Risale-i NurSinar-Sinar

Saudara-saudaraku yang Aziz lagi setia!

Sinar-Sinar · hlm. 425

Dengan rahasia اَلْخَيْرُ ف۪ى مَا اخْتَارَهُ اللّٰهُ, tertundanya perkara kita ini adalah kebaikan. Sebab, di semua sekolah, di semua kantor pemerintahan, dan di tengah rakyat sedang ditanamkan kecintaan kepada orang dahsyat yang telah mati itu. Adapun keadaan ini akan menimbulkan pengaruh yang sangat pedih dan pahit bagi alam Islam dan bagi masa depan.

Kini, di luar kehendak kami, berpindahnya Risale-i Nur — yang dengan hujah-hujah yang pasti memperlihatkan dan membuktikan apa hakikat diri orang itu — ke tangan orang-orang yang paling awal dan paling erat berkepentingan dengannya serta yang paling akhir akan melepaskannya, dan dibacanya ia dengan rasa ingin tahu serta perhatian yang sempurna, adalah sebuah peristiwa sedemikian rupa sehingga seandainya ribuan orang seperti kami masuk penjara, bahkan seandainya kami dihukum mati sekalipun, dari sisi agama Islam hal itu tetaplah murah. Sekurang-kurangnya ia menyelamatkan orang-orang yang paling keras kepala sampai batas tertentu dari kufur mutlak dan dari murtad, mengangkat mereka kepada kekufuran yang diragukan, serta melunakkan serangan mereka yang dilakukan dengan sombong dan dengan keberanian melampaui batas.

Dengan kalimat yang kuucapkan di hadapan mereka sebagai kata terakhir di pengadilan ini: "Kepada sebuah hakikat suci yang untuknya jutaan kepala pahlawan telah dikorbankan, biarlah kepala kami pun menjadi korban." — kami telah menyatakan bahwa kami akan tetap teguh sampai akhir. Pernyataan ini tidak akan ditinggalkan. Aku berharap di antara kalian tidak ada yang akan meninggalkannya. Selama kalian telah bersabar sampai sekarang, bertahan dan bersabarlah dengan mengatakan: "Bagian dan tugas kami belum selesai." Bagaimanapun juga, untuk membela jalan yang berujung pada hukuman mati abadi dan kurungan sendirian tanpa akhir — yang tidak dapat diingkari karena hujah-hujah yang pasti di dalam "Buah" — tidak akan dilakukan tindakan keras kepala terhadap Risale-i Nur; boleh jadi justru akan dicari jalan perdamaian atau gencatan. اَلصَّبْرُ مِفْتَاحُ الْفَرَجِ وَالسُّرُورِ