimana surah ini, dengan empat kalimat dari lima kalimatnya, memandang dengan makna isyarat kepada empat revolusi besar yang penuh keburukan dan kepada badai-badai abad kita ini; demikian pula dengan kalimat مِنْ شَرِّ —syaddah tidak dihitung— yang terulang empat kali, ia memandang dan menunjuk empat kali, dengan makna isyarat dan dengan kedudukan jifir, kepada abad fitnah Jengis Khan dan Hulagu serta masa runtuhnya Daulah Abbasiyah, yang paling dahsyat bagi alam Islam.

Ya, tanpa syaddah, شَرِّ bernilai lima ratus (500); مِنْ bernilai sembilan puluh (90). Dari sisi bahwa banyak ayat yang memandang masa depan memberikan isyarat kepada abad kita ini sekaligus kepada abad-abad itu, maka Imam Ali radiyallahu anhu dan Al-Gaus Al-A'zham qaddasallahu sirrahu yang memberitakan masa depan pun memandang dan memberitakan hal yang sama, baik tentang abad kita ini maupun tentang abad itu. Kalimat غَاسِقٍ اِذَا وَقَبَ tidak menunjuk kepada zaman ini; melainkan غَاسِقٍ bernilai seribu seratus enam puluh satu (1161) dan اِذَا وَقَبَ bernilai delapan ratus sepuluh (810), sehingga keduanya mengisyaratkan keburukan lahir dan batin yang penting pada zaman-zaman itu. Jika keduanya digabungkan, hasilnya menjadi seribu sembilan ratus tujuh puluh satu (1971) Masehi. Pada tarikh itu ia memberitakan sebuah keburukan yang dahsyat. Dua puluh tahun kemudian, jika hasil dari benih-benih yang ada sekarang tidak diperbaiki, sudah pasti tamparannya akan dahsyat.