بِاسْمِه۪ سُبْحَانَهُ
Sinar-Sinar · hlm. 426
Saudara-saudaraku yang Aziz lagi setia! Isyarat ayat اَوَمَنْ كَانَ مَيْتًا فَاَحْيَيْنَاهُ وَجَعَلْنَا لَهُ نُورًا يَمْش۪ى بِه۪ فِى النَّاسِ kepada Risale-i Nur, dan juga — dengan kata مَيْتًا — kepada murid Risale-i Nur yang malang ini melalui tiga tanda yang kuat serta beberapa kaitan, telah dijelaskan di dalam Sinar Pertama. Kini, dalam peristiwa ini, salah satu dari tanda-tanda itu berlaku dengan tepat.
Sebab, orang-orang yang menzalimi kami itu, dengan memegang kehidupan, peradaban, dan kelezatan di tangan mereka, menuduh kami tidak memberikan perhatian kepada cara hidup itu lalu menuntut pertanggungjawaban kami; bahkan mereka ingin menjatuhkan hukuman mati dan hukuman berat serta memasukkan kami ke penjara. Akan tetapi, menurut undang-undang mereka tidak menemukan alasannya.
Kami pun, dengan memegang di tangan kami maut dan kematian yang menjadi mukadimah dan tabir bagi kehidupan yang kekal selamanya, memukulkannya ke kepala mereka untuk menyadarkan mereka, dan dengan segenap kekuatan kami berusaha agar mereka selamat dari pertanggungjawaban dan hukuman yang sebenarnya, dari hukuman mati abadi, dan dari kurungan sendirian yang kekal. Bahkan, seandainya karena risalah-risalah keras yang sampai ke Ankara hukuman yang paling berat dijatuhkan atas diriku, tetapi orang-orang yang menjatuhkan hukuman itu selamat dari hukuman mati yang dibawa oleh kematian berkat risalah-risalah tersebut, maka hatiku dan nafsuku pun akan rida.
Artinya, kami menginginkan dan mengupayakan agar mereka hidup di dua alam. Mereka menginginkan kematian kami dan mencari-cari dalih. Akan tetapi, karena hakikat kematian yang terang seperti matahari dan tampak oleh mata seperti siang hari, serta tiga puluh ribu jenazah manusia setiap hari, memperlihatkan titah dan surat keputusan tiga puluh ribu hukuman mati abadi dan tiga puluh ribu kurungan sendirian bagi orang-orang yang sesat, kami tidak kalah di hadapan mereka. Apa pun yang mereka lakukan, silakan mereka lakukan. Ayat اِنَّ حِزْبَ اللّٰهِ هُمُ الْغَالِبُونَ — bahkan pada masa kekalahan kami yang paling menyedihkan sejak dua belas tahun ini — dengan hitungan jifir dan abjad memberikan kabar gembira akan kemenangan kami tepat dengan tarikhnya. Selama hakikatnya demikian, mulai sekarang kami akan mengatakan kepada pengadilan dan kepada masyarakat:
"Kami berusaha selamat dari hukuman mati abadi berupa kematian yang ada di depan mata kami dan yang menanti kami, serta dari kurungan sendirian yang gelap lagi kekal berupa kubur yang membuka pintunya di hadapan kami dan memanggil kami dengan paksaan yang pasti. Kami juga membantu kalian agar selamat dari musibah yang dahsyat dan tak tertolong itu. Persoalan duniawi dan politik yang paling besar dalam pandangan kalian, dalam pandangan kami dan dari sisi hakikat, nilainya sangat sedikit; dan bagi orang yang secara nyata tidak bertugas di dalamnya, ia adalah hal yang tidak berguna, tidak penting, dan tidak bernilai. Akan tetapi, tugas kemanusiaan yang mesti ditunaikan, yang kami sibuk dengannya, sungguh berkaitan erat dengan setiap orang pada setiap waktu. Barang siapa tidak menyukai tugas kami ini dan hendak menghapusnya, hendaklah ia menghapus kematian dan menutup kubur!"