Risale-i NurSinar-Sinar

INI ADALAH JAWABAN ATAS SEBUAH PERTANYAAN YANG MUNGKIN TERLINTAS:

Sinar-Sinar · hlm. 328

Di dalam sekilau cahaya i'jaz ini, masuknya kata مِنْ sekaligus kata شَرِّ ke dalam hitungan pada مِنْ شَرِّ مَا خَلَقَ di awal surah, lalu masuknya kata شَرِّ saja dan tidak masuknya وَمِنْ pada وَمِنْ شَرِّ حَاسِدٍ اِذَا حَسَدَ di akhir surah, dan tidak dihitungnya keduanya pada وَمِنْ شَرِّ النَّفَّاثَاتِ فِى الْعُقَدِ — semua itu adalah ima dan simbol bagi sebuah kaitan yang amat halus lagi lembut. Sebab pada makhluk-makhluk terdapat pula kebaikan, bukan hanya kejahatan. Lagi pula, tidak semua kejahatan menimpa setiap orang. Sebagai simbol atas hal ini, masuklah مِنْ yang menyatakan sebagian, dan شَرِّ. Adapun orang yang dengki, ketika ia mendengki, seluruhnya adalah kejahatan; tidak diperlukan penyebutan sebagian. Dan dengan simbol اَلنَّفَّاثَاتِ فِى الْعُقَدِ, seluruh pekerjaan yang bersifat merusak dari para peniup yang melemparkan api ke bumi demi kepentingan mereka sendiri dan dari para diplomat penyihir itu adalah kejahatan itu sendiri; maka tidak diperlukan lagi kata شَرِّ.